
Nilam terbangun dari tidur nya merasakan lapar di tengah malam sudah biasa dengannya selama berada di rumah papahnya Nilam hanya tinggal terduduk dan raditlah yang memasak
tapi kini membangunkan denny saja Nilam tidak tega , waktu menunjukkan pukul 2 malam karena enggan membangunkan denny Nilam lebih memilih berjalan ke arah dapur untuk mengambil makanannya sendiri .
" nak lapar ya ? " Nilam mengusap - usap perutnya seraya berjalan ke arah dapur
sesampainya di dapur Nilam menggambil beberapa potong kue sisa denny , memakannya dengan sangat lahap sampai tak tersisa sedikitpun .
" masih lapar , ahh tidak ada bahan ? haruskah aku membangunkan mas ? ah tidak - tidak " Nilam menggeleng - geleng kepalanya
denny merasakan tubuhnya sangat ringan dari sebelumnya perlahan matanya terbuka memandang ke arah samping tubuhnya , langsung terkejut ketika tidak mendapati istrinya di samping .
denny berlari menuju kamar mandi tapi tidak ada suara maupun Nilam di dalam , berteriak di dekat kamar tapi tak ada yang menjawab .
" apa dia pergi lagi ? aahhhh " Denny memukul kepalanya dan berjalan keluar kamar ,
seketika langkahnya berhenti ketika lampu dapur terlihat menyala , apa mungkin Nilam di dapur ? dengan langkah perlahan denny berjalan menuju dapur .
tak di sangka istrinya sedang menjilat - jilat piring bekas kue Denny , dengan teratur Denny menghembuskan nafas lega saat melihat istrinya sedang berada duduk di sana .
" sayang " panggil denny dan mengejutkan Nilam ,
" mas ? kok ba .. bangun ? "
" tadi terbangun karena kau tidak ada , sedang apa disini ? "
" itu , hmm "
" kau lapar ? "
" mas aku mau sate "
" eh ? " denny melirik arah jam di dindingnya ,
" ka.. kau tidak salah sayang ? ini jam berapa ? dimana ada sate ? "
" tapi aku ingin 🥺 "
" sebentar , tunggu di sini aku akan cari ponselku "
" JANGAN MENYURUH SAGA " Nilam berteriak dan seketika langkah denny berhenti
" kenapa ? "
" selalu saga , anak ini punya siapa ? kan mas yang buat kenapa sersan saga yang selalu menjadi yang terkena imbasnya ? " Nilam memanyunkan bibirnya , menandakan bahwa sedang kesal .
" hehehe ba..baiklah , tapi aku mau cari dimana sayang ? 😭 " denny mengeluh dengan Isak yang lucu .
" carilah aku akan menunggu di kamar " Nilam berjalan dengan senyum jahilnya ,
denny mengambil kunci mobil yang tergantung de dekat tangga , ini untuk pertama kalinya dirinya keluar setelah dua bulan lebih mengurung diri di dalam .
rasanya istrinya sengaja memberikan tugas agar Denny dapat menghirup udara di luar , tapi bukan udara malam - malam begini juga memekik sejak tadi .
dengan perlahan denny mengemudi kendaraannya melihat - lihat sekeliling adakah toko kecil menjual sate , karena putus asa akhirnya denny mengambil ponselnya dan menelpon Radit .
*ddddrrrttt
( nada dering kedua baru terdengar suara Radit )
" *selamat malam jendral denny ada apa menelponku jam segini ?"
" aku ingin bertanya , apa di dekat penginapan mu menjual sate ? "
" untuk Nilam ? "
__ADS_1
" kok tahu ? "
" aku ayahnya , dia tinggal bersamaku dua bulan itu sudah menjadi kebiasaannya "
" iya .. iya , jadi ada tidak ? "
" cari saja sendiri , kalau kau menemukannya semdiri lebih bagus bukan* ? "
Radit mematikan ponselnya tanpa mendengar Denny protes , Denny memijat kepalanya karena menyerah tidak menemukan tukang sate dimanapun .
" dimana harus mencarinya ? Radit ini kalau bukan mertua sudah ku tembak mati "
denny kembali menggaruk pundak kepalanya yang tidak terasa gatal , rasanya sulit sekali menemukan tukan sate jam malam seperti ini .
ketidakputus asa Denny membuahkan hasil , akhirnya dirinya menemukan tukang sate yang sedang berdiri di dekat gedung tua hanya ada beberapa pasangan yang makan di sana .
" permisi pak sate nya 1 porsi tapi di bungkus ya "
" iya den , duduk sebelah sana saja den silahkan !! "
" eh ? bapak kenal saya ? " tanya Denny heran ,
" hah ? tidak !! memangnya kenapa ? "
" kenapa menyebut nama saya den ? "
" eh dah lah Yo anak Iki , hahahaha itu nama sautan toh nak yang kalo di panjangin jadi Aden gitu "
" oh saya pikir bapak kenal saya " Denny tertawa karena merasa malu .
sambil menunggu satenya Denny sibuk mengotak - Atik ponselnya untuk membaca berita yang sudah tertinggal oleh nya selama dua bulan ini .
kembali teringat di pikirannya , besok dirinya akan ke rumah sakit bersama Nilam akankah kedua orang tuanya memaafkan diri nya ? entahlah rasanya Denny belum siap untuk bertemu keluarga nya .
tapi Denny harus segera memperbaiki keadaan seperti semula , meminta maaf kepada kedua orang tuanya terutama ibu kandung yang telah melahirkan diriya .
" berapa pak ? "
" 20ribu den "
" ini pak , tidak usah kembalian " Denny meberikan 50ribu kepada si penjual ,
" terima kasih banyak den , terima kasih banyak "
denny melajukan kembali mobilnya untuk pulang ke arah markas , tidak sabar ingin mencicipi sate yang ingin di makan Nilam .
setelah 15 menit perjalanan menuju ke markas , Denny menghampiri Nilam yang sedang berada di kamar . rambut panjang yang terurai menutupi wajah istrinya yang mungil , Nilam tertidur saat menunggu denny membelikan yang dia inginkan .
" sayang , sate nya sudah datang " Denny berusaha membangunkan nilam ,
" hhmmm , sudah tidak ingin mas aku ngantuk "
" eh , aku udah nyari sampe ke pelosok - pelosok ini masa tidak mau di makan sih sayang "
" mas aku mau nya tadi , sekarang udah tidak mau " Nilam masih menutup rapat matanya ,
" lalu ? ini satenya bagaimana ? ya astaga "
" mas saja yang makan , aku ngantuk mau tidur "
" ya tuhan 😭 ibu hamil ini mengerjai diriku yang tidak berdaya " Denny mengelus dadanya ,
Nilam hanya tertawa mendengar ucapan suaminya , mau bagaimana lagi sudah tidak ada keinginan lagi untuk makan yang di butuhkan Nilam sekarang adalah kasur .
" mas "
__ADS_1
" I..iiya sayang " Denny mengkerutkan keningnya dan berusaha menyembunyikan ketakutannya ,
" mas , aku mau .. "
" sebentar !! " Nilam membuka perlahan matanya dan melirik suaminya ,
" kenapa mas ? "
" sayang , jangan suruh aku cari makanan lagi ini sudah malam 🥺 "
" hahaha tidak , aku ingin tidur sambil mencium aroma mu "
" huuhh ku pikir kau akan menyuruh ku mencari onde - onde "
" kau ingin ? "
" ti..tidak , ya sudah ayok tidur cepat "
denny mengelus punggung istrinya yang sudah mulai memasuki dunia mimpi , perlahan airmata nya muncul dari pelipisnya .
mungkinkah dulu waktu gilbran Nilam merasakan kesulitan seperti ini ? bagaimana bisa ada orang sekejam mereka membuat istrinya merasakan seperti ini .
denny ingin membalas dendam kepada semua yang telah melakukan perbuatan kejam pada istrinya .
" sayang " panggil denny , tapi tak terdengar sahutan kembali dari Nilam .
" tidurlah , bermimpilah dengan tenang mulai hari ini dan seterusnya yang harus kau rasakan adalah kebahagiaan untuk dirimu sendiri , biarkan aku yang bekerja membalaskan dendam mu di kemudian hari "
Denny menutup kedua matanya rapat - rapat , mempersiapkan untuk dirinya yang ingin menemui kedua orang tua nya di rumah sakit .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
jangan lupa tinggalkan jejak ❤️❤️