
" terima kasih nona siapa namanya nak ? "
" nathasya pah " senyum Nilam ,
" oh iya nathasya , yang sudah membesarkan anak saya , menampung istri saya walau hanya di jadikan pembantu lalu menyekolahkan anak saya walau akhirnya anak saya di kucilkan juga " ucap Radit sehingga membuat rona merah malu pada wajah nathasya ,
" dan satu lagi tolong ketika anda berbicara pada seseorang jaga tata Krama bicara anda , karena etika berbicara akan mencerminkan diri kita sendiri " Radit pergi mengenggam tangan gilbram ,
" ingat nathasya , Nilam yang kau kenal dulu berbeda dengan Nilam yang sekarang kau temui . mungkin dulu aku begitu bodoh mempercayai semua janji manis keluargamu , tapi ternyata kalian penuh kepalsuan " Nilam mengikuti langkah Radit yang berada di depannya .
"jangan sombong Nilam , ketika kau mengusik kehidupan ratu drama maka kau harus siap memasuki drama tersebut " nathasya memandang sinis ke arah Nilam dan juga Radit .
Nilam benar - benar pusing ketika harus berhadapan dengan nathasya , bahkan jika benar - benar harus bertemu sepasang dengan Rangga mungkin depresi Nilam akan muncul kembali .
selama perjalanan kembali ke markas , Nilam melamun memandang ke arah langit yang cerah perlahan berubah menjadi mendung seperti hatinya .
" kenapa ? denny lagi ? "
" pah " Nilam berusaha mencegah Radit berbicara ,
" kenapa ? ini sudah 3 bulan kau selalu membahas Denny , sampaikan pada suamimu tidak perlu datang kemari lagi " ketus Radit ,
" pah , bukannya papah dan mas Denny adalah sahabat dekat ? kenapa jadi seperti ini ? "
" dulu , sebelum papah tahu kalau kau sering di sakiti olehnya "
" pah , mas Denny tak begitu ini hanya kesalahpahaman saja pah "
" Nilam tolong , aku ini papahmu " Nilam terdiam dan tak melanjutkan kembali kata - katanya .
**
" jendral ini sudah 3 bulan kita tidak dapat bertemu dengan nyonya "
" aku pusing , selama bertahun - tahun berteman dengan Radit baru kali ini rasanya aku ingin membunuhnya " ucap denny yang mulai putus asa menjemput istrinya ,
" saya ada ide "
" jangan macam - macam saga , terakhir ide yang kau berikan bersama yoga membuat aku hampir kehilangan muka " sahut denny ,
" tapi hampir berhasilkan ? kalau saja jendral mau di ajak berkenalan dengan jendral Radit "
" ahh kalau di ingat itu sangat menjijikan , dasar dosa apa aku hingga mempunyai mertua mesum seperti itu " saga tertawa lepas di ikuti senyum Denny yang mengingat kejadian lalu .
sebulan yang lalu denny mencoba menjemput Nilam , ini sudah percobaan kesekian kalinya tapi berkat ide saga dan yoga . denny hampir saja bisa menjemput Nilam kembali ke pelukannya
tapi karena ide konyol saga dan yoga yang mengharuskan Denny merubah penampilannya menjadi wanita agar dapat bertemu Nilam , tapi bukan Nilam yang di dapat alhasil raditlah yang tergila - gila dengan Denny .
Nilam selalu mengabari Denny dan menceritakan kalau Radit selalu mendesaknya untuk memberikan nomor ponsel Dania , jika di ingat sangat - sangat memalukan bagi Denny .
" jendral " panggil saga ,
" iya , apa lagi yang mau kau tumbalkan dariku ? "
" bukan , begini nyonya Nilam kan sedang hamil !! kenapa tidak membawa kehamilannya ? "
" maksudnya ? "
" kenapa nyonya Nilam tidak berpura - pura menginginkan jendral untuk berada di sampingnya , seperti mengidam " Denny menepuk keningnya dengan sangat keras ,
saga terkejut melihat raut wajah denny yang sangat takjub mendengar ucapannya , Denny merasa kagum dengan solusi saga yang ini .
" kau pintar , hebat !!! "
__ADS_1
" hehe begitulah "
" jadi bagaimana ? jelaskan padaku " bulatan mata saga membulat tak kala mendengar ucapan denny ,
ya astaga , ini jendral gua bukan sih ? ngapa jadi once (oon)begini
" nanti saya yang mengurusnya bersama yoga , jendral cukup mengikuti alur saja "
" baik , ah saga rasanya lebih baik berperang daripada harus seperti ini "
" semangat jendral , demi istri " saga mengoda Denny dengan tawa nya yang puas ,
obrolan mereka berakhir dengan tawa saga yang menghiasi ruangan Denny , Denny hanya mengangguk - angguk seperti orang pada pahamnya .
**
"sstt , yoga " bisik Nilam yang baru saja keluar dari mobil ,
" nona sudah kembali ? dimana jendral dan tuan muda ? "
" ada , sudah masuk terlebih dahulu !! bagaimana ? apa ada berita lagi dari saga ? "
" belum non , mungkin nanti "
suara ponsel yoga berbunyi , ternyata yang sedang di bicarakan muncul dari balik layar . yoga langsung mengangkat telpon dari saga , dan mendekatkan nya ke arah kuping Nilam .
setelah beberapa menit saga menjelaskan , Nilam dan yoga mengadu telapak tangan mereka sehingga timbul bunyi .
" sedang apa kalian ? " tanya Radit ,
" sedang mogok makan !! " ucap Nilam dan berlalu pergi .
" kenapa dia ? "
" oh , tingkatkan keamanan agar Denny tidak bisa menginjak kakinya kemari "
" siap laksanakan jendral !!! "
yoga membuang nafas dengan cepat agar Radit tidak mengetahui rencananya bersama Nilam , yoga tertawa sendiri dengan sikapnya yang plin plan !! sejak kapan menjadi musuh dalam selimut jendral nya .
" Nilam " panggil Radit mengejar anak gadisnya
" Nilam cape pah , ini sudah sakit kakinya mau tidur "
" minum susu dulu nak , biar kehamilanmu baik "
" anakku yang di sini , ingin minum susu bersama Daddy nya " Nilam menunjuk ke arah perutnya ,
" jangan membawa - bawa bayimu , cepat minum susu nya " ucap Radit ,
" pah !! papah gak pernah menemani mamah merasakan kehamilan kan ? papah enggak tahu yang namanya ketika ibu hamil ngidam untuk selalu di manja suami nya "
" ngidam ? apa itu ngidam ? "
" astaga ngidam saja papah enggak tahu , cari di Mbah Googling Nilam cape " Nilam meninggalkan Radit dengan kebingungan .
Nilam merasa bersalah pada ayahnya tersebut , telah mengucapkan kata - kata yang mungkin akan menyakiti hati Radit . mau gimana kalau tidak seperti ini , Radit akan terus - menerus memisahkan Nilam dan denny .
semoga misi ngidam ini berhasil tanpa Radit curiga sedikitpun , Nilam masih dengan rasa penasarannya mengintip Radit dari balik pintu .
Radit yang sibuk mengotak - Atik ponsel nya , duduk , berdiri , duduk lagi , kemudian berdiri lagi .
" ya astaga , pah , papah masih muda " bisik Nilam melihat ayahnya .
__ADS_1
" mami ?? " teriak gilbran dari arah kamar mandi kamar ,
" astaga terkejut mami "
" mami , Abang gil mau ngomong "
" kemari , Abang gil mau ngomong apa sayang ? " tanya Nilam menaruh gilbran ke atas kasur .
" mami , mami tidak rindu pada Daddy ? " Nilam terkejut mendengar ucapan anak pertamanya ,
" Abang gil rindu Daddy ? "
" iya , tapi Abang gil juga gak mau ingkar janji sama Daddy untuk selalu jaga mami dan adek "
" sudah , Abang gil sudah menjadi kakak yang baik buat adek dan mami "
" kapan kita pulang mi ? "
" Abang gil kan baru mulai sekolah 3 bulan !! bentar lagi wisuda TK ya ? wah masuk SD "
" mami , Abang gil tanya kita kapan pulang ? " Nilam terdiam ,,
" setelah Daddy datang "
" kapan mi ? kapan ? grandpa aja ngelarang Daddy datang kesini "
Nilam meneteskan airmatanya , melihat anaknya yang sangat merindukan ayahnya .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.jangan lupa vote lika and coment