
" berdamailah maka kau dan denny akan menemukan kebahagiaan kalian berdua bersama anak kalian nanti "
" terima kasih jendral Radit " Nilam menghapus sisa - sisa airmatanya ,
" ini makanlah , buah jeruk sangat asam " Radit mengerutkan wajahnya karena memakan jeruk asam yang di belikan untuk Nilam ,
Nilam tertawa melihat wajah Radit yang begitu masam karena jeruknya yang asam , denny pun datang bersama gilbran membawakan cincau yang di inginkan Nilam .
" mami " panggil gilbran dan duduk di samping Nilam ,
" hey good boy nya mami " jawab Nilam dan memeluk gilbran ,
" ini cincau nya !! " denny memberikan kepada Nilam ,
" tanganku tak bisa memegang sendok , maukah menyuapi diriku ? " ucap Nilam membuat denny memandang dirinya dengan tatapan ingin membantu .
" baiklah , aku akan mengajak good boy kalian ini berjalan - jalan ayok bersama kakek " ucap Radit
" kakek ? paman !! " gilbran protes hingga membuat Radit dan yoga tertawa .
" habiskan waktu kalian untuk berbicara dari hati ke hati , singkirkan ego pikirkan anak kalian kedepannya " Radit berlalu bersama yoga dan membawa gilbran bersamanya ,
denny terduduk di samping kasur Nilam , berusaha membuat suasan tidak sedikit canggung .
" su .. sudah berapa umur anak Ki..kita ? " tanya denny ragu ,
" kemarikan tanganmu " denny memberikan tangannya , " ini sudah 2 Minggu " ucap Nilam menaruh tangan denny pada perut nya yang masih rata .
" sayang , I miss you so much " ucap denny ,
" I also miss daddy more than ana I also miss the father of my children more " balas Nilam ,
" maafkan aku , maafkan aku yang membuatmu terluka saat 6 tahun lalu . apa kau membenci diriku ? kau boleh menamparku , kau boleh memukulku , tapi tolong jangan tinggalkan aku !! " denny menangis di tangan Nilam seperti bersimpuh meminta ampun pada istrinya ,
" mas , tegakkan kepalamu kau jendral tak pantas seperti ini "
" tidak , aku jendral kalau di luar tapi kalo di sini aku cuma suami yang takut kehilangan istrinya "
" mas , tatap aku !! "
denny menatap Nilam , melihat mata istrinya yang begitu lugu , istri yang selalu saja menghadapi sifatnya .
" maafkan aku " Denny melipat kedua tangannya di hadapan nilam ,
" mas dengarkan aku , sudah aku sudah memaafkan dirimu jangan seperti ini kau bisa melukai hati anakmu yang ada disini " Nilam menunjuk arah perutnya .
" maafkan aku tidak berada di sisimu saat melahirkan gilbran , biar kelahiranmu sekarang aku akan di sampingmu "
" gilbran ? maksudnya ? "
denny duduk di samping kasur dan meletakkan kepala Nilam di dadanya , berharap sedikit membuat hatinya kuat untuk menceritakan ini kepada Nilam ,
" iya gilbran , gilbran adalah anak kita . anak yang kau pikir keguguran tapi nyatanya hidup dengan layak bersama denganku "
" ba.. bagaimana kau tahu ? kalau gilbran darah dagingku ? " Nilam menangis , menutup mulutnya dengan keadaan tak percaya .
denny menceritakan semuanya , apa yang Nilam dapat dari Rangga sangatlah berbeda dari cerita denny . Nilam tak percaya selama ini gilbran adalah darah dagingnya ..
" mana gilbran ? mana mas ? bawa kesini mas "
" sabarlah nanti dia akan pulang bersama Radit "
Nilam menangis , menumpahkan kekesalannya untuk dirinya sendiri . bodoh , terlalu bodoh harusnya Nilam mendengarkan dulu dan bertanya pada suaminya pada malam itu bukan pergi begitu saja .
tapi Nilam memang merindukan ibunya , hanya pada ibunya lah dirinya bisa meluapkan emosi .
" maafkan aku mas " nilam memeluk suaminya dengan sangat erat bahkan tak ingin melepaskannya ,
Nilam merasa bersalah pada denny , bahkan pikirannya kini berfikir kalau dirinya memang lah tak pantas menjadi istri denny . suaminya begitu bijaksana , tetapi dirinya seperti anak kecil ketika emosi langsung pergi .
__ADS_1
" kau tidak salah sayang , kita hanya kurang bercerita satu sama lain . setelah keluar dari sini mari kita saling berbicara atau membuat bulan madu untuk kita berdua ? "
" mas , aku ingin memeluk gilbran . adiknya ingin bertemu abangnya "
" akan ku cari , tunggulah dulu "
denny keluar dari kamar dan mencari gilbran juga Radit , tak jauh mereka berdua hanya duduk dan berbincang - bincang di sudut kursi penunggu .
Radit yang tersadar akan sosok denny yang menghampiri mereka hanya tersenyum ke arahnya .
" bagaimana ? "
" terima kasih telah menjaga cucumu "
" aku pamit , titip anakku nanti jika sudah siap aku sendiri yang akan memberitahu Nilam "
" tidak mau sekarang saja ? "
" biarlah waktu ini untuk dirimu dan anakmu , jangan sakiti dirinya berjanjilah padaku Jung "
denny memeluk Radit
" terima kasih ayah "
" hahahaha , aku seperti nya sangat tidak suka saat kau memanggilku seperti itu "
" jangan seperti itu , kau tetap mertuaku "
" kalau kau menganggapku seperti itu , berjanjilah untuk selalu membahagiakannya jangan sampai seperti diriku . jika itu terjadi , maka bukan aku yang kau hadapi tapi para binatang militer "
" wow , ayah mertua marah takut "
gilbran tertawa melihat ayahnya memeragakan gerakan lucu untuk Radit .
**
" mana jendral Radit ? "
" oh , kemarilah sayang bawa gilbran kepadaku "
denny memberikan gilbran pada Nilam , Nilam menyambutnya dengan sangat bahagia . anaknya , anak yang dikiranya sudah lenyap bahkan kembali di pangkuannya .
" mami geli , jangan cium lagi "
" Abang sayang mamikan ? "
" sayang "
" biarkan mami mencium Abang sampai puas bolehkan ? "
" tapi geli mami , ampun "
tiba - tiba badan Nilam dan gilbran seperti bersatu karena pelukan denny yang merangkul dan memeluk mereka berdua .
" ini keluarga Daddy "
" ini anak dan suamiku "
" ini mami and Daddy gilbran "
* bruggggh
" kakakakakakakaaaaaaa " teriak Rara ,
" astaga , Rara kau kenapa ? "
" jelaskan mengapa Nilam masuk rumah sakit ? kau tahu ayah dan ibu sangat marah padamu selalu membuat Nilam masuk ke dalam rumah sakit , kau akan di gantung oleh ayah "
" kak , Nilam kenapa ? " cristhy menghampiri Nilam ke arah tempat tidurnya ,
__ADS_1
" kalian tahu ? " denny ingin mengoda kedua adiknya ,
" apa ? "
" gilbran akan jadi Abang "
" aaaaaaa , beneran ? beneran ? anak lagi ? " teriak Rara memeluk Nilam dengan bahagia ,
" Ra , telepon ayah dan ibu biar mereka bahagia "
" ah benar - benar , ahh kakak memang topcer asik - asik jadi aunty muda again "
Rara keluar dari ambang pintu kamar , hendak menelpon kedua orang tua mereka .
" ada yang mau aku bicarakan padamu !" ucap cristhy ,
" apa ? " tanya Nilam yang tak merubah pelukannya pada gilbran ,
" aku mendapat beasiswa kuliah di luar negri lebih tepatnya Paris , aku akan berangkat 5 hari lagi bersama Rara untuk S2 kami . ayah dan ibu mengijinkan "
" hei , itu sangat keren kalian harus belajar dengan rajin " ucap denny memeluk cristhy dengan bangga .
" tapi aku tak mau jauh dari Nilam "
" setelah lahiran , kami yang akan menjenguk kalian berdua bagaimana ? "
" benarkah kak ? "
" asik jalan - jalan " teriak gilbran ,
bahagia bukan ? apa yang di takuti oleh denny tidak muncul , bahkan Nilam memaafkan dirinya mungkin ini cara Tuhan yang patut di syukuri oleh denny selama perjalanan hidupnya .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
jangan lupa vote nya ya , like and coment terima kasih banyak untuk views nya ❤️❤️❣️❣️❣️