THE SECRET WIFE

THE SECRET WIFE
SULIT


__ADS_3

Radit mengantar makanan untuk ayah denny yang berjaga di rumah sakit , begitu setia kepada istrinya sampai pekerjaan di kantor terbengkalai .


" pak , ini saya bawakan sarapan !! makan lah dulu biar saya yang jaga "


" kau sudah datang ? kapan Nilam akan datang ? "


" sudah datang pak sama Denny , tapi sedang memeriksakan kandungan Nilam di bagian kandungan "


" aku tak butuh anak itu , yang ku inginkan menantuku "


Radit terdiam mendengar ucapan ayah denny yang begitu marah kepada anak kandungnya sendiri , mungkin ayah denny kecewa atas sikap Denny tapi di sisi lain belum ada penjelasan dari Nilam .


denny dan Nilam sendang konsultasi tentang keadaan anak kedua mereka , ini pertama kalinya Nilam di temani oleh denny untuk berkunjung menemui bayinya .


" jadi bagaimana dokter keadaan anak kami ? "


" bayinya sehat , tapi bundanya kenapa ? darahnya begitu rendah . apa sedang memikirkan sesuatu ? "


sesaat Nilam memandang ke arah Denny dan akhirnya saling beradu pandang sesaat lalu fokus kepada dokter kembali .


" begini bunda di masa kehamilan bunda yang beranjak 5 bulan ini , bunda harus banyak - banyak mengkonsumsi vitamin dan buah - buahan kalau bisa saya sarankan makan ice cream atau coklat sebagai asupan penambah darah "


" ta..tapi saya kurang suka manis - manis atau yang dingin dok "


" sesekali tidak apa ya Bun , demi si kecil "


" nanti saya coba dok "


" saya akan memberikan vitamin untuk bunda Nilam , lalu kami akan menyediakan susu khusus untuk bunda Nilam "


" susu apa ya dok ? saya tidak suka susu "


" kalau boleh tahu susu untuk apa ya dok ? " tanya Denny yang mencoba mendengarkan saran dokter ,


" begini bapak Denny , susu kehamilan sangatlah penting untuk menambah kekuatan bunda dan si janin agar tetap sehat melakukan aktifitas . mungkin memasuki usia kandungan 5 bulan mual - mual atau morning sicknes tidak akan terjadi atau mungkin jarang terjadi jadi susu akan menambah tenaga untuk bunda "


" mau ya sayang , hanya susu " bujuk Denny kepada Nilam


Nilam hanya terdiam dan mengangguk lemah menghadap suami nya , mau bagaimana lagi ini sudah menjadi keharusan untuk ibu hamil


" lalu dok , hmm ada yang ingin saya tanya !! bagaimana ya ? hmm gini dok , duh " Nilam tersenyum memperhatikan wajah suaminya yang gugup ,


" begini dok , apakah saya dan suami boleh melakukan hubungan dimasa kehamilan ? "


" seharusnya sudah boleh karena kandungan bunda sudah jalan 5 bulan , tapi berhubung tubuh bunda Nilam gampang sekali lelah lebih baik agak di kurangi jangan sampai setiap hari "


" ya gak tiap hari Dok , tiap jam ya !! hahaha " Denny tertawa dengan sangat keras padahal dokter juga Nilam hanya memandang sinis kepadanya .


" baiklah , ini resep nya silahkan di tebus dan jangan lupa susu hamil nya di tanyakan di bagian obat - obatan "


" terima kasih dok " Denny dan Nilam berpamitan ,


" oh iya bunda bulan depan mari USG untuk melihat jenis kelamin anak nya "


" baik dok , nanti saya akan kabari untuk membuat janji "


saat keluar dari pintu ruangan Denny langsung memeluk Nilam karena merasa bahagia , bahagia karena dirinya akan mendapatkan apa yang dia inginkan nanti malam .


" sayang , dua apa tiga kali ya ? hmm ? " denny sibuk menghitung , Nilam hanya tersenyum .

__ADS_1


" pergilah temui orang tuamu , aku dan papah saja yang menebus obat - obatan "


" sama - sama yuk " ajak denny "


Nilam dan denny tiba di ruangan tempat dimana ibu Denny di rawat , sudah ada gilbran , Radit juga ayah denny . sedangkan ibunya denny terbaring lemah di ranjang .


denny terdiam di ambang pintu menyaksikan begitu banyak alat yang terpasang pada tubuh ibu nya , kini wanita yang selalu memarahi nya sedang tertidur pulas entah kapan akan bangun .


" Bu , aku datang !! apa ibu tidak mau bangun ? " bisik Nilam di samping telinga ibu Denny ,


" Daddy " gilbran berlari ke arah Denny ,


denny menyambut anaknya dengan sangat lepas , ya dia merindukan gilbran anak yang selalu ada disaat dirinya bangun dan bahkan siap untuk tidur kembali .


" Abang gil nakal tidak ? " Denny mengusap kepala anak pertamanya dengan linangan airmata ,


" enggak , kakek Radit bilang Abang gil anak yang penurut "


" ayok sayang sama kakek , ikut mami Nebus obat mami "


Radit paham apa yang di maksud oleh Nilam , akhirnya Radit dan Nilam membiarkan Denny berbicara kepada kedua orang tuanya dengan membawa gilbran bersama mereka .


" untuk apa kau datang ? "


" yah , maaf "


" maaf ? maaf mu itu tidak berguna di sini !! " ucap ayah denny penuh penekanan .


" yah , maafin Denny "


" dengarkan ucapanku , ada atau tidak adanya dirimu tidak akan merubah segalanya kembali seperti dulu lagi "


" kalau kau peduli dengan ibumu , maka kau tidak akan menyakiti seseorang yang paling dirinya sayang "


" aku minta maaf " tidak ada jawaban dari ayah denny ,


denny berjalan menuju arah ranjang ibunya , suara detakan jantung yang melemah membuat airmata denny pecah memandang pucat ibunya yang sedang tertidur .


" Bu , maafkan Denny Bu !! denny tahu , Denny salah Bu . denny akan perbaiki semuanya "


" tidak usah berusaha terlalu kuat , itu tidak akan membangunkan ibumu "


tiba - tiba suara alat detak jantung ibu Denny melemah tak stabil , ayah denny menekan tombol untuk segera memanggil dokter juga perawat yang sedang berjaga .


beberapa dokter juga suster berlari ke arah kamar ibu Denny , melihat keadaan itu Nilam dan Radit melajukan langkahnya segera ke arah keramaian tersebut .


di depan ruangan Denny dan ayahnya sudah berdiri memandang ke arah kamar yang di tutup rapat oleh suster .


" kalau kau tidak kesini , ibumu tidak akan seperti ini " kesal ayah denny pada anaknya ,


" ayah ? ada apa ? " tanya Nilam yang baru saja mengambil obat - obatannya .


" bawa dia pergi jendral Radit , aku tak ingin melihat anak yang tidak BERGUNA seperti dirinya "


" ayah ? kenapa ? " Nilam berusaha menenangkan ayah denny yang sedang sangat marah .


tak lama dokter keluar dari ruangan , setelah melakukan pemeriksaan terhadap ibu nya denny .


" bagaimana istri saya dok ? "

__ADS_1


" bapak , tolong tidak memberi tekanan pada pasien !! pasien memang tidak sadar tapi pendengaran dan hatinya masih berfungsi dengan baik "


" maksudnya dok ? "


" tolong jangan beri pasien keributan di sekitarnya , agar istirahatnya tidak terganggu "


" terima kasih dok "


dokter berlalu meninggalkan keluarga Denny , Radit yang memandang ayah denny langsung mengajak denny untuk keluar bersamanya juga gilbran .


" ayah , tenang ibu akan sehat !! maafkan Nilam ya yah , Nilam yang membuat semuanya menjadi sulit "


" tidak , kau tidak bersalah tapi dirinya lah yang membuatmu begitu banyak luka nak "


" ayah !! denny hanya menolong Nathalie tidak lebih , Nilam yang salah seharusnya Nilam membiarkan Denny menjelaskan semuanya "


" jangan membela anak durhaka itu "


Nilam hanya terdiam memandang wajah amarah ayah denny yang begitu menakutkan .


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


jangan lupa tinggalkan jejak ❤️

__ADS_1


__ADS_2