THE SECRET WIFE

THE SECRET WIFE
BERITA DUKA


__ADS_3

setelah pertengkaran dengan ayahnya di rumah sakit , Denny se akan enggan untuk bertemu dengan orang tuanya kembali . kalau bukan karena Nilam yang membujuknya , Denny mungkin akan merasa down .


" jangan menyerah mas , ayah hanya sedang banyak pikiran " ucap Nilam kepada suaminya .


" iya sayang terima kasih , apa papahmu akan pulang hari ini ? "


" iya mas , kasian pekerjaan papah menumpuk kalau terus berada di sisiku "


" tak masalah dia hanya menebus kesalahan "


" mas , papah hanya tidak tahu kalau mamahku mengandung "


denny langsung terdiam di kala Nilam sudah meluruskan masalah Radit .


" entah kenapa rasanya hari ini aku ingin sekali bersama ibu "


" iya mas sudah lama tidak ketemu ibu kan ? "


" entahlah tapi rasanya kali ini berbeda , aku ingin merasakan ibu memelukku " lirih Denny ,


Nilam mengelus tangan suaminya yang sedang fokus menyetir . saat tiba di rumah sakit Radit sedang duduk bersama gilbran di taman .


semenjak Radit berada di kota D gilbran lebih menyukai mengikuti kakek muda nya kemana - mana daripada harus bermanja dengan Nilam juga denny .


alasannya karena kakeknya lebih menyayanginya , padahal kenyataannya radit ingin menghabiskan waktu bersama cucu nya tersebut .


" kenapa di luar ? " tanya Denny ,


" pergilah ke dalam , ibumu butuh dirimu " ucap Radit


denny dengan wajah bingung langsung berjalan menuju kamar ibu nya , perlahan langkahnya berganti menjadi larian kecil .


" ada apa pah ? " tanya Nilam ,


" tadi malam ibu nya denny mengalami sesak hingga hilang nafas sesaat "


" ma .. maksud papah ? "


" dokter bilang ibu Denny hanya bisa bertahan beberapa jam lagi , jantung nya sudah mengalami kebocoran "


" tidak .. tidak mungkin " teriak Nilam ,


" nak sabar , kau sedang hamil "


" pah , kemarin masih baik pah ya kan ? kemarin masih normal pah !! ni .. Nilam belum minta maaf sama ibu "


" uussstt sayang , tenanglah "


" aku mau ke dalam pah , ayok pah "


" sebentar , yoga tolong jaga gilbran "


" siap jendral " ucap yoga yang baru saja berlari dari arah mobil .


Nilam berjalan menuju kamar ibu Denny , suasana di kamar sudah keadaan berkabung . Bu martini dan pak Cahya menangis berpelukan , sementara Maria menangis di pundak saga .


ayah denny terduduk meratapi kepergian istrinya , wanita yang menemaninya selama puluhan tahun kini sudah pergi meninggalkan dirinya .


" ada apa ini ? ada apa ? " Nilam mencari jawaban kepada semua orang tapi tidak ada yang menjawab ,


Nilam pun masuk kedalam ruangan ibu Denny , hanya ada Denny yang sedang menangis memeluk ibunya yang sudah tidak menggunakan alat sama sekali .

__ADS_1


" Bu .. ibu bangunlah bu , bangun bu denny minta maaf Bu "


" ibu , ibu mau belanja sama Nilam kan untuk anak kedua Denny ? ibuuu " Denny mengguncangkan jenazah ibunya .


" mas , ibu kenapa ? kenapa alat ibu di lepas ? " tanya Nilam yang berjalan perlahan ,


" sayang , jangan kesini di luar saja ya " Denny memohon kepada Nilam ,


" salahku , ini salahku mas !! Bu , ibu bangun Bu " tangis Nilam pecah di pelukan suaminya ,


" bangun Bu , Nilam minta maaf !! " lirihnya ,


" sayang sudah , pulang ya !! aku akan mengurus semua nya di sini "


" tidak .. tidak ibu mas ,"


" DENGARKAN AKU , jangan pernah menangis ingat ibu sudah di panggil kau tidak salah , dan tidak ada yang salah paham "


" ma .. maafkan aku Bu " Nilam merintih menangisi ibu mertuanya ,


" saga " panggil denny


" siap jendral "


" bawa Nilam kembali ke hotel tempat papahnya "


" siap jendral "


saga menuntun Nilam menuju jalan keluar , berpapasan dengan Radit dan meminta ijin untuk membawa Nilam kembali ke hotel .


Radit menghubungi yoga yang berada di luar bersama gilbran untuk menemani saga juga gilbran kembali ke hotel .


" siapkan pemakaman " ucap ayah denny kepada assistennya


" Maria , pulang lah bersama ibu martini dan pak Cahya !! lalu pergi ke rumah saya dan siapkan segalanya "


" siap tuan besar "


Maria pun mengajak Bu martini dan pak Cahya pergi ke rumah orang tua denny , untuk menyiapkan pemakaman terakhir ibu Denny .


" pergi hubungi adikmu , jangan beritahu dulu bilang saja ada sesuatu yang harus di bicarakan , Carikan penerbangan siang ini juga "


denny terkejut mendengar ucapan ayahnya yang begitu terdengar lembut , seperti orang lain baginya . baru kemarin rasanya Denny merasakan amarah yang luar biasa dari ayahnya .


denny segera menghubungi Rara dan cristhy yang sedang berada di luar negri untuk kuliah mereka , seperti perintah ayahnya mereka berdua tak di beritahu atas kepergian ibu nya .


" yang tabah ini cobaan , kau harus kuat sebagai anak pertama " ucap Radit


" terima kasih , te .. terima kasih banyak " tangis Denny merengkuk di pundak Radit ,


" tegarkan hatimu , aku akan menghubungi pusat untuk menyiapkan pemakaman militer untuk ibumu "


denny hanya terdiam mencurahkan airmata nya bersama mertuanya , teman sekaligus mertuanya memang selalu menjadi tempat mengadu untuk Denny .


ambulance rumah sakit sudah mengeluarkan bunyi sirine nya , ayah denny lebih memilih ikut naik bersama jenazah daripada mobil pribadinya .


sementara Radit mengendarai mobil denny , mengikuti ambulance dari arah belakang .


" ayah " panggil denny ,


" kau tahu , apa yang membuatku berubah dalam hitungan jam kepadamu ? " denny terdiam ,

__ADS_1


" dan kau tahu mengapa aku masih bisa setegar ini ? " ucap ayah denny kembali dan memandang ke arah istrinya .


" ayah , maaf "


" ibumu tadi malam sempat tersadar dari koma nya , kami membicarakan kelahiranmu , membicarakan ternyata apa yang kau cita - citakan sudah tercapai . membicarakan semua yang menjadi keinginanmu sejak kecil kini menjadi nyata "


denny mengeluarkan airmatanya dan menunduk mendengar ucapan ayahnya .


" tadi malam ibumu bilang , kau adalah harta paling berharga untuk kami "


" ayah "


" dia memaafkan dirimu , kau tidak salah dalam hal berumah tangga kesalahpahaman sering terjadi . hanya saja kau tidak boleh terlalu egois dalam segala hal , ingatlah jangan ulangi lagi kebodohanmu yang kemarin " ucap ayah denny ,


" ayah , sudah cukup "


suasana di dalam mobil ambulance menjadi deraian kesedihan , hari ini adalah hari terpukul bagi Denny . kenapa tidak ? dirinya belum sempat meminta maaf kepada ibunya .


inikah perasaan yang sedari pagi di rasakan nya ? perasaan yang ingin sekali berada di samping ibunya .


" denny , dengarkan ayah " Denny menatap ke arah ayahnya ,


" jangan pernah ceritakan kepada Rara mengapa ibu mu bisa masuk ke dalam rumah sakit , dan pergi dari kita semua "


" tapi yah , Rara berhak tahu "


" kau tidak ingin kan , adikmu mengataimu kakak yang bodoh ? "


" yah , jangan seperti itu "


" turuti saja Mauku , dan jangan membantah "


denny terdiam mendengar gertakan ayahnya , mau bagaimana Denny sudah pasrah dengan ucapan ayahnya . dirinya tak ingin membantah apa yang ayahnya inginkan .


kenangan bersama ibunya terlintas di pikiran Denny , ibunya sangat senang ketika bermanja bersama anaknya . bahkan dulu ibunya selalu menunggu nya di markas ketika sudah tidak pernah pulang kerumah .


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


. jangan lupa tinggalkan jejak ya ❤️❤️


__ADS_2