
dengan perlahan saga menaruh handuk kecil yang sudah di beri air dingin , untuk menghilangkan panas badan denny . entah benar atau tidak tindakkannya , sementara hanya ini yang bisa saga perbuat untuk denny . saga melirik jam di tangannya , sudah waktunya saga menjemput nilam di perbatasan .
saga meminta ijin kepada bu martini juga pak cahya untuk menjemput nilam , saat hendak ingin pergi terdengar suara pecahan piring dari arah kamar denny . saga langsung berlari menuju ke arah kamar denny di ikuti oleh bu martini juga pak cahya .
keadaan kamar sudah berantakan dengan pecahan mangkuk yang saga gunakan untuk wadah air kompresan denny , melihat keadaan ini bu martini dan suaminya berasa sangat terpukul . seorang jendral negara , panutan masyarakat menjadi hancur karena ulah nya sendiri .
" ayo bu , bantu di bersihkan " ajak pak cahya kepada istrinya ,
" iya pak , ayo "
pasangan suami istri itu pun mengambil peralatan bersih sapu dan juga pengki untuk membuang pecahan tersebut , sementara saga membantu denny yang terduduk di samping kasurnya .
" kenapa jendral ? " tanya saga ,
" aku bodoh , bodoh " denny memukul kepalanya dengan tangannya , saga berusaha menahan tangannya tapi tenaga jendral nya lebih besar daripada dirinya ,
" sabar jendral "
" waktu gilbran aku tak menemaninya , sekarang anak kami yang kedua aku juga tak kunjung menemaninya , apa yang dirinya mau , apa yang di inginkan . suami yang buruk !! " ucap denny
saga membantu denny kembali pada kasur , dan merebahkan diri denny . telpon saga berbunyi , mungkin yoga menelponnya karena mereka hampir tiba di perbatasan , saga bingung kalau meninggalkan denny mungkin akan lebih parah daripada ini .
" bukannya mau menjemput nak saga ? " tanya pak cahya yang baru saja selesai membersihkan pecahan kaca ,
" ingin pak , tapi jendral ? "
" biar saya saja , nanti juga di bantu maria juga istri saya "
" apa tidak apa - apa pak ? "
" pergilah , semakin cepat di jemput semakin baik kondisi jendral "
" baik pak , saya berangkat dulu "
agak ragu tapi saga berusaha untuk percaya pada pak cahya , dengan berat hati saga melangkahkan kakinya untuk pergi ke perbatasan menjemput nilam . semoga masalah ini menjadi pelajaran untuk denny sendiri , saga berharap untuk denny lebih tegas lagi jika nathalie kembali padanya .
selama di perjalanan menuju perbatasan saga merasa bahagia , dirinya merasa sepertinya tuhan telah berpihak padanya saat ini , kesabarannya untuk mencari nilam telah membuahkan hasil .
pak cahya keluar dari kamar denny menuju dapur , berpapasan dengan maria yang sedang menyiapkan makanan di meja makan .
" sersan sudah berangkat pak ? "
" sudah nak maria , istri saya dimana ya ? "
" di kamar mandi pak "
" oh yasudah , apalagi yang belum ? "
" sudah pak , hahaha bapak istirahat saja "
**
saga tiba di perbatasan dan langsung bertemu dengan yoga juga jendral radit , mengangkat tangan melakukan hormat kepada jendral radit . rona kebahagiaan terpancar di wajah saga tak kala melihat nilam keluar dari mobil radit .
__ADS_1
" selamat siang nyonya " nilam hanya tersenyum pada saga dan mengelus lengan saga .
" pah nilam pamit ya , titip gilbran "
" iya , hati - hati "
" abang gil mana nyonya ? "
" tidur di mobil , biarkan dia bertemu kakek juga neneknya terlebih dahulu "
" baik nyonya , saya pergi dulu jendral " hormat saga lalu pergi bersama nilam dengan mobil berbeda ,
selama di perjalanan nilam hanya memandang ke arah luar jendela mobil , entah apa yang di lamunkannya semoga nilam tak merubah pikirannya saat di tengah jalan nanti .
" bagaimana keadaan nyonya ? " saga membuka suara terlebih dahulu ,
" baik saga , bagaimana denganmu ? " nilam tersenyum dan menghadap ke kursi yang berada di depannya ,
" baik nyonya , hmm nyonya maaf untuk masalah waktu itu "
" sudahlah , bukan dirimu yang salah kau hanya menuruti perintah denny saja "
" tapi nyonya , seharusnya saya tak menyembunyikannya dari anda !! "
" tidak apa saga , mungkin kau hanya menjalankan perintah " nilam kembali menghela nafas panjang ,
saga lalu kembali berkonsentrasi pada kemudi nya , dirinya hanya terdiam setelah sempat memberanikan diri untuk meminta maaf pada nilam . memang benar kata nilam dirinya hanya menjalankan perintah , tidak ada maksud untuk mengikuti kemauan denny .
setelah melalui perjalanan cukup jauh akhirnya saga memarkirkan kembali mobilnya di rumah dinas , dengan wajah gugup nilam turun dari mobil . rasanya seperti sudah lama diirnya tidak datang kemari , tempat ini penuh kenangan untuknya .
" sudah ndok , lihat suamimu " ucap bu martini yang mengusap kepala nilam ,
" iya bu "
nilam melangkah perlahan ke arah pintu kamar denny , dengan ragu perlahan gagang pintu kamar di buka oleh nilam . terkejut melihat keadaan suaminya yang sedang terbaring lemah tak berdaya , dengan tubuh yang gemetar nilam mendekatkan dirinya pada denny .
terdapat banyak luka lebam pada tubuh denny , dan kening yang terluka seperti baru tadi pagi terjadi . mata nilam berpindah pada saga ingin sekali meminta penjelasan , sedangkan saga hanya menunduk sedih menatap pertemuan ini .
" mas !! " nilam memanggil denny tapi tak ada jawaban dari nilam , lalu pandangan nilam berpaling ke arah saga .
" mungkin masih pengaruh alkohol nyonya !! " jawab saga ,
" alkohol ? sejak kapan jendralmu ini mengerti minum ? "
" semenjak nyonya pergi , satu bulan kemudian jendral mabuk sampai tak terkendali " jelas saga ,
pandangan nilam berubah menjadi sendu kepada denny , dirinya merasa bersalah akan tindakkannya kepada denny . nilam menyuruh saga untuk mengambil kotak obat luka , dengan lembut nilam mengusap kedua pipi suaminya yang sudah terlihat sangat kurus .
" maafkan aku " lirih denny mengigau ,
" mas , mas bangun " denny tetap tak membuka matanya ,
saga langsung memberikan obat luka yang diminta oleh nilam , dengan hati - hati nilam mengolsekan beberapa obat kepada tubuh denny yang terluka . airmatanya jatuh saat melihat suaminya ternyata begitu terluka semejak kepergiannya , apa yang terjadi pada suaminya seperti ini nilam pun sangat menyesali keadaannya .
__ADS_1
" saga " panggil nilam
" i.. iya nyonya "
" bagaimana ini bisa ada di tubuh jendralmu ? "
" semenjak nyonya meninggalkan jendral , jendral lebih memilih tinggal di markas dan menghabiskan waktu dengan melamun , pada saat pencarian satu bulan nyonya tak di temukan jendral putus asa dan memilih untuk tidak keluar dari sini "
" baik tinggalkan aku dan suamiku , terima kasih banyak saga !! "
" siap nyonya "
" hmm saga sebentar , tolong antarkan pak cahya , ibu martini , dan juga maria untuk pulang "
" tapi nyonya ? " saga terkejut mendengar ucapan nilam ,
" biar aku disini bersama suamiku , dan tinggalkan kami berdua jangan kasih siapapun untuk masuk "
" siap nyonya "
saga meninggalkan nilam juga denny di kamar , nilam memandang suaminya dengan sisa airmata yang berada di matanya . merbahkan kepala di dada suaminya , terasa sangat menyakitkan untuknya melihat keadaan suaminya ternyata perbuatannya membuat denny seperti orang yang kehilangan akal .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
jangan lupa tinggalkan jejak sayang
__ADS_1