
setelah pertengkaran dengan ayahnya di rumah sakit , Denny se akan enggan untuk bertemu dengan orang tuanya kembali . kalau bukan karena Nilam yang membujuknya , Denny mungkin akan merasa down .
" jangan menyerah mas , ayah hanya sedang banyak pikiran " ucap Nilam kepada suaminya .
" iya sayang terima kasih , apa papahmu akan pulang hari ini ? "
" iya mas , kasian pekerjaan papah menumpuk kalau terus berada di sisiku "
" tak masalah dia hanya menebus kesalahan "
" mas , papah hanya tidak tahu kalau mamahku mengandung "
denny langsung terdiam di kala Nilam sudah meluruskan masalah Radit .
" entah kenapa rasanya hari ini aku ingin sekali bersama ibu "
" iya mas sudah lama tidak ketemu ibu kan ? "
" entahlah tapi rasanya kali ini berbeda , aku ingin merasakan ibu memelukku " lirih Denny ,
Nilam mengelus tangan suaminya yang sedang fokus menyetir . saat tiba di rumah sakit Radit sedang duduk bersama gilbran di taman .
semenjak Radit berada di kota D gilbran lebih menyukai mengikuti kakek muda nya kemana - mana daripada harus bermanja dengan Nilam juga denny .
alasannya karena kakeknya lebih menyayanginya , padahal kenyataannya radit ingin menghabiskan waktu bersama cucu nya tersebut .
" kenapa di luar ? " tanya Denny ,
" pergilah ke dalam , ibumu butuh dirimu " ucap Radit
denny dengan wajah bingung langsung berjalan menuju kamar ibu nya , perlahan langkahnya berganti menjadi larian kecil .
" ada apa pah ? " tanya Nilam ,
" tadi malam ibu nya denny mengalami sesak hingga hilang nafas sesaat "
" ma .. maksud papah ? "
" dokter bilang ibu Denny hanya bisa bertahan beberapa jam lagi , jantung nya sudah mengalami kebocoran "
" tidak .. tidak mungkin " teriak Nilam ,
" nak sabar , kau sedang hamil "
" pah , kemarin masih baik pah ya kan ? kemarin masih normal pah !! ni .. Nilam belum minta maaf sama ibu "
" uussstt sayang , tenanglah "
" aku mau ke dalam pah , ayok pah "
" sebentar , yoga tolong jaga gilbran "
" siap jendral " ucap yoga yang baru saja berlari dari arah mobil .
Nilam berjalan menuju kamar ibu Denny , suasana di kamar sudah keadaan berkabung . Bu martini dan pak Cahya menangis berpelukan , sementara Maria menangis di pundak saga .
ayah denny terduduk meratapi kepergian istrinya , wanita yang menemaninya selama puluhan tahun kini sudah pergi meninggalkan dirinya .
" ada apa ini ? ada apa ? " Nilam mencari jawaban kepada semua orang tapi tidak ada yang menjawab ,
Nilam pun masuk kedalam ruangan ibu Denny , hanya ada Denny yang sedang menangis memeluk ibunya yang sudah tidak menggunakan alat sama sekali .
__ADS_1
" Bu .. ibu bangunlah bu , bangun bu denny minta maaf Bu "
" ibu , ibu mau belanja sama Nilam kan untuk anak kedua Denny ? ibuuu " Denny mengguncangkan jenazah ibunya .
" mas , ibu kenapa ? kenapa alat ibu di lepas ? " tanya Nilam yang berjalan perlahan ,
" sayang , jangan kesini di luar saja ya " Denny memohon kepada Nilam ,
" salahku , ini salahku mas !! Bu , ibu bangun Bu " tangis Nilam pecah di pelukan suaminya ,
" bangun Bu , Nilam minta maaf !! " lirihnya ,
" sayang sudah , pulang ya !! aku akan mengurus semua nya di sini "
" tidak .. tidak ibu mas ,"
" DENGARKAN AKU , jangan pernah menangis ingat ibu sudah di panggil kau tidak salah , dan tidak ada yang salah paham "
" ma .. maafkan aku Bu " Nilam merintih menangisi ibu mertuanya ,
" saga " panggil denny
" siap jendral "
" bawa Nilam kembali ke hotel tempat papahnya "
" siap jendral "
saga menuntun Nilam menuju jalan keluar , berpapasan dengan Radit dan meminta ijin untuk membawa Nilam kembali ke hotel .
Radit menghubungi yoga yang berada di luar bersama gilbran untuk menemani saga juga gilbran kembali ke hotel .
" siapkan pemakaman " ucap ayah denny kepada assistennya
" Maria , pulang lah bersama ibu martini dan pak Cahya !! lalu pergi ke rumah saya dan siapkan segalanya "
" siap tuan besar "
Maria pun mengajak Bu martini dan pak Cahya pergi ke rumah orang tua denny , untuk menyiapkan pemakaman terakhir ibu Denny .
" pergi hubungi adikmu , jangan beritahu dulu bilang saja ada sesuatu yang harus di bicarakan , Carikan penerbangan siang ini juga "
denny terkejut mendengar ucapan ayahnya yang begitu terdengar lembut , seperti orang lain baginya . baru kemarin rasanya Denny merasakan amarah yang luar biasa dari ayahnya .
denny segera menghubungi Rara dan cristhy yang sedang berada di luar negri untuk kuliah mereka , seperti perintah ayahnya mereka berdua tak di beritahu atas kepergian ibu nya .
" yang tabah ini cobaan , kau harus kuat sebagai anak pertama " ucap Radit
" terima kasih , te .. terima kasih banyak " tangis Denny merengkuk di pundak Radit ,
" tegarkan hatimu , aku akan menghubungi pusat untuk menyiapkan pemakaman militer untuk ibumu "
denny hanya terdiam mencurahkan airmata nya bersama mertuanya , teman sekaligus mertuanya memang selalu menjadi tempat mengadu untuk Denny .
ambulance rumah sakit sudah mengeluarkan bunyi sirine nya , ayah denny lebih memilih ikut naik bersama jenazah daripada mobil pribadinya .
sementara Radit mengendarai mobil denny , mengikuti ambulance dari arah belakang .
" ayah " panggil denny ,
" kau tahu , apa yang membuatku berubah dalam hitungan jam kepadamu ? " denny terdiam ,
__ADS_1
" dan kau tahu mengapa aku masih bisa setegar ini ? " ucap ayah denny kembali dan memandang ke arah istrinya .
" ayah , maaf "
" ibumu tadi malam sempat tersadar dari koma nya , kami membicarakan kelahiranmu , membicarakan ternyata apa yang kau cita - citakan sudah tercapai . membicarakan semua yang menjadi keinginanmu sejak kecil kini menjadi nyata "
denny mengeluarkan airmatanya dan menunduk mendengar ucapan ayahnya .
" tadi malam ibumu bilang , kau adalah harta paling berharga untuk kami "
" ayah "
" dia memaafkan dirimu , kau tidak salah dalam hal berumah tangga kesalahpahaman sering terjadi . hanya saja kau tidak boleh terlalu egois dalam segala hal , ingatlah jangan ulangi lagi kebodohanmu yang kemarin " ucap ayah denny ,
" ayah , sudah cukup "
suasana di dalam mobil ambulance menjadi deraian kesedihan , hari ini adalah hari terpukul bagi Denny . kenapa tidak ? dirinya belum sempat meminta maaf kepada ibunya .
inikah perasaan yang sedari pagi di rasakan nya ? perasaan yang ingin sekali berada di samping ibunya .
" denny , dengarkan ayah " Denny menatap ke arah ayahnya ,
" jangan pernah ceritakan kepada Rara mengapa ibu mu bisa masuk ke dalam rumah sakit , dan pergi dari kita semua "
" tapi yah , Rara berhak tahu "
" kau tidak ingin kan , adikmu mengataimu kakak yang bodoh ? "
" yah , jangan seperti itu "
" turuti saja Mauku , dan jangan membantah "
denny terdiam mendengar gertakan ayahnya , mau bagaimana Denny sudah pasrah dengan ucapan ayahnya . dirinya tak ingin membantah apa yang ayahnya inginkan .
kenangan bersama ibunya terlintas di pikiran Denny , ibunya sangat senang ketika bermanja bersama anaknya . bahkan dulu ibunya selalu menunggu nya di markas ketika sudah tidak pernah pulang kerumah .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
. jangan lupa tinggalkan jejak ya ❤️❤️