THE SECRET WIFE

THE SECRET WIFE
NGIDAM 2


__ADS_3

" terima kasih nona siapa namanya nak ? "


" nathasya pah " senyum Nilam ,


" oh iya nathasya , yang sudah membesarkan anak saya , menampung istri saya walau hanya di jadikan pembantu lalu menyekolahkan anak saya walau akhirnya anak saya di kucilkan juga " ucap Radit sehingga membuat rona merah malu pada wajah nathasya ,


" dan satu lagi tolong ketika anda berbicara pada seseorang jaga tata Krama bicara anda , karena etika berbicara akan mencerminkan diri kita sendiri " Radit pergi mengenggam tangan gilbram ,


" ingat nathasya , Nilam yang kau kenal dulu berbeda dengan Nilam yang sekarang kau temui . mungkin dulu aku begitu bodoh mempercayai semua janji manis keluargamu , tapi ternyata kalian penuh kepalsuan " Nilam mengikuti langkah Radit yang berada di depannya .


"jangan sombong Nilam , ketika kau mengusik kehidupan ratu drama maka kau harus siap memasuki drama tersebut " nathasya memandang sinis ke arah Nilam dan juga Radit .


Nilam benar - benar pusing ketika harus berhadapan dengan nathasya , bahkan jika benar - benar harus bertemu sepasang dengan Rangga mungkin depresi Nilam akan muncul kembali .


selama perjalanan kembali ke markas , Nilam melamun memandang ke arah langit yang cerah perlahan berubah menjadi mendung seperti hatinya .


" kenapa ? denny lagi ? "


" pah " Nilam berusaha mencegah Radit berbicara ,


" kenapa ? ini sudah 3 bulan kau selalu membahas Denny , sampaikan pada suamimu tidak perlu datang kemari lagi " ketus Radit ,


" pah , bukannya papah dan mas Denny adalah sahabat dekat ? kenapa jadi seperti ini ? "


" dulu , sebelum papah tahu kalau kau sering di sakiti olehnya "


" pah , mas Denny tak begitu ini hanya kesalahpahaman saja pah "


" Nilam tolong , aku ini papahmu " Nilam terdiam dan tak melanjutkan kembali kata - katanya .


**


" jendral ini sudah 3 bulan kita tidak dapat bertemu dengan nyonya "


" aku pusing , selama bertahun - tahun berteman dengan Radit baru kali ini rasanya aku ingin membunuhnya " ucap denny yang mulai putus asa menjemput istrinya ,


" saya ada ide "


" jangan macam - macam saga , terakhir ide yang kau berikan bersama yoga membuat aku hampir kehilangan muka " sahut denny ,


" tapi hampir berhasilkan ? kalau saja jendral mau di ajak berkenalan dengan jendral Radit "


" ahh kalau di ingat itu sangat menjijikan , dasar dosa apa aku hingga mempunyai mertua mesum seperti itu " saga tertawa lepas di ikuti senyum Denny yang mengingat kejadian lalu .


sebulan yang lalu denny mencoba menjemput Nilam , ini sudah percobaan kesekian kalinya tapi berkat ide saga dan yoga . denny hampir saja bisa menjemput Nilam kembali ke pelukannya


tapi karena ide konyol saga dan yoga yang mengharuskan Denny merubah penampilannya menjadi wanita agar dapat bertemu Nilam , tapi bukan Nilam yang di dapat alhasil raditlah yang tergila - gila dengan Denny .


Nilam selalu mengabari Denny dan menceritakan kalau Radit selalu mendesaknya untuk memberikan nomor ponsel Dania , jika di ingat sangat - sangat memalukan bagi Denny .


" jendral " panggil saga ,


" iya , apa lagi yang mau kau tumbalkan dariku ? "


" bukan , begini nyonya Nilam kan sedang hamil !! kenapa tidak membawa kehamilannya ? "


" maksudnya ? "


" kenapa nyonya Nilam tidak berpura - pura menginginkan jendral untuk berada di sampingnya , seperti mengidam " Denny menepuk keningnya dengan sangat keras ,


saga terkejut melihat raut wajah denny yang sangat takjub mendengar ucapannya , Denny merasa kagum dengan solusi saga yang ini .


" kau pintar , hebat !!! "

__ADS_1


" hehe begitulah "


" jadi bagaimana ? jelaskan padaku " bulatan mata saga membulat tak kala mendengar ucapan denny ,


ya astaga , ini jendral gua bukan sih ? ngapa jadi once (oon)begini


" nanti saya yang mengurusnya bersama yoga , jendral cukup mengikuti alur saja "


" baik , ah saga rasanya lebih baik berperang daripada harus seperti ini "


" semangat jendral , demi istri " saga mengoda Denny dengan tawa nya yang puas ,


obrolan mereka berakhir dengan tawa saga yang menghiasi ruangan Denny , Denny hanya mengangguk - angguk seperti orang pada pahamnya .


**


"sstt , yoga " bisik Nilam yang baru saja keluar dari mobil ,


" nona sudah kembali ? dimana jendral dan tuan muda ? "


" ada , sudah masuk terlebih dahulu !! bagaimana ? apa ada berita lagi dari saga ? "


" belum non , mungkin nanti "


suara ponsel yoga berbunyi , ternyata yang sedang di bicarakan muncul dari balik layar . yoga langsung mengangkat telpon dari saga , dan mendekatkan nya ke arah kuping Nilam .


setelah beberapa menit saga menjelaskan , Nilam dan yoga mengadu telapak tangan mereka sehingga timbul bunyi .


" sedang apa kalian ? " tanya Radit ,


" sedang mogok makan !! " ucap Nilam dan berlalu pergi .


" kenapa dia ? "


" oh , tingkatkan keamanan agar Denny tidak bisa menginjak kakinya kemari "


" siap laksanakan jendral !!! "


yoga membuang nafas dengan cepat agar Radit tidak mengetahui rencananya bersama Nilam , yoga tertawa sendiri dengan sikapnya yang plin plan !! sejak kapan menjadi musuh dalam selimut jendral nya .


" Nilam " panggil Radit mengejar anak gadisnya


" Nilam cape pah , ini sudah sakit kakinya mau tidur "


" minum susu dulu nak , biar kehamilanmu baik "


" anakku yang di sini , ingin minum susu bersama Daddy nya " Nilam menunjuk ke arah perutnya ,


" jangan membawa - bawa bayimu , cepat minum susu nya " ucap Radit ,


" pah !! papah gak pernah menemani mamah merasakan kehamilan kan ? papah enggak tahu yang namanya ketika ibu hamil ngidam untuk selalu di manja suami nya "


" ngidam ? apa itu ngidam ? "


" astaga ngidam saja papah enggak tahu , cari di Mbah Googling Nilam cape " Nilam meninggalkan Radit dengan kebingungan .


Nilam merasa bersalah pada ayahnya tersebut , telah mengucapkan kata - kata yang mungkin akan menyakiti hati Radit . mau gimana kalau tidak seperti ini , Radit akan terus - menerus memisahkan Nilam dan denny .


semoga misi ngidam ini berhasil tanpa Radit curiga sedikitpun , Nilam masih dengan rasa penasarannya mengintip Radit dari balik pintu .


Radit yang sibuk mengotak - Atik ponsel nya , duduk , berdiri , duduk lagi , kemudian berdiri lagi .


" ya astaga , pah , papah masih muda " bisik Nilam melihat ayahnya .

__ADS_1


" mami ?? " teriak gilbran dari arah kamar mandi kamar ,


" astaga terkejut mami "


" mami , Abang gil mau ngomong "


" kemari , Abang gil mau ngomong apa sayang ? " tanya Nilam menaruh gilbran ke atas kasur .


" mami , mami tidak rindu pada Daddy ? " Nilam terkejut mendengar ucapan anak pertamanya ,


" Abang gil rindu Daddy ? "


" iya , tapi Abang gil juga gak mau ingkar janji sama Daddy untuk selalu jaga mami dan adek "


" sudah , Abang gil sudah menjadi kakak yang baik buat adek dan mami "


" kapan kita pulang mi ? "


" Abang gil kan baru mulai sekolah 3 bulan !! bentar lagi wisuda TK ya ? wah masuk SD "


" mami , Abang gil tanya kita kapan pulang ? " Nilam terdiam ,,


" setelah Daddy datang "


" kapan mi ? kapan ? grandpa aja ngelarang Daddy datang kesini "


Nilam meneteskan airmatanya , melihat anaknya yang sangat merindukan ayahnya .


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.jangan lupa vote lika and coment


__ADS_2