THE SECRET WIFE

THE SECRET WIFE
BERDAMAI


__ADS_3

" berdamailah maka kau dan denny akan menemukan kebahagiaan kalian berdua bersama anak kalian nanti "


" terima kasih jendral Radit " Nilam menghapus sisa - sisa airmatanya ,


" ini makanlah , buah jeruk sangat asam " Radit mengerutkan wajahnya karena memakan jeruk asam yang di belikan untuk Nilam ,


Nilam tertawa melihat wajah Radit yang begitu masam karena jeruknya yang asam , denny pun datang bersama gilbran membawakan cincau yang di inginkan Nilam .


" mami " panggil gilbran dan duduk di samping Nilam ,


" hey good boy nya mami " jawab Nilam dan memeluk gilbran ,


" ini cincau nya !! " denny memberikan kepada Nilam ,


" tanganku tak bisa memegang sendok , maukah menyuapi diriku ? " ucap Nilam membuat denny memandang dirinya dengan tatapan ingin membantu .


" baiklah , aku akan mengajak good boy kalian ini berjalan - jalan ayok bersama kakek " ucap Radit


" kakek ? paman !! " gilbran protes hingga membuat Radit dan yoga tertawa .


" habiskan waktu kalian untuk berbicara dari hati ke hati , singkirkan ego pikirkan anak kalian kedepannya " Radit berlalu bersama yoga dan membawa gilbran bersamanya ,


denny terduduk di samping kasur Nilam , berusaha membuat suasan tidak sedikit canggung .


" su .. sudah berapa umur anak Ki..kita ? " tanya denny ragu ,


" kemarikan tanganmu " denny memberikan tangannya , " ini sudah 2 Minggu " ucap Nilam menaruh tangan denny pada perut nya yang masih rata .


" sayang , I miss you so much " ucap denny ,


" I also miss daddy more than ana I also miss the father of my children more " balas Nilam ,


" maafkan aku , maafkan aku yang membuatmu terluka saat 6 tahun lalu . apa kau membenci diriku ? kau boleh menamparku , kau boleh memukulku , tapi tolong jangan tinggalkan aku !! " denny menangis di tangan Nilam seperti bersimpuh meminta ampun pada istrinya ,


" mas , tegakkan kepalamu kau jendral tak pantas seperti ini "


" tidak , aku jendral kalau di luar tapi kalo di sini aku cuma suami yang takut kehilangan istrinya "


" mas , tatap aku !! "


denny menatap Nilam , melihat mata istrinya yang begitu lugu , istri yang selalu saja menghadapi sifatnya .


" maafkan aku " Denny melipat kedua tangannya di hadapan nilam ,


" mas dengarkan aku , sudah aku sudah memaafkan dirimu jangan seperti ini kau bisa melukai hati anakmu yang ada disini " Nilam menunjuk arah perutnya .


" maafkan aku tidak berada di sisimu saat melahirkan gilbran , biar kelahiranmu sekarang aku akan di sampingmu "


" gilbran ? maksudnya ? "


denny duduk di samping kasur dan meletakkan kepala Nilam di dadanya , berharap sedikit membuat hatinya kuat untuk menceritakan ini kepada Nilam ,


" iya gilbran , gilbran adalah anak kita . anak yang kau pikir keguguran tapi nyatanya hidup dengan layak bersama denganku "


" ba.. bagaimana kau tahu ? kalau gilbran darah dagingku ? " Nilam menangis , menutup mulutnya dengan keadaan tak percaya .


denny menceritakan semuanya , apa yang Nilam dapat dari Rangga sangatlah berbeda dari cerita denny . Nilam tak percaya selama ini gilbran adalah darah dagingnya ..


" mana gilbran ? mana mas ? bawa kesini mas "


" sabarlah nanti dia akan pulang bersama Radit "


Nilam menangis , menumpahkan kekesalannya untuk dirinya sendiri . bodoh , terlalu bodoh harusnya Nilam mendengarkan dulu dan bertanya pada suaminya pada malam itu bukan pergi begitu saja .


tapi Nilam memang merindukan ibunya , hanya pada ibunya lah dirinya bisa meluapkan emosi .


" maafkan aku mas " nilam memeluk suaminya dengan sangat erat bahkan tak ingin melepaskannya ,


Nilam merasa bersalah pada denny , bahkan pikirannya kini berfikir kalau dirinya memang lah tak pantas menjadi istri denny . suaminya begitu bijaksana , tetapi dirinya seperti anak kecil ketika emosi langsung pergi .

__ADS_1


" kau tidak salah sayang , kita hanya kurang bercerita satu sama lain . setelah keluar dari sini mari kita saling berbicara atau membuat bulan madu untuk kita berdua ? "


" mas , aku ingin memeluk gilbran . adiknya ingin bertemu abangnya "


" akan ku cari , tunggulah dulu "


denny keluar dari kamar dan mencari gilbran juga Radit , tak jauh mereka berdua hanya duduk dan berbincang - bincang di sudut kursi penunggu .


Radit yang tersadar akan sosok denny yang menghampiri mereka hanya tersenyum ke arahnya .


" bagaimana ? "


" terima kasih telah menjaga cucumu "


" aku pamit , titip anakku nanti jika sudah siap aku sendiri yang akan memberitahu Nilam "


" tidak mau sekarang saja ? "


" biarlah waktu ini untuk dirimu dan anakmu , jangan sakiti dirinya berjanjilah padaku Jung "


denny memeluk Radit


" terima kasih ayah "


" hahahaha , aku seperti nya sangat tidak suka saat kau memanggilku seperti itu "


" jangan seperti itu , kau tetap mertuaku "


" kalau kau menganggapku seperti itu , berjanjilah untuk selalu membahagiakannya jangan sampai seperti diriku . jika itu terjadi , maka bukan aku yang kau hadapi tapi para binatang militer "


" wow , ayah mertua marah takut "


gilbran tertawa melihat ayahnya memeragakan gerakan lucu untuk Radit .


**


" mana jendral Radit ? "


" oh , kemarilah sayang bawa gilbran kepadaku "


denny memberikan gilbran pada Nilam , Nilam menyambutnya dengan sangat bahagia . anaknya , anak yang dikiranya sudah lenyap bahkan kembali di pangkuannya .


" mami geli , jangan cium lagi "


" Abang sayang mamikan ? "


" sayang "


" biarkan mami mencium Abang sampai puas bolehkan ? "


" tapi geli mami , ampun "


tiba - tiba badan Nilam dan gilbran seperti bersatu karena pelukan denny yang merangkul dan memeluk mereka berdua .


" ini keluarga Daddy "


" ini anak dan suamiku "


" ini mami and Daddy gilbran "


* bruggggh


" kakakakakakakaaaaaaa " teriak Rara ,


" astaga , Rara kau kenapa ? "


" jelaskan mengapa Nilam masuk rumah sakit ? kau tahu ayah dan ibu sangat marah padamu selalu membuat Nilam masuk ke dalam rumah sakit , kau akan di gantung oleh ayah "


" kak , Nilam kenapa ? " cristhy menghampiri Nilam ke arah tempat tidurnya ,

__ADS_1


" kalian tahu ? " denny ingin mengoda kedua adiknya ,


" apa ? "


" gilbran akan jadi Abang "


" aaaaaaa , beneran ? beneran ? anak lagi ? " teriak Rara memeluk Nilam dengan bahagia ,


" Ra , telepon ayah dan ibu biar mereka bahagia "


" ah benar - benar , ahh kakak memang topcer asik - asik jadi aunty muda again "


Rara keluar dari ambang pintu kamar , hendak menelpon kedua orang tua mereka .


" ada yang mau aku bicarakan padamu !" ucap cristhy ,


" apa ? " tanya Nilam yang tak merubah pelukannya pada gilbran ,


" aku mendapat beasiswa kuliah di luar negri lebih tepatnya Paris , aku akan berangkat 5 hari lagi bersama Rara untuk S2 kami . ayah dan ibu mengijinkan "


" hei , itu sangat keren kalian harus belajar dengan rajin " ucap denny memeluk cristhy dengan bangga .


" tapi aku tak mau jauh dari Nilam "


" setelah lahiran , kami yang akan menjenguk kalian berdua bagaimana ? "


" benarkah kak ? "


" asik jalan - jalan " teriak gilbran ,


bahagia bukan ? apa yang di takuti oleh denny tidak muncul , bahkan Nilam memaafkan dirinya mungkin ini cara Tuhan yang patut di syukuri oleh denny selama perjalanan hidupnya .


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


jangan lupa vote nya ya , like and coment terima kasih banyak untuk views nya ❤️❤️❣️❣️❣️


__ADS_2