The Grudge Love

The Grudge Love
BAB 59


__ADS_3

Mike kembali dengan perasaan yang tidak jelas, dia bahkan merasa benci pada dirinya sendiri disaat mengingat tatapan terluka Elina. Mike mengerti betapa hancurnya hati Elina dengan fakta ini


"Kau benar-benar bajingan Mike" cercanya pada dirinya sendiri dengan mata yang basah dengan air mata. Pria jantan itu kini berubah jadi pria cengeng saat sudah berhubungan dengan hati


Mike memilih pergi saat Elina histeris dengan pemberitaan Revan, gadis itu bahkan tampak seperti ingin membunuhnya hingga penghuni panti keluar saat mendengar jeritan Elina. Mike tidak bisa mengambil resiko dengan mental istrinya yang sedang mengandung itu hingga memilih untuk pergi dulu dan akan kembali saat nanti keadaan sudah membaik


"Revan sialan" umpatnya sembari memukul keras setir mobilnya, Mike menepi dipinggir trotoar dan mulai memijat keningnya sedang air bening turun dari mata tajamnya


Kesalahan itu bukan sepenuhnya tanggung jawabnya, kasus tabrak lari yang dilakukannya dulu bukan sepenuhnya kesalahannya dan apakah Elina akan percaya jika dirinya menjelaskan kebenarannya? Apa gadis itu juga tidak menaruh curiga pada Revan yang mengetahui kejadian itu dengan baik? Tentu saja Elina akan lebih mempercayai Revan daripada dirinya yang bahkan tidak pantas dimaafkan


Mike menyandarkan kepalanya pada setir mobil dan mulai menangis keras, rasa bersalah yang dirasanya membuat relung hatinya sangat menyakitkan, pria itu benar-benar sangat menyesali atas semua perbuatannya baik itu dulu maupun sekarang. Mike harus membenarkan perkataan Billy dulu yang mengatakan kalau dirinya selalu salah dalam mengambil langkah dan kini pun Mike telah salah bertindak


"Maafkan aku Elina" lirihnya dalam isak tangisnya


Bayangan Mike kembali pada kejadian 10 tahun lalu..


Dulu dia hanya seorang remaja gelandangan yang hidup dengan semaunya hingga dia dipertemukan dengan Revan yang merupakan anak dari orang kaya didaerah tersebut. Revan dengan pembawaan ramahnya menjadikan Mike sebagai temannya dan mereka berteman dengan baik saat itu


Apa yang dimiliki Revan pasti juga akan diberinya pada Mike, karena itulah Mike yang selama ini hidup tanpa aturan menjadi lebih mengerti akan jalannya kehidupan. Hingga suatu hari, Revan mengajaknya untuk belajar mengemudi disaat umurnya bahkan belum pantas untuk itu


Revan sering kali diam-diam mengambil mobil ayahnya dan mengajak Mike untuk ikut dengannya belajar mengemudi


Hari-hari berlalu, canda tawa menjadi penghias hari-hari sepasang teman tersebut


"Mike, aku melihat kesuksesan dalam hidupmu. Sepertinya kau akan berubah menjadi orang sukses kelak" ujar Revan remaja yang mengumbar senyum pada Mike dan dibalas dengan senyum serupa oleh pria itu


"Aku tidak yakin akan hal itu, tidak mungkin berandal sepertiku bisa sukses bukan" Mike membantah dengan tawa jenakanya


Mereka terlihat begitu bahagia melewati hari hingga pada suatu hari, Revan mengajak Mike untuk tanding balapan dengan pemuda desa sebelah dan menyuruh Mike untuk mengemudi


"Tidak Rev, aku tidak bisa mengemudi. Kau kan tahu, bagaimana buruknya aku dalam mengemudi dan aku bahkan belum cukup umur untuk mendapatkan surat izinnya! Sekarang kau ingin aku ikut balapan, bukankah itu sama saja dengan aku menyerahkan nyawaku untuk mati" tolak Mike dengan jelas, namun Revan tetap terus membujuk temannya itu

__ADS_1


"Oh ayolah Mike! Kalau kita menang, kita bisa dapat banyak uang untuk bersenang-senang"


"Kenapa bukan kamu saja yang ikut balapan itu?"


"Kau kan tahu! Kamu lebih pandai dari diriku. Nanti aku akan jadi pendampingmu saja" jawab Revan, Mike mendecakkan lidahnya dengan malas. Ingin sekali rasanya Mike menolak permintaan temannya itu tapi tatapan memohon yang diluncurkan Revan berhasil meluluhkan hati Mike dan membuatnya mau ikut andil dalam balapan liar tersebut


Mike menghembuskan nafasnya kasar saat sudah berada dibalik kemudi, perasaannya mendadak terasa tidak enak tapi dia menghiraukan semua itu


Maka terjadilah balapan liar itu dengan mobil- mobil yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, jalan terjal perdesaan mereka lewati dengan mudah hingga sampailah mereka pada titik jalan yang berbatasan langsung dengan hutan yang masih asri, jalan itu terlihat sepi dan jarang dilewati orang, karena itulah jalan itu menjadi tempat yang cocok untuk mereka balapan


Mike mengemudikan mobilnya dengan lihai, bahkan Revan yang duduk disampingnya berujar takjub dengan kepiawaian Mike dalam mengemudi. Mobil itu meluncur dengan mulus melewati satu-persatu mobil lawan, hingga mereka melaju paling depan


Sebuah tawa senang timbul diwajah Mike, mengira sebentar lagi mereka akan segera memenangkan pertandingan itu. Namun takdir tidaklah menghendaki itu, seorang pria paruh baya dengan motor bututnya yang membawa beberapa bilah kayu keluar dari balik perempatan hutan yang tembus langsung dengan jalan. Motor itu tampak berjalan santai sedang Mike sedang melaju dalam kecepatan tinggi hingga...


Braakkk...


Tabrakan itu tidak dapat dielakkan lagi, pria paruh baya itu jatuh terpelanting dengan kepala terbentur keras hingga mengeluarkan darah sedang tubuhnya seakan patah-patah. Mike dan Revan juga terbentur kepalanya walau mereka tidaklah mengalami luka serius karena Mike yang mengerem mobilnya mendadak


Buru-buru Mike turun menghampiri seorang bapak-bapak yang ditabraknya walau kepalanya juga terluka hingga mengeluarkan darah karena terbentur setir mobil, pria itu langsung mengangkat tubuh bapak itu dengan tubuh bergetar, dia ketakutan


Revan juga turun sembari menyentuh kepalanya yang juga terbentur dan terdiam membeku saat melihat seorang pria sedang sekarat serta penuh darah dalam pangkuan Mike


"Cepat tolongin bapak ini Rev" seru Mike lagi semakin panik saat melihat Revan malah terdiam tidak bergerak. Revan tersadar dan rasa takut merasuki hatinya, dia pasti akan berurusan dengan hukum atas kejadian ini apalagi dia menggunakan mobil ayahnya dan sebentar lagi mobil lainnya akan segera sampai disana. Revan menatap Mike yang berusaha membuat pria yang ditabraknya tetap sadar, ditengah ketakutannya Revan hanya dapat mengambil satu tindakan yaitu mengkambing hitamkan Mike dan lagian penabraknya tetaplah Mike


"Tolong lakukan sesuatu, hubungi medis" ujar Mike kembali tanpa memandang Revan


"Sebaiknya kamu segera pergi Mike" ujar Revan membuat Mike menatap temannya itu tidak percaya


"Apa maksudmu Rev?"


"Bapak ini tidak akan selamat, dan kita akan berurusan dengan polisi. Sebaiknya kamu segera pergi sebelum teman-teman yang lain sampai kesini"

__ADS_1


"Tapi Rev, aku tidak bisa melakukan itu. Kita harus menyelamatkan bapak ini dahulu atau dia akan..."


"Kau mau masuk penjara?" Revan memotong perkataan Mike yang membuat pria itu terdiam. Masuk penjara! Tak pernah sekalipun dalam hidupnya Mike berpikir akan masuk dalam jeruji besi itu, walau dia tumbuh dengan liar tapi dirinya tidak pernah melakukan hal diluar batas


"Aku akan bertanggung jawab Revan. Sekarang kita selamatkan bapak ini dulu" Mike mencoba berpikir dewasa dalam keadaan kalut itu. Bagaimanapun korban tabrakannya itu lebih membutuhkan pertolongan sekarang


"Tidak bisa Mike, biarkan bapak ini mati, setidaknya tidak ada bukti yang tertinggal. Sebaiknya kamu segera pergi Mike, atau kamu akan mendekam dalam penjara seumur hidup dan bukan itu pula, kamu juga akan membuatku dan ayahku dalam masalah" ujar Revan lagi membuat Mike menatap nanar teman yang begitu dipercayainya itu


Bagaimana bisa seorang Revan yang biasanya dia lihat tersenyum tulus berkata seperti itu


"Tidak Rev, kita harus menyelamatkan bapak ini"


"Mike, dengarkan aku! Aku akan mengurus semua ini dan tolong kamu pergi dari sini, sejauh mungkin atau kau akan dipenjara seumur hidup karena kejadian ini" Revan masih mencoba menjelaskan dibalik rasa kemanusiaan yang dimiliki Mike


"Dengar itu! Mobil lain mendekat! Sebaiknya kamu segera pergi Mike, cepat pergi sebelum mereka sampai disini. Karena bukan hanya kamu yang akan dalam masalah jika kamu tertangkap, tapi aku dan ayahku juga akan terseret"


Ditengah rasa kalut tak menentu itu Mike bangkit untuk pergi sesuai arahan dari Revan. Mike bukannya takut masuk penjara tapi lebih pada rasa tidak ingin membawa orang lain dalam masalah yang diperbuatnya, dia tidak ingin menyeret Revan dan ayahnya Revan dalam perbuatannya itu disaat Revan telah begitu baik padanya


"Lari Mike, lari..." teriakan Revan menggema menyuruhnya berlari dan Mike berlari memasuki hutan meninggalkan segala perbuatan yang seharusnya dia hadapi dengan tanggung jawab


"LARI MIKE!! JANGAN LIHAT KE BELAKANG!!" teriakan lantang Revan masih menghantui mimpi buruk Mike disaat mobil para anggota balapan mulai berdatangan menghampiri Revan dan korban tabrakan tersebut sedangkan Mike terus berlari menyusuri hutan tanpa peduli dengan tubuhnya yang terluka terkena rambatan tumbuhan hutan.


Dia hanya berlari, terus berlari tanpa tahu arah tujuan tapi satu yang sudah pasti diingatnya, dia sudah menjadi seorang pembunuh


Mike kembali memukul keras setir mobilnya saat ingatan itu membayangi hidupnya, karena setelah itu, dia begitu membenci seorang Revan yang berkhianat padanya dan bangkit dari itu semua setelah bertemu tiga sahabatnya dan Imelda. Perlahan kehidupannya menjauh dari Revan tanpa pernah tahu apa dasar seorang Revan tega mengkhianatinya, namun benang kusut dari lingkaran takdirnya perlahan mulai terbuka kembali


"Kenapa gadis itu harus kamu Elin.." gumamnya lirih dengan begitu pilu. Mike sudah benar-benar merasakan dirinya hancur sepenuhnya


.


.

__ADS_1


.


Kritik dan saran diharapkan🙏🙏


__ADS_2