THE SECRET WIFE

THE SECRET WIFE
AKU TIDAK AKAN PERGI


__ADS_3

waktu menunjukkan pukul 21.30 malam , Nilam tersadar dari tidur yang panjang . melihat ke kanan dan ke kiri keadaan sudah semakin gelap dalam ruangan , perlahan Nilam bangun dan menyalakan lampu kamar .


denny masih tertidur dengan pulas , Nilam pun keluar dari kamar menyalakan lampu di setiap ruangan dan bersiap untuk memasak makan malam , Nilam merasa sulit bernafas akhir - akhir ini mungkin karena kandungan nya sudah mulai terlihat .


" apa yang harus aku masak ya ? " mencari bahan - bahan yang ada di dapur tapi tak di temukan


hanya ada makanan siang yang di buatkan oleh Maria juga Bu martini , Nilam mengambil makanan tersebut dan menghangatkannya lagi . dan di sajikan di meja makan .


melirik sedikit terdapat tepung juga bahan kue lainnya , inisiatif Nilam untuk membuat kue pun muncul dirinya ingin membuat kue untuk Denny , sebelum mereka terpisah Denny sempat ingin memakan kue buatan Nilam . memang sudah tapi entah mengapa rasanya ingin membuatkannya lagi .


rasa mual Nilam akan datang setiap kali dirinya menyentuh dapur dan mencium aroma masakan , tapi demi sang suami dia rela berkali - kali bolak - balik kamar mandi sangat melelahkan .


setelah sekian lama bergulat dengan dapur dan drama mabuk dapur , akhirnya Nilam berhasil menyelesaikan kue nya dan memanaskan masakan tadi siang .


Nilam berjalan ke arah kamar untuk berniat membangunkan denny , masih dengan posisi yang sama Denny tertidur dan terbalut selimut .


" mas , lapar tidak ? aku lapar 😔 " ucap Nilam berbisik di telinga denny , masih belum ada jawaban .


" mas bangun , makan dulu yuk nanti tidur lagi "


masih belum ada tanda - tanda denny bangun , karena tak ingin membangunkannya lagi nilam pun berniat membersihkan tubuhnya terlebih dahulu .


denny terbangun dari tidur nya , dirinya bermimpi bahwa Nilam bersama nya dan tersenyum pada dirinya .


" harus nya jangan bangun , biarkan aku bermimpi tentangnya 🥺 "


Denny melihat kamar yang rapih dan ada harum masakkan di luar , pintu kamar tidak terkunci membuat denny mengerutkan dahinya untuk seolah menyuruh nya berfikir .


" sagaa !!! " teriak denny ,


" sagaa !!! " denny kembali berteriak tapi ada jawaban dari siapapun ,


suara air gemericik terdengar dari arah kamar mandi , perlahan denny berjalan menuju kamar mandinya pelan - pelan di dekatkan nya kuping di balik pintu .


" siapa ? siapa di dalam ? " teriak denny ,


" aku mas , sebentar sedang mandi " jawab Nilam membalas .


" NILAM 😳 ?? "


" iya mas , sebentar ya mas aku mandi dulu "


" buka , aku mau masuk !! Nilam buka , aku mau masuk "


" sudah mau selesai mas , sebentar ya "


denny memutar - mutar badannya , jadi apa diri ya tadi alami bukan mimpi ? atau mimpi menjadi nyata ? denny terlalu senang hingga airmatanya keluar .


pintu kamar mandi terbuka , tubuh munggil terbalut baju mandi dan perut yang sedikit membuncit . perempuan yang dirindukan oleh denny selama dua bulan lebih , seperti bermimpi melihatnya kembali .


" sa .. sayang ? " denny perlahan mendekat kan dirinya pada Nilam ,

__ADS_1


" mas 🥺 " ternyata suaminya lebih kurus dari yang dia bayangkan ,


" mas kok kurus ? makan tidak ? " ucap Nilam yang perlahan maju mendekati langkah denny ,


denny menggeleng antara percaya dan tak percaya istrinya ada di depannya , saat tangannya menyentuh pipi Nilam , Denny baru menyadari istrinya adalah sosok nyata barulah Denny menarik Nilam pada pelukannya .


" kemana saja ? kemana kalian pergi ? tidakkah merindukanku ? " airmata denny mengalir begitu saja ,


" mas , aku baik - baik saja !! makan yuk aku lapar ini adik Abang gil udah lapar , apa mas mau mandi dulu ? "


denny mengangguk dengan cepat , sudah lama tak mandi mungkin bau badannya sudah seperti bau tumpukan sampah yang tidak di angkat - angkat .


" mau ku bantu cukur kumis ? " denny kembali mengangguk dengan penuh semangat ,


Nilam mengambil alat cukur Denny di kamar mandi dan bersiap membantu Denny membersihkan kumis dan bulu - bulu yang tumbuh lebat di dagu nya .


denny duduk menatap ke arah Nilam , istrinya sehat , badan Nilam nampak lebih berisi dari sebelum dia pergi .


" sayang ? " panggil denny ,


" jangan bicara mas , nanti pisau cukur nya terkena kulitmu "


" apa kau lebih senang jauh dariku ? "


" mas , aku perintahkan tidak berbicara " Nilam tersenyum kepada suaminya , Denny terdiam ketika Nilam mengucapkan kalimat perintah .


" biar aku yang berbicar , kau dengarkan saja "


" mas , selama ini aku tinggal bersama papah pasti mas juga tau kan siapa papahku ? bahkan mas lebih dulu mengetahuinya daripada diriku , mas bukan aku bahagia jauh darimu tapi ketika hal yang menyakitkan datang padaku tapi tuhan memberikan hal menyenangkan dalam hidupku dalam waktu sekejap "


airmata denny keluar saat mendengar cerita - cerita Nilam yang menyebutkan bahwa anak keduanya sudah mulai aktif dalam perut Nilam .


" jangan menangis , aku tidak akan pergi lagi " ucap Nilam menghapus airmata suaminya ,


Nilam telah selesai mencuku kumis suaminya , lebih terlihat tampan suaminya sudah kembali seperti yang dia kagumi .


" mandilah dan aku menunggu mas di meja makan " Denny mengangguk dengan cepat dan segera ke dalam kamar mandi ,


" yang bersih mas " teriak Nilam ,


" iya sayang , tunggu aku kita ke ruang makan bersama " Denny balas berteriak dari dalam kamar mandi .


Nilam menyiapkan baju tidur Denny , dan merapihkan kasur yang sedikit berantakan karena perbuatan Denny .


saat mengangkat bantal Nilam menemukan obat - obatan seperti pil , dan terkejut bahwa obat yang diminum Denny adalah obat depresi yang hampir dia minum saat depresi .


beberapa menit kemudian denny keluar , Nilam langsung menyembunyikan obat tersebut di belakang tubuhnya dan tersenyum pada denny .


" sini aku bantu keringkan rambutmu , pakai bajunya dulu " Denny mengangguk setuju pada yang di ucapkan Nilam .


saat denny memakai baju nya sesekali matanya melirik ke arah Nilam , dan tiba - tiba mendaratkan kepalanya di pundak Nilam lalu melingkari tangannya di pinggang Nilam .

__ADS_1


" jangan pergi lagi " ucapnya lirih ,


" tidak akan , kemari aku bantu keringkan rambut mas " Denny langsung duduk depan meja rias ,


dengan lembut Nilam mengeringkan rambut denny dan sesekali mereka melemparkan senyum dalam pantulan kaca .


" kenapa mas ? ada yang aneh di wajahku ? "


" tidak , kau semakin cantik "


" dan mas semakin kurus " Nilam tertawa


tangan Nilam menuntun tangan denny menuju ruang makan , mengarahkan suaminya ke meja makan dan duduk , tangan Nilam sibuk dengan beberapa lauk yang akan dia berikan kepada denny .


" suapi aku " ucap denny ,


" iya , kemari duduk sebelah sini '' ucap Nilam memukul - mukul bangku samping nya ,


suapan pertama mendarat di dalam mulut denny , ketika suapan ketiga airmata Nilam turun tanpa di sadari olehnya . denny segera menghapus airmata istrinya dengan sigap mengecup airmta yang ada di tangannya .


" ma .. maafkan aku mas , harusnya aku mendengarkan penjelasanmu dulu "


" aku pantas mendapatkannya , kau tidak salah maaf aku egois "


denny memeluk Nilam serasa sakit di hati tapi tak lepas dari penyesalan yang telah dirinya lakukan pada istrinya .


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


jangan lupa tinggalkan jejak ❤️❤️


__ADS_2