
selama di rumah sakit denny dan Radit saling menjaga jarak , saga dan yoga pun menghampiri kedua jendralnya karena mendapat kabar dari Radit .
pak Cahya dan Bu martini saling berpelukan , takut akan terjadi sesuatu kepada Nilam , sementara gilbran termenung di pelukan Maria .
" siapa suaminya ? " dokter yang keluar dari balik pintu kamar Nilam ,
sesaat denny melirik ke arah Radit lalu berkata " sa..saya dok , bagaimana istri saya ? "
" begini pak , kandungan istri bapak lemah jangan membuatnya merasakan tekanan yang begitu menguras emosi dan tenaganya " dokter pun menjelaskan kepada denny ,
" kandungan ? maksud dokter istri saya hamil ? " denny tecengang di buat oleh dokter ,
" iya pak , apa istri anda tidak berbicara kepada anda ? usia kandungannya sudah 2 Minggu masih rentan , kalau bisa usahakan ibu dan bayi nya jangan terlalu emosional "
dokter pergi untuk memberikan resep kepada denny , Radit menatap ke arah denny sebenarnya Radit ingin marah tapi denny adalah ayah dari cucu nya kelak ketika lahir .
bahkan Radit ingin sekali memeluk gilbran dengan rasa yang berbeda , selama ini gilbran memanggilnya sebutan paman , atau uncle yang sering di ajarkan Rara tapi sekarang aneh rasanya ketika gilbran memanggilnya kakek !!!
" Bu pak ? " denny memanggil bu martini juga suaminya
" I..iya jendral " sahut pak Cahya
" apa kalian tau tentang kehamilan Nilam ? " tanya denny ,
" baru tahu setelah cah ayu pingsan tadi pagi jendral , di depan warung kami " jelas pak Cahya ,
tubuh denny terjatuh lemas , bukankah ini akan membuat Nilam semakin membencinya ? bahkan istrinya hamil pun denny tak mengetahuinya .
gilbran menghampiri Daddy nya yang sedang duduk tak berdaya , menatap setiap airmata denny yang keluar dari wajah tampan Daddy nya .
" Daddy , don't cry " gilbran mengusap airmata denny ,
" gilbran di panggil Abang atau kakak sayang ? tanya denny ,
" Abang !!! kata mami kalau Abang itu berarti gilbran sudah besar dan bisa ngalahin Daddy "
" iya Abang , nanti gilbran di panggil Abang sama mami sama Daddy ya " denny memeluk anaknya dan menciumi gilbran dengan sangat antusias
" Daddy , apa gilbran akan punya adik ? " wajah polosnya membuat denny semakin sakit ,
" iya , gilbran akan jadi Abang nak "
suasana rumah sakit mendadak menjadi suasana terharu , Maria berusaha menyembunyikan tangisnya di balik tangannya , saga yang berusaha tersenyum menatap denny , bahkan dirinya tahu betapa rapuhnya jendral saat mengetahui apa yang terjadi 6 tahun silam .
" masuklah , anakku membutuhkan dirimu !! aku akan pergi ke kantin untuk makanan kalian malam ini " ucap Radit dan berlalu pergi meninggalkan denny beserta yang lain di susul pula yoga .
" Bu , pak pulanglah bersama Maria dan saga , biar gilbran bersama saya menjaga Nilam malam ini "
" tapi jendral cah ayu ingin makan kangkung buatan ibu " sahut Bu martini ,
" buatkan , besok datang lah bersama Maria kembali dengan membawa baju ganti ku dan gilbran . saga tolong antarkan mereka pulang "
" siap jendral "
saga berjalan beriringan denga pak cahaya juga bu martini , sementara Maria mengikuti dari arah belakang .
__ADS_1
denny melangkah maju bersama gilbran , Nilam terbaik dengan tusukan infus di tangannya . semakin menambah rasa bersalah di hati denny menatapi istrinya yang terbaring lemah .
gilbran memeluk tangan denny dengan sangat kuat , menandakan dirinya takut maminya tak bangun lagi .
" Daddy , mami tidur ? " tanya gilbran polos ,
" iya , mami Abang lagi tidur . Abang mau tidur meluk mami ? " ucap denny lalu mengendong gilbran yang mengangguk pertanda setuju .
denny duduk di sebelah bangku yang ada di samping ranjang Nilam , gilbran yang sudah berbaring memeluk Nilam dengan tatapan sedih .
mengusap kepala Nilam dan menciumi pipi Nilam , lalu memandang denny dengan hamparan butir airmata yang keluar .
" jangan menangis , bukankah sudah mau menjadi Abang ? "
" Abang cengeng , Daddy Abang gak boleh lemah nanti gak bisa jaga Dede bayi "
" Abang kuat , kan Abang penjaga mami sama Dede bayi "
Nilam perlahan membuka matanya , dirinya sudah menyadari bahwa dia telah pingsan saat bertengkar dengan denny .
perlahan airmatanya keluar dan memandang ke arah gilbran yang sedang memeluk dirinya .
" hai , mami merindukanmu nak "
" Daddy ,, mami bangun !! " gilbran memeluk Nilam , Denny membantu Nilam untuk duduk .
" aku tak ingin melihatmu , pergilah !! " pinta Nilam ,
" aku tak mau , aku ingin disini bersamamu dan anak yang di dalam perutmu "
" kau sudah bangun ? mau makan apa ? " tanya jendral Radit yang baru saja muncul membawa beberapa buah - buahan di dampingi yoga .
" jendral Radit ? maaf merepotkan Anda , sedang apa ? "
" menjenguk istri sahabatku , sekaligu_" ucapan Radit terhenti , " sekaligus melihat calon keponakanku " lagi - lagi Radit tak memberanikan diri untuk berbicara .
Radit takut Nilam akan membenci dirinya karena telah meninggalkan dirinya juga ibunya dulu , bagaimana mungkin Margaretha melahirkan anak secantik ini .
" makan buah ini , asem - asem biasanya ibu hamil suka makanan asem bukan ? hahaha"
" aku ingin cincau dingin " sahut Nilam ,
" akan aku Carikan , kau disini bersama jendral Radit . aku dan gilbran akan mencarikannya untuk dirimu !!! " ucap denny yang langsung pergi setelah mengendong gilbran ,
"maaf merepotkan jendral Radit "
" tidak masalah Nilam ,hmm aku dengar dari denny kau sedang ada masalah ? maaf kalau aku lancang !! "
Nilam terdiam sesaat lalu memandang ke arah Radit dengan tatapan nanar , sangat sakit bukan ketika dirinya tahu bahwa suaminya adalah luka yang membuatnya seperti ini .
" Nilam , boleh aku bertanya ? " Nilam mengangguk dengan cepat seraya menghapus airmatanya ,
" dirimu marah atau kecewa dengan jendral denny ? "
" aku tidak tahu jendral Radit " Nilam menundukkan kepalanya semakin dalam ,
__ADS_1
" aku memang tidak terlalu jauh mendengar kisahmu 6 tahun lalu , tapi aku cuma ingin bilang belajarlah menerima kenyataan dan berdamailah pada masa lalu dirimu . jangan pernah membenci seseorang yang sekarang telah menjadi kehidupan kita , walaupun dirinya melakukan kesalahan di masa lalu "
" tapi mas membohongi diriku , mas tak berkata jujur "
" apa kau sudah mengetahuinya ? apa denny sudah menceritakan cerita lengkapnya padamu ? bagaimana bisa kau menilai suami seperti itu ?"
Nilam menatap Radit , dengan tatapan bingung . ya Radit benar Nilam terlalu egois sampai tak mendengarkan penjelasan denny , bahkan saat denny berusaha menjelaskan Nilam malah berteriak padanya .
" bukankah prinsip denny menikahi dirimu adalah tentang kau , dia dan anak kalian ? kau sedang mengandung , bahkan bayimu butuh seorang ayah saat masih di kandungan , apa kau ingin anakmu tidak merasakan kasih sayang ayahnya ? " Nilam kembali menggelengkan kepalanya dengan cepat lalu memindahkan tangannya ke depan perutnya .
" lalu aku harus bagaimana jendral ? "
" seperti yang ku katakan , berdamailah cobalah mendengar apa yang ingin suamimu ceritakan . buanglah egomu saat membencinya , yang harus kau syukuri adalah kau beruntung pria yang bersamamu saat 6 tahun lalu adalah denny suamimu "
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
hai hai hai , terima kasih untuk semuanya yang telah membaca the secret wife , aduh author bingung mau ngmng apa , tapi author seneng dengan semuanya .
__ADS_1
jangan lupa sering sering tinggalkan jejak ya ❤️❤️❤️ happy reading sayangku