
" DARAH ? YYOOGGAA " yoga yang sedang berada di luar kamar berlari ke dalam mendengar Radit berteriak ,
" siap jendral "
" cepat bantu aku bawa gilbran , lalu aku mengendong Nilam kita akan ke rumah sakit sekarang !! CEPAT " Radit panik melihat anaknya merasakan sakit ,
" pah , perut Nilam keram 😭 " Nilam terus mengelus perutnya yang mulai terasa tegang .
" siap jendral " yoga lalu bergegas mengendong gilbran dan berjalan terlebih dahulu , di susul Radit dari belakang yang sedang mengendong Nilam .
untungnya keadaan hotel mereka berada dekat dengan rumah sakit , tapi tetap saja Radit memaksa yoga untuk menyetir mobil hingga tiba di rumah sakit .
Radit di sambut para perawat yang membawa brankar pasien (itu loh ranjang dorong ☺️) , dan membantu Nilam untuk berbaring di atasnya keadaan mulai kacau saat Nilam di bawa ke dalam UGD oleh para perawat .
" maaf tuan sampai sini saja , selain petugas dilarang masuk " salah seorang perawat menahan Radit agar tak ikut masuk ,
Radit hanya mengangguk mengerti akan ucapan perawat tersebut , Radit mengambil gilbran dari pelukan yoga dan memeluknya di dada Radit dengan lembut .
" grandpa mami ? 🥺 " ucap gilbran ,
" tidak apa , mami hanya kelelahan sayang !! Abang gil disini jaga mami ya sama paman yoga mau ? " ucap Radit ,
" grandpa mau kemana ? " tanya gilbran ,
" sebentar grandpa ada urusan dulu , yoga kemarilah "
" siap jendral "
" tunggu disini sampai dokter keluar , dan jaga gilbran " perintah Radit
" siap jendral "
ketika Radit berjalan melangkah dokter memanggil keluarga Nilam dengan lantang .
" siapa disini keluarga dari pasien di dalam ? "
" saya !! saya papahnya " ucap Radit menghentikan langkahnya lalu berbalik menuju dokter .
" silahkan keruangan saya , saya ingin berbicara pada anda "
" baik dok , yoga tunggu di sini bersama gilbran "
" siap jendral "
dokter tersebut membulatkan bola mata nya dengan sempurna , dirinya tidak mungkin salah dengar dengan ucapan pria tadi .
setibanya di ruangan dokter tersebut mempersilahkan Radit untuk duduk di bangku pengunjung yang ada di depan mejanya .
" maaf sebelumnya , apa anda seorang jendral ? " tanya dokter
" iya dok , ada apa ? "
" maaf jendral saya tidak sopan , apa di dalam istri anda ? "
" tadikan sudah saya ucap bahwa, saya papahnya berarti dia ? "
" anak anda " dokter itu tersenyum dengan wajah sedikit tidak enak ,
" lalu apa yang ingin dokter bicarakan dengan saya ? "
" sebelumnya , dimana suami anak anda ? "
__ADS_1
" suaminya sedang berkabung karena ibunya baru saja meninggal "
" oh baiklah , maaf saya turut berduka cita "
" sampaikan saja padanya , mengapa kau berduka cita padaku " ketus Radit ,
" oh ba .. baiklah maaf jendral , begini jendral janin ibu Nilam baik - baik saja hanya saja fisik ibu Nilam yang tidak baik dan mempengaruhi anak yang ada di dalamnya "
" ada apa dengan fisik anak saya ? "
" begini , ibu Nilam mempunyai darah rendah jendral jadi ketika dirinya merasa lelah atau tidak mengkonsumsi makanan akan seperti ini , di takutkan nanti anak ibu Nilam akan sulit untuk bertahan di dalam kandungannya "
" maaf dok , mungkin anak saya juga terbawa suasana karena mertua nya baru saja meninggal "
" saya tau , saya paham tapi jangan sampai kita yang berkabung melupakan bahwa ibu Nilam juga sedang hamil dan butuh perhatian " Radit terdiam mendengar ucapan dokter tersebut .
" sementara ibu Nilam kita rawat disini sampai keadaan tubuhnya benar - benar kuat dan dapat di kontrol asupan vitaminnya " saran dokter ,
" baik dok , lakukan yang terbaik untuk anak saya " ucap denny
" baik kalau begitu nanti akan di bantu siapkan rawat inap "
" beri rawat inap terbaik di rumah sakit ini , buat anak saya nyaman dengan fasilitasnya "
" siap jendral " dokter lalu berdiri dan memberi hormat pada Radit .
Radit meninggalkan rumah sakit setelah berpamitan pada yoga juga gilbran , dirinya tahu kemana harus pergi .
selama di perjalanan kepalan tangan Radit menengang karena menahan emosi , berkali - kali memukul stir mobil hingga membuat memaran merah di tangannya .
tak lama mobil Radit terparkir dengan mulus di rumah mewah dan megah , rumah Denny adalah sasaran pertama yang di tuju oleh Radit .
tok .. tok ( suara ketukan pintu )
" ah jendral Radit " sapa pelayan yang tak lain ibu dari melati ,
" mana Denny bik ? "
" tuan muda Denny ada di taman "
Radit berjalan ke arah taman seperti orang yang tak mempunyai sopan santun , pelayan tersebut mengikuti Radit dari arah belakang .
" bik , maaf tolong angkat melati " Radit memberi aba - aba sebelum dirinya tiba di hadapan Denny ,
pelayan tersebut segera berlari dan merebut melati dari tangan denny , meninggalkan wajah denny yang bingung .
" DENNY " teriak Radit , lalu memukul wajah denny hingga terjatuh .
" aw .. a .. ada apa ini ? " tanya Denny yang bingung akan sikap Radit , tiba - tiba menyerangnya .
cristhy dan Rara yang mendengar keributan lalu keluar dari kamar , karena taman lebih dekat dengan taman mereka .
" ayok bangun , balas pukul aku !! CEPAT " teriak Radit kembali , tetapi Denny masih dengan wajah bingungnya "
" kau " ucap Radit melayangkan tinju nya kembali ke wajah denny ,
" CUKUP " teriak Rara menghampiri denny dan menghadang Radit ,
cristhy memegang tangan Radit dengan kuat , membantunya untuk perlahan mengurangi emosinya untuk berbicara baik - baik .
ayah denny datang bersama pelayan yang membuka pintu Radit , untuk menyaksikan apa yang pelayan tadi bicarakan padanya .
__ADS_1
" ada apa ini ? jendral Radit tolong jaga sikap anda di rumahku , kami sedang berkabung "
" ccuuiihhh " Radit membuang ludahnya ,
cristhy dan Rara terkejut melihat sikap Radit yang seperti orang kerasukan , seperti bukan Radit yang penuh dengan senyuman dan canda .
ini lebih ke Radit yang tiba - tiba berubah menjadi monster dan siap membunuh siapa saja yang mendekati dirinya .
" berkabung ? maaf kalo kedatanganku membuat kalian merasa terganggu , tapi tolong kali ini dengarkan kata - kataku dengan baik teruma kau Denny " ucap Radit menyertakan giginya ,
" KALIAN YANG ADA DI SINI SEMUA NYA , DILARANG MENJENGUK ANAKKU DI RUMAH SAKIT DANELIHAT CUCUKU , kalian tidak berhak menganggap Nilam sebagai bagian dari keluarga kalian yang tidak punya perasaan " ucap Radit yang mengeluarkan suara dengan nada bergetar .
" Nilam ? ada apa dengan Nilam ? " tanya Denny ,
" tidak usah kau bertanya , ikuti saja apa yang aku ucapkan "
" jendral Radit , kau tidak bisa memisahkan Denny dari anak dan istrinya " sahut ayah denny .
" memisahkan ? memisahkan bagaimana ? aku , aku tahu kalian sedang berduka , berkabung atas meninggalnya istri dan ibu mu tapi apa anakmu ini , anak yang kau banggakan telah menjadi suami dan ayah yang baik ? "
" tolong jelaskan yang detail apa inti dari masalah ini " kesal ayah denny ,
" hah , Presdir terhormat , jendral terhormat kalau bukan karena kesedihan mendalam Nilam tidak mungkin hampir kehilangan anaknya "
" ma .. maksudnya jendral Radit ? " tanya cristhy ,
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
jangan lupa vote , like , coment ya ❤️❤️