
selama beberapa hari penuh pertimbangan Nilam akhirnya memutuskan untuk pulang kembali , papahnya benar Nilam harus menyelesaikan masalah keluarganya sendiri .
bukan Radit tak ingin membantu alangkah baiknya jika Nilam mampu mengatasi masalahnya sendiri , berusaha menjadi lebih dewasa di usianya yang sudah beranjak tak remaja lagi bahkan sudah mempunyai anak .
" sudah semua ? " Radit bertanya pada Nilam yang sedang bersiap - siap ,
" sudah pah "
" jadi mana yang kau dahulukan ? suamimu atau mertuamu ? " tanya Radit kembali
Nilam diam sejenak dari kegiatannya , ternyata masih ada kebimbangan dalam hatinya . apakah sudah memaafkan atau belum ? tapi Nilam sudah berjanji pada gilbran untuk pulang hari ini .
" jangan membuat keputusan jika kau belum bisa mengatasi nya "
" pah " Nilam menangis se akan ada beban dalam hatinya yang belum dirinya keluarkan .
" kemari sayang " Radit menghampiri Nilam dan memeluknya ,
aneh bukan ? mungkin jika orang yang tidak mengetahui mereka ayah dan anak akan di kira perselingkuhan .
" pah , apa Nilam salah selama ini ? "
" menurutmu ? "
" kenapa papah bertanya kembali ? "
" nak !! dalam hidup ada sesuatu yang harus kau selesaikan sendiri , dan juga ada yang perlu bantuan orang tuamu tapi kalau menurut papah kau bisa menyelesaikannya sendiri "
" apa ini akan terulang lagi ? rasanya aku sudah lelah "
" liat aku , lihat dirimu !! apa kita pernah merasakan kasih sayang satu sama lain ? aku merindukan mamahmu bahkan aku melukainya juga , kau merindukan aku tapi kau juga terluka . bukankah kita mampu melalui nya ? sekarang kita tinggal berdua aku hanya bisa merawatmu dan menemanimu sampai aku dipanggil menghadap Tuhan "
" temani Nilam pah , jangan bilang gitu "
" biarkan aku menebus kesalahanku sekarang , walau sebenarnya kau sudah besar tapi kau tetaplah anak gadisku "
" pah " Nilam semakin menangis mendengar ucapan Radit ,
" baiklah , ayok siap - siap pulang "
" pah !!! "
" iya sayang "
" antarkan Nilam ke markas Denny "
" begini saja , kau ku antar ke markas Denny , lalu aku dan gilbran pergi mengunjungi rumah sakit tempat ibu Denny di rawat "
" tapi pah ? "
" kalian perlu waktu berdua , kita bertemu di rumah sakit ya sayang " cupp Radit mencium kening Nilam , ini pertama kalinya dirinya mencium perempuan selain Margaretha , ya anak mereka berdua .
setelah di rasa semua sudah di bereskan Radit akhirnya menepati janjinya pada saga untuk membawa Nilam juga gilbran kembali ke kota D , butuh waktu 6 jam perjalan hingga sampai di kota Denny .
__ADS_1
saga yang mendapatkan kabar langsung bergegas bersiap - siap untuk menjemput Nilam di perbatasan , ya karena arah perbatasan lebih dekat ke markas jadi mereka akan berpisah di sana .
persiapan di lakukan oleh saga termaksud menjemput ibu martini dan juga pak Cahya sekaligus Maria untuk datang ke markas , menyambut Nilam .
mendengar kabar tersebut Maria dan juga 2 paruh baya itu sudah tak sabar menyambutnya , tak di sangka akhirnya Nilam kembali dengan keinginan nya sendiri .
selama di perjalanan Maria tak henti - henti nya membuat keributan suara , hingga membuat saga kewalahan dan menjadi bahan tawa di hadapan Bu martini dan pak Cahya .
" apa anda sudah tahu sejak awal sersan ? kalo nyonya berada di sana ? " tanya maria yang baru saja berbicara serius dari sikap konyolnya ,
" iya nak saga , bapak juga penasaran ceritanya "
" hehe tadi nya niat saya ingin meminta bantuan pak , tapi ternyata saya malah bertemu nyonya di rumah ayahnya sendiri "
" jadi benar jendral Radit ayahnya nyonya ? "
" iya benar !! "
" pantas Yo pak waktu bulan lalu , pas nak Nilam pulang bareng kita jendral Radit berteriak ' apa yang kau lakukan pada anakku ' ibu pikir itu hanya ucapan saja " pak Cahya mengangguk karena berpikir hal yang sama dengan istrinya ,
" iya Bu , jendral Radit berpisah dengan istrinya karena melanjutkan sekolah militernya . jadi jendral Radit tak tahu kalau istrinya sedang mengandung , bahkan istrinya meninggal jendral pun tak mengetahuinya "
" ya Allah Gusti NU agung , kasian banget Yo pak nasib nak Nilam terpisah dari ayahnya "
" panjang Bu kalo di ceritakan , tapi sekarang saya bahagia melihat nyonya sudah bertemu dengan ayahnya "
" iya , iya benar tuh nak saga " jawab pak Cahya .
" oh iya Maria , pak , Bu nanti sampai di markas jangan bilang pada jendral denny tentang kedatangan nyonya , kalau di tanya ! jawab saja ingin membantu Maria membereskan markas , karena saya di larang jendral Radit memberitahukannya pada jendral denny "
saga memarkirkan mobilnya di parkiran , dan membuka kan pintu terciumlah mau semerbak alkohol yang sangat menyebar di segala ruangan .
semenjak kepergian Nilam , waktu yang di habiskan Denny hanyalah dengan mabuk , mabuk dan mabuk . hingga terkadang dirinya meracau sendiri di depan kaca , memaki dirinya , menangis bahkan tertidur di depan pintu kamar .
tidak seorang pun di perbolehkan saga untuk masuk kedalam rumah dinas , bagaimana pandangan mereka terhadap jendralnya yang sedang mabuk parah .
" ya ampun bau nya " teriak Maria ,
" apa begini keadaan nak Denny ? " tanya pak Cahya yang seraya memungut botol - botol bekas minum Denny ,
" iya pak , setiap hari terkadang sampai terjatuh di kamar mandi dan meninggalkan memar - memar di badannya "
" ini mah namanya bukan merusak diri tapi jiwa " ucap Maria ,
" kau ini , tutup saja mulutmu bersihkan lah dan ingat yang ku katakan jangan sampai kelepasan , aku akan menjemput di perbatasan kota kira - kira 3 jam lagi nyonya akan tiba di kota ini "
" aku sudah tidak sabar , aku merindukan Abang gil "
" gilbran tidak ikut , jendral Radit hanya mengantar Nilam dan gilbran akan di bawa ke rumah sakit tempat nyonya besar dan tuan besar "
" ah baiklah !! " Maria mengangguk lemas ,
selalu ada senandung dari mulut Maria di kala dirinya sedang bersih - bersih , dan sedikit di goda oleh pak Cahya dengan bergoyang . Bu martini hanya tertawa melihat tingkah laku maria juga suaminya .
__ADS_1
saga sendiri sedang mengetuk pintu kamar Denny , dan membukanya perlahan . terkejut bukan main melihat denny yang sudah terkujur kaku karena kedinginan .
" ya astaga jendral , kenapa begini ? "
" dingin , a.. Nilam " Denny menangis dan memanggil nama Nilam ,
" jendral , sadarlah !! "
" Nilam .. Nilam !! "
saga mengangkat Denny dan membaringkan nya di tempat tidur , membereskan kamar Denny dan merapihkan baju - baju yang kotor dan berantakan dimana - mana .
ada perasaan terluka melihat orang yang di anggap seperti kakaknya hancur seperti ini , tapi saga hanya bisa membantunya seperti ini .
" ni .. Nilam , uukkk , uukk " suara Denny yang memanggil Nilam ,
saga mengambil air untuk mengompres Denny yang sedang mengigau berkali - kali , membersihkan luka - luka di kepala dan di tangannya, yang terbentur benda - benda di kamarnya .
" sabar jendral nyonya sedang dalam perjalanan "
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
jangan lupa like anda voteeeeee