
Radit mengatur nafasnya ketika cristhy bertanya apa yang di maksud dari penjelasannya .
" siang ini , kau hampir kehilangan anak keduamu " tunjuk Radit pada denny ,
" ni .. Nilam keguguran ? " ucap Rara menutup mulutnya tidak percaya ,
" hampir keguguran , padahal suaminya tahu bahwa istrinya tidak bisa terlalu stres , bahkan suaminya tahu kalau istrinya mempunyai darah rendah yang mengakibatkan fatal ketika mengandung "
" kak , ini kenapa kak ? " tanya Rara pada denny , denny hanya terdiam terkejut mendengar apa yang Radit ucapkan ,
" lalu bagaimana keadaan menantuku "
" sssttt , aku tidak Sudi anakku memiliki suami dan keluarga seperti kalian . kau Denny besok tolong urus surat ceraimu dengan Nilam !! PAHAM " ucap Radit dan berlalu pergi ,
Radit pergi setelah melampiaskan kemarahannya yang di tahan sejak lama , sejak Nilam menginjak kakinya di markas Radit .
putrinya terlalu banyak tersakiti oleh orang lain , daripada sering terluka Radit lebih memilih Nilam meninggalkan denny daripada harus merasakan kesakitan terus - menerus .
*dddrrrttt
" *iya jendral " sapa yoga ,
" siapkan perlengkapan Nilam juga gilbran , kalau sudah urus surat - surat perpindahan rumah sakit Nilam ke kota Z kita akan kembali malam ini juga "
" siap jendral* "
Radit memberi instruksi pada yoga agar menyiapkan semua keperluan Nilam dan mengurus surat untuk memindahkan Nilam pada rumah sakit kota nya .
kali ini Radit bersungguh - sungguh membawa Nilam pergi dari kehidupan Denny untuk selama - lamanya .
**
" kau lihat ? tidak cukup kau membuat masalah pada ibumu ? sekarang kau membuat masalah pada istrimu lagi !! denny .. denny kau seorang jendral tapi mengapa urusan begini saja kau tak bisa mengurusnya " ayah denny marah atas sikap Denny ,
" kak , kita boleh bersedih tapi kakak gak boleh ninggalin Nilam dengan keadaan seperti ini "
denny masih terdiam mematung , dirinya sudah menebak pasti Radit akan membawa Nilam pergi dari kota ini dan akan sulit bertemu dengan Nilam nantinya .
" aaaaarrrrggggghhhh " Denny berteriak dan memukul dirinya .
" kau urus sendiri , aku tidak ingin terlibat lebih jauh dan kau Rara bersiaplah besok kau dan cristhy harus kembali untuk kuliah . aku sebagai ayah tidak pernah melarang kalian bersedih , tapi jika ada hal yang harus kalian utamakan itu akan membuat ibu kalian senang "
ayah denny berlalu meninggalkan putra dan putrinya , memang keadaan ini terasa berat baginya apalagi istrinya adalah teman yang selama ini selalu bersama nya dalam menjaga anak - anak mereka .
" Rara udah gak ngerti lagi sama kakak , Rara tahu kak kita sedang sedih tapi Rara ikhlas ibu pergi , karena menurut Rara tuhan lebih sayang ibu "
" Ra " panggil cristhy dan menggelengkan kepalanya , menandakan sudah cukup berbicara ,
cristhy mengajak Rara kembali ke kamar mereka , sementara denny masih dengan posisi duduknya di taman .
saga menghampiri denny yang terduduk diam , dirinya menyaksikan amarah Radit yang begitu besar dari kejauhan , mana bisa saga membantu Denny sementara Nilam sudah tersakiti kedua kalinya oleh denny .
" jendral !! saya baru dapat kabar dari yoga , kalau jendral Radit akan membawa nyonya ke kota Z "
__ADS_1
" biarkan Nilam ikut bersama papahnya , untuk kedepannya aku akan memikirkannya " saga terkejut mendengar ucapan yang keluar dari mulut denny ,
saga tak percaya hanya tindakan diam yang di ambil Denny saat seorang jendral Radit sedang berusaha memisahkan mereka berdua .
" tapi jendral , jendral harus ingat pernikahan jendral dan nyonya akan mudah terpisah karena hanya tercatat di sipil bukan negara "
denny membenarkan apa yang di ucapkan oleh saga , tapi untuk saat ini sepertinya akan sulit bagi Denny untuk mencegah Radit .
mungkin saja Radit sekarang sudah dalam perjalanan membawa Nilam .
" ikut aku ke markas sekarang !! "
" siap jendral "
saga dan denny pergi untuk ke markas , entah apa yang akan mereka lakukan tapi setidaknya Denny lebih berfikir jernih ketika berada di daerah kekuasaannya .
**
yoga mengatur ambulance yang di kirim dari kota Z untuk membawa Nilam , setelah perdebatan panjang dengan dokter akhirnya Radit mendapatkan ijin untuk membawa Nilam pergi .
Nilam di angkut untuk naik ke dalam ambulance yang akan membawanya , Radit dan gilbran duduk berdampingan memandang Nilam yang tengah tertidur karena efek obat .
" grandpa kita mau kemana ? "
" ke rumah grandpa , sementara Abang gil sama mami tinggal di sana mau kan ? "
" tapi Abang gil rindu sama Daddy "
Radit tahu ini akan sulit menghadapi Denny , siapa yang tidak tahu seorang Denny anak kolongmerat ternama di seluruh kota mereka dan seorang jendral yang terkenal sangat dingin dan tak kenal ampun .
memang Radit dan denny adalah jendral dengan pangkat yang sama , tetapi Denny lebih banyak di takuti orang daripada dirinya sendiri .
" ketika kau menjemput mereka , berarti perang akan terjadi di antara kita " bisik Radit memeluk gilbran dengan erat .
entah salah atau tidak tapi Radit yakin ini demi kebaikan putrinya , Radit hanya ingin putri nya merasakan kebahagiaan dalam hidupnya .
Nilam tidak pernah merasakan kasih sayang dari seorang ayah bahkan Margaretha meninggal saat melahirkan dirinya , frustasi Radit kembali kala mengingat cerita kehidupan Nilam .
" Abang gil mau tinggal sama grandpa atau sama Daddy ? "
" dua - duanya , Abang gil maunya grandpa ikut Daddy , mami soalnya grandpa tinggal sendiri di sana kasihan " Radit terhenyu mendengar ucapan cucunya yang sangat bijak .
dosa apa yang telah dia lakukan memisahkan istri dan anak dari seorang ayah dan suami , mengingat Nilam sedang hamil saat ini .
usia kandungan Nilam sudah berjalan 5 bulan , dan di perkirakan 4 bulan yang akan datang bayi yang di kandungnya akan segera lahir ke dunia , saat itulah Radit berharap Denny tegas akan sikap nya .
Radit memijat - mijat kepalanya yang terasa berat , sementara gilbran sibuk memandang perjalanan mereka yang dirinya pikir akan menginap kembali dan tidak bertemu Daddy nya .
bagaimana pun gilbran sangat merindukan Daddy nya , orang yang telah merawatnya sendiri , membesarkannya seorang diri .
" Daddy , Abang gil rindu " ucap gilbran dalam hatinya .
gilbran hanya tak ingin terpisah dari maminya , dia ingat janji nya pada denny yang selalu menjaga mami dan juga calon adiknya .
__ADS_1
janji itulah yang sampai detik ini membuat gilbran selalu berada di samping Nilam , dan menemani Nilam kemanapun Nilam pergi . bahkan ketika dirinya rindu hanya bisa tersenyum memandang Nilam dengan senang .
**
saga dan denny tiba di markas , pasukan di kerahkan ke dalam aula militer di sana sudah banyak pasukan terpilih yang di latih sendiri oleh denny juga saga .
" saga dengarkan intruksi ku , kalau Radit ingin menyatakan perang ini akan menjadi persiapan kita "
" tapi jendral kota D dan kota Z terkenal dengan persahabatannya berkat anda berdua "
" aku tahu , tapi ini demi anak dan istriku " saga terdiam dengan ucapan denny padanya .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
jangan lupa tinggalkan vote , like dan coment pleasee ❤️❤️❤️❤️
__ADS_1