
sesampainya jenazah di rumah sudah begitu ramai orang berdiri menunggu kedatangan ibu Denny , para tentara membantu mengangkat jenazah yang akan di bawa ke dalam rumah .
denny membantu anak buahnya untuk mengangkat ibu nya untuk terakhir kali , tangis keluarga dari denny pecah ketika jenazah masuk ke dalam rumah .
anak buah Denny dan denny meletakan jenazah ibunya di ruang tengah keluarga , yang sudah di bereskan oleh Maria , juga pak Cahya beserta istrinya .
rangkaian bunga dari segala kalangan , dan kemiliteran sudah terpampang di halaman rumah ayah denny . Radit bergabung dengan para jendral dari kalangan negara lainnya .
" yang sabar ya den " paman Denny menepuk bahu denny dengan lembut ,
" terima kasih paman "
" mana istrimu ? "
" di hotel bersama gilbran , sedang hamil tidak bagus untuk kandungannya "
" baiklah , jaga istrimu !! kapan adikmu akan datang ? "
" penerbangan pagi ini , mungkin siang sudah tiba disini !! biarkan ibu menunggu Rara dan cristhy baru di makamkan " paman Denny mengangguk dengan setuju .
ayah denny hanya terduduk memandang istrinya yang kini telah terbaring tenang di depannya , setidaknya mereka sudah saling mengucapkan terima kasih sebelum ajal itu menjemput ibu Denny .
" *yah "
" Bu ? sudah sadar ? haus ya ? "
" yah , mana Nilam sama Denny ? "
" tadi kesini Bu , tapi ayah suruh pulang Nilam lagi hamil perutnya sudah kelihatan "
" iya yah , kita punya cucu lagi ya yah !! " suara berat ibu Denny membuat ayah denny merasakan dada nya sakit melihat istrinya .
" yah , ingat tidak waktu Denny pertama kali di lahirkan ? ibu merasa dia adalah harta ibu dan ayah satu - satunya . tampan nya mengikuti ayahnya , sifat nya seperti ibu ya yah " dengan sekuat tenaga ibu Denny bercerita masa lalu nya bersama suaminya .
" yah "
" iya Bu !! "
" nanti kalau ibu pergi terlebih dahulu daripada ayah , ingat pesan ibu maafkanlah Denny dan jangan membencinya . ibu ingin bilang terima kasih pada ayah sudah memilih ibu menjadi wanita pendamping seumur hidup ayah , padahal ibu dari kalangan bawah "
" Bu , jangan di ingat lagi "
" ayah janji ya sama ibu , jangan berlarut marah sama Denny . jagain Rara ya yah , pantau sekolahnya bersama cristhy dan anggap cristhy seperti anak kita , titip salam ibu untuk Nilam juga Abang gilbran "
" ibu , kalau ibu sudah mau pergi ayah ikhlas 🥺 ayah tidak apa Bu . semua pesan ibu nanti ayah jalankan satu - satu , Bu !! terima kasih telah menjadi wanita satu - satu nya dalam hidup ayah , memberikan warna bahkan memberikan begitu banyak berlian dalam hidup ayah* "
ingatan pembicaraan malam membuat ayah denny kembali di rundung kesedihan , begitu indah !! istrinya cantik begitu cantik sampai hanya istrinya lah satu - satunya wanita yang di puja oleh dirinya .
**
waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang , pesawat Rara juga cristhy baru saja landing di bandara .
" kenapa kakak menyuruh kita pulang ya cris ? "
" aku tak tahu Ra , nomor Nilam juga tidak aktif "
__ADS_1
" hahaha mungkin mereka merindukan kita , untung saja sedang libur 3 hari jadi kita bisa menghabiskan waktu dulu di sini "
" iya benar Ra , aku rindu cake buatan Nilam "
" ah kau benar , lelehan setiap coklatnya " Rara menelan salvinya tak kala mengingat kue buatan kakak iparnya .
selama di perjalanan Rara dan cristhy bersenandung dengan riang , tiba di depan rumah Rara dan cristhy saling beradu pandang dengan pemandangan yang ada di depan mereka .
" Ki .. kita enggak salah rumah kan Ra ? "
" masa sih ? tapi benar ini rumah ayah dan ibu cris !! "
mereka berdua turun dengan sangat terburu - buru , rangkaian bunga , para kerabat ayah ibunya , pasukan militer kakaknya .
Rara dan cristhy berjalan secara perlahan ke dalam rumah , Rara terjatuh lemas ketika bendera kuning bertuliskan nama ibunya dan foto yang terpajang di depan rumah .
" enggak , enggak mungkin !!! iiibbbuuuuu " Rara berlari ke arah dalam rumah ,
melihat keadaan adiknya Denny langsung mendekat dan memeluk adiknya .
" ii..ibu , Bu , bangun , bangun Bu " Rara melompat - lompat kan kakinya dengan tangis yang pecah ,
" de , sabar !! "
" bangun Bu , bangun 🥺😭" Rara bersimpuh memeluk jenazah ibunya ,
denny tetap memeluk adiknya di dalam dekapannya , cristhy yang menyaksikan Rara menangis kehilangan ibunya mengingatkannya akan kehilangan kedua orang tuanya secara bersamaan .
Radit mendekat kepada kedua kakak beradik itu , dan mengelus kepala Rara yang sedang memegang dadanya .
" tidak , ini mimpi , iya ini mimpi . tampar aku , tampar aku !! "
* pllaakk ( Denny menampar Rara )
" bukan mimpi , sadarlah ibu sudah tidak ada jangan seperti anak kecil " Denny meninggikan suaranya ,
" hey , sabarlah begitu banyak orang di sini " ucap Radit
ayah denny hanya menunduk tak kala menyaksikan tamparan Rara , Radit membawa Rara yang masih terdiam karena di tampar kakaknya .
" minumlah dulu , tabahkan hatimu !! saya tahu ini berat , kau bisa melewatkannya "
Rara hanya terdiam menatap Radit dengan linangan airmata .
" kak Radit tahu tidak ? ibu pernah bilang sama Rara kalau Rara itu bandel , tapi ayah sama ibu tetap sayang soalnya kak Denny selalu ngebelain Rara depan ayah sama ibu "
" iya tahu "
" kak Radit tahu tidak ? Rara pernah di pukul ibu karena mengambil roti bekal kak Denny , tapi kak Denny malah memarahi ibu dan membela Rara "
Rara terus - menerus berbicara dengan nada yang penuh Isak , cristhy menghampiri nya dan memeluk sahabat nya tersebut .
" jendral Radit , hmm dimana Nilam ? "
" Nilam di hotel bersama gilbran , di jaga oleh sersan saga juga sersan yoga "
__ADS_1
" kenapa tidak datang ? " tanya cristhy kembali ,
" Nilam sedang hamil , Denny takut ini akan mempengaruhi kandungannya " cristhy hanya mengangguk mengerti ,
denny masih berdiri di samping jenazah ibunya , menyiapkan segala yang ingin di bawa ke pemakaman .
akhirnya tiba saatnya jenazah di bawa ke tempat istirahat terakhir , Denny melarang Rara juga cristhy untuk ikut pemakaman ibunya karena keadaan Rara yang masih belum stabil .
ayah denny setuju dengan putra nya , Rara juga cristhy tinggal di rumah bersama paman juga bibi nya .
tak butuh waktu lama untuk menuju tempat pemakaman ibu Denny , acara berlangsung dengan sangat tenang . sebelumnya acara pemakaman militer ini sudah di siapkan oleh Radit , untuk menghormati ibu Denny .
" terima kasih " ucap denny kepada Radit yang berdiri tepat di sebelahnya ,
" tidak usah sungkan , kau keluargaku . mungkin aku akan menambah waktu di sini !! "
" aku titip Nilam , mungkin aku tidak kembali ke hotel sementara waktu "
" berduka lah sewajarnya , ingat istrimu sedang hamil "
denny hanya terdiam mendengar ucapan Radit , Denny hanya ingin waktu menyendiri meratapi kepergian ibunya . kesalahan yang dirinya sebabkan , sehingga membuat ibu nya pergi untuk selamanya .
ayah denny pulang terlebih dahulu setelah acara selesai , sementara denny masih memandang tanah merah yang di isi oleh ibunya .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
. jangan lupa tinggalkan jejak dan vote ya ❤️❤️❤️
__ADS_1
.