
semua yang terduduk menatap ke arah suara benda jatuh tersebut , saga membulatkan matanya dengan sangat besar sampai dirinya benar - benar merasakan bahwa ini bukan ilusi .
" nyo...nyonya "
" kenapa saga ? " ucap Radit santai ,
" mengapa bisa ? "
" kalian membuat dirinya menangis , lalu melupakan dirinya ? "
" tidak , tidak seperti itu jendral . nyonya apa anda baik - baik saja ? mana gilbran ? "
" paman saga , Abang gil disini "
" ah tuan muda , paman merindukan dirimu "
" hahaha , mami mengajak ku jalan - jalan dan tersesat untung di temukan paman Radit eh salah kakek Radit "
saga menatap heran gilbran lalu ke Nilam kemudian pandangan terakhirnya ke arah Radit sendiri , seperti orang yang butuh penjelasan .
" aku sudah tahu cerita sebenarnya , tidak perlu ada yang di rahasiakan lagi "
" nyonya , bukan begitu jendral Radit memang tak ingin memberitahukan apapun kepada anda , beliau ingin sendiri memberitahunya "
" tidak apa saga , duduk lah di sana " Nilam mengambil kursi dan duduk di samping saga ,
sementara yoga membantu pembantu yang sedang membersihkan pecahan gelas yang di buat oleh Nilam .
saga melihat ke arah perut Nilam yang sudah mulai terlihat membesar , ada senyum yang di pancarkan saga melihat nyonya dan anaknya sehat - sehat saja .
" bagaimana bisa nyonya berada di sini ? "
Nilam menceritakan kembali kronologi mengapa dirinya bisa berada dirumah Radit dan mengetahui Radit adalah ayah kandungnya .
* prov
" *mami kita mau kemana ? "
" kita kerumah nenek , lalu tinggal bersama nenek ya sayang "
" tapi nenek di sana rumahnya , bukan ke arah sini " gilbran menunjuk jalan ke arah pulang , tapi jalan taksi membawa mereka ke arah lain .
tapi taksi tersebut berhenti dan mengambil kesempatan pada Nilam juga gilbran , Nilam hampir di perkosa oleh supir taksi tersebut dan mengambil barang - barang yang Nilam bawa .
tapi dengan cepat gilbran berteriak di pinggir jalan dan meminta pertolongan , pada saat itulah salah satu anak buah Radit sedang berjalan ke arah pulang .
saat hendak menolong Nilam dan gilbran anak buah Radit meminta bantuan kepada satgas lain , atau polisi dekat dengan daerah ini .
tapi karena anak buah Radit telah mengenali anak jendral denny , maka niatnya di rubah menjadi pertolongan utama lalu menghubungi yoga dan juga jendral Radit .
beberapa jam kemudian supir taksi sudah di amankan lalu Radit dan yoga membawa Nilam ke rumah markas mereka , Nilam menceritakan semua yang terjadi padanya .
ya Radit geram , kesal sehingga Radit mempunyai niat menyembunyikan Nilam bersama nya , siapa sangka Denny tak berfikir seperti itu . bahkan Denny tak pernah menghubungi Radit karena mungkin dirinya takut tak dapat merawat anak nya !!
selama seminggu Nilam tinggal bersama denny , ada foto yang tak asing untuknya di meja kerja Denny , foto ibunya Nilam .
" Nilam ? "
" kenapa ada foto mamahku di sini ? "
__ADS_1
" itu , hmm " Radit ragu untuk menceritakan Margaretha pada Nilam ,
" jawab jendral Radit , jelaskan "
" duduklah akan aku jelaskan semuanya "
Nilam mengambil posisi duduk berhadapan dengan Radit , dan memandangi foto ibunya yang sedang bersama pria muda di sampingnya seperti seumuran saga yang masih muda .
" siapa yang di samping mamahku ? " tanya Nilam dengan heran ,
" itu adalah aku "
Nilam tampak terus bingung , mengapa ibunya mengenal jendral Radit ada hubungan apa ?
" tapi mamah tidak pernah menceritakannya , bahkan setelah aku lahir beliau meninggalkanku bersama keluarga majikannya "
" kalau aku bilang , aku adalah ayahmu yang brengsek apa kau menerimaku ? "
" maksud jendral ? "
" Nilam , aku dan ibumu adalah pasangan kami saling mencintai , bahkan dirinya hamil karena diriku tapi aku tak mengetahui nya . aku di sekolahkan ke negara D tempat denny , tapi aku malah meninggalkan dirimu dan ibumu yang berjuang sendiri , aku kira ibumu mengkhianati ku dengan menikahi kakakku tapi ternyata aku salah , pernikahan mereka terjadi hanya untuk menutupi aib dariku "
" pantas aku merasakannya sekarang , bahkan kau adalah orang yang membuat hidupku seperti ibuku , ditinggalkan orang - orang yang di sayang "
" bukan , bukan begitu Nilam pahamilah aku mencintai ibumu dan aku ayahmu , aku berjanji akan menjagamu dan mengawasi dirimu setiap saat "
" ayahku ? lalu saat mamah melahirkan diriku dimana dirimu ? beliau berjuang keras sampai nyawa taruhannya . apa kau tahu bahkan aku tak merasakan kasih sayang seorang ibu "
" maafkan aku , maafkan ayahmu yang tidak ada saat kalian disana , maafkan ayah meninggalkan ibumu " Radit menangis bersimpuh di hadapan anaknya memohon agar Nilam memaafkan perbuatannya ,
Nilam menghapus setiap airmata yang keluar dari wajahnya , bagaimana bisa dirinya mempunyai ayah yang bedanya hanya 10 tahun darinya . bagaimana ini bisa terjadi ?
" bangunlah jendral Radit jangan seperti ini , aku tak bisa marah padamu bahkan aku tak tahu apa yang terjadi waktu itu "
" sampai sekarang ? apa kau tahu dimana makam ibu ? "
" tidak , antarkan aku "
Nilam berjalan keluar ruangan Radit , bergegas mengantar Radit untuk pergi bersamanya mengunjungi pemakaman Margaretha .
tak perlu waktu lama , mereka sampai di pemakaman tempat Margaretha mengistirahatkan tubuhnya dengan tenang .
" hai mah , bunganya Nilam ganti ya mamah gimana ? mah lihat Nilam sedang hamil cucu kedua mamah " airmata Nilam jatuh saat berkata seperti orang bodoh .
" Margaretha ?? " Radit mendekat dengan pemakaman kekasih yang dirinya cari selama ini ,
" aku disini , maafkan aku , a..aaku bersalah padamu dan anak kita " Radit menangis seolah tak perduli dengan statusnya sebagai jendral* .
" *cantik , anak kita cantik seperti dulu dirimu saat merawatku , dan saat pertama kali kita bertemu . kau membesarkannya dengan sangat baik "
" tidak ada yang membesarkan diriku , aku besar sendiri di tengah keluarga yang bukan keluargaku " ucap Nilam menatap pemakaman ibunya ,
" maaf , bukan kah aku ayah yang buruk ? jangan menghukum diriku dengan cara pergi lagi "
Nilam bersembunyi pada Radit ayahnya , ya benar tinggal raditlah tempat pengaduan terakhirnya sekarang , sudah tak ada lagi waktu untuk meratapi kesedihan .
di bantu oleh Radit Nilam bersembunyi , tak di sangka Denny tidak menghubungi Radit karena takut Radit marah padanya* .
**
__ADS_1
" pulang lah nyonya "
" bagaimana aku bisa pulang , ketika kau dan suamiku bersekongkol untuk menipu diriku , menyimpan perempuan lain di markas kalian ?"
" saya sudah berusaha memperingati jendral untuk segera pulang , percaya pada saya nyonya !! demi nyonya besar " saga memohon pada Nilam .
" kenapa dengan ibu ? " Nilam terkejut mendengar ucapan saga ,
" semenjak nyonya pergi , nyonya besar terkena serangan jantung dan sekarang di rawat di rumah sakit , jendral menghabiskan waktu 2 bulan nya di markas tidak keluar dari kamarnya "
" bagaimana keadaan ibu sekarang ? " Nilam sangat putus asa mendengar mertua yang begitu sayang kepadanya jatuh sakit karena dirinya yang begitu egois .
" nyonya belum sadar sudah 1 bulan ini , dan ini semakin drop belum ada kemajuan atas sakit nya "
" pulang lah dulu saga , aku hanya ingin bersama papahku disini . keluarga yang hanya satu - satunya milikku , Denny tak pernah menginginkan diriku "
" salah nyonya , nyonya salah jendral sangat menyayangi nyonya walau awalnya nyonya hanya sebagai penutup untuk status jendral tapi jendral sudah merasakan cinta pada nyonya "
" kalau cinta dia tidak seperti itu !! " tegas Nilam ,
" nyonya cerita sebenarnya bukan seperti itu "
" Nilam , dengarkan dulu nak baru bisa menentukan antara kau ingin kembali atau tidak " Radit berusaha menjadi penengah untuk anaknya .
Nilam berusaha mendengarkan cerita dari saga , kejelasan mengapa hal ini harus di sembunyikan dari Nilam .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
jangan lupa vote ❤️❤️🙏🙏🙏