
Sherly menghampiri saga yang terlihat memandang ke arah lautan yang sangat luas , kekasih hatinya terlihat baik tapi mungkin siapa yang tahu kalau di belakang itu hati saga sangat terpukul melihat kedua jendralnya .
" hai " sapa Sherly yang berdiri di samping saga
saga terkejut melihat paras wanita yang di rindukannya , sosok wanita yang membuatnya tahu bahwa sedang ada seseorang yang menunggunya untuk kembali di sisi nya .
" sher " saga menghampiri Sherly lalu memeluknya ,
" are you okay sersan ? "
" baik , bagaimana kau bisa berada di sini ? "
" dimana ? di pulau ini atau di laut ini ? " saga terlihat terkejut melihat jawaban santai dari Sherly
" kau bersama nyonya ? " Sherly mengangguk dengan senyuman manisnya
" bagaimana keadaannya ? apa nyonya sangat sedih ? "
" kenapa ? apa kau merasa bersalah pada nona Nilam ? "
" jendral melarang ku untuk memberitahukan keadaan kami padamu dan juga nyonya , tentang apa yang sebenarnya terjadi "
" memang apa yang sudah terjadi ? mengapa kau baik - baik saja sementara kedua jendral mengalami luka serius ? "
(saga bercerita)
jendral lie dan jendral Radit di sergap oleh prajurit negara X itu hanya sebuah dendam antara jendral lie kepada jendral Radit , ada beberapa cerita yang aku dan jendral denny tidak tahu menahu soal itu .
semacam siasat !! jendral lie membuat berita kehilangan mereka berdua agar jendral Radit menyeret jendral denny sebagai sahabatnya datang menolong , entah dendam apa aku dan jendral denny tidak ingin tahu .
dan berita jendral lie meninggal itu hanya sebuah kepalsuan agar jendral Denny datang dengan cepat dan menyaksikan kematian jendral Radit , saat kami berdua tiba di negara X jendral denny mendorong tubuhku untuk tidur bersama prajurit yang terlebih dulu menjadi mayat .
tapi tak lama jendral denny meninggalkan diriku !! aku mendengar suara tembakan beberapa kali dan beberapa bunyi tusukan pisau , tubuhku langsung siap berdiri melihat apa yang terjadi ! aku melihat sendiri jendral Radit tertembak oleh jendral lie dan jendral Denny di hantam beberapa tusukkan pada tubuhnya karena melindungi jendral Radit .
barulah aku sadar mengapa jendral Denny menyuruhku tidur bersama prajurit yang sudah menjadi mayat , lalu aku menjatuhkan kembali tubuhku di antara mayat - mayat tersebut agar tak terlihat oleh musuhku . ternyata jendral Denny sudah memprediksi segala kemungkinan yang terjadi kepada dirinya juga jendral Radit , jendral Denny ingin salah satu di antara kami masih dengan keadaan sadar untuk membawa pulang mereka kembali .
tak lama jendral lie dan pasukannya pergi meninggalkan negara X dengan menggunakan beberapa pesawat yang di bawa oleh jendral Radit , aku langsung menghubungi markas tempat sersan agung bekerja dan ternyata sersan agung mengetahui apa yang terjadi kepada jendral Denny juga jendral lie .
sersan agung sudah lama menjadi mata - mata jendral lie , sebenarnya hanya dendam pribadi karena saat dulu perang mereka saling bersahabat tapi saat jendral Denny dan adik dari jendral lie terluka , jendral Radit lebih menolong jendral denny daripada adik jendral lie sendiri padahal jendral Radit dan jendral lie terlebih dulu bersahabat .
saat aku ingin memberitahukan kabarku kepada dirimu jendral Denny menyadarinya dan menghalangiku menghubungimu juga nyonya , jendral Denny berkata untuk tidak memberitahukan apapun yang terjadi !! itu yang membuatku merasa bersalah pada nyonya Nilam karena menyembunyikannya dari nyonya .
>selesai bercerita<
" tapi setidaknya kau harus jujur padaku , jadi aku tahu cara menenangkan nona Nilam saat itu "
" maaf , maaf kalau aku menjadi pengecut "
" kau bukan pengecut mas , kau hanya menjalankan perintah saja !! tapi kau harus meminta maaf pada nona bukan aku "
" maaf , maafkan aku " saga menyatukan kedua tangannya di hadapan Sherly ,
" jangan meminta maaf padaku , ucapkan itu pada nona Nilam " Sherly memeluk calon suaminya dengan kuat dan menepuk pundak saga .
**
Nilam membantu membersihkan tubuh denny , lalu mengantikan bajunya secara perlahan , mengusap kepalanya dan bersandar di dada bidang suaminya .
" mas , apa kau tidak merindukan diriku juga anak - anak ? " Nilam masih berbicara dengan sendirinya ,
Denny masih belum juga membuka matanya , nilampun dengan setia menemani suaminya tanpa sadar dirinya tertidur dan bermimpi sedang bercerita bersama Denny tentang masa tua mereka kelak .
__ADS_1
dalam mimpi tersebut Nilam sepertu terbawa masa - masa dirinya saat bersama Denny , awal pertemuan mereka yang sepertinya sudah menjadi takdir sejak awal . membuat Nilam tersenyum sendiri saat tertidur tanpa dia sadari .
Nilam merasakan kepalanya di sentuh oleh tangan seseorang saat sedang bermimpi , tiba - tiba mata nya terbuka dengan sangat bulat . di raba tangan kekar dan penuh kehangatan , tangan yang sangat di rindukannya bak pernama yang merindukan rembulan .
" sayang " panggil lemah Denny membuat Nilam tersadar dari tidurnya dan berdiri menghadap Denny ,
" mas 🥺 , mas sudah sadar ? mana yang sakit mas ? dokter !!! dokter !!! " Nilam berteriak memanggil dokter agar cepat memeriksa keadaan Denny .
para prajurit dan dokter yang bertugas di utus oleh sersan agung datang menghampiri teriakan Nilam dari dalam , dokter mengecek semua kondisi Denny dan organ - organ tubuhnya .
ketika dirasa semua sudah normal , dokter tersebut berjalan menghampiri Nilam yang masih terkejut melihat suaminya yang tersadar dari tidur nya .
" cukup baik , tapi jangan terlalu banyak bergerak karena beberapa jahitan masih terlalu basah dan belum sepenuhnya kering "
" baik dok !! " Denny hanya tersenyum memandang wajah istrinya yang sedang berbicara kepada dokter .
setelah dirasa cukup memeriksa keadaan Denny , dokter tersebut berpamitan kepada Nilam dan pergi bersama prajurit meninggalkan Nilam . Nilam mengalihkan matanya langsung kepada suaminya .
" mas 🥺 " Nilam perlahan mengeluarkan airmatanya dan memeluk Denny ,
" kenapa menangis ? bukankah aku sudah menitip pesan pada Nathalie agar kau tidak menangis !! apa dia lupa memberitahu mu ? ''
" tidak mas , Nathalie tidak lupa memberitahuku , aku hanya merindukanmu mas !! mas bolehkah aku terlihat rapuh di saat dekat denganmu ? boleh aku mengeluh keadaan sulitku saat kau tak berada di sisiku ? "
" maafkan diriku , aku belum mampu membahagiakanmu dan juga anak - anak kita "
" sudah , kau sudah cukup membahagiakanku juga anak - anak kita , aku yang harusnya berterima kasih kepadamu "
" untuk apa ? "
" terima kasih sudah memilihku menjadi pendampingku dan terima kasih sudah menepati janji mas untuk membawa papah pulang "
" mas , yoga dimana ? "
" sebelum aku tiba , yoga sudah lebih dulu tertembak karena mencoba menyelamatkan Radit !! ma .. maksudku papah "
" apa ? " Nilam menutup mulutnya , dirinya tidak percaya dengan kepergian yoga yang begitu cepat ,
" yoga sudah di makamkan di sana , saat kami di selamatkan dan papah mu yang menguburnya di detik - detik luka tembaknya menjadi kesakitan baginya "
" jangan pergi lagi , berjanjilah untuk selalu di sampingku apapun yang terjadi !!! "
" aku akan bersamamu disini , memelukmu , menggenggam tanganmu , dan membantumu membesarkan Abang gil juga bidadari kecilku "
Nilam tak mampu menahan airmatanya kembali setelah mendengar ucapan Denny kepadanya , Nilam tidak pernah meragukan janji suaminya kepada dirinya , bahkan saat Nilam melakukan hal bodoh karena cemburu Denny masih berusaha memperbaiki , bahkan Denny sempat hancur karena di tinggalkan oleh Nilam .
kenangan pahit yang Nilam alami kini se akan musnah sudah , sekarang tinggal dirinya dan denny yang menjaga anak - anak dan menunggu kepulangan Radit bersama Nathalie juga sersan agung .
" dimana Ra ? eh maksudku mertuaku ? mana saga ? "
" papah di bawa oleh nathalie juga sersan agung untuk berobat ke negara B , mereka harus melakukannya karena di sini minim perawatan medis "
" oh begitu , lalu saga ? "
" saga bersama Sherly di tepi laut !! mas , Nathalie berencana mengembalikan uang yang di pinjamnya darimu "
" lalu ? kau terima ? "
" tidak !! aku pikir itu urusanmu dengan dirinya "
" aku sudah melupakannya , tidak usah di ingat kembali anggap saja aku memberikannya karena dia telah berbaik hati membawa istriku datang kesini " Denny tertawa dan memeluk istrinya , lalu Nilam mengangguk setuju atas pendapat suaminya .
__ADS_1
" dimana Abang gil dan bidadariku ? "
" bersama Maria juga Bu martini dan pak Cahya , aku suruh bawa ke rumah almarhum papah suruh tinggal bersama melati dulu "
" bagaimana perpisahan Abang gil ? "
" anakmu sudah besar , banyak teman wanita yang berbaik hati menyapaku di sekolahnya tapi anakmu masih tetap acuh "
" benarkah ? dasar ketampanannya tertular dariku " Nilam tertawa melihat denny yang tiba - tiba menjadi narsis ,
" mas mau lihat Abang gil baca puisi untuk mas ? "
" tidak perlu , tadi aku sudah mendengarnya saat tidur "
" tidur ? jadi mas sudah sadar dari tadi ? mas mengerjai aku ya ? "
Denny tertawa melihat Nilam yang memajukan bibirnya , protes karena Denny telah mengerjai dirinya .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
...terima kasih...
...masih stay bersama the secret wife , jangan bosan - bosan ya . author juga gak bosen kok ingetin jangan lupa like , coment and vote 🙏...
...terima kasih...
...❤️❤️❤️❤️...
__ADS_1