THE SECRET WIFE

THE SECRET WIFE
MEMBUJUK


__ADS_3

Nilam tersadar dari tidurnya dan melihat sekeliling ruangan , seperti bukan tempat semulanya dirinya yakin tadi dia tertidur di hotel dan bersama Radit juga gilbran .


" pah , abang gil ? " panggil Nilam , tidak ada sahutan dari mereka .


tiba - tiba pintu terbuka dari luar , munculah yoga dan beserta prajurit militer lainnya . Nilam merasa bingung , tidak ada yang di kenal olehnya selain yoga .


" yoga ? "


" nona , saya di perintahkan jendral Radit untuk menjaga nona !! nona ingin makan apa ? "


" dimana kita ? dimana papah dana Abang gil ? "


" jendral juga tuan gilbran sedang mendaftar sekolah di sini "


" daftar sekolah ? ini gimana maksudnya sih ? "


" maaf nona atas perintah jendral anda dan tuan gilbran di bawa ke kota Z untuk tinggal bersama jendral " jelas yoga ,


" papah gimana sih ? denny tuh lagi berkabung , berduka masa aku di suruh ninggalin Denny "


" tunggu sampai jendral selesai dulu mengantar tuan muda , baru anda bisa mendengar penjelasan dari jendral "


" ini tuh tidak benar , mana ponselku !! berikan padaku sekarang " Nilam mulai kesal ,


yoga memberikan tas yang berisikan ponsel Nilam , Nilam sibuk mengotak - Atik ponsel yang berada di tangannya .


* dddrrrttt


" *sayang "


" mas ? mas dimana ? "


" aku di markas , maaf aku mengecewakan mu terus - menerus sampai kau pergi meninggalkan ku kembali "


" tidak - tidak , ini tuh pasti ada kesalahpahaman aku bisa jelaskan "


" apa kau baik - baik saja ? kata papahmu kau hampir kehilangan anak kita "


" mas aku hanya terlalu lelah , aku terlalu memikirkan kesalahanku pada ibu sampai aku lupa bahwa aku sedang mengandung "


" istirahatlah dulu , aku akan segera menjemput mu* "


" *aku menunggumu mas , aku yang akan menjelaskannya pada papah "


" tidak perlu , aku yang akan datang* "


Nilam memutuskan pembicaraannya dengan denny , Nilam tahu bahwa semua ini harusnya dirinya yang salah karena terlalu berfikir terlalu jauh tentang kesalahannya .


bagaimanapun kepergian ibu mertuanya karena perbuatannya yang begitu ceroboh , suara langkah kaki Radit terdengar dari arah koridor ruangan Nilam di rawat .


" sudah bangun nak ? " tanya Radit , menurunkan gilbran di samping Nilam .


" mami ? are you okay mom ? "


" I'm okay sayang " Nilam mengecup kening gilbran dan memeluknya .


" kenapa papah membawa kami jauh dari mas Denny ? "


" karena denny tidak layak memiliki mu " ucap Radit menghampiri air putih yang berada di samping Nilam lalu memberikannya pada anaknya .


" minumlah " sodoran minum yang di berikan Radit telah di terima baik oleh Nilam ,

__ADS_1


" terima kasih pah , pah ini harus di luruskan " ucap Nilam ,


" apa yang harus di luruskan ? kesalahan Denny yang telah membiarkanmu meratapi kesedihan sendiri ? atau kesalahan yang membuatmu hampir kehilangan bayi yang belum lahir ? "


" Mak .. Maksud papah ? " Nilam merasa bingung ,


" kau tidak sadar nak ? kau ini sedang di rumah sakit , kau berada di sini karena kau hampir saja kehilangan anakmu karena kelalaiannya menjaga mu sebagai suami " tutur Radit memberikan penjelasan yang menurutnya itu adalah salah ,


" pah bukan seperti itu " Nilam juga tak ingin Radit selalu salah pah pada suaminya .


" istirahatlah , gilbran sudah makan dan mulai besok dia akan bersekolah di sini umurnya sudah harus menginjak sekolah dasar sebentar lagi , bahas lain kali saja "


" pah , Nilam mohon "


" sayang , dengarkan papah !! kau terlalu sering memohon untuk papah memaafkan Denny , padahal dirinya belum mengerti berumah tangga !! cukup dan jangan lagi membela suamimu di depan papah "


Nilam terdiam mendengar ucapan terakhir Radit yang keluar dari mulut ayah kandungnya sendiri , mungkin saat ini Radit sedang keadaan marah dengan menantunya tersebut nilam akan berusaha kembali meyakinkan Radit untuk Denny dan demi anak - anaknya .


**


" lapor jendral !! anda memanggil saya ? " ucap saga yang baru saja datang dari arah luar ruangan .


" saga untuk sementara waktu ini biarkan Nilam tinggal bersama jendral Radit dulu , jika sudah tenang baru kita jemput "


" baik jendral , oh iya tadi saya baru saja berhubungan dengan sersan yoga " sahut saga sebelum melangkah pergi ,


" sersan yoga ? kalian berteman ? " tanya Denny bingung ,


" berteman jendral , kenapa begitu ? "


" aku pikir kalian hanya sekedar rekan saja , di luar dari itu tidak dekat "


" saya dan sersan yoga pernah satu asrama pada masa pemilihan sersan untuk pendamping jendral "


" lalu apa kata sersan yoga padamu ? "


" tuan muda gilbran mulai besok sudah sekolah di sana jendral "


" apa ? "


" iya jendral begitu katanya sersan saga "


" berarti Radit berniat untuk mereka tinggal di sana selamanya "


" saya pikir seperti itu jendral " ucap saga ,


" baik kau pergilah dulu , nanti kalau ada kabar lagi segera hubungi aku "


" siap jendral , laksanakan !!! "


saga meninggalkan ruangan Denny , Denny memijat kedua pelipisnya yang terasa pulang pusing .


rasanya baru kemarin Nilam berada di sampingnya kini sudah di bawa pergi lagi darinya , teringat kembali wajah senyum ibunya saat dirinya sedang terpuruk seperti ini .


dulu ketika ibunya masih ada Denny pasti akan selalu mencari ibunya untuk meminta solusi atas semua masalah yang sedang dirinya tangani , malah terkadang ibunya suka bingung sebenarnya Denny itu anak pertama atau anak bontot .


terkadang perhatian ibunya kepada denny bisa membuat Rara sangat cemburu atas perbuatan ibunya kepada kakak nya tersebut .


suara ponsel Denny membuyarkan lamunan denny yang sedang mengenang mendiang ibunya yang baru satu hari pergi dari nya , setelah di lirik Rara sedang menghubunginya .


" *iya de , kenapa ? " ucap denny ,

__ADS_1


" kak , aku sudah sampai sama cristhy kakak jangan lupa makan , dan segeralah jemput kakak ipar dan keponakanku "


" oh sudah sampai , kalian berdua harus belajar dengan giat . untuk masalah Nilam dan gilbran tenang saja yang penting kalian harus fokus belajar "


" kak " panggil Rara yang tiba - tiba berlinang airmata ,


" kenapa de ? "


" kak , aku tahu kita baru saja kehilangan ibu tapi aku tak ingin kehilangan lagi karena kesalahan kita sendiri , kakak harus janji sama Rara jangan melakukan hal bodoh lagi "


denny terdiam sejenak mendengar ucapan adik semata wayangnya , sosok perempuan cantik yang sangat di sayang olehnya .


" kakak paham Ra "


" kak , sering - seringlah menjenguk ayah , walau kita sedang bersedih percayalah di antara kita bertiga ayahlah yang paling terpukul oleh kepergian ibu "


lagi - lagi Denny harus tertampar dengan omongan adik kecilnya , Rara benar sekarang merek bertiga harus menjaga satu sama lain karena orang yang biasa nya menjadi tempat mengadu pergi untuk selamanya .


" iya Ra "


" yasudah ka , Rara tutup telponnya ya "


" hati - hati ya Ra "


" iya kak* "


Rara menutup ponselnya , mungkin ini saatnya perlahan dia harus benar - benar mengikhlaskan kepergian ibunya . sosok bidadari yang selalu menjadi tumpuannya ketika dirinya sudah kehilangan arah .


kini bidadari itu sedang tersenyum di atas sana , menjaga anak - anak dan suaminya di surga .


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


jangan lupa vote , like coment .. yuuukkk vote..


makasih


__ADS_2