THE SECRET WIFE

THE SECRET WIFE
MAKAN MALAM


__ADS_3

malam pun tiba nilam yang sedang berdandan dan memoles sedikit riasan di wajahnya , rambut yang di sanggul dan sedikit sentuhan kepangan kecil di lingkaran sanggulnya membuat dirinya sedikit menarik perhatian .


" mami kau sangat cantik " ucap gilbran yang membawa jas kecilnya dan dasi pita kecil di tangannya


    " apa cantik mami hanya terlihat malam ini saja ?" nilam menghampiri anak laki yang sedari tadi menunggu dirinya berdandan karena ingin di pakaikan jas dan pita kecilnya .


" mami selalu cantik , selalu !! " gilbran yang penuh penekanan hingga membuat dirinya imut dan setiap yang melihat akan merasa gemas dengan dirinya .


    " masa ? kemari akan mami pakaikan jasmu agar kau terlihat sangat tampan " ucap nilam meraih tangan anak lelakinya .


nilam dengan sabar menata jas dan dasi kupu - kupu anaknya , membenarkan rambut gilbran yang masih berantakan . saat mereka sedang bergurau datang rara dengan segala suara yang membuat rumah seperti berada di pasar .


" nilam , ayok kakak bawel dari tadi sudah menelpon terus . ya tuhan !!! apa ini nilam ??" ekspresi rara membuat nilam sedikit terkejut menatapnya .


    " ada apa ? apa aku terlalu dandan berlebihan ? " tanya nilam melihat wajah dan pakaiannya saat itu .


" bukan kau sangat cantik , kakak ku tidak salah memilih istri . gilbran apa menurutmu mamimu ini terlalu cantik hari ini ? " rara menghadap ke arah gilbran supaya bisa melihat wajah keponakannya tersebut .


    " sangat aunty , saaaannnngggaaattttt !!! " teriak gilbran .


nilam hanya tertawa melihat tingkah adik ipar dan anaknya saat mereka merasa berhasil mengerjai seseorang , akhirnya mereka bertiga berangkat dan di dampingi oleh maria . nilam hanya memandang arah keluar jendela , dan rara fokus dengan jalanan , sedangkan gilbran di pertengahan perjalanan dirinya terlelap tidur di pelukan nilam .


" kurasa dia kelelahan daritadi mengoceh saja kerjanya , persis seperti daddy nya " sahut rara melirik ke arah nilam dan gilbran .


    " mari nyonya biar tuan kecil bersama saya , nanti baju nyonya kusut " seru maria dari kursi belakang .


" tidak apa - apa maria , ini sangat menyenangkan bahkan tidak bisa di tukar dengan kebahagiaan lainnya " ucap nilam berkali - kali mencium pipi gilbran yang sangat chubby tersebut .


tak lama mereka sampai di hotel dan sudah berdiri pasukan baju tentara di luar hotel dan sebagian ada yang berjaga - jaga di area parkir , mereka yang di sambut oleh saga langsung di kawal ke arah ruangan keluarga .


" ayah , ibu " teriak rara dan menghampiri kedua orang tua nya .


    " dimana menantuku " ucap ibu denny


" saya di sini bu , maaf gilbran tertidur saat perjalanan kemari " jawab nilam membukukkan sedikit badannya


    " ah cucuku , tidak apa - apa sayang . duduklah denny sedang berada di toilet " ajak ibu denny ke arah meja makan .


" bagaimana kakak ipar ? cantik bukan bu , yah ? " rara sangat antusias melihat ekspresi kedua orang tuanya


    " apa anakku merepotkan dirimu ? kalau dirinya tidak mau menurut pukul saja bokongnya " sahut ayah denny


nilam tertawa melihat tingkah kedua orang tua denny dan rara , dirinya tak menyangka akan mendapatkan sambutan hangat dari kedua orang tua denny juga rara . tanpa sadar airmata keluar dari ujung matanya segera dirinya menghapus agar tak terlihat oleh mereka , tapi ayah denny menangkapnya terlebih dahulu .


" ada apa nak ? mengapa kau menangis ? " tanya ayah denny


    " tidak apa - apa yah , aku hanya merasa ada kehangatan di keluarga ini " ucap nilam , pertanyaan ayah denny membuat nilam semakin mengeluarkan airmatanya .


" maria bawa gilbran dekat sofa di sebelah sana , rebahkan biar nilam bisa makan " ucap ibu denny


    " baik nyonya besar " sahut maria dan segera mengambil gilbran dari tangan nilam .


" maria , kalau gilbran bangun beri dia biskuit ini dan susunya tadi sebelum pergi sudah ku beri makan dulu . mungkin dia sudah sedikit kenyang " seru nilam memberikan kotak makan yang berisi biskuit dan juga susu kotak untuk gilbran .


    " baik nyonya " jawab maria dan berlalu pergi .


kedua orang tua denny dan juga rara kagum melihat nilam yang begitu telaten mengurus gilbran , rara yang tersenyum melihat nilam hanya bisa memancarkan rasa bahagianya saat ini .


" oh kalian sudah datang ? dimana gil ..... " denny memberhentikan pertanyaannya dan memandang ke arah nilam , melihat nilam dengan mata penuh terpesona .


    " gilbran tidur ka , kak ? oyyyy kak " teriak rara melihat kakaknya yang sedang terperangah akan indahnya nilam malam ini .


" jangan berteriak !! " kesal hoseok kepada adiknya .


    " sudah kalian ini tidak dimana - mana selalu saja bertengkar , giliran berjauhan saling bertanya !! " sahut ibu denny


akhirnya acara makan malam pun di mulai , hidangan pun satu persatu di keluarkan oleh pelayan . denny yang sedaritadi memandang nilam hanya mampu menelan salvina nya dengan kuat .


" kalau kau terus memandangnya kapan kau akan makan ? " bisik rara yang mengoda denny


    " aku tidak memandangnya , jangan sok tahu !! " denny membalas membisikkan ke rara .

__ADS_1


" ehhmm , sejak kapan di meja makan boleh berbicara ? " tanya ayah denny memperhatikan kedua anaknya .


tak ada yang berani berbicara di saat makan malam , denny yang memelototi nilam sedaritadi hanya ingin menggodanya , nilam yang di pelototi hanya menunduk takut pada denny . dirinya tak berani memandang ke arah denny sedikitpun .


akhirnya makan pun selelsai , sambil menunggu makanan penutup orang tua denny membicarakan tentang rencana denny untuk mengadakan pesta pernikahannya .


" ayah sepertinya aku tak ingin " ujar denny


    " lah kakak kenapa ? " tanya rara dan mengkerutkan dahi nya .


" iya denny , kalian ini sudah menikah masa tidak ingin pesta ? " ucap ibu denny


    ' bukan gitu bu , nanti kalau ayah sudah terpilih menjadi presiden aku akan mengadakan pesta , tapi biarkan saat ini kita menunggu dulu . " sahut denny


" begitu juga tidak apa - apa , ehh nilam dimana orang tua mu nak ? " tanya ayah denny


nilam sejenak menatap ke arah denny dan rara , bibirnya terasa kaku untuk berbicara mata nilam terasa panas dan mulai berair .


" maaf tapi orang tua saya sudah tidak ada " jawab nilam menunduk


    " ah sayang , maafkan kami " ibu denny lalu memeluk nilam dengan kuat  dan mengelus kepala nilam .


" tidak apa , sekarang kami adalah orang tua mu " jawab ayah denny


semakin erat pelukan nilam , dan rara mengikuti ibu nya yang memeluk nilam .


" para wanita ini sungguh merepotkan " sahut denny


    " siapa yang kau sebut merepotkan ? aku ibumu ? " ucap ibu denny menunjuk anaknya .


denny terdiam memandang wajah ibunya , tak lama menikmati hidangan penutup gilbran tak kunjung bangun dari tidurnya . sampai akhirnya makan malam keluarga pun berakhir menyenagkan rasa takut yang di rasa nilam kini berakhir . dirinya merasa sangat beruntung malam ini mendapatkan mertua yang sangat peduli padanya .


rara yang menyetir mobil untuk ayah dan ibunya , sedangkan denny menyetir mobil bersama nilam , gilbran dan juga maria . tiba - tiba saat perjalanan pulang gilbran bangun dari tidurnya .


" mami , daddy " panggilnya dari tidurnya


    " disini sayang , kau sudah bangun kemari duduk bersama mami di depan " nilam mengendong gilbran untuk pindah ke bangku depan bersama dirinya .


    " apa aku tidul lama ?" tanya gilbran kembali


" tidak , apa kau lapar ? mami membawakan biskuit untukmu " ucap nilam


    " mau mami , mami the best " teriak gilbran memeluk nilam


perjalanan pun di isi dengan ocehan gilbran sepanjang jalan , dengan mulut yang penuh biskuit dan susu . nilam dan denny hanya tersenyum memandang anak mereka yang begitu lucu , maria yang memperhatikan majikannya hanya ikut larut dalam bahagia mereka .


" daddy mau esklim " ucap gilbran


    " nanti kita mampir di depan , cukup satu dan hanya satu " seru denny


" aiyaya kapten " jawab gilbran dan mencium nilam


    " kau mencium mami tapi tidak dengan daddy ? " protes denny


" cium daddy mu , dia sangat cemburu !! " ujar nilam tersenyum


gilbran pun menghampiri denny dan mencium pipi denny , mobil pun menepi di pinggir supermarket toko gilbran dan maria pun turun dari mobil di susul oleh nilam dari belakang .


" apa kau mau sesuatu ? " tanya nilam sebelum menyusul gilbran dan juga maria


    " belikan aku coffe botol saja satu " ucap nilam


" tidak baik kau meminum coffe setiap hari , apa mau ku belikan minuman lain ? " tanya nilam kembali


    " yasudah iya , cerewet sekali !! " sahut denny


nilam pun berjalan ke arah dalam supermarket , tapi langkahnya terhenti saat melihat rangga dan juga natashya sedang membeli sesuatu di toko tersebut .


" mami cepat , aku mau es klim " teriak gilbran dari dalam


    " iya sayang mami datang " jawab nilam dan menghampiri gilbran juga maria .

__ADS_1


rangga yang tak asing dengan suara wanita tersebut langsung membalikan badannya , dan menghampiri nilam bersama gilbran . dengan tatapan penuh tanda tanya kemana suaminya pergi natashya pun mengikuti langkah suaminya , dirinya terkejut ketika melihat nilam berada di sana sedang memilih - milih es krim . saat rangga ingin menghampiri tetapi natashya terlebih dulu maju ke arah nilam .


" kau mengikuti kami berdua ? " tanya natashya kepada nilam


nilam hanya terdiam dan membuang wajahnya .


" apa kau tuli ? " tanya natashya kembali ,


" gilbran cepat pilih es krim mu , lalu masuk mobil bersama maria " ucap nilam dan hendak pergi meninggalkan natashya


maria hanya memandang ke arah majikannya dengan tatapan heran , dan bergantian menghadap ke arah natashya.


" mami , apa daddy mau es klim ? " tanya gilbran yang sedaritadi memilih es krimnya


    " tidak sayang , daddy hanya mau minuman yang lain "" sahut nilam dan pergi ke arah minuman


natashya berlari agak pelan karena perutnya yang semakin membesar kala itu , sementara rangga mengikuti kedua wanita ini dari arah belakang . berjaga - jaga akan situasi yang akan terjadi nantinya .


" oh ternyata kau sudah punya keluarga selama ini ? " ucap natashya tapi tak ada balasan dari nilam


    " nilam , apa kau sudah menikah ? " tanya rangga dengan lembut


" menikah atau belum itu bukan urusan kalian berdua , lebih baik berpura - pura saja seperti orang tidak kenal " sahut nilam dan berlalu pergi meninggalkan rangga dan natashya .


" dasar wanita licik , pasti kau menggunakan berbagai macam cara untuk mendapatkan suami ya kan ? " teriak natashya hingga membuat pengunjung yang ada di supermarket tersebut menjadi memberhentikan aktifitas mereka dan lebih memilih memandang ke arah nilam dan juga dua orang yang ada di hadapan nilam .


nilam mebalikkan tubuhnya dengan cepat dan menatap ke arah rangga dan juga natashya , tiba - tiba saat ingin berteriak tangannya telah di genggam oleh gilbran .


" jangan nganggu mamiku " teriak gilbran


    " nyonya , apa anda baik - baik saja " tanya maria ,


" maria bawa gilbran ke dalam mobil , dan jangan ucapkan apapun kepada jung kau paham !! " jelas nilam


maria pun mengendong gilbran , lalu berjalan ke arah mobil dengan cepat . maria hanya menuruti perintah dari nilam saja , saat maria dan gilbran sampai dalam mobil denny heran mengapa nilam tak bersama mereka . bukankah tadi nilam menyusul mereka , lalu kemana peginya nilam ???


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


 

__ADS_1


 


__ADS_2