
satu bulan berlalu Nilam masih saja tetap diam seribu bahasa membuat denny semakin di rundung rasa bersalah , tapi Nilam tak ingin menunjukkan kekesalannya terhadap denny di depan gilbran .
hari ini Rara akan menginap bersama cristhy di markas itung - itung untuk membantu Nilam dan kakaknya yang cukup lama tidak akur dalam satu atap .
terkadang Rara dan cristhy merasa di teror akan kejadiran denny di kampus mereka , karena ingin meminta bantuan mereka supaya Nilam mau memaafkannya .
" nilllaammmm " teriak Rara dan cristhy secara bersamaan ,
" sepi ? pada kemana Ra ? "
" lah kan aku Dateng nya sama kamu cris !! ''
'' oh iya ' ya !! ''
" maarrriiaaaa !!!!! '' Rara kembali berteriak
tak lama Maria muncul dari balik pintu ruangan seperti gudang , dan berlari ke arah suara yang sudah merusak gendang telinganya ..
" non , ada apa teriak - teriak ? "
" kakak ? Nilam ? gilbran ? , kenapa markas sepi ? "
" nyonya di atas sama tuan kecil , sementara jendral di perpustakaan non "
" baik terima kasih , cris kamu ke Nilam aku ke kakak usahakan apa yang kita bicarakan membuat mereka berbaikan kembali "
" setuju "
cristhy dan Rara berjalan ke arah ruangan terpisah , cristhy menghampiri Nilam sementara Rara menghampiri kakaknya yang berada di perpustakaan .
perlahan Rara membuka pintu perpus dengan memasukan sidik jari nya , saat pintu terbuka denny sudah melirik ke arah pintu tersebut .
" kak ? boleh aku masuk ? "
" sini Ra , kenapa kau tidak kuliah ? dimana cristhy ? magang kalian ? "
" kuliahku kan cuti selama aku magang , hari ini tidak magang karena ada rapat semua pemegang saham kak termaksud ayah ada di sana "
" ayah di sana ? bukankah ayah hari ini harusnya berkampanye ? "
" loh ? ayah gak cerita ke kakak ? ayah mengundurkan diri dari pemilihan presiden karena takut merepotkan kakak katanya "
" tapi aku sudah menikahi Nilam "
" tapi kakak juga tidak mau mengkonfirmasi pernikahan kakak dengan Nilam di negara ini ? apa salah Nilam kak ? jangan bilang masih ada hati untuk Nathalie di sini " Rara menunjuk ke arah dada denny
" Ra ? "
" iya kak ? ada apa ? "
" apa Nilam bercerita tentang dia bertemu dengan Nathalie ? "
" cerita , tapi aku marah sama kakak !! kenapa tidak bilang saja pada Nathalie kalau kakak sudah menikah ? kak , Nilam mempunyai trauma pada hari pernikahannya cristhy menceritakan semuanya padaku "
denny terdiam sejenak memikirkan kembali hari di mana Nilam mengatakan kalau dirinya hanyalah " sepupu denny " , ada rasa sakit yang denny rasakan pada saat itu tapi entah mengapa tidak ada rasa lelakinya yang menghadang pembicaraan itu .
**
sementara Nilam menangis di pelukan cristhy dengan sangat kuat , cristhy berusaha menenangkan Nilam dengan kemampuannya .
" tenanglah , berfikir lah apa yang membuatmu menerimanya sebagai suami ? "
" aku mencoba mengikhlaskan Rangga dengan nathasya "
" dengan cara menerima kak denny ? "
" bukan itu juga , aku menerimanya karena aku juga ingin merawat gilbran !! "
__ADS_1
" apa ada lagi ? selain alasan itu ? " , Nilam hanya menggeleng kepalanya dengan pelan .
" kau tahu kak denny sudah jatuh cinta padamu , tapi hanya karena Nathalie hadir kembali kau tidak percaya dengan suamimu ? "
" kau membelanya ? karena dia sekarang menjadi kakakmu ? hah ? " Nilam melihat ke arah cristhy dengan tatapan sendu
" bukan , tapi aku merasakan kalau kak denny sudah mencintaimu . belajarlah menerima masa lalunya walau dia tak pernah tahu masa lalumu "
Nilam semakin menangis , dirinya merasa bersalah pada denny selama ini Denny selalu menjadi orang paling depan membantunya . bahkan ketika dirinya memutuskan untuk membantu cristhy denny menyetujuinya bahkan membantunya kembali .
cristhy menatap wajah nilam dengan rasa prihatin melihat sahabatnya seperti ini , ingin rasanya cristhy menemui Nathalie dan berkata bahwa Nilam dan denny sudah menikah dan mempunyai anak .
**
" kak ? kakak melamun ? " teriak Rara membuyarkan lamunan denny ,
" Ra , apa sebaiknya kakak menghubungi Nathalie dan bilang kalau kakak sudah menikah ? "
" tidak perlu !!! "
" kenapa ? "
" tidak usah , nanti salah paham Nilam kepada kakak makin besar "
kedua kakak beradik itu berbicara dengan sangat serius , denny terlihat menghela nafas panjang nya untuk mengatur pikirannya yang sudah kusut seperti benang .
rasanya lebih baik berperang , menentukan strategi daripada harus memikirkan cinta seperti ini . denny kembali mendengus kesal pada dirinya .
tak lama Rara dan denny keluar dari perpustakaan tetapi berpapasan dengan Nilam juga cristhy yang baru saja keluar dari kamar gilbran .
" kak " panggil cristhy dan memeluk denny
" kau sudah datang ? sudah makan siang ? "
" sudah kak tadi di kantin kantor sama Rara , ya kan Ra ? " cristhy mengedipkan satu matanya pada Rara .
" ah iya , aku sama cristhy ke bawah dulu ya mau mengoda maria " Rara langsung menarik tangan cristhy untuk mengikutinya .
denny ingin mengikutinya , tapi rasanya dia takut . dia tak sanggup melihat mata istrinya yang telah tersakiti oleh sikapnya .
" mas " Nilam berhenti dan memanggil denny di depan pintu kamarnya .
" I .. iya sayang "
" aku ingin bicara " Nilam masuk terlebih dahulu ke kamarnya ,
setelah mendapatkan ijin dari Nilam denny mengikutinya dari arah belakang dan masuk kedalam kamar mereka .
Nilam memandangi kamar yang lama tak di singahinya , kenapa tidak sebulan yang lalu ketika dirinya sedang marah pada denny semua barang - barangnya di pindahkannya ke kamar gilbran .
denny menatap punggung istrinya setelah menutup kembali pintu kamarnya , ketika Nilam membalikan tubuhnya sepasang mata itu bertemu .
dua insan yang saling merindukan satu sama lain , Denny berjalan perlahan menghampiri istrinya karena tidak ada penolakan dari tubuh Nilam denny lalu berjalan dengan sangat cepat dan memeluk istrinya dengan sangat erat .
" aku merindukanmu sayang " denny memeluk dan mencium kening istrinya berkali - kali .
" mas " Nilam memanggil hoseok dan melihat ke arah wajah suaminya .
" kenapa sayang ? " denny melepas perlahan pelukannya dan menatap mata istrinya , ada sedikit rasa bersalah pada hatinya telah memperlakukan Nilam secara tidak adil .
" aku ... aku merindukan dirimu , hhhuuuaaa " Nilam menangis pecah dan memeluk suaminya kembali .
" bodoh , kenapa menangis ? peluk aku terus jangan pernah lepaskan !! "
mereka seperti anak muda yang baru saja berbaikan dari marahnya setelah satu bulan , Denny mengangkat dagu Nilam dan mencium bibirnya dengan hangat .
Nilam menikmati ciuman lembut dari suaminya , dalam waktu singkat denny berhasil merebahkan tubuh istrinya di atas kasur mereka , ciuman itu semakin panas hingga membuat dua insan itu merasa tubuh mereka semakin ingin .
__ADS_1
ada yang sudah tidak sabar di bawah sana , denny memulai ritualnya dengan pelan - pelan dan semakin memanas . ya kenikmatan yang tertunda selama satu bulan karena diamnya Nilam pada denny .
mereka tidak perduli suara desahan yang keluar dengan sangat kuat membuat mereka semakin menyatu dalam darah satu sama lain .
iya , ini yang di harapkan denny dirinya rindu harum dari tubuh istrinya bahkan itu sudah menjadi candu dalam kebutuhan Denny .
setengah jam berlalu akhirnya permainan pun selesai , denny dan Nilam sama - sama mengatur nafas mereka dengan pelan . Nilam merebahkan kepalanya di dada suaminya , pelukan denny yang dirinya rindukan ...
" maafkan aku mas " Nilam terisak nangis .
" hey " Denny mencubit hidung Nilam dengan gemas ,
" maafkan aku yang tak mau mendengarkan mu , maafkan aku yang egois padahal kita sudah melakukan nikah kontrak "
" Nilam " denny terbangun duduk dari tidurnya dan menatap dalam - dalam istrinya
" apa kau menganggap kita hanya suami istri kontrak ? sudah ku bilang tidak ada kontrak , kau dan aku sah di mata negara dan agama kita ."
" mas , Nathalie hadir kembali dia masih mengharapkanmu "
" aku mau mandi dan tak ingin membahas ini , ku ingatkan kau dan aku sah menjadi suami istri . aku tak ingin kembali dengan siapapun , cukup kau , aku dan gilbran " Denny membanting pintu kamar mandi dengan sangat keras
Nilam tahu bahwa suaminya sedang kecewa pada dirinya , entah harus senang atau sedih mendengar ucapan denny tadi .
Nilam perlahan berjalan mendekati pintu kamar mandi , dirinya mengetuk pintu berkali - kali tapi tak ada jawaban juga dari denny . ketika hendak ingin meninggalkan pintu tersebut tangan Nilam di tarik denny dari balik pintu .
" maaf aku membentakmu " denny memeluk Nilam dengan sangat erat ,
" aku yang salah mas , maafkan aku yang terlalu memikirkan diriku sendiri "
" tidak apa sayang , mari mandi bersama sudah lama kita tidak mandi bersama "
Nilam sudah menduga ketika mandi bersama denny akan melakukannya lagi dan lagi , entah mengapa Nilam merasa denny terlalu sering ingin menyetubuhinya , tapi perasaan senang itu sangat dia nikmati .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
maaf author baru update sekian purnama , harus perbaikan dulu kata - katanya baru bisa muncul di bagian UP ..
jangan lupa terus dukung author di " you a writer season 4 " Karena dukunganmu akan sangat berarti untuk author