
Nilam dan denny menyapa Radit juga gilbran yang sedang berada di ruang tamu , pembicaraan antara kakek dan cucunya terlihat sangat mengasyikan .
senyum lepas dari Radit membuat Nilam merasa papahnya masih terasa lebih muda dari yang dia bayangkan , mungkin sudah saatnya merelakan Radit mencari pendamping untuk dirinya sendiri .
" kalian sudah bangun ? " Radit yang menyadari kehadiran Denny juga Nilam ,
" sudah pah , apa sudah makan siang ? aku akan memasak "
" sudah , sudah nanti ada pelayan yang memasak !! hamilmu semakin besar dan sebentar lagi akan melahirkan , duduklah di sini ada yang ingin papah bicarakan "
" tentang ? "
" tentang hari ayah dan anak " Radit tersenyum karena dirinya sedang bersiap - siap akan mendongeng dengan Nilam ,
" kalau gitu aku dan gilbran akan keluar sebentar , karena hari ini ' hari ayah dan anak maka aku ingin bersama gilbran "
" pergilah , Abang gil sangat merindukan Daddy nya " elus Nilam pada pundak suaminya ,
denny mengajak gilbran untuk menikmati waktu mereka berdua , lebih tepatnya memberi ruang pada Nilam juga Radit untuk saling berbicara dari hati ke hati .
denny tahu perasaan Nilam yang sudah lama tidak merasakan kasih sayang dari orang tuanya , walau terkadang cemburu melanda Denny karena ayah mertuanya masih muda dan hampir setara dengan anaknya .
" papah sakit ? bagaimana cake nya ? "
" tidak apa papah pucat ? sangat enak seperti buatan mamahmu " Radit tersenyum tak kala melihat senyum Nilam yang mirip dengan mendiang Margaretha .
" pah , makasih telah mengijinkan mas Denny datang "
" kau anakku satu - satunya , apapun yang menjadi keinginanmu akan aku turuti !! harusnya aku yang minta maaf telah menjadi orang tua yang egois "
" papah terbaik 🥺 "
"hhmm Nilam , ada yang ingin papah bicarakan serius denganmu "
" iya pah ? tentang ? "
" 1 Minggu lagi surat dinas papah akan keluar , kemungkinan papah akan pindah ke negara X untuk membantu militer disana "
" bersama sersan yoga ? "
" iya , sudah pasti dengannya "
" kenapa terlalu mendadak ? "
" segala yang di perintahkan kepada kami akan serba mendadak , siap tidak siap harus di jalani "
" pah , kita baru ketemu belum menceritakan masa - masa dulu papah dan mamah bertemu "
" nanti setelah papah kembali kita akan memutar kembali waktu untuk kau merasakan masa muda kami "
" pah "
" ada apa ? "
" jangan pergi "
" tugas tetaplah tugas yang harus di jalankan , doakan saja papah kembali dan menemuimu "
Nilam terdiam sejenak membayangkan semua yang akan terjadi jika Radit tidak kembali , perasaan yang tidak tenang kini datang menghampiri hidupnya .
kelahirannya tidak dapat di prediksi bisa maju atau mundur , tapi Nilam ingin Radit mendampinginya saat dirinya melahirkan anaknya .
" aku sudah pernah kehilangan mamah , jangan buat Nilam kehilangan seorang papah 🥺 kembalilah dengan keadaan selamat "
" jangan khawatir , semakin kau khawatir papah semakin berat bertugas "
__ADS_1
" Nilam !! " Radit memanggil nya lalu mengenggam tangan putrinya ,
" iya pah "
" apa kau bangga punya papah sepertiku 🥺 " mata Radit seakan tidak bisa membohongi putrinya , bahwa dia akan berat meninggalkan Nilam .
" bangga , bahkan mamah juga akan bangga punya papah "
" benarkah ? "
" apa papah tahu , walau Nilam tidak pernah melihat mamah tapi Nilam merasa mamah sedang menuntun kita untuk saling bertemu ☺️ "
Radit memandang putrinya dengan tetesan airmata yang tak dapat di sembunyikan lagi olehnya , rasanya penyesalan itu masih bertumbuh setiap hari ketika Radit memandang putri nya yang telah dewasa .
Nilam mengerti isi hati Radit , dirinya membantu menghapus airmata dari wajah Radit dan memeluk papahnya dengan cepat .
" jangan menangis , seorang jendral tidak pernah mengeluarkan airmata walau dirinya melakukan kesalahan sekalipun "
" haha kau sudah hafal ucapan itu ? ini bukan airmata kesalahan tapi ini airmata hari ayah dan anak "
" Nilam tahu , papah tidak perlu berbicara lagi " Nilam semakin memeluk erat pinggang Radit walau terkadang sulit karena terhalang perut besarnya .
" apa kau sudah merasakan sesuatu ? "
" apa ? "
" seperti ada yang menendang papah di sini " Radit menunjuk ke arah perutnya , yang sedang beradu dengan perut Nilam .
" haha ☺️ dia tahu kakeknya akan pergi dan tak menemaninya di samping , mungkin ini protes kecil dari cucu papah " ucap Nilam berbisik pada Radit
Radit merasa lucu mendengar ucapan Nilam , dan berlutut menghadap perut Nilam yang membesar .
" apa kau sedang protes pada grandpa ? maaf grandpa meninggalkan kalian berdua "
" tidak apa grandpa " Nilam menirukan suara bayi untuk menjawab ucapan Radit ,
" pah , jangan seperti itu tugasmu sudah menjadi tanggung jawabmu "
" kemarilah , kau harus tidur di paha papah biar nanti cucu ku tak lupa padaku " Nilam tersenyum melihat tingkah papahnya sendiri .
**
" Daddy " panggil gilbran
" siap kapten , ada apa sayang ? "
" apa grandpa akan pergi jauh ? "
" kenapa bertanya seperti itu ? "
" tadi saat grandpa berbicara pada paman saga , grandpa bilang paman saga harus menjaga Abang gil dan mami "
" grandpa ada tugas di negara lain , ketika tugas itu selesai maka grandpa akan kembali "
" tugas seperti Daddy ? "
" mungkin bisa seperti itu ,tapi tugas kali ini lebih berat "
denny sudah mengetahui surat pemutusan tugas untuk Radit , awalnya Denny lah yang bertugas tapi Radit meminta pada pusat agar dia yang dikirimkan .
Radit tak ingin saat Nilam melahirkan Denny tak berada di sampingnya , dirinya tak ingin apa yang di rasakan Margaretha dulu ! dirasakan oleh anaknya .
melahirkan tanpa di dampingi oleh suami tercinta , bahkan Radit menyiapkan segalanya untuk Nilam saat melahirkan !! rumah sakit , dokter terbaik dan pasukan yang di perintahkan dari luar khusus untuk menjaga Nilam .
" apa menurut Abang gil grandpa orang yang baik ? "
__ADS_1
" baik , cuma grandpa kesepian karena mungkin , grandpa tinggal sendiri "
" wah sejak kapan Abang gil menjadi dewasa seperti ini ? "
" sejak belajar dari grandpa untuk menjadi lelaki kuat "
" Abang gil ? "
" yes sir " denny berlutut di depan anaknya ,
" maafkan Daddy telah menjadi Daddy yang tak mampu mengajarkanmu banyak hal "
" bukan salah Daddy "
" Daddy masih seperti anak kecil , Daddy hanya terkejut mendapatkanmu di dunia ini !! hadiah terindah yang tak bisa Daddy ungkapkan pada dunia "
" Abang gil juga bersyukur kalau di lahirkan dari mami dan di besarkan oleh Daddy "
" jadi ? "
" jadi kita lelaki mami harus menjaga mami juga adek " ucap gilbran penuh semangat ,
hari ini , hari dimana Radit membuat hari ayah dan anak untuk mengutarakan dari hati ke hati !! bahkan Denny tidak melewatkan kesempatan ini bersama gilbran putra nya .
kelak gilbran akan meneruskan perusahaan kakeknya , Denny tak ingin gilbran tumbuh di lingkungan militer seperti dirinya waktu muda .
cukup dirinya yang merasakan ambisi untuk mencapai apa yang di inginkan dirinya , sampai melupakan keluarga hingga menjadi orang berbeda dalam kehidupannya .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
jangan lupa vote like dan coment " ❤️❤️❤️❤️🥰🥰