
Nilam tersadar dari tidurnya dan melihat sekeliling ruangan , seperti bukan tempat semulanya dirinya yakin tadi dia tertidur di hotel dan bersama Radit juga gilbran .
" pah , abang gil ? " panggil Nilam , tidak ada sahutan dari mereka .
tiba - tiba pintu terbuka dari luar , munculah yoga dan beserta prajurit militer lainnya . Nilam merasa bingung , tidak ada yang di kenal olehnya selain yoga .
" yoga ? "
" nona , saya di perintahkan jendral Radit untuk menjaga nona !! nona ingin makan apa ? "
" dimana kita ? dimana papah dana Abang gil ? "
" jendral juga tuan gilbran sedang mendaftar sekolah di sini "
" daftar sekolah ? ini gimana maksudnya sih ? "
" maaf nona atas perintah jendral anda dan tuan gilbran di bawa ke kota Z untuk tinggal bersama jendral " jelas yoga ,
" papah gimana sih ? denny tuh lagi berkabung , berduka masa aku di suruh ninggalin Denny "
" tunggu sampai jendral selesai dulu mengantar tuan muda , baru anda bisa mendengar penjelasan dari jendral "
" ini tuh tidak benar , mana ponselku !! berikan padaku sekarang " Nilam mulai kesal ,
yoga memberikan tas yang berisikan ponsel Nilam , Nilam sibuk mengotak - Atik ponsel yang berada di tangannya .
* dddrrrttt
" *sayang "
" mas ? mas dimana ? "
" aku di markas , maaf aku mengecewakan mu terus - menerus sampai kau pergi meninggalkan ku kembali "
" tidak - tidak , ini tuh pasti ada kesalahpahaman aku bisa jelaskan "
" apa kau baik - baik saja ? kata papahmu kau hampir kehilangan anak kita "
" mas aku hanya terlalu lelah , aku terlalu memikirkan kesalahanku pada ibu sampai aku lupa bahwa aku sedang mengandung "
" istirahatlah dulu , aku akan segera menjemput mu* "
" *aku menunggumu mas , aku yang akan menjelaskannya pada papah "
" tidak perlu , aku yang akan datang* "
Nilam memutuskan pembicaraannya dengan denny , Nilam tahu bahwa semua ini harusnya dirinya yang salah karena terlalu berfikir terlalu jauh tentang kesalahannya .
bagaimanapun kepergian ibu mertuanya karena perbuatannya yang begitu ceroboh , suara langkah kaki Radit terdengar dari arah koridor ruangan Nilam di rawat .
" sudah bangun nak ? " tanya Radit , menurunkan gilbran di samping Nilam .
" mami ? are you okay mom ? "
" I'm okay sayang " Nilam mengecup kening gilbran dan memeluknya .
" kenapa papah membawa kami jauh dari mas Denny ? "
" karena denny tidak layak memiliki mu " ucap Radit menghampiri air putih yang berada di samping Nilam lalu memberikannya pada anaknya .
" minumlah " sodoran minum yang di berikan Radit telah di terima baik oleh Nilam ,
__ADS_1
" terima kasih pah , pah ini harus di luruskan " ucap Nilam ,
" apa yang harus di luruskan ? kesalahan Denny yang telah membiarkanmu meratapi kesedihan sendiri ? atau kesalahan yang membuatmu hampir kehilangan bayi yang belum lahir ? "
" Mak .. Maksud papah ? " Nilam merasa bingung ,
" kau tidak sadar nak ? kau ini sedang di rumah sakit , kau berada di sini karena kau hampir saja kehilangan anakmu karena kelalaiannya menjaga mu sebagai suami " tutur Radit memberikan penjelasan yang menurutnya itu adalah salah ,
" pah bukan seperti itu " Nilam juga tak ingin Radit selalu salah pah pada suaminya .
" istirahatlah , gilbran sudah makan dan mulai besok dia akan bersekolah di sini umurnya sudah harus menginjak sekolah dasar sebentar lagi , bahas lain kali saja "
" pah , Nilam mohon "
" sayang , dengarkan papah !! kau terlalu sering memohon untuk papah memaafkan Denny , padahal dirinya belum mengerti berumah tangga !! cukup dan jangan lagi membela suamimu di depan papah "
Nilam terdiam mendengar ucapan terakhir Radit yang keluar dari mulut ayah kandungnya sendiri , mungkin saat ini Radit sedang keadaan marah dengan menantunya tersebut nilam akan berusaha kembali meyakinkan Radit untuk Denny dan demi anak - anaknya .
**
" lapor jendral !! anda memanggil saya ? " ucap saga yang baru saja datang dari arah luar ruangan .
" saga untuk sementara waktu ini biarkan Nilam tinggal bersama jendral Radit dulu , jika sudah tenang baru kita jemput "
" baik jendral , oh iya tadi saya baru saja berhubungan dengan sersan yoga " sahut saga sebelum melangkah pergi ,
" sersan yoga ? kalian berteman ? " tanya Denny bingung ,
" berteman jendral , kenapa begitu ? "
" aku pikir kalian hanya sekedar rekan saja , di luar dari itu tidak dekat "
" saya dan sersan yoga pernah satu asrama pada masa pemilihan sersan untuk pendamping jendral "
" lalu apa kata sersan yoga padamu ? "
" tuan muda gilbran mulai besok sudah sekolah di sana jendral "
" apa ? "
" iya jendral begitu katanya sersan saga "
" berarti Radit berniat untuk mereka tinggal di sana selamanya "
" saya pikir seperti itu jendral " ucap saga ,
" baik kau pergilah dulu , nanti kalau ada kabar lagi segera hubungi aku "
" siap jendral , laksanakan !!! "
saga meninggalkan ruangan Denny , Denny memijat kedua pelipisnya yang terasa pulang pusing .
rasanya baru kemarin Nilam berada di sampingnya kini sudah di bawa pergi lagi darinya , teringat kembali wajah senyum ibunya saat dirinya sedang terpuruk seperti ini .
dulu ketika ibunya masih ada Denny pasti akan selalu mencari ibunya untuk meminta solusi atas semua masalah yang sedang dirinya tangani , malah terkadang ibunya suka bingung sebenarnya Denny itu anak pertama atau anak bontot .
terkadang perhatian ibunya kepada denny bisa membuat Rara sangat cemburu atas perbuatan ibunya kepada kakak nya tersebut .
suara ponsel Denny membuyarkan lamunan denny yang sedang mengenang mendiang ibunya yang baru satu hari pergi dari nya , setelah di lirik Rara sedang menghubunginya .
" *iya de , kenapa ? " ucap denny ,
__ADS_1
" kak , aku sudah sampai sama cristhy kakak jangan lupa makan , dan segeralah jemput kakak ipar dan keponakanku "
" oh sudah sampai , kalian berdua harus belajar dengan giat . untuk masalah Nilam dan gilbran tenang saja yang penting kalian harus fokus belajar "
" kak " panggil Rara yang tiba - tiba berlinang airmata ,
" kenapa de ? "
" kak , aku tahu kita baru saja kehilangan ibu tapi aku tak ingin kehilangan lagi karena kesalahan kita sendiri , kakak harus janji sama Rara jangan melakukan hal bodoh lagi "
denny terdiam sejenak mendengar ucapan adik semata wayangnya , sosok perempuan cantik yang sangat di sayang olehnya .
" kakak paham Ra "
" kak , sering - seringlah menjenguk ayah , walau kita sedang bersedih percayalah di antara kita bertiga ayahlah yang paling terpukul oleh kepergian ibu "
lagi - lagi Denny harus tertampar dengan omongan adik kecilnya , Rara benar sekarang merek bertiga harus menjaga satu sama lain karena orang yang biasa nya menjadi tempat mengadu pergi untuk selamanya .
" iya Ra "
" yasudah ka , Rara tutup telponnya ya "
" hati - hati ya Ra "
" iya kak* "
Rara menutup ponselnya , mungkin ini saatnya perlahan dia harus benar - benar mengikhlaskan kepergian ibunya . sosok bidadari yang selalu menjadi tumpuannya ketika dirinya sudah kehilangan arah .
kini bidadari itu sedang tersenyum di atas sana , menjaga anak - anak dan suaminya di surga .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
jangan lupa vote , like coment .. yuuukkk vote..
makasih