
sudah hampir 2 bulan kepergian Nilam bersama gilbran yang entah kemana mereka pergi . membuat hari - hari yang di jalankan Denny menjadi berantakan .
sekarang seorang denny tak lagi mengurus wajahnya , kumis tipisnya yang mulai perlahan menyatu dengan jenggot yang tipis , jarang pulang ke rumah dan mengabiskan waktu di markas .
Nathalie yang terus berusaha selama 2 bulan ini mendekati dirinya kepada denny hanya merasa membuang waktu nya dan pergi meninggalkan denny yang sibuk mengurung dirinya di kamar dinas .
pak cahya dan Bu martini membantu Maria menjaga rumah , setiap hari Maria menangis memikirkan majikan dan tuan mudanya pergi entah kemana .
saga kini hanya bisa menatapi jendralnya yang sudah kehilangan arah , Denny tak bisa berbuat apa - apa selama 2 bulan pencarian mereka terbuang sia - sia bahkan seperti tak mendapatkan hasil sama sekali .
sementara semenjak kepergian Nilam dan gilbran , ibu Denny masuk rumah sakit karena jantungnya yang mulai memburuk . keadaan dan kekacauan membuat denny tak sanggup lagi menjalankan rutinitasnya sebagai jendral .
" mengapa jadi seperti ini ? kenapa semua menjadi berantakan !! apa harus menghubungi jendral Radit ? "
saga sudah kehabisan jalan untuk memikirkan semua masalah ini , akhirnya dirinya memberanikan diri untuk pergi ke negara Z dan bertemu Radit di sana .
selama di perjalanan saga hanya berharap jendral Radit dapat membantunya dalam situasi ini . apapun nanti yang akan dia dapatkan sesegera mungkin Nilam harus di temukan bagaimana pun keadaannya .
**
sementara di rumah Bu martini dan pak cahaya sedang menyiapkan makanan untuk di bawa kerumah sakit , untuk ayah dan ibu Denny .
" pak , ini kenapa sudah dua bulan cah ayu gak ada kabar ? ibu khawatir pak "
" lah bapak sama Bu , ibu pikir bapak santai . apa nak Nilam kembali kerumah kita Bu ? "
" tapi kan tak kunci pak , ini kuncinya masih ada pak "
" mau gimana Bu , mungkin nak Nilam sedang sangat sedih . ibu tau kan cerita dari nak Denny kemarin "
" iya pak , ibu sampai kaget dengernya . tapi mungkin itu perempuannya yang gatel yok pak ?"
" uussstt Bu , eling Bu eling jangan banyak ngomong ayok berangkat "
Bu martini langsung menutup mulutnya ketika dapat teguran dari suaminya .
sementara ayah denny sedang memandang istrinya yang terbaring dengan begitu banyak alat Karena mungkin pikirannya tak kunjung membaik .
ddrrrtttddd ( suara ponsel )
" *ada apa ? "
" bagaimana keadaan ibu yah ? "
" untuk apa kau bertanya ? kau lihat saja sendiri tidak ada perubahan !! "
" maaf , semua salah Denny "
" kalau sudah tahu tidak perlu tunjukkan wajahmu di hadapan kami* "
ayah denny langsung menutup ponselnya tanpa menunggu jawaban dari denny kembali , pikirannya melamun kalau bulan ini tepat 2 bulan Nilam tak di temukan berarti perutnya sudah berjalan membuncit .
bagaimana bisa menantu nya mengatasi dua anak sekaligus tanpa suami , amarah ayah denny memuncak tak kala mengingat betapa bodohnya Denny saat itu .
kalau saja dirinya ada pada saat itu , mungkin Denny sudah habis di perbuat oleh dirinya .
**
" *tumben menelponku , ada apa sersan saga ? "
__ADS_1
" ya sersan yoga , apa jendral Radit ada ? "
" ada , sedang sedikit sibuk ada yang bisa kami bantu ? "
" hmm , nanti akan ku ceritakan aku sedang berada di jalan menuju kota Z "
" baiklah ku tunggu kunjunganmu sekarang , hati - hati di jalan sersan saga "
" terima kasih sersan yoga* "
saga berfikir inilah jalan terbaik untuk menemukan Nilam kembali , dirinya begitu tidak sabar menemukan nyonya kembali . mungkin kekuatan anak dan ayah lebih lekat dari yang dirinya bayangkan ..
selama 6 jam dirinya melakukan perjalanan dan sampai di negara jendral Radit berada , saga di jemput beberapa tentara Radit menuju markas Radit saat itu .
saat di depan pintu markas yoga menyambut saga dengan tangan terbuka , dan mengantarnya bertemu dengan Radit yang sedang berada di meja kerjanya .
" hai saga , apa yang membawa mu kemari ? "
" hormat jendral Radit "
" biasa saja , jangan terlalu berlebihan kemari dan duduk "
" a..a..apa jendral tahu nyonya Nilam pergi dari rumah ? "
" hhmm , mengapa bisa ? "
" saya bingung harus menceritakannya darimana ? "
" ceritakan dari yang kau tahu saja "
" ta..tapi saya takut "
" ceritakan saja , masalah Denny aku yang urus "
sementara yoga berada di sisi radit dan sangat baik mendengarkan cerita dari saga . mungkin Radit menahan emosinya saat ini , karena saga hanya pengantar cerita jadi Radit tak sanggup untuk memarahi dirinya , ya begitulah pikiran saga .
" lalu apa kau tahu dimana Nilam sekarang ? "
" tidak jendral , sudah 2 bulan nyonya tidak di temukan begitu juga dengan tuan muda sementara nyonya besar ibu dari jendral denny terkena serangan jantung mendadak , karena terlalu memikirkan nyonya Nilam "
" apa ? ibu nya denny masuk rumah sakit ? " Radit menunjukkan perubahan saat saga mengucapkan bahwa ibu nya denny masuk rumah sakit .
" iya jendral , apa yang harus saya lakukan ? sekarang banyak pekerjaan jendral menjadi terbengkalai sementara pemilihan presiden di negara kita tinggal hitungan hari lagi "
" nanti saat pemilihan presiden biarkan pasukan ku dan pasukan Denny bersatu untuk mengamankan , dan sementara tugas Denny biar aku yang mengontrolnya "
" jendral denny sekarang sudah tak seperti dulu lagi "
" kenapa ? " tanya yoga spontan , Radit hanya tersenyum menatap sersannya yang begitu antusias mendengar cerita dari saga .
" ma .. maaf jendral !! " ucap yoga kembali ,
" bagaimana dengan keadaan Denny ? "
" seperti manusia tak ingin hidup , kurang tidur sekarang lebih kurus "
" baguslah biar dia diet , selama ini badannya sudah jadi buncit sampai roti sobeknya sudah tak terlihat "
saga tersenyum mendengar ucapan Radit yang begitu santai ketika mengatai teman seperjuangannya .
__ADS_1
" jadi saga ? kau kesini untuk ? "
" untuk meminta bantuan pada jendral Radit untuk membantu menemukan nyonya Nilam , hanya untuk nyonya besar "
" apa keuntungan yang ku dapatkan ? "
" mengapa anda berbicara seperti itu jendral ? "
" apa aku salah ? bernegosiasi adalah kepuasan untuk diriku sendiri !! " lirik Radit kepada saga ,
" ba .. bagaimana saya sanggup bernegosiasi dengan anda , saya takut mengucapkan kesalahan pada anda dan mengecewakan jendral denny "
" bagaimana kalau Nilam dan gilbran tinggal bersama denganku ? "
" ta.. tapi kan nyonya besar butuh nyonya Nilam "
" mudah saja , setiap ingin bertemu aku sendiri yang akan mengawal mereka kesana "
" saya tidak berani jendral untuk berkata iya pada negoisasi ini "
" mengapa ? "
" saya tak ingin seperti ini , saya tau anda adalah ayah dari nyonya Nilam tapi "
" DIAM !!! " nada Radit tiba - tiba seperti membentak saga ,
saga terkejut mendengar sentakan suara dari jendral Radit , mungkin selama ini malah tak pernah dirinya dengar sendiri dari mulut Radit .
* kkllaaannggg ( suara jatuhan gelas dan nampan )
semua mata tertuju pada suara tersebut .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.