The Grudge Love

The Grudge Love
BAB 76


__ADS_3

Hari berikutnya Billy kembali datang menemui Mike di kantor pria itu hanya untuk memberitahukan perihal tentang gubernur Erwin yang ditahan polisi karena terbukti melakukan kecurangan selama masa jabatannya


" Biarkan saja, itu bukan urusan kita. Dia menuai apa yang dia tabur bukan" tutur Mike bijak


" Bukan itu yang jadi masalahnya Mike melainkan Imelda yang pasti akan mengganggumu kembali karena sumber uangnya sudah tidak ada lagi, apalagi pria-pria yang pernah didekatinya kini memilih menjauh darinya sejak berita tentang kebobrokan gubernur Erwin tersebar. Mereka berdua sungguh menjijikan" ujar Billy disertai komentar khasnya


" Ya, kau benar. Baru kemarin wanita ****** itu kemari dan mengaku-ngaku sedang mengandung anakku didepan istriku langsung. Untung istriku tidak termakan omong kosong wanita gila itu"


" Apa! Wuah, ternyata dia bergerak lebih cepat dari dugaanku. Imelda pasti sangat putus asa hingga segera menemuimu" Billy menepuk bahu sahabatnya itu, sembari mengucapkan kerja bagus sampai istrinya tidak marah padanya kalau tidak sia-sialah perjuangan Mike selama ini


" Menurut apa yang dilaporkan anak buahku, Imelda memang sedang mengandung tapi tidak jelas tentang anak siapa yang dia kandung. Sekarang wanita itu pasti sedang frustasi dengan keadaannya. Jatuh miskin, terkuak fakta kalau dia bukan putri si bandot tua melainkan simpanannya dan sekarang dia hamil tanpa tahu siapa ayah si janin. Kurasa wanita itu hanya akan mengambil dua pilihan. Bunuh diri atau menjadi gila " Mike hanya mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti padahal dirinya sama sekali tidak peduli. Dia hanya ingin hidup damai bersama orang-orang yang disayangnya beserta orang yang menyayanginya terutama sang istri dan para sahabatnya


" Kau benar. Imelda sepertinya mengalami gangguan psikologis"


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


Hari-hari berlalu dengan cepat hingga tidak terasa usia kandungan Elina sudah memasuki bulan ketujuh. Elina duduk santai di sofa ruang tamu sembari mengelus perutnya, sedang sang suami sedang berkutat dengan alat-alat dapur memasak apa yang di mintanya


Elina tersenyum bahagia, Mike tidak pernah menolak semua kemauannya selama kemauannya masih dalam kategori wajar bahkan Elina akan selalu tertawa saat dia teringat ketika sang suami memanjat pohon nangka dengan jas kerja kesayangannya yang akhirnya terkena getah dari buah nangka itu hingga tidak lagi bisa dipakai tapi Mike tidak pernah marah ataupun kesal padanya atau mungkin pria itu memendam kekesalannya sendiri dalam hati


Hari ini akhir pekan, Mike berencana mengajak Elina keluar jalan-jalan karena itulah suaminya tampak santai, tidak buru-buru sama sekali karena ini hari liburnya. Biasanya mereka akan berkunjung ke panti seminggu sekali tiap akhir pekan tapi Mike membatasi itu sekarang karena khawatir akan kandungan istrinya


Kondisi panti sudah lebih baik setelah Mike mendonasi banyak biaya untuk perkembangannya serta donasi dari Billy dan Marcel juga membuat panti itu lebih hidup sekarang


" Caa, nasi goreng special untuk sayangku sudah siap" Mike meletakkan sepiring nasi goreng buatannya didepan sang istri yang duduk santai. Elina menahan tawa saat melihat penampilan Mike dengan celemek bunga berwarna pink, hilang sudah wibawanya kalau sudah dihadapkan dengan sang istri

__ADS_1


" Terima kasih Mas"


" Iya sayang"


Ting Tong...


Suara bel rumah mengalihkan atensi keduanya pada pintu depan. Siapa yang bertamu pagi-pagi sekali kerumah mereka


" Awas saja kalau sampai tiga teletabis itu yang mengganggu pagi akhir pekanku" gerutu Mike berpikir kalau pengganggu paginya pastilah tiga sahabatnya yang memang specialis mengganggu hidupnya. Mike melangkah lebar ke pintu depan untuk membuka pintu dan dibuat terkejut dengan tamu yang datang berkunjung


" Hai, kawan lama" sapa pria yang sangat dikenali Mike beserta dengan wanita yang berdiri disamping pria itu


" Revan, Claudia" ujar Mike menatap secara bergantian pasangan didepannya yang menampilkan senyum terbaik mereka atau mungkin mereka menahan tawa melihat penampilan Mike sekarang


" Kau berubah profesi jadi koki sekarang?" tanya Revan bernada ejekan. Mike langsung melihat ke badannya dan melepas segera celemek yang masih melekat di badannya, wajahnya memerah malu karena harus dilihat oleh Revan dalam penampilan seperti ini


" Siapa yang bertamu mas?" tanya Elina berjalan pelan menuju suaminya dan dibuat terkejut saat melihat orang yang pernah menjaganya


" Mas Revan"


" Hai Elin" sapa Revan ramah yang tentu saja sangat tidak disukai oleh Mike, tidak suka dengan Revan yang suka tebar pesona depan istrinya


Revan melangkah dan langsung memeluk wanita yang pernah mendiami hatinya, tubuh wanita itu yang lebih berisi sangat nyaman untuk dipeluk. Claudia menatap itu sembari tersenyum tulus, dia tidak cemburu karena Revan telah menceritakan semuanya pada dirinya tentang hubungannya dengan Mike dan Elina, istri Mike. Suaminya itu berkata kalau dia sudah sepenuhnya melupakan Elina dan hanya akan menganggap Elina sebagai adiknya


" Hei, lepaskan istriku" tangan Mike langsung bergerak cepat melepaskan pelukan itu, sungguh dia tidak rela istrinya dipeluk pria lain apalagi Revan yang notebenenya pernah menjadi kekasih istrinya

__ADS_1


" Hei, kau kasar sekali" komentar Revan saat tubuhnya terhuyung karena Mike menarik kasar tubuhnya dari Elina


" Jangan memeluk istri orang" peringat Mike langsung merangkul mesra pinggang sang istri


" Seperti disini tidak tertulis larangan untuk memeluk istri orang" ujar Revan melempar senyum mengejek pada Mike


" Dan disini juga tidak tertulis larangan untuk menghajar bajingan pengganggu" Elina reflek memukul pelan mulut suaminya itu sedang Revan tertawa dan Claudia hanya diam mengamati


" Mulutmu mas, jangan berkata kasar" peringat Elina lalu beralih pada Revan dan Claudia, mempersilahkan keduanya untuk masuk yang tentu saja diterima Revan dengan senang hati, pria itu langsung merangkul pinggang Claudia mengajak istrinya untuk masuk kerumah Mike walau dibawah tatapan tidak suka Mike padanya


Elina langsung menjadi dekat dengan Claudia setelah diperkenalkan sebagai istri dari Revan. Keduanya mulai sibuk dengan dunia mereka membahas tentang kehamilan mereka dan gejala-gejala yang dialami keduanya hingga terkadang mereka tertawa lepas berdua sampai melupakan kehadiran suami mereka


" Selamat ya" ujar Revan pada Mike saat keduanya berada jauh dari istri mereka yang sedang sibuk dengan cerita dunia wanita, Mike mengangguk


" Kamu juga, selamat ya. Pasti sangat sulit meluluhkan keluarga Claudia yang merupakan keluarga bangsawan" jawab Mike menatap Revan sambil sesekali menyeruput minuman di tangannya


" Ya, awalnya memang sulit tapi mereka menerimaku dengan tangan terbuka. Aku juga sudah menjelaskan semuanya pada Claudia tentang Elina dan sekarang aku sudah dapat menerima semuanya. Mendapatkan istri secantik Claudia merupakan suatu keberuntungan juga untukku"


" Iya, kau benar. Elina, istriku juga keberuntunganku" Mike menimpali lalu keduanya saling menatap dan kemudian tertawa bersama, merasa seakan kehidupan masa remaja mereka kembali dalam hidup mereka sebelum keegoisan melanda dan menimbulkan dendam dalam hati


.


.


.

__ADS_1


Kritik dan saran diharapkan๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2