
nafas yang tidak teratur , pautan bunyi tubuh denny dan Nilam memecah ke seluruh ruang kamar suara merdu desahan Nilam yang keluar sudah berapa lama mereka bercinta entahlah hanya mereka yang tahu .
Rara dan cristhy datang menghampiri meja makan dan menemui Maria dengan tatapan ingin mengintrogasi .
" a.. ada apa nona ? "
" benar Nilam kemarin pingsan ? " ucap cristhy yang mengambil posisi untuk duduk ,
" kok duduk si cris ayok berangkat ke kantor udah telat ini "
" bentar sarapan dulu , ilah ya "
" bawa aja , entar makan di mobil " Rara menarik cristhy dengan cepat .
" iya , iya Maria bilang Nilam kami berangkat byee " teriak Rara seraya menarik cristhy yang memegang makanan .
tak lama gilbran bangun dan berjalan ke arah ruang makan , seperti mencari sesuatu tapi tak kunjung di temukan oleh nya .
" bibi Maria , dimana mami ? "
" mungkin di kamar sedang mandi tuan "
" tapi tadi malam tidur di kamar ku , oh mungkin pas mandi ke kamar ya mami ? "
" sarapan dulu tuan kecil , ini susu nya "
" terima kasih bibi Maria "
" sama - sama tuan kecil "
Nilam mengeringkan rambutnya menggunakan pengering rambut , denny yang melihat istrinya begitu cantik saat menggunakan dress polos berwarna hijau muda .
denny hendak membantu Nilam dan sedikit bertanya - tanya pada nya tentang keluarga nya yang tak pernah denny ketahui .
" hmm sayang , maaf dinas ku lama kali ini "
" tidak apa sayang , dan maaf membuatmu marah "
" tidak masalah , kan kau milikku sekarang . sayang dimana ibumu ? " Nilam terdiam sejenak dari pertanyaan suaminya .
" ibuku meninggal saat melahirkan diriku , pada saat itulah keluarga nathasya mantan sahabatku mengadopsi diriku "
" ada yang ingin ku tanyakan padamu " denny membungkuk dan memutar tubuh Nilam agar dapat menghadap dirinya ,
" apa mas ? "
" misalnya ayahmu masih hidup ? apa kau ingin tahu ? "
Nilam membuka matanya melebar , bagai tak percaya apa yang di katakan oleh suaminya . bagaimana mungkin ayahnya masih hidup ? karena keluarga nathasya menjelaskan bahwa ibunya bekerja karena suaminya meninggal karena perang .
" mas tapi ayahku meninggal saat perang dulu " Nilam mencoba menjelaskan ,
" nanti akan ku pertemukan kau dengan ayahmu , tapi agak sedikit di luar logika sih , mungkin agak sedikit canggung nantinya " Denny
sedikit memijat pundak kepalanya terlihat seperti bingung harus berbicara apa .
" apa kau menemukan ayahku ? " Nilam memegang kedua pipi suaminya
" belum pasti , akan ku pastikan lagi . ayok kita sarapan " denny mengajak istrinya untuk makan tetapi Nilam menarik tangan denny dan membuatnya menatap istrinya .
" ada apa sayang ? " denny menatap penuh bingung ,
" mas aku akan bertemu Rangga jam 2 siang nanti , aku ingin tahu tentang kejadian 6 tahun lalu dan dia mengatakan aku memiliki bayi !! "
denny terdiam dirinya tak ingin Nilam bertemu dengan orang yang telah meninggalkannya hanya karena perempuan lain .
" aku yang akan menemui nya , kau bersama gilbran saja dirumah jangan kemana - mana dengarkan aku . saat aku pergi kau pingsan , dia diam - diam menemui dirimu tanpa aku mengetahuinya !!! "
" maafkan aku mas , aku juga tak tahu Rangga mengunjungi diriku " Nilam memeluk suami nya ,
" jangan sebut nama nya , hatiku sakit mendengarnya " denny membalas pelukan istrinya .
merekapun turun ke bawah , Nilam dan denny mendapati gilbran yang baru saja selesai sarapan di temani oleh Maria juga saga .
gilbran menghampiri Daddy dan mami nya , anak laki itu tumbuh di antara orang tua yang baik hati kelembutan Nilam dan ke sabaran denny membuat gilbran tumbuh menjadi anak yang baik dan penurut .
" Daddy sudah pulang ? kapan ? "
__ADS_1
" tadi pagi , kau masih tidur !! apa yang kau mimpikan tadi malam ? "
" hmm tidak ada , hari ini Daddy antar aku ke sekolah ? "
" mami dan Daddy yang mengantar , lalu mengantar mami ke toko Daddy ada urusan sebentar di luar "
" lama ? kapan kembali ? "
" sebentar nanti mami yang jemput , lalu Daddy menjemput kita di toko bagaimana ? " ucap Nilam mengusap kepala anaknya ,
" apa kita makan malam di luar hari ini ? "
" pasti , Daddy akan mentraktir kalian berdua "
" horeeee , aku mandi dulu ya sama bibi Maria "
" pergilah mami dan Daddy akan menunggu disini "
gilbran berlari di susul oleh Maria yang mengejarnya .
" siapkan mobil , kau ikut dengan kami saga !! " denny memerintahkan saga
" baik jendral " siapa yang tak ingin ikut , saga pasti akan senang karena akan bertemu dengan Sherly .
denny tersenyum memandang saga yang tertawa sendiri , entah hal senang apa yang membuat anak buahnya tersebut merasa bahagia .
Nilam mengambil sepotong roti dan melapisinya dengan selai blueberry lalu memberikannya pada denny .
" sayang , aku ingin cake buatan mu "
" nanti kita buat di toko , okay !! "
denny tersenyum menatap istrinya , selama sarapan berlangsung ada canda yang di lontarkan denny dengan Nilam , dan sesekali mengecek laporan dari ponselnya .
tak butuh waktu lama gilbran keluar dengan tas munggilnya dan siap untuk berangkat ke sekolah , selama di perjalanan menuju ke sekolah gilbran hanya mengutarakan kalau dirinya lebih senang di antar oleh Nilam juga denny ..
seketika mereka beradu pandang , ada rasa bersalah pada wajah denny dan Nilam . apa yang mereka cari sampai membiarkan anak mereka merasa kesepian .
" mas apa sebaiknya aku di rumah saja ? tidak perlu ke toko lagi ? "
" lalu toko ? "
" setuju , kalau itu membuatmu nyaman "
saga melirik ke arah belakang , ada perasaan bahagia mendengar ucapan Nilam .
**
waktu menunjukkan pukul setegah 2 siang , denny bersiap - siap menuju ke arah caffetaria tempat dimana Nilam dan Rangga akan bertemu .
" cake nya enak , buatan istriku tidak pernah di ragukan "
" jangan lama - lama mas , ingat kontrol emosi mu darinya "
" iya sayang "
denny berpamitan kepada Nilam lalu melajukan mobilnya ke arah caffetaria bersama saga .
selama di perjalanan denny mengatur rencananya untuk mengundang Radit datang kerumahnya .
setelah mengirim pesan pada Radit , denny mengatur nafasnya yang sedikit sesak menerima kenyataan bahwa ayah mertua nya adalah sahabatnya sendiri .
" kau tahu saga , aku belum siap memanggil Radit dengan sebutan ayah mertua " denny mengelah nafasnya dengan berat .
" hahaha , maaf jendral tapi mau gimana lagi itu kan sudah kewajiban anda " saga terus menerus tertawa memikirkan kala jendralnya harus bersikap sopan kepada jendral Radit ,
padahal yang saga tahu adalah denny akan selalu menjaga wibawanya terhadap Radit saat itu , tapi kini harus berlaku sopan pada Radit .
sesampainya di caffetaria denny langsung menemukan sosok yang dia cari , ya Rangga pria yang selalu membuatnya geram akan mengingat masa lalu istrinya .
denny menghampiri Rangga yang sedang menikmati minumannya seraya memandang jalan raya yang ada di luar kaca .
" selamat siang tuan , bagaimana coffemu ? denny menyapa Rangga
" hah ? mana Nilam ? aku janji bertemu dengannya bukan suaminya !! " Rangga menggerutu
" istriku tak bisa datang , aku mewakilinya "
__ADS_1
" yasudah nanti saja kalau sudah bertemu Nilam , permisi !! "
" heii tidak masalah bukan kalau aku yang mendengarkannya lalu aku sampaikan pada Nilam " ucap denny yang masih duduk di bangku semula .
" tidak perlu , biar dia tahu siapa yang menghamili dirinya "
denny berdiri dan menghadap ke arah Rangga , dengan tatapan siap menerkam dirinya .
" apa maksud dari perkataanmu ? jangan setengah kalau berbicara "
" kenapa kau pura - pura bodoh ? bukankah kau yang meniduri dirinya pada hari pernikahan kami ? " Rangga tersenyum sinis pada denny
denny melamun , meniduri ? dirinya ? Nilam ? apa maksud dari Rangga , denny lalu menarik kerah baju Rangga dan mendorongnya ke arah bangku .
saga yang melihat jendralnya tak sanggup mengontrol emosi langsung bergegas berusaha memisahkan , tapi sayang pukulan Denny sudah terlanjur melayang ke wajah tampan Rangga dan menyisahkan darah yang keluar dari hidung dan mulut Rangga .
" UCAPKAN SEKALI LAGI " denny meninggikan suaranya sehingga pengunjung di sekitar caffe melihat ke arah mereka berdua , sekarang denny dan Rangga beserta saga yang berusaha memisahkan mereka telah terlanjur menjadi tontonan .
senyum sinis 😏 yang di tunjukkan oleh Rangga membuat denny tambah mengencangkan tangannya yang sudah berpindah ke bagian leher Rangga , hingga nafas Rangga sedikit tersedat saat itu .
" BERHENTI " teriak seorang perempuan hamil yang sedang bersusah payah berjalan membawa bulatan di perutnya ,
" nathasya ? " Rangga melotot penuh kejutan melihat istrinya menuju ke arahnya
" kau !! singkirkan tanganmu itu jendral , kau mau menurunkan pangkatmu hanya karena membunuh rakyat seperti kami ? hah ? " nathasya Sangat kesal melihat Rangga di perlakukan seperti ini .
" ah !! hah " denny berteriak kesal .
" jendral sudah , banyak ponsel merekam disini " saga sedikit memperingati ,
" beritahu padaku kejadian 6 tahun lalu , maka tanah perusahaanmu akan aku lindungi "
" aku sudah tidak ingin menceritakannya padamu , ayok nathasya kita pulang " Rangga menarik tangan nathasya dan membawa nya pulang .
denny terdiam menatap kepergian Rangga juga nathasya , dirinya kesal tak dapat mengerti apa yang di maksud oleh Rangga saat itu .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Rangga Tan
nathasya Andara
__ADS_1