
keesokan paginya Denny dan saga bersiap - siap untuk pergi bertemu Nilam juga gilbran , persiapan yang membuat denny merasa sangat senang hampir tak bisa membuatnya tertidur pulas .
" selamat pagi jendral ? "
" pagi saga , ahh aku tak bisa tidur semalam rasanya sudah sangat merindukan kedua malaikatku "
" mari jendral " saga membukakan pintu untuk denny setelah menyusun barang - barang yang akan di bawa .
selama di perjalanan denny sengaja tak menghubungi Nilam , supaya kerinduannya pada Nilam segera terobati . entah mengapa semenjak Nathalie bercerita kepada denny , bahkan sekarang cinta Denny semakin bertambah .
" jendral ? bagaimana nona Nathalie ? "
" ya begitu saga , mungkin dia mengharapkan kembali ke dalam kehidupanku tapi sayang kecerobohannya membuatnya kehilangan diriku "
" apa jendral tidak marah dengan nona Nathalie ? atau sersan agung ? "
" untuk apa aku marah ? harusnya aku berterima kasih pada agung telah mengikuti perintah bodoh Nathalie dan mempertemukanku dengan bidadari yang cantik !! kau tahu saga ? "
" iya jendral ada apa ? "
" saat Nathalie pergi sebelum perang itu terjadi , aku sempat pergi untuk membeli cincin dan melamarnya tapi seperti nya tuhan membenci kami bersatu jadi sebelum aku sampai ke rumah nathalie , aku dapat kabar kalau surat damai tidak pernah sampai di kota E "
" lalu ? "
" ya lalu cincin yang akan ku berikan pada Nathalie aku sumbangkan pada prajurit yang membutuhkan pengobatan untuk istrinya melahirkan "
" hahaha , maaf jendral "
" tidak apa , terkadang aku merasa lucu kalau mengenang masa itu "
perjalanan cukup panjang menjadi singkat karena obrolan Denny bersama saga , walaupun obrolan di masa lalu denny merasa kenangan itu tidak akan pernah dirinya lupakan .
bahkan kenangan saat dirinya dan Nilam bergeliya di tengah hutan memadu kasih bersama , senyum terpancar di wajah denny .
enam jam sudah perjalanan mereka untuk sampai di rumah dinas Radit , pengawal yang sudah di siapkan untuk menyambut mereka mengantarkan sampai pintu depan rumah dinas .
" jendral denny " hormat para prajurit saat denny memasuki halaman rumah dinas ,
Radit menghampiri denny masih dengan wajah kecewanya , mungkin kecewa kali ini harus di kalahkan olehnya karena anaknya membutuhkan suaminya saat persalinan .
" jendral Radit " ucap denny ,
" masuklah , jangan basa - basi Denny " ketus Radit hanya di sambut senyuman oleh denny ,
" saga bawakan semua barang yang kita bawa "
" siap jendral "
denny melihat - lihat ke kanan dan ke kiri seperti mencari sosok Nilam yang tak kunjung tiba menyambut dirinya .
" Nilam dan gilbran sedang mengobrol kandungan bersama yoga "
" oh begitu , bagaimana keadaanmu ? "
" baik , kau ? ayahmu bagaimana ? "
" ayah ku sehat , tapi mungkin luka di hatinya belum sembuh atas kepergian ibuku "
saat sedang berbincang - bincang Nilam dan gilbran datang dari rumah sakit , dan melihat kendaraan mobil denny yang terparkir di depan halaman rumah dinas .
" mami , Daddy datang "
" iya sayang , cepat masuk "
" hati - hati non , tuan " ucap yoga mengingatkan ,
sesampainya di dalam gilbran langsung berlari ke arah pelukan denny , menangis merindukan Daddy nya yang jauh darinya . perasaan Nilam hancur melihat kedua lelaki yang amat di cintainya saling melepas rindu .
" kau menjaga mami ? " gilbran mengangguk ,
" apa kau menjaga adikmu ? " gilbran mengangguk kembali ,
__ADS_1
" maafkan Daddy meninggalkan kalian "
" tidak , kata mami Daddy sedang sedih karena nenek sudah di panggil tuhan "
" anak pintar , Abang gil sudah besar "
" Daddy , bolehkah seorang kakak mengatakan kalau dia merindukan kasih sayang Daddy ? "
" boleh , sangat boleh !! kau merindukan Daddy "
" sangat , Abang gil rindu bersama Daddy " tanggis gilbran semakin besar memeluk Denny ,
tak terasa airmata radit terjatuh menyaksikan gilbran yang melepas rindu bersama Denny , saga dan yoga tak mampu menyembunyikan airmata mereka ikut turut bersedih menyaksikan kerinduan sang anak dan ayahnya .
" pergilah bersama paman saga , ada hadiah untuk Abang gil "
" benarkah ? "
" Abang gil sudah menjaga mami juga adik , jadi harus di beri hadiah "
" asik , paman saga ayok " gilbran. turun dari pelukan denny dan berlari menghampiri saga .
" ehhm yoga , kau ikut ke ruang kerja ada yang harus di bahas " ucap Radit berjalan ke arah ruang kerjanya ,
" siap jendral , permisi jendral denny "
" silahkan , terima kasih pah " ucapan denny membuat Radit menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Denny ,
" sama - sama "
pandangan Denny berpindah pada sosok yang sangat di rindukannya , bertubuh mungil membawa bola di perutnya .
perlahan menghampiri wanita yang sangat dia cintai akhir - akhir ini , wanita yang telah hadir membawa kebahagiaan dalam kehidupannya , wanita yang sabar dalam menghadapi kesalahannya .
" sayang " panggil denny seraya mendekatkan diri kepada Nilam ,
" mas 🥺 " Nilam berlari kecil dan memeluk Denny dengan erat .
" sangat mas , sangat merindukan Daddy nya "
" apa mami nya juga merindukan Daddy nya ? "
" aku juga sangat merindukan dirimu mas "
" maafkan aku sayang , maafkan aku yang tak bisa membedakan antara kesedihan juga perhatian dalam keadaan yang berbeda "
" mas , aku tahu bagaimana rasanya kehilangan orang yang berharga dalam hidup kita menjalani kehidupan tanpa mereka bahkan di benci oleh orang - orang dalam keadaan butuh perhatian "
" enggak mas salah , maafkan aku "
" mas , mas sudah berada di sini saja aku sudah sangat bersyukur berarti mas peduli pada kami bertiga "
" ahh bersyukurnya mas punya istri kaya kamu "
" terima kasih mas " Denny mencium bibir munggil istrinya dengan lembut , lalu melepasnya perlahan .
" kapan kau akan melahirkan ? "
" mungkin 1 atau 2 Minggu lagi , makannya tadi kerumah sakit untuk melihat posisi adik sudah dimana "
" perempuan atau lelaki lagi ? "
" kejutan untuk mas "
" apapun aku tetap menyukainya , yang penting sehat dan kalian berdua tetap di sampingku "
" aku ingin makan cake buatan mu "
" akan ku buatkan "
Nilam berjalan ke arah dapur tapi tak lepas di ikuti dari belakang oleh denny , Nilam hanya tersenyum geli melihat tingkah suaminya yang sangat lucu tak kala sedang bermanja dengannya .
__ADS_1
" kemarin aku bertemu Nathasya saat belanja perlengkapan bayi bersama papah , dan dia mengira aku meninggalkanmu lalu berpaling ke papah "
" benarkah ? lalu apa dia tahu itu papahmu ? "
" iya , setelah papah membayarkan beberapa perlengkapan bayinya "
" Nathasya itu saudaranya Nathalie ya ? "
" iya mas , oh iya mas bagaimana kabar Rara dan cristhy ? "
" apa mereka tidak menghubungimu ? "
" aku Menganti nomor ponselku karena terblokir saat papah tak mengijinkanku berkomunikasi denganmu "
" baik , malah justru Rara dan cristhy ingin datang saat kau persalinan "
" benarkah ? aku sangat merindukan mereka "
" sayang "
" iya mas , kenapa ? "
" kalau aku berkata jujur apa kau akan marah ? " Nilam memutarkan tubuhnya lalu menatap heran kepada suaminya !!
" kenapa orang yang jujur harus kita marahi ? "
" saat aku membelikan beberapa peralatan bayi kita dan mainan Abang gil , aku bertemu dengan Nathalie "
" Nathalie ? kemudian ? "
denny menceritakan semua yang di katakan oleh Nathalie saat bertemu dengan dirinya , Nilam mendengarkan dengan tangan yang masih mengadon cake untuk suaminya .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
kaget ya yang di episode END , maaf maksudnya end itu cerita 6 tahun silam terakhir gitu maafin author ya jangan marah 😂🙏🙏👉👈
jangan lupa vote like and coment ❤️❤️
__ADS_1