THE SECRET WIFE

THE SECRET WIFE
LIBURAN KELUARGA


__ADS_3

denny tahu bahwa istrinya sedang memandangi dirinya , tapi dirinya tampang tidak terlalu perduli dan menjaga image nya di depan adiknya dan teman nilam .


" mas , aku menyuruh cristhy untuk kuliah dan akan membiayai kuliahnya " ucap nilam memegang tangan suaminya .


    " benarkah ? tidak masalah , kalau rumah sudah jadi cristhy dan rara bisa tinggal bersama , akan ku telpon kembali orang desain rumahnya untuk menambah kamar dua lagi di atas 1 dan di bawah 1 bagaimana ? " tanya denny membicarakan rencanya ,


" ah tidak perlu jendral , sudah di kuliahkan saja aku sudah bahagia " sahut cristhy yang terlihat sungkan ,


    " jangan memanggilku jendral !!! " ucap denny dan meminum tehnya kembali .


ketiga perempuan ini bingung di buat Denny , nilam memandang penuh arti dari pembicaraan suami nya tersebut .


" kenapa mas ? " tanya nilam ,


    " nilam adalah istriku , dan kau adalah teman dekat istriku anggaplah aku kakak mu . dan panggil aku seperti rara memanggil diriku " ujar denny memandang ke arah nilam ,


" kakak ? apakah itu benar ? " tanya rara dan berlari memeluk Denny ,


    " iya .. iya kau ini , sudah cepat habiskan makanan mu lalu belajarlah yang rajin kalian berdua " ucap denny mengelus kepala rara .


nilam menatap ke arah denny , dan mengenggam tangan suaminya dengan erat . melihat nilam seperti itu denny menatap ke arah istrinya dan melihat mata nilam ada cairan yang akan segera keluar dari matanya .


" kenapa ? mau bilang terima kasih lagi ? atau mau bilang maaf merepotkan dirimu lagi ? atau mau bilang jangan seperti ini dan kemudian menangis !! " denny mempraktikan ketika istrinya hendak berkata - kata padanya .


    " mas , aku bahagia !! " nilam menangis dan semakin mengeluarkan airmatanya ,


" sudah , kalau kau tidak tidak berhenti menangis aku akan mengusir cristhy sekarang juga " ucap denny memeluk istrinya .


    " ah drama pagi , ayok cristhy kita ke kampus disini sedang ada pengantin baru " ajak rara , tetapi cristhy hanya terdiam menatap nilam dan juga denny yang sedang berpelukan .


" ada apa ? " tanya Denny pada cristhy yang sedang memandang ke arah dirinya ,


lalu nilam melepas kembali pelukannya bersama dengan denny .


    " ada apa cristhy ? " nilam juga ikut bertanya karena melihat raut wajah cristhy yang kaku .


" kemari !! " panggil denny kepada cristhy agar mendekati dirinya ,


cristhy lalu menghampiri denny dengan ragu dan kemudian memeluk denny dengan sangat erat .


    " terima kasih kak , terima kasih sudah menerimaku juga nilam " ucap cristhy dan menangis di pelukan denny .


nilam dan rara memandang ke arah denny dan juga cristhy seraya tersenyum dengan bahagia , rara bersyukur kakaknya selalu menjadi orang baik kepada siapapun walau awal pertamanya terkesan galak dan sanggar . rara berfikir mungkin itu sudah menjadi kebiasaannya saaat bersama dengan para prajuritnya .


" sudah , sudah aku iri kakakku di rebut olehmu " ucap rara melipatkan kedua tangannya di depan dada nya ,


    " kemari " ajak denny membuka tangan satunya untuk memeluk rara dan juga cristhy .


rara menghampiri denny dengan senang , dirinya berpelukan bersama cristhy . denny merasa nilam dan cristhy adalah harta barunya yang harus di jaga bersama .


" yasudah kak , aku pamit kuliah dulu " ucap cristhy ,


    " kuliahlah yang baik , jangan mengecewakan nilam juga diriku . kau paham cristhy ? " ujar denny mengelus kepala cristhy .


cristhy dan rara berjalan bersamaan , rara membantu cristhy menghapus airmatanya dan memegang tangan cristhy seperti kakak yang menjaga adiknya . nilam dan denny tersenyum memandang ke arah mereka berdua .


" kau pantas bahagia , terima kasih atas waktumu bersama ku selama ini " lirih nilam memandang sahabatnya tersebut .


    " apa kau tidak ingin memberiku hadiah atas apa yang aku lakukan hari ini ? " denny menggoda nilam ,


" apa ? kau ingin apa sayang ? " tanya nilam kembali ,

__ADS_1


    " aku ingin memakan dirimu " ucap denny dan mencium bibir nilam .


" mami , daddy ? " teriak gilbran yang masih menggunakan piyama nya ,


    " ah sayang kau sudah bangun ? " nilam menghampiri gilbran , dan terburu - buru melepas ciumannya dari denny.


denny menghampiri nilam dan juga gilbran yang sedang berdiri di tangga , di gendong nya anak semata wayang tersebut dan di ajak ke arah meja makan .


" daddy apa kita jadi jalan - jalan ? " tanya gilbran menagih janji denny saat dirinya ingin berangkat dinar .


    " jadi , kita akan pergi ke taman bermain di dekat pantai . mandilah bersama maria lalu mami akan menyiapkan segalanya " ucap denny mencium anaknya ,


" daddy aku sudah bisa bilang RRRR " gilbran mengadu kepada denny dan memamerkannya kepada ayahnya ,


    " benarkah ? daddy sangat bangga padamu , apa kau siap mempunyai adik ? " tanya denny dan memandang ke arah nilam .


'' mas gilbran masih kecil " keluh nilam dengan pembahasan denny .


    " tidak apa , kelak dirinya akan menjadi kakak sebentar lagi " jawab denny yang masih saja bermain dengan pipi gilbran ,


nilam membereskan makanan yang ada di dapur dan merapihkannya kembali ke tempat semula , sementara maria membawa gilbran untuk mandi dan berpakaian karena denny akan mengajak mereka pergi berlibur , nilampun seraya membuat bekal untuk liburan mereka .


sementara denny sedang memeriksa mobil pribadinya bersama dengan saga , dan sedikit berbincang - bincang dengan saga . orang kepercayaan denny satu - satunya , saga telah di anggap adik oleh denny dan sangat memuji kinerja saga .


" kau mau ikut ke pantai ? ' ajak hoseok pada saga ,


    " jendral saja , jendral butuh membagi waktu bersama nyonya juga tuan kecil " jawab saga menolak secara halus.


" bagaimana perkembangan tentang nilam " tanya denny ,


    " belum ada lagi , rencanya mau ke kota b untuk mencari tau jendral apa boleh ? " saga bertanya kepada denny .


" jangan terlalu memaksa , aku tak ingin itu menjadi beban untukmu  suruh saja atau minta tolong pada kota b untuk mencari tau " jelas Denny .


nilam menghampiri denny dan juga saga yang sedang menguji mobilnya karena baru saja di bawa dinas , dan memberikan mereka minuman teh juga makanan ringan .


" apa sudah siap ? ini bekal untuk disana " ucap nilam dan memberikan keranjang kayu pada denny


    " sudah sayang , apa gilbran sudah selesai dengan maria ? " tanya Denny kembali dan mengambil keranjang dari nilam menaruhnya di bagasi mobil .


" sudah sayang , sedang ku beri makan snack agar tidak rewel di jalan " sahut nilam dan kembali masuk untuk berganti pakaian ,


    " baiklah " jawab denny dan tersenyum memandang istrinya .


" bagaimana ? apa jendral sudah tahu perasaan jendral terhadap nyonya nilam ? " tanya saga yang sedaritadi memperhatikan denny juga nilam secara bergantian .


    " aku sudah mengikatnya tadi malam , dia telah menjadi milikku saat ini dan seterusnya bahkan sampai kami tua " jawab denny .


saga tersenyum dengan ungkapan denny dirinya paham apa yang di maksud oleh denny dengan mengikatnya , saga berfikir mungkin memang luarnya saja denny memang sangar dan tidak berperasaan tapi kalau sudah menyangkut keluarga Denny menjadi orang paling depan .


    " baiklah , kami akan jalan sekarang " ucap denny dan masuk kedalam mobil


    tak lama nilam keluar bersama gilbran juga maria , denny memasang bangku bayi untuk duduk gilbran agar tak lelah saat di perjalanan .


    " paman saga tidak ikut ? " tanya gilbran dan memeluknya


    " tidak tuan kecil , nanti saja paman masih banyak pekerjaan !! " sahut saga dan membalas pelukan gilbran .


    saga pun mengantar gilbran ke dalam mobil dan menaruhnya di kursi anaknya , lalu denny dan nilam berpamitan kepada saga . saga melambaikan tangan kepada jendralnya .


    " kirim pasukan pengintai untuk melindungi jendral dan juga keluarganya " perintah saga kepada prajurit yang berjaga ,

__ADS_1


    " laksanakan jendral " jawab prajurit tersebut .


    selama di perjalanan gilbran bernyanyi karena gembiranya dirinya , ini untuk pertama kalinya gilbran liburan dengan keluarga yang sangat lengkap . sepertinya gilbran merasa bahwa dirinya sangat menyayangi nilam seperti ibu kandungnya sendiri .


    " mami , mami " panggil gilbran


    " iya sayang , ada apa nak ? " tanya nilam menghadap ke belakang untuk melihat anaknya ,


    " mau duduk depan sama mami , sama daddy juga " sahutnya ,


    " maria tolong bantu lepaskan sitbel nya , terima kasih maria " ucap nilam


    " ah iya nyonya " maria langsung membuka sitbel gilbran dan membantunya pindah untuk duduk di depan bersama nilam .


    " kemari bayi besar mami " nilam mengangkat gilbran dan mendudukannya di pahanya .


    " sayang daddy , sayang mami " teriaknya dengan sangat kencang ,


    " mami daddy , sayang gilbran juga " sahut nilam dan memeluknya , bersamaan dengan denny yang mengelus kepala gilbran .


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


jangan lupa vote dan like nya ya trus coment deh terima kasih guyssss


__ADS_2