THE SECRET WIFE

THE SECRET WIFE
KEADAAN


__ADS_3

dengan perlahan saga menaruh handuk kecil yang sudah di beri air dingin , untuk menghilangkan panas badan denny . entah benar atau tidak tindakkannya , sementara hanya ini yang bisa saga perbuat untuk denny . saga melirik jam di tangannya , sudah waktunya saga menjemput nilam di perbatasan .


saga meminta ijin kepada bu martini juga pak cahya untuk menjemput nilam , saat hendak ingin pergi terdengar suara pecahan piring dari arah kamar denny . saga langsung berlari menuju ke arah kamar denny di ikuti oleh bu martini juga pak cahya .


keadaan kamar sudah berantakan dengan pecahan mangkuk yang saga gunakan untuk wadah air kompresan denny , melihat keadaan ini bu martini dan suaminya berasa sangat terpukul . seorang jendral negara , panutan masyarakat menjadi hancur karena ulah nya sendiri .


" ayo bu , bantu di bersihkan " ajak pak cahya kepada istrinya ,


" iya pak , ayo "


pasangan suami istri itu pun mengambil peralatan bersih sapu dan juga pengki untuk membuang pecahan tersebut , sementara saga membantu denny yang terduduk di samping kasurnya .


" kenapa jendral ? " tanya saga ,


" aku bodoh , bodoh " denny memukul kepalanya dengan tangannya , saga berusaha menahan tangannya tapi tenaga jendral nya lebih besar daripada dirinya ,


" sabar jendral "


" waktu gilbran aku tak menemaninya , sekarang anak kami yang kedua aku juga tak kunjung menemaninya , apa yang dirinya mau , apa yang di inginkan . suami yang buruk !! " ucap denny


saga membantu denny kembali pada kasur , dan merebahkan diri denny . telpon saga berbunyi , mungkin yoga menelponnya karena mereka hampir tiba di perbatasan , saga bingung kalau meninggalkan denny mungkin akan lebih parah daripada ini .


" bukannya mau menjemput nak saga ? " tanya pak cahya yang baru saja selesai membersihkan pecahan kaca ,


" ingin pak , tapi jendral ? "


" biar saya saja , nanti juga di bantu maria juga istri saya "


" apa tidak apa - apa pak ? "


" pergilah , semakin cepat di jemput semakin baik kondisi jendral "


" baik pak , saya berangkat dulu "


agak ragu tapi saga berusaha untuk percaya pada pak cahya , dengan berat hati saga melangkahkan kakinya untuk pergi ke perbatasan menjemput nilam . semoga masalah ini menjadi pelajaran untuk denny sendiri , saga berharap untuk denny lebih tegas lagi jika nathalie kembali padanya .


selama di perjalanan menuju perbatasan saga merasa bahagia , dirinya merasa sepertinya tuhan telah berpihak padanya saat ini , kesabarannya untuk mencari nilam telah membuahkan hasil .


pak cahya keluar dari kamar denny menuju dapur , berpapasan dengan maria yang sedang menyiapkan makanan di meja makan .


" sersan sudah berangkat pak ? "


" sudah nak maria , istri saya dimana ya ? "


" di kamar mandi pak "


" oh yasudah , apalagi yang belum ? "


" sudah pak , hahaha bapak istirahat saja "


**


saga tiba di perbatasan dan langsung bertemu dengan yoga juga jendral radit , mengangkat tangan melakukan hormat kepada jendral radit . rona kebahagiaan terpancar di wajah saga tak kala melihat nilam keluar dari mobil radit .

__ADS_1


" selamat siang nyonya "  nilam hanya tersenyum pada saga dan mengelus lengan saga .


" pah nilam pamit ya , titip gilbran "


" iya , hati - hati "


" abang gil mana nyonya ? "


" tidur di mobil , biarkan dia bertemu kakek juga neneknya terlebih dahulu "


" baik nyonya , saya pergi dulu jendral " hormat saga lalu pergi bersama nilam dengan mobil berbeda ,


selama di perjalanan nilam hanya memandang ke arah luar jendela mobil , entah apa yang di lamunkannya semoga nilam tak merubah pikirannya saat di tengah jalan nanti .


" bagaimana keadaan nyonya ? " saga membuka suara terlebih dahulu ,


" baik saga , bagaimana denganmu ? " nilam tersenyum dan menghadap ke kursi yang berada di depannya ,


" baik nyonya , hmm nyonya maaf untuk masalah waktu itu "


" sudahlah , bukan dirimu yang salah kau hanya menuruti perintah denny saja "


" tapi nyonya , seharusnya saya tak menyembunyikannya dari anda !! "


" tidak apa saga , mungkin kau hanya menjalankan perintah " nilam kembali menghela nafas panjang ,


saga lalu kembali berkonsentrasi pada kemudi nya , dirinya hanya terdiam setelah sempat memberanikan diri untuk meminta maaf pada nilam . memang benar kata nilam dirinya hanya menjalankan perintah , tidak ada maksud untuk mengikuti kemauan denny .


setelah melalui perjalanan cukup jauh akhirnya saga memarkirkan kembali mobilnya di rumah dinas , dengan wajah gugup nilam turun dari mobil . rasanya seperti sudah lama diirnya tidak datang kemari , tempat ini penuh kenangan untuknya .


" sudah ndok , lihat suamimu " ucap bu martini yang mengusap kepala nilam ,


" iya bu "


nilam melangkah perlahan ke arah pintu kamar denny , dengan ragu perlahan gagang pintu kamar di buka oleh nilam . terkejut melihat keadaan suaminya yang sedang terbaring lemah tak berdaya , dengan tubuh yang gemetar nilam mendekatkan dirinya pada denny .


terdapat banyak luka lebam pada tubuh denny , dan kening yang terluka seperti baru tadi pagi terjadi . mata nilam berpindah pada saga ingin sekali meminta penjelasan , sedangkan saga hanya menunduk sedih menatap pertemuan ini .


" mas !! " nilam memanggil denny tapi tak ada jawaban dari nilam , lalu pandangan nilam berpaling ke arah saga .


" mungkin masih pengaruh alkohol nyonya !! " jawab saga ,


" alkohol ? sejak kapan jendralmu ini mengerti minum ? "


" semenjak nyonya pergi , satu bulan kemudian jendral mabuk sampai tak terkendali " jelas saga ,


pandangan nilam berubah menjadi sendu kepada denny , dirinya merasa bersalah akan tindakkannya kepada denny . nilam menyuruh saga untuk mengambil kotak obat luka , dengan lembut nilam mengusap kedua pipi suaminya yang sudah terlihat sangat kurus .


" maafkan aku " lirih denny mengigau ,


" mas , mas bangun " denny tetap tak membuka matanya ,


saga langsung memberikan obat luka yang diminta oleh nilam , dengan hati - hati nilam mengolsekan beberapa obat kepada tubuh denny yang terluka . airmatanya jatuh saat melihat suaminya ternyata begitu terluka semejak kepergiannya , apa yang terjadi pada suaminya seperti ini nilam pun sangat menyesali keadaannya .

__ADS_1


" saga " panggil nilam


" i.. iya nyonya "


" bagaimana ini bisa ada di tubuh jendralmu ? "


" semenjak nyonya meninggalkan jendral , jendral lebih memilih tinggal di markas dan menghabiskan waktu dengan melamun , pada saat pencarian satu bulan nyonya tak di temukan jendral putus asa dan memilih untuk tidak keluar dari sini "


" baik tinggalkan aku dan suamiku , terima kasih banyak saga !! "


" siap nyonya "


" hmm saga sebentar , tolong antarkan pak cahya , ibu martini , dan juga maria untuk pulang "


" tapi nyonya ? " saga terkejut mendengar ucapan nilam ,


" biar aku disini bersama suamiku , dan tinggalkan kami berdua jangan kasih siapapun untuk masuk "


" siap nyonya "


saga meninggalkan nilam juga denny di kamar , nilam memandang suaminya dengan sisa airmata yang berada di matanya . merbahkan kepala di dada suaminya , terasa sangat menyakitkan untuknya melihat keadaan suaminya ternyata perbuatannya membuat denny seperti orang yang kehilangan akal .


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


 jangan lupa tinggalkan jejak sayang

__ADS_1


 


 


__ADS_2