
drrtt ( suara getaran ponsel )
" *ya Maria , ada apa ? "
" jendral nyonya pulang , tapi bersama dua orang "
" siapa ? "
" saya tidak tahu , tapi sepertinya sudah menolong nyonya tadi yang saya dengar dari nyonya saat berbicara pada non Rara dan non cristhy "
" baik , saya akan pulang "
" baik jendral* "
denny mematikan ponselnya , lalu mengajak Radit dan saga untuk pulang kerumah . sementara yoga di perintahkan untuk membantu menjaga markas , nanti saga akan menyusul kembali setelah mengantar kedua jendral .
selama di perjalanan denny merasa tak sabar sampai di rumah , banyak yang ingin dia katakan pada Nilam . bahkan ingin bilang bersyukur karena wanita yang melahirkan gilbran adalah dirinya .
**
" nyonya darimana saja ? tuan kecil sampai tidak mau ngapa - ngapain daritadi pagi sampai sekarang sudah sore "
" kau ini , kenapa sih harus berpergian ? "
" maaf , maaf aku hanya mengunjungi pemakaman ibuku lalu tertidur di sana " ucap Nilam .
Nilam memperkenalkan pak Cahya dan Bu martini kepada Rara juga cristhy , Nilam menjelaskan bahwa mereka yang menolong Nilam saat di pemakaman .
pak Cahya dan Bu martini tak percaya karena Nilam adalah nyonya di rumah besar bak istana megah .
Nilam memeluk gilbran yang tertidur karena lelah menangis , dirinya menangis kala melihat gilbran . Nilam membayangkan mungkin bayi yang keguguran waktu itu akan sebesar gilbran kalau masih hidup .
" maafkan mami nak , mami anak kecil bukan ?"
Nilam terus - menerus mencium gilbran , lalu kembali menemui pak Cahya dan Bu martini yang masih berdiri melihat ke sekeliling mereka .
" Bu pak , mari duduk sebelah sini " ajak Nilam yang di ikuti Rara juga cristhy yang masih terdiam ,
" Bu pak , kenalkan ini kedua adik - adik saya "
" Bu martini "
" Pak Cahya "
" saya Rara pak , ini cristhy " ucap Rara ,
Rara dan cristhy berpamitan karena akan ada tugas dari kampus mereka yang harus di laporkan sore ini , jadi dengan berat hati Rara membatalkan mengintrogasi Nilam saat ini dan berpamitan pada pak Cahya dan Bu martini .
tak lama muncul denny juga Radit dari arah luar , hingga membuat mereka berpapasan dengan Rara juga cristhy .
" kakak ? "
" kau mau kemana ? "
" kuliah lah , istrimu sudah balik "
" sayang !!! " denny menghampiri Nilam ,
__ADS_1
" jangan sentuh aku" bisik Nilam saat jarak antara dirinya dan denny sedikit mendekat , denny terdiam .
" je .. jendral " ucap Bu martini dan pak Cahya
" iya Bu pak , saya jendral Jung denny , ini jendral Radit " denny memperkenalkan dirinya .
" maaf jendral saya lancang masuk kedalam rumah , saya hanya mengantar nona Nilam untuk kembali kerumah " ucap pak Cahya ,
siapa yang tak kenal Denny dan Radit , 2 jendral yang berhasil membuat semua negara menjadi satu untuk bersahabat .
bahkan nama mereka telah menjadi sejarah dalam buku pelajaran sekolah .
" Bu , pak mulai sekarang ikut Nilam ya " ucap Nilam mengajak pak Cahya dan Bu martini ,
" tapi cah ayu , bapak kan penjaga makam , dan ibu buka warung nanti siapa yang mengantikan kami ? anak saja tidak punya " jelas pak Cahya ,
" nanti saya Carikan orang pak untuk mengantikan bapak dan juga ibu" sahut denny ,
" ti..tidak jendral jangan sampai merepotkan jendral "
" tidak apa , istri saya telah di tolong maka harus tinggal bersama kami "
" ja..jadi cah ayu istri jendral pak , ya Gusti pak . ibu ini piye pak "
" iya bu e , Ndak papa toh kan kita tak tahu juga " sahut pak Cahya ,
Nilam hanya tersenyum melihat tingkah bu martini dan pak Cahya yang terkejut mengetahui bahwa Nilam adalah istri dari jendral negara .
Nilam mengantar pak Cahya dan Bu martini ke arah kamar yang akan di tempati mereka , entah mengapa Nilam begitu hangat terhadap mereka berdua .
" Bu aku ingin makan sayur kangkung buatan ibu yang kaya tadi pagi Bu "
" iya nak , istirahatlah nanti bayimu kelelahan "
" iya pak Bu !!! "
Nilam meninggalkan kedua paruh baya itu untuk beristirahat , karena selama di perjalanan ke arah rumah pak Cahya dan istrinya sibuk mengurus nilam yang mabuk karena hamil .
saat berjalan ke arah kamar , Nilam melewati denny juga Radit yang sedang meminum teh di meja dapur . saat Radit hendak menghampiri tangan nya di tahan oleh denny .
denny mengikuti langkah istrinya menuju kamar mereka , dirinya siap kalau Nilam sangat membenci dirinya saat ini . cuma kata maaf yang denny ucapkan untuk Nilam , entah benar atau tidak tapi denny berharap Nilam memaafkan dirinya yang hina ini .
" sayang !! "
Nilam memberhentikan langkahnya saat hendak masuk ke area kamar mandi , lalu berbalik badan dan memandang denny penuh amarah , Nilam memegang perutnya takut kalau bayinya tahu bahwa ibu nya sedang membenci ayahnya .
" sayang ? darimana saja ? " denny perlahan mendekatkan dirinya .
" jangan panggil aku , aku bukan sayangmu !!! " Nilam memekik emosinya yang tertahan sejak terakhir dirinya bertemu Rangga .
" apa aku sudah tahu yang sebenarnya ? "
" bahkan kau juga tahu , pantas saja sifatmu berubah begitu manis kepadaku ternyata ini yang kau sembunyikan ? merusak pernikahanku dengan Rangga , membuatku hamil sampai aku keguguran , dimana dirimu ? apa kau tahu aku hamil ? bahkan kau tidak mencariku !!" Nilam meluapkan semua emosinya dengan nada bergetar .
denny perlahan mendekati Nilam , berusaha menggapai tangan istrinya tapi Nilam menunjukkan tubuhnya yang menolak denny dengan cara mundur perlahan .
" jangan maju , apa yang mau kau jelaskan sekarang ? APA ? kau tahu semenjak kejadian itu hidup ku hancur , kau tahu aku di buang oleh keluargaku karena dirimu yang entah dimana , mungkin sedang bersenang - senang bahkan tertawa dengan keras bersama teman dan keluargamu . sementara aku ? hahaha aku ? aku meratapi membangun diriku sendiri !! membangkitkan jiwaku yang hampir mati !! kau lihat aku , tidak kah kau melihat aku pernah mengandung anakmu selama sembilan bulan ? APA KAU TAHU JENDRAL DENNY YANG TERHORMAT ? tidak , bahkan saat kita bertemu untuk pertama kali kau memandangku dengan tatapan tidak suka " Nilam menangis menjatuhkan badannya sampai ke lantai merasa sesak , malu pada dirinya sendiri .
__ADS_1
" sayang , bukan itu jalan sebenarnya dengarkan aku " ucap denny meraih Nilam dalam pelukannya ,
" sekarang apa jendral ? sekarang apa yang kau rencanakan untuk hidupku ? aku telah kehilangan banyak orang yang aku sayang , jangan !! jangan lagi memberiku rasa hancur . aku butuh waktu lama untuk membangun diriku yang sangat hancur ini " Nilam mencengkram tangan denny sehingga timbul goresan di tangan kekar jendral .
" maaf , maafkan aku !! entah kau terima atau tidak biarkan aku menebusnya . dengarkan aku , jangan membuatku semakin merasa bersalah " semakin erat pelukan denny ,
denny merasa aneh karena tangannya terlalu berat menahan tubuh Nilam , saat di lihatnya Nilam sudah tak sadarkan diri ,
" sayang bangun , bangun sayang !!! Nilam bangun , BANGUNNNNN !!! " denny berteriak ,
Radit yang mendengar teriakan denny berlari menuju kamar mereka , di ikuti pak Cahya dan Bu martini , Maria mengendong gilbran yang baru saja bangun .
betapa terkejutnya Radit melihat anaknya jatuh tak sadarkan diri .
" kenapa ? APA YANG KAU LAKUKAN PADA ANAKKU ? KATAKAN !!! " teriak Radit ,
denny hanya menangis menatap istrinya , pak Cahya dan istrinya memberi saran agar cepat di bawa ke rumah sakit agar cepat di tangani oleh dokter .
Radit langsung mengangkat tubuh Nilam dan membawanya keluar , memakaikannya seatbel . denny yang mengikuti dari arah belakang hanya bisa pasrah tak bisa melawan .
Radit lebih berhak atas anak nya , bahkan tubuh denny bergetar dengan sangat hebat .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
pertama author mau minta maaf kalau ada orang Jawa yang baca , benar atau tidaknya kalimat author untuk pak Cahya dan Bu martini .
__ADS_1
terima kasih yang masih setia membaca , jangan lupa vote dan like ya sayang ❤️❤️❤️