
Radit mengantar makanan untuk ayah denny yang berjaga di rumah sakit , begitu setia kepada istrinya sampai pekerjaan di kantor terbengkalai .
" pak , ini saya bawakan sarapan !! makan lah dulu biar saya yang jaga "
" kau sudah datang ? kapan Nilam akan datang ? "
" sudah datang pak sama Denny , tapi sedang memeriksakan kandungan Nilam di bagian kandungan "
" aku tak butuh anak itu , yang ku inginkan menantuku "
Radit terdiam mendengar ucapan ayah denny yang begitu marah kepada anak kandungnya sendiri , mungkin ayah denny kecewa atas sikap Denny tapi di sisi lain belum ada penjelasan dari Nilam .
denny dan Nilam sendang konsultasi tentang keadaan anak kedua mereka , ini pertama kalinya Nilam di temani oleh denny untuk berkunjung menemui bayinya .
" jadi bagaimana dokter keadaan anak kami ? "
" bayinya sehat , tapi bundanya kenapa ? darahnya begitu rendah . apa sedang memikirkan sesuatu ? "
sesaat Nilam memandang ke arah Denny dan akhirnya saling beradu pandang sesaat lalu fokus kepada dokter kembali .
" begini bunda di masa kehamilan bunda yang beranjak 5 bulan ini , bunda harus banyak - banyak mengkonsumsi vitamin dan buah - buahan kalau bisa saya sarankan makan ice cream atau coklat sebagai asupan penambah darah "
" ta..tapi saya kurang suka manis - manis atau yang dingin dok "
" sesekali tidak apa ya Bun , demi si kecil "
" nanti saya coba dok "
" saya akan memberikan vitamin untuk bunda Nilam , lalu kami akan menyediakan susu khusus untuk bunda Nilam "
" susu apa ya dok ? saya tidak suka susu "
" kalau boleh tahu susu untuk apa ya dok ? " tanya Denny yang mencoba mendengarkan saran dokter ,
" begini bapak Denny , susu kehamilan sangatlah penting untuk menambah kekuatan bunda dan si janin agar tetap sehat melakukan aktifitas . mungkin memasuki usia kandungan 5 bulan mual - mual atau morning sicknes tidak akan terjadi atau mungkin jarang terjadi jadi susu akan menambah tenaga untuk bunda "
" mau ya sayang , hanya susu " bujuk Denny kepada Nilam
Nilam hanya terdiam dan mengangguk lemah menghadap suami nya , mau bagaimana lagi ini sudah menjadi keharusan untuk ibu hamil
" lalu dok , hmm ada yang ingin saya tanya !! bagaimana ya ? hmm gini dok , duh " Nilam tersenyum memperhatikan wajah suaminya yang gugup ,
" begini dok , apakah saya dan suami boleh melakukan hubungan dimasa kehamilan ? "
" seharusnya sudah boleh karena kandungan bunda sudah jalan 5 bulan , tapi berhubung tubuh bunda Nilam gampang sekali lelah lebih baik agak di kurangi jangan sampai setiap hari "
" ya gak tiap hari Dok , tiap jam ya !! hahaha " Denny tertawa dengan sangat keras padahal dokter juga Nilam hanya memandang sinis kepadanya .
" baiklah , ini resep nya silahkan di tebus dan jangan lupa susu hamil nya di tanyakan di bagian obat - obatan "
" terima kasih dok " Denny dan Nilam berpamitan ,
" oh iya bunda bulan depan mari USG untuk melihat jenis kelamin anak nya "
" baik dok , nanti saya akan kabari untuk membuat janji "
saat keluar dari pintu ruangan Denny langsung memeluk Nilam karena merasa bahagia , bahagia karena dirinya akan mendapatkan apa yang dia inginkan nanti malam .
" sayang , dua apa tiga kali ya ? hmm ? " denny sibuk menghitung , Nilam hanya tersenyum .
__ADS_1
" pergilah temui orang tuamu , aku dan papah saja yang menebus obat - obatan "
" sama - sama yuk " ajak denny "
Nilam dan denny tiba di ruangan tempat dimana ibu Denny di rawat , sudah ada gilbran , Radit juga ayah denny . sedangkan ibunya denny terbaring lemah di ranjang .
denny terdiam di ambang pintu menyaksikan begitu banyak alat yang terpasang pada tubuh ibu nya , kini wanita yang selalu memarahi nya sedang tertidur pulas entah kapan akan bangun .
" Bu , aku datang !! apa ibu tidak mau bangun ? " bisik Nilam di samping telinga ibu Denny ,
" Daddy " gilbran berlari ke arah Denny ,
denny menyambut anaknya dengan sangat lepas , ya dia merindukan gilbran anak yang selalu ada disaat dirinya bangun dan bahkan siap untuk tidur kembali .
" Abang gil nakal tidak ? " Denny mengusap kepala anak pertamanya dengan linangan airmata ,
" enggak , kakek Radit bilang Abang gil anak yang penurut "
" ayok sayang sama kakek , ikut mami Nebus obat mami "
Radit paham apa yang di maksud oleh Nilam , akhirnya Radit dan Nilam membiarkan Denny berbicara kepada kedua orang tuanya dengan membawa gilbran bersama mereka .
" untuk apa kau datang ? "
" yah , maaf "
" maaf ? maaf mu itu tidak berguna di sini !! " ucap ayah denny penuh penekanan .
" yah , maafin Denny "
" dengarkan ucapanku , ada atau tidak adanya dirimu tidak akan merubah segalanya kembali seperti dulu lagi "
" kalau kau peduli dengan ibumu , maka kau tidak akan menyakiti seseorang yang paling dirinya sayang "
" aku minta maaf " tidak ada jawaban dari ayah denny ,
denny berjalan menuju arah ranjang ibunya , suara detakan jantung yang melemah membuat airmata denny pecah memandang pucat ibunya yang sedang tertidur .
" Bu , maafkan Denny Bu !! denny tahu , Denny salah Bu . denny akan perbaiki semuanya "
" tidak usah berusaha terlalu kuat , itu tidak akan membangunkan ibumu "
tiba - tiba suara alat detak jantung ibu Denny melemah tak stabil , ayah denny menekan tombol untuk segera memanggil dokter juga perawat yang sedang berjaga .
beberapa dokter juga suster berlari ke arah kamar ibu Denny , melihat keadaan itu Nilam dan Radit melajukan langkahnya segera ke arah keramaian tersebut .
di depan ruangan Denny dan ayahnya sudah berdiri memandang ke arah kamar yang di tutup rapat oleh suster .
" kalau kau tidak kesini , ibumu tidak akan seperti ini " kesal ayah denny pada anaknya ,
" ayah ? ada apa ? " tanya Nilam yang baru saja mengambil obat - obatannya .
" bawa dia pergi jendral Radit , aku tak ingin melihat anak yang tidak BERGUNA seperti dirinya "
" ayah ? kenapa ? " Nilam berusaha menenangkan ayah denny yang sedang sangat marah .
tak lama dokter keluar dari ruangan , setelah melakukan pemeriksaan terhadap ibu nya denny .
" bagaimana istri saya dok ? "
__ADS_1
" bapak , tolong tidak memberi tekanan pada pasien !! pasien memang tidak sadar tapi pendengaran dan hatinya masih berfungsi dengan baik "
" maksudnya dok ? "
" tolong jangan beri pasien keributan di sekitarnya , agar istirahatnya tidak terganggu "
" terima kasih dok "
dokter berlalu meninggalkan keluarga Denny , Radit yang memandang ayah denny langsung mengajak denny untuk keluar bersamanya juga gilbran .
" ayah , tenang ibu akan sehat !! maafkan Nilam ya yah , Nilam yang membuat semuanya menjadi sulit "
" tidak , kau tidak bersalah tapi dirinya lah yang membuatmu begitu banyak luka nak "
" ayah !! denny hanya menolong Nathalie tidak lebih , Nilam yang salah seharusnya Nilam membiarkan Denny menjelaskan semuanya "
" jangan membela anak durhaka itu "
Nilam hanya terdiam memandang wajah amarah ayah denny yang begitu menakutkan .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
jangan lupa tinggalkan jejak ❤️
__ADS_1