THE SECRET WIFE

THE SECRET WIFE
NATHALIE


__ADS_3

" mami bangun , aku mau mandi " teriak gilbran


    " ah sayang , kau sudah bangun ? maaf mami ketiduran !! mau mandi bersama ? " tanya nilam kepada anaknya


" mau !! " gilbran terlihat senang ketika di ajak mandi bersama dengan nilam ,


    " let's go baby " ajak nilam seraya mengendong gilbran  dari ranjang .


nilam dan gilbran akhirnya bermain air bersama , dalam sekejap dirinya membayangkan bagaimana jika nathalie hadir kembali dengan denny .


apakah gilbran akan melupakan dirinya ? bagaimana jika denny menyuruhnya berpisah dengannya ? , tanpa sadar ada airmata yang keluar dari mata nilam dan seketika nilam memeluk gilbran .


" mami , mami kenapa ? " tanya gilbran ,


    " tidak apa - apa !! " ucap nilam , mengelus kepala gilbran .


**


    sementara di bawah ruang makan , maria sedang asik menyiapkan makan malam untuk majikannya seraya bersenandung lagu kesukaannya .


" maarrriiiiaaaaaa " panggil rara dan juga cristhy yang baru saja pulang dari shoppingnya ,


    " non , sudah pulang non ? " tanya maria .


" sudah , nilam kemana ? belum bangunkah ? " rara melirik ke arah tangga yang mengarah ke kamar nilam ,


    " belum tau non , belum ngecheck lagi " ucap maria melanjutkan masakkannya ,


tak lama nilam dan gilbran pun turun dari tangga dan menghampiri rara juga cristhy , nilam terkejut begitu banyak barang belanjaan yang berada di meja makan . dirinya sudah bisa menebak perbuatan siapa .


" rara , cristhy ? apa perlu terlalu boros seperti ini ? " tanya nilam ,


    " ahh nilam , kau sudah bangun ? kemari aku mebelikanmu baju sini " ajak rara yang begitu antusias


" untuk aku ? " tanya gilbran yang protes ,


    " ada , sini tante beliin gilbran mainan " seru cristhy


    " asiiikkkkkkk !! tante clisty telbaik " teriak gilbran .


" ehh , anakmu tidak bisa bilang R kah ? " cristhy tertawa dengan sangat keras ,


    ( nilam dan rara hanya tersenyum melihat raut wajah cristhy yang begitu gemas kepada gilbran )


" nyonya makanan sudah siap , mari makan dulu lalu obat nyonya saya siapkan nanti " ucap maria memanggil majikannya untuk makan malam .


suasana makan sangat rusuh ketika cristhy dan juga rara menjadi satu , mulut mereka tak henti - hentinya bercerita tentang keseruan mereka berbelanja .


" maria nanti kau tidur bertiga dengaku dan juga cristhy okay ? " seru rara


    " asiap non " jawab maria dengan mengangkat kedua jempolnya ,


" hmm ra " panggil nilam


    " kenapa ? kau ingin tidur bareng juga ? oh tidak bisa aku tidak mau tidur dengan keponakanku yang tidurnya seperti jarum jam " keluh rara kepada nilam


" bukan ra , itu loh hmm bukannya aku tak terima pemberianmu tapi baju nya , apa ? " nilam terdiam karena malu membicarakannya


    '' pakai saja , anggap saja itu hadiah dari aku dan juga rara " cristhy memegang tangan nilam


" aduh kalian berdua ini , pakaian tipis seperti itu mau di pakai untuk apa ? " tanya nilam dengan gaun malam yang di belikan rara dan cristhy untuk dirinya .


    " untuk kau menyambut kakak ku saat sudah pulang " rara menjawab dengan santainya dan di sambut dengan senyuman cristhy .


" apa kalian sudah tidak waras ? bagaimana tanggapannya !! aku tidak mau memakainya " ujar nilam dan membawa gilbran pergi ke kamar .


    " lah dia marah ? kebiasaan " sahut cristhy ,


    " ya begitulah dua pengantin baru yang penuh dengan drama " seru rara ,


rara dan juga cristhy hanya tersenyum melihat nilam yang malu - malu dengan perbuatan mereka berdua , maria yang melihat kejahilan majikannya hanya bisa tersenyum dan menggeleng kepalanya .


maria merasa rumah markas jadi ramai semenjak hadirnya nilam di dalam rumah ini , hatinya merasa lega ketika nilam menerima lamaran jendral .


" cristhy apa kau sudah selesai makannya ? mari susul nilam ke kamar atas !! " ajak rara dan cristhy pun mengikuti dirinya .


mereka pun berjalan dan melihat gilbran juga nilam sedang asyik bermain bersama di atas kasur , senyuman yang di buat gilbran membuat rara merasa nilam memang orang yang sangat tepat untuk semua ini .

__ADS_1


" apa kami boleh masuk ? " tanya rara yang membuka pintu kamar nilam sedikit ,


    " sini aunty main , ini sangat seru " teriak gilbran dari dalam


" apa kau sudah berubah menjadi seperti gilbran yang mudah sakit hati ? " tanya cristhy pada nilam ,


    " bukan begitu , ah percuma menjelaskannya kalian pasti akan tetap memaksa diriku . benarkan ?" seru nilam .


tawa rara dan juga cristhy pecah bersamaan , ingin sekali mereka mencubit pipi nilam tapi sayang sedikit saja menyentuh nilam gilbran sudah langsung berteriak .


" ra , hhmm boleh kah aku bertanya ? " nilam sangat ragu - ragu pada saat itu ,


    " apa ? " rara langsung terdiam dari tawa nya begitupun cristhy .


" siapa nathalie ? " tanya nilam


    " nathalie ? hmm seperti nya aku mengingatnya , kalau tidak salah cinta pertama kakak waktu sekolah dulu . kenapa ? apa kau mengenalnya ? " rara balik bertanya .


" apa kau habis melihat sesuatu nilam ? " cristhy merasa khawatir terhadap sahabatnya tersebut ,


    nilam hanya mengangguk pelan , membuktikan apa yang di ucapkan cristhy adalah benar .


" hey , kau sudah menjadi istri kakak ku walaupun nanti dia kembali aku tidak akan mengijinkannya , pegang lah ucapanku ini " ucap rara ,


    " mana bisa di pegang , ucapanmu itu kan angin ra !! " dengan polosnya cristhy menjawab ucapan rara


" astaga , sudah kau diam saja . nilam aku jelaskan padamu natahlie itu sudah berkhianat pada kakak , natahlie membocorkan aset negara kepada musuh kakak waktu itu . dan imbasnya pada negara yang saling berperang itu sudah lama sekitar enam atau lima tahun lalu , kakak mengejar musuhnya sampai ke tengah hutan " jelas rara ,


" hutan ? " cristhy tampak bingun


" iya hutan , dan kakak di temukan dengan kondisi yang sangat tidak karuan . kakakku seperti di cabik - cabik cakaran tapi bukan seperti binatang entah kuku binatang apa tapi baju kakak sudah tak terbentuk lagi " lanjut rara menceritakannya .


    " lalu dimana nathalie sekarang ? " sahut nilam


" terakhir yang ku dengar saaat perang itu berakhir dirinya pergi ke luar negri , apa ya namanya london apa india ya ? ah tidak tahu yang jelas ke sanalah pokoknya aku lupa bahkan malas sekali memikirkannya " seru rara ,


    " SEBENTAR !!!!! " teriak cristhy


" ahhh kaget " gilbran malah balik berteriak karena terkejut ,


    " kau kenapa ? mengagetkan saja " ucap nilam


    " a.......a..apa yang cemburu ? k....k....kau jangan asal sebut , biarkan saja kalau memang mau kembali " nilam terbata - bata menjawab pertanyaan cristhy ,


hari ini cristhy dan rara seperti menang banyak mengerjai nilam seharian , dan mengoda dirinya . mereka berdua pun akhirnya berpamitan untuk kembali ke kamar , tinggalah rara dan juga gilbran yang masih bergulat dengan mainannya .


" apa yang sedang kau lakukan di sana ? " batin nilam yang sedang memikirkan denny.


**


prok .. prok .. ( suara tepuk tangan )


" jendral radit , terima kasih telah menyambut ku dan anak buahku " ucap denny kepada teman seperjuangan di masa masih menjadi sersan bersama .


    " jendral denny suka seperti itu , tapi sambutan kali ini berbeda apa karena sekarang sudah mempunyai istri ? " jendral radit menggoda denny .


    " sama saja , hahaha . kapan tugas mu di pindahkan ke negara lain ? " tanya denny mengalihkan pembicaraannya ,


    " satu tahun lagi dan ku harap kau dan aku bisa menjadi presiden dan wakilnya " ucap jendral radit ,


    " aku tidak bermimpi , aku tak ingin seperti itu . seperti ini saja sudah melelahkan bagaimana jika menjadi yang terpenting aku tidak bisa membayangkannya " sahut denny .


    " baiklah , kita bertemu besok pagi saat sarapan . selamat istirahat sobat !! " seru jendral radit


    " baiklah , selamat malam  " sahut denny kembali .


    denny dan radit berpisah di lapangan , dan berjalan ke arah hotel masing - masing . denny dan radit adalah teman semasa duduk di bangku kuliah dulu mereka memang mempunyai cita - cita yang sama , dan ketika sampai di titik ini komunikasi mereka masih saja terjalin dengan sangat hangat .


    ketika sudah sampai di kamar hotel , denny merebahkan badannya di kasur dan membuka ponselnya kembali . hatinya merasakan sesuatu seperti rindu ada yang kosong pada kamarnya . tak lama denny menekan satu nama pada ponselnya untuk melakukan panggilan video call


 ttuuuuttt ....... tuuuutttt ..... (suara panggilan telpon)


***" hallo , daddy " teriak gilbran ***


***" bagaimana anak daddy ? apa nakal ? " denny bertanya ***


" tidak , sangat baik " jawab gilbran ,

__ADS_1


" dimana mami ? " tanya Denny yang melihat dari ponsel tapi tak menemukan nilam .


***" aku disini , ada apa ?"  sahut nilam yang langsung melirik ke layar ponsel ***


" kenapa belum tidur ? " tanya denny


***" kami berdua tidur siang , tapi bangunnya jadi malam " jawab nilam ***


***" apa sudah makan ?" denny kembali bertanya ***


" sudah , hmm jung kapan kau pulang ? " tanya nilam


***" dua hari lagi , kan ini baru sampai . kenapa ? apa kau sudah rindu ?" denny menggoda nilam ***


" tidak , ada yang ingin ku tanyakan tapi nanti saja jika kau sudah pulang " sahut nilam


***" yasudah , tidurlah jangan terlalu malam . okay !! " uajar denny lalu menutup telponnya ***


    " ada apa dengannya ? apa yang ingin dirinya tanyakan ? " batin denny.


    denny pun tertidur dengan posisi ponsel di tangan , tidak bisa di pungkiri bahwa dirinya memang merindukan nilam dan juga gilbran ..


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2