THE SECRET WIFE

THE SECRET WIFE
MELAHIRKAN


__ADS_3

Nilam terus - menerus menyuruh Denny juga saga untuk menghubungi Radit , perasaan yang dia rasakan tidak pernah seperti ini kali ini seperti perasaan yang sangat mengkhawatirkan .


denny berusaha menenangi istrinya tapi dirinya sudah kehabisan akal untuk menurunkan ke khawatiran Nilam , akhirnya denny memutuskan untuk menelpon pusat .


" saga , cepat telpon pusat bagaimana perkembangan perang di kota E ? "


" baik jendral "


saga pergi ke arah ruang kerja Radit dan menghubungkan telponnya ke pusat , pusat menjelaskan mereka tidak dapat berkomunikasi di negara E karena cuaca yang buruk .


jendral Radit juga jendral lie sepertinya menjadi tawanan , karena terjebak perangkap musuh saat mereka berada di dalam bangunan tua .


lalu komunikasi pusat juga pasukan Radit hilang tidak ada kabar , sementara laporan yang di terima saga hanya itu tak banyak karena memang pusat tak mampu berbagi komunikasi lagi .


saga lalu berlari kembali ke kamar tempat denny dan nilam berada , sementara gilbran masih di ruang makan di tinggalkan .


" paman , ada apa ? " gilbran memberhentikan langkah saga yang berlari .


" tidak apa tuan kecil , hanya laporan dari pusat "


saga kembali berlari ke arah kamar dan bertemu Denny juga Nilam , ada perasaan takut untuk menyampaikan apa yang di dengarnya dari pusat .


" lapor jendral "


" ada apa ? "


" pusat kehilangan komunikasi dengan pasukan jendral Radit juga jendral lie , dan kemungkinan jendral Radit dan juga jendral lie di Sandra "


" bagaimana mungkin ? "


" pusat tidak memberikan jawaban kembali kepada saya , karena laporan dari pusat hanya itu saja "


" papah , mas papah 🥺 "


" tenang sayang , papahmu jendral yang pintar "


" aw perutku , perutku sakit mas aahhh "


" siapkan ambulance militer , pergi ke rumah sakit yang telah di siapkan Radit lalu kau bersama gilbran menyusul menggunakan mobil pribadi "


" siap jendral laksanakan "


saga menuntun ambulance militer agar terparkir depan pintu markas lalu membawa gilbran masuk ke dalam mobil nya , Denny mengendong Nilam untuk masuk ke dalam mobil dan menemaninya di dalam ambulance .


selama di perjalanan denny mengontak salah satu orang pusat dan ternyata apa yang di laporkan saga masih juga jawaban yang sama di dapat olehnya .


" bertahanlah , sedikit lagi kita sampai "


" mas , perutku sakit "


denny terkejut melihat air yang keluar dari kaki Nilam , dokter yang bersama nya memeriksa tubuh Nilam .


" apa yang terjadi ? apa itu ? "


" air ketuban nyonya sudah siap melahirkan !! "


" bukankah 1 Minggu lagi ? "


" perkiraan dokter tidak akan sama dengan perasaan bayi yang ingin segera keluar bertemu ibu nya "


" jalankan ambulance ini lebih cepat lagi , SEKARANG !!! "


denny mengambil ponsel dan menghubungi saga yang berada berbeda mobil dengannya .


"iya jendral "


" cepat hubungi markas , lalu kirim beberapa pasukan ke negara E untuk menyelamatkan jendral Radit juga jendral lie "


" siap laksanakan jendral "


" saga , dengarkan aku baik - baik !! ketika pasukan kita yang dikirim tidak mendapatkan kepastian , maka aku yang akan turun menjemput Radit "


" tapi jendral ? "


" laksanakan saja perintahku , sekarang !!! "


" siap jendral "


saga langsung menghubungi markas Denny dan memerintahkan beberapa prajurit pilihan yang sudah terlatih untuk menyerang .


sesampainya di rumah sakit Nilam langsung di bawa ke ruang persalinan , dan segera di tangani oleh dokter .


denny ikut bersama Nilam di sarankan oleh dokter agar suaminya mendampingi kelahiran anaknya , sementara saga juga gilbran menunggu di ruang tunggu .


" paman "

__ADS_1


" iya tuan kecil ? "


" apa mami akan baik - baik saja ? "


" pasti , percayalah Daddy kan juga menemani nya "


gilbran memeluk saga dengan erat , hanya karena telah di ajarkan tidak boleh seorang lelaki mengeluarkan airmata dirinya hanya bisa bersembunyi di balik tubuh kekar saga .


saga memahami situasi ini , situasi berat yang di alami Nilam di satu sisi khawatir pada ayah nya sementara kelahirannya juga datang .


" sayang "


" mas , dimana aku ? "


" kita akan siap - siap untuk menjalankan kelahiran anak kita "


" mas , maaf aku tidak bisa melahirkan normal "


" tidak apa sayang "


selama menjalani operasi sesar Denny mengajak Nilam berbicara agar tidak merasakan sakit , sedikit canda tawa agar pikiran Nilam tidak terpusat kepada Radit .


*ddrrrttt


" tuan "


" Sherly , ada apa ? "


" tuan ? nona sudah melahirkan ? "


" iya , pesanku telah di baca ? "


" sudah , aku saja yang kesana "


" apa tidak masalah ? "


" tak apa tuan !! "


Sherly mematikan ponselnya dan bersiap - siap pergi ke kota Z untuk menyusul Nilam dan yang lainnya .


saga dan gilbran berdiri saat lampu operasi berubah menjadi warna hijau , menandakan kalau operasi persalinannya sudah selesai .


" selamat ya Abang gil sekarang sudah jadi kakak "


" haha iya tuan kecil "


" paman "


" iya "


" apa Daddy dan mami tidak akan mengurangi kasih sayang kepadaku ? "


" tidak akan , mami dan daddymu akan selalu mengutamakan dirimu "


" benar , akulah Abang " gilbran tersenyum memandang ke arah saga begitupun saga .


denny keluar dengan membawa bayi perempuan munggil dan cantik , mendekatkannya kepada gilbran juga saga dan berdiri di hadapan mereka


" adikmu "


" bayi munggil " ucap saga yang takjub pada anak Denny ,


" Daddy , itu adik ? " tanya gilbran


denny sedikit membungkukkan tubuhnya agar gilbran dapat melihat adiknya yang baru saja di bersihkan oleh perawat .


" selamat jendral , putri anda cantik sama seperti nyonya "


" aku menamainya MARGARETHA PUTRI DENNY "


denny sengaja mengambil nama ibu mertua nya agar kelak tumbuh persis seperti neneknya dan bisa menemani Nilam saat sedih .


tak lama para suster membawa Nilam untuk pindah keruangan pasien , Denny mengenggam tangan gilbran untuk berjalan ke arah kamar mami nya .


Nilam masih merasakan pengaruh bius yang di rasakan nya , sedikit terasa lebih ngilu di bagian perutnya karena bekas jahitan sesar nya .


denny memberikan putri cantiknya kepada Nilam untuk di susui , airmata Nilam menetes tak kala memandang putri munggilnya yang baru saja dirinya lahirkan .


tangan Nilam merasakan sesuatu yang menggenggam nya , tangan gilbran menyapa lembut lengan Nilam .


" kemari , ini adik Abang gil !! cantik tidak ? "


" iya , seperti mami "


" apa dulu Abang kaya gitu mi ? " Nilam menatap sesak ke arah putra nya .

__ADS_1


mungkin gilbran tak merasakan kasih sayangnya waktu kecil , tapi hubungan darah yang mereka miliki sudah menjawab semuanya .


" maafkan mami , tapi sekarang mami ada untuk Abang sampai kapanpun "


" benarkah ? janji jangan pergi dari Abang dan Daddy "


" janji , kemarilah sayang " Nilam memeluk kedua anaknya dan di sambut oleh pelukan denny dari arah samping .


saga memilih untuk keluar ruangan dan menjaga dari luar , tapi Denny menahan dirinya untuk keluar dan tetap berada di dalam kamar .


" jangan keluar , kau bagian dari kami "


" terima kasih jendral "


" saga terima kasih banyak 🥺 mungkin kalau kau tidak ada , aku tidak akan sekuat ini bersama jendral mu "


" tidak apa nyonya , kewajiban saya ada menemani jendral juga nyonya Nilam "


" bisakah aku meminta sesuatu padamu ? "


" siap nyonya "


" bisakah kau berhenti memanggilku dengan sebutan nyonya ? " saga membulatkan matanya dan memandang ke arah Nilam juga denny .


" lalu saya memanggilnya ? "


" kakak atau Nilam saja "


" tidak , tidak itu tidak sopan "


" bagaimana kalau mami juga kaya Abang gil ? " sahut gilbran , semua tertawa mendengar ucapan gilbran .


" kakak saja , apa boleh jendral ? "


" kalau kau memanggil istriku kakak , panggil aku dengan kakak juga di luar dari pekerjaan kita sebagai jendral dan sersan "


" siap jendral , ah itu nonya Sherly sedang dalam perjalanan menuju kemari saya tidak bisa menjemput maaf nyo eh kak maksud saya "


" benarkah ? ahh aku merindukannya , jadi kapan kau akan melamarnya ? "


" loh sayang , nanti saja saga masih harus belajar banyak hal "


" jangan seperti itu , lamar saja dulu sebagai niat keseriusan mu dengannya !! Sherly anak yang baik , aku mengenal baik ibu nya "


saga hanya tersenyum mendengar ucapan Nilam , dirinya tak menyangka akan di terima dengan baik oleh keluarga Denny .


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


haloo aunty uncle , namaku MARGARETHA PUTRI DENNY , aku cantik kan kaya mami hidung aku kaya Daddy mancung banget


__ADS_1


__ADS_2