THE SECRET WIFE

THE SECRET WIFE
DI RAWAT


__ADS_3

"nilam sadar lah , kau kenapa ?" tanya denny yang menepuk - nepuk kedua pipi nilam , "prajurit " teriak denny


"ya jendral siap !!! ucap yang prajurit


"siapkan mobil , kita akan segera ke rumah sakit " sahut denny


"siap jendral " prajurit itupun langsung pergi keluar rumah dan menyuruh yang lainnya bersiap - siap


ketika denny hendak mengendong nilam , nilam merintih kesakitan dan menggenggam tangan denny dengan sangat kuat .


"jangan bawa aku ke rumah sakit " bisiknya kepada denny


" tapi kau demam nilam" kesal denny yang melihat nilam sangat keras kepala


"tidak apa , aku hanya belum sarapan saja" jawab nilam


denny pun tetap mengendong nilam untuk naik ke dalam mobilnya , tapi nilam hanya menangis karena tak ingin di bawa kerumah sakit .


" bawa kami ke markas "ucap hoseok kepada supirnya


"baik jendral " jawab sang supir


selama di perjalanan denny memeluk nilam , entah apa yang di pikirkan denny tapi sepertinya nilam memang sedang sangat sakit . nilam tak bisa menyingkirkan tangan yang kekar itu dirinya hanya pasrah .


" kau mau bawa aku kemana tuan ?" tanya nilam


"diamlah , kau sendiri biar maria yang merawat mu


" terima kasih , tapi aku tidak apa - apa" ujar nilam


"tidak apa - apa nya dirimu itu membuat orang panik " sahut denny


(nilam hanya tersenyum mendengar ucapan hoseok dan menidurkan dirinya di dada bidang lelaki itu )


lalu denny mengeluarkan ponsel dari saku celana nya , dan mencari nama rara adiknya di ponselnya lalu mengirmkan sebuah pesan kepada rara .


*tolong kau jemput gilbran , aku sedang di perjalanan menuju markas **denny***


emang kakak tidak dinas ? kenapa pulang cepat ? _rara_


*aku sedang membawa nilam , dia sakit dirumahnya tidak ada orang . kalo di markas ada kau dan maria , jangan banyak tanya segera jemput gilbran **denny***


iya kakakku _rara_


lalu denny menekan nomor lagi , kali ini untuk menelpon seseorang .


*kediaman jendral**denny** \, ada yang bisa di bantu ? _maria_*


*maria tolong siapkan satu kamar untuk nilam , saya sedang di perjalanan **denny***


iya jendral baik - baik _maria_


maria kemudian mematikan telepon rumah , lalu berlari ke arah kamar tamu yang masih kosong dan menyiapkan apa yang di perintahkan denny kepadanya .


" maaf aku merepotkan tuan " lirih nilam yang masih lemas


"jangan banyak bicara diamlah , kau terlalu cerewet !! ketus denny


" iya maaf tuan " sahut nilam kembali .


**


akhirnya denny beserta pengawalnya tiba di markas , dan segera membawa nilam untuk ke kamar yang telah di siapkan oleh maria .


"maria bawakan aku air dingin di mangkuk , lalu penghangat udara yang ada di kamarku . dan siapkan bubur untuk nilam . dan satu lagi panggilkan saga terlebih dahulu " ujar denny


maria pun berlari untuk menemui saga , seisi markas seperti menghadapi perang dadakan semua berlari kesana kemari di buat oleh denny .

__ADS_1


"lapor jendral ada yang bisa saya bantu ?" tanya sersan saga


" saga panggil dokter militer yang sedang bertugas hari ini " jawab denny


"laksanakan jendral" ucap saga dan berlalu keluar


"tuan maaf ini penghangat dan air dinginya , saya permisi buat bubur dulu ya tuan!!" ucap maria , tapi tidak ada jawaban dari denny .


" nilam bertahan lah dokter akan segera datang " lirih denny yang sedang mengompres kepala nilam


tak lama saga dan dokter yang bertugas pun datang ke dalam kamar nilam , dokterpun dengan cepat memeriksa keadaan nilam .


sesaat kemudian denny pun dimintai keluar dari kamar , karena dokter ingin berbicara berdua dengannya .


"ada apa dengannya ?" tanya denny


" jendral sepertinya nona nilam terlalu banyak meminum obat anti depresi " jelas dokter tersebut


"obat depresi ?" tanya denny kembali


"jika obat tersebut di gunakan tidak melalui anjuran dokter akibatnya akan fatal " sahut dokter


" lalu bagaimana dia sekarang ?" seru denny


"sementara saya berikan obat penenang , lalu berikan obat ini lagi . dan kalau bisa hilangkan ketergantungannya terhadap obat depresi tersebut , saya pamit jendral " ujar dokter dan berlalu pergi


denny pun kembali masuk ke dalam kamar , di pandangnya wajah nilam dengan tatapan nanar . hdenny tak menyangka di balik sifat lembut dan cerianya terdapat sebuah depresi yang membuat nya sampai separah ini .


**


"daddy , aku pulang !!" teriak gilbran


" jangan teriak , nilam sedang tidur " ucap hoseok yang berjalan menghampiri gilbran dan juga rara .


"boleh aku masuk ?" tanya gilbran


" tapi jangan bangunkan dirinya , okay !!" sahut denny


"apa yang terjadi dengan nilam kak ?" tanya rara


" temanmu terlalu banyak meminum obat anti depresi , apa kau mengetahuinya ?" sahut denny


"obat depresi ?" rara bingung dengan apa yang denny sebutkan , karena setau dirinya dia tidak pernah melihat nilam meminum itu sedikit pun .


"apa dia tidak punya keluarga ?" tanya denny


" nilam yatim piatu kak , keluarga yang dia anggap saat ini adalah yang bekerja dengannya di toko !!" sahut rara


"biarkan dia tinggal disini , kalau bisa suruh menandatangani surat pernikahan kontrak denganku" seru denny


" kenapa tidak menikah beneran ? kenapa hanya kontrak ?" tanya rara dengan heran


"cerewet !!" ucap denny dan berlalu pergi meninggalkan rara untuk mengecek nilam


denny berjalan masuk ke dalam kamar nilam , di lihatnya gilbran yang sedang berbaring di samping nilam dan memeluk nilam . membuat hati denny merasa sangat damai .


"daddy , sini !! " daddy apa tante nilam akan baik - baik saja ?" sendu gilbran


" kemarilah peluk daddy , " ucap denny


gilbran pun menghampiri daddynya dan duduk di pangkuan denny


"apa kau khawatir dengan nilam ?" tanya denny


" sangat , apa tante nilam akan bangun ?" seru gilbran kembali


"pasti , jika dia bangun maka kau yang akan menyuapinya bubur . maria sedang memasak bubur untuk nilam " jelas denny

__ADS_1


"baik daddy , aku akan ke dapul untuk mengambil bubulnya dengan bibi malia "sahut gilbran dan turun dari pangkuan denny dan berjalan ke arah dapur .


denny pun menyusul keluar dari kamar , dan pergi ke ruang baca nya .


"permisi jendral saya ingin melaporkan sesuatu !!" ucap saga yang menghampiri denny di ruang bacanya


" anda harus segera datang ke tempat perkumpulan mentri untuk membahas masalah pengangkatan presiden negara kita " jelas saga


"baiklah , kita berangkat sekarang " sahut denny dan berjalan keluar ruang bacanya


denny dan  saga berjalan menuju pintu rumah , dan berpapasan dengan gilbran serta maria yang sibuk membawa bubur dan yang lainnya .


"daddy pergi tugas , kau harus menjaga nilamu " pinta denny kepada putra nya


" siap laksanakan daddy , hati - hati daddy jangan pulang malam " teriak gilbran


( denny dan saga pun menghilang dari balik pintu )


"ssstttt , maria " panggil rara dari kamarnya


" iya non ada apa ?" tanya maria


"kira - kira dimana kakak menaruh surat nikah kontrak untuk nilam ?" sahut rara


" saya tidak tau non , oh mungkin di ruang kerja tuan . kemarin malam tuan dan sersan saga ngobrol di ruang kerja "ujar maria


"baiklah , terima kasih" ucap rara dan berlalu pergi


rara berniat memalsukan tanda tangan nilam , untuk menandatangani surat kontak pernikahan antara nilam dan kakaknya . memang ini sudah renacan rara dari awal nilam menceritakannya , rara tidak pernah perduli dengan akhirnya seperti apa , rara hanya ingin nilam menjadi bagian dari keluarga kakaknya .


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


jangan lupa vote , lika , dan coment


makasih banyak


__ADS_2