
semua tamu berpamitan pulang dari pemakaman , Denny masih terduduk diam memandang pemakaman ibunya .
" denny , pulanglah istrimu menunggu " ucap ayahnya .
tapi tak ada tanda - tanda Denny beranjak pergi dari pemakaman ibunya , Radit menghampiri denny dengan cepat dan menarik tangannya .
" kau pemimpin !! kau kakak !! kaku suami !! jaga sikap mu , kuatkan dirimu inilah kehidupan yang harus kau jalani " Denny hanya terdiam memandang Radit .
" aku titip Nilam malam ini , a.. aku akan menginap di rumah ayahku tolong jaga Nilam untukku "
" kau , bedebah ini kalau bukan di depan makam ibu mu sudah kuhabisi kau " Radit pergi dengan kesal ,
denny melanjutkan bersimpuh di makam ibunya , teriakan terdengar sampai di seluruh pemakaman . penyesalan dalam dirinya tidak bisa di hapus , hanya ada duka dan kesedihan yang Denny rasakan .
Rara dan cristhy membantu Maria membersihkan rumah , dengan lamunan dan airmata Rara membersihkan tempat tadi jenazah ibunya di baringkan .
" Maria " panggil Rara tetapi pandangannya fokus pada satu titik .
" iya non "
" bagaimana kalian tidak memberitahuku tentang ini ? apa semua sengaja menyembunyikannya ? " tanya Rara , cristhy menghampiri Rara yang sedang termenung ,
membelai sahabatnya dengan sayang , berharap Rara dapat melalui ini semua .
" cris , padahal baru tadi kita tertawa membayangkan wajah ibu yang sehat "
" Ra , dengarkan aku !! aku pernah berada di posisimu bahkan kecelakaan kedua orang tuaku di depan mataku sendiri , kau harus kuat , kau perempuan yang di andalkan disini untuk menguatkan kedua pria di sisimu "
Rara menangis merengkuk kakinya , pelukan cristhy membuat Rara semakin menenggelamkan wajahnya ke dada cristhy .
" menangis lah Ra , ku harap esok kau sudah kembali seperti Rara yang ku kenal "
denny dan ayahnya datang secara bersamaan masuk kedalam rumah lalu menghampiri Rara yang sedang terduduk memeluk cristhy .
" de " panggil denny lirih , Rara berlari menghampiri denny dan memeluknya .
" ma .. maafkan kakak de " denny memeluk erat adiknya ,
" ka , kakak jangan sedih ya Rara tahu dari ayah dan Rara pasti kakak yang paling hancur "
" kita semua merasakan kesedihan , tidak ada pengecualian !! istirahatlah bersama cristhy "
" Nilam mana kak ? "
" Nilam , tubuh Nilam tidak bisa menerima sedikit kesedihan nanti akan berpengaruh ke anaknya "
" aku ingin ada Nilam , aku mau di peluk Nilam "
" besok kita akan menemui Nilam , kau harus istirahat hari ini "
denny memberikan kode anggukan kepala pada cristhy untuk membawa Rara ke kamar mereka , ayah denny menghampiri denny dari arah belakang .
" pulanglah , istrimu butuh dirimu "
" aku masih ingin disini yah "
" jangan egois , jangan sampai apa yang ku alami sekarang !! kau juga merasakan " ucap ayah denny berlalu ,
tidak ada ucapan apapun dari denny , hanya berjalan ke taman belakang tempat dimana dirinya dan ibunya sering bersenda gurau bersama ..
membicarakan pekerjaan , membicarakan pernikahannya dulu dengan nathali , membicarakan tumbuh kembang gilbran bersama .
" Daddy kakak Gil " panggil melati anak dari pekerja orangtua Denny .
" kemarilah melati , kau mencari kakak gilbran mu ? " melati mengangguk dengan cepat ,
" kakak Gil sedang bersama mami dan kakeknya , sekarang gadis kecil harus menemani Daddy Gil di sini " melati mengangguk kembali ,
" Daddy , apa nenek sudah di surga ? kata ibu tadi nenek sudah di surga " Denny hanya mengangguk tersenyum mendengar ucapan melati .
**
__ADS_1
" nyonya , makanlah dulu " Nilam hanya mengangguk lemah ,
" ada apa ini ? " tanya Radit yang baru saja datang dari pemakaman ,
" pah , apa ibu sudah di makamkan ? " Radit mengangguk dan memeluk putrinya ,
" mana mas Denny pah ? "
" suamimu masih di rumah orang tuanya , kau di sini dulu sama papah sama gilbran ya " Nilam terdiam ,
" apa mas Denny membenciku ? " tanya Nilam kemudian ,
" tidak sayang , jangan berfikir seperti itu suamimu hanya butuh waktu untuk kesedihannya "
" iya , mas Denny pasti marah pah sama nilam pasti " Nilam mengigit kukunya menandakan dirinya sedang berada di fase frustasi .
" jangan seperti itu , hilangkan pikiran yang seperti itu ingat kau sedang hamil "
Nilam terdiam dan terduduk di atas sofa , memandang ke arah gilbran lalu menangis kembali .
" saga , pulanglah !! denny membutuhkan dirimu "
" siap jendral " saga meninggalkan kamar hotel setelah di perintah oleh Radit .
" pah , ini salah Nilam , salah Nilam " Isak nya dalam tangis ,
" mami " panggil gilbran ,
" ahh cucu grandpa , sudah makan Abang gil ? "
" sudah , tapi mami tidak mau makan , daritadi memanggil Daddy terus "
denny memandang ke arah Nilam dengan tatapan nanar pada putrinya , di keluarkan nya ponsel lalu mengetik sesuatu pada ponselnya .
datanglah kemari kalau kau merasa mempunyai keluarga !! bukan hanya kau yang bersedih , bahkan semua yang mengenal ibumu bersedih . istri dan anakmu masih membutuhkanmu , jangan sampai aku yang menyeretmu untuk datang kemari
Radit mengirim pesan pada denny , di balas atau tidak !! setidaknya Radit sudah menunjukkan nada ancaman pada denny .
" kalau kau tidak mau makan , minumlah susu nya habis itu tidur ya " bujuk Radit pada anaknya , tetapi Nilam tetap mengerakkan kepala nya ke kanan dan ke kiri .
Nilam berjalan ke arah ranjang tidur dan merebahkan tubuhnya di atas sana , Radit hanya menghela nafas pasrah dengan anaknya .
gilbran mengenggam erat tangan kakeknya , gilbran takut akan terjadi sesuatu pada Nilam dan adiknya di dalam perut .
" grandpa " panggil gilbran pada Radit ,
" ah iya benar grandpa , jangan kakek ya bang " ucap Radit berusaha mencairkan suasana pada gilbran ,
" grandpa , sepertinya Abang gil sudah lama tidak sekolah " gilbran mengingatkan Radit tentang dirinya yang harus bersekolah ,
" nanti setelah masa nenek sudah habis "
" masa ? maksud grandpa ? "
" abang gil , nenek baru saja pergi ke surga sudah di jemput tadi siang "
" jadi Abang gil gak punya nenek lagi ? " ucap gilbran menunduk ,
" iya sayang , tapi Abang gil harus kuat karena Abang gil harus menjadi adik dan mami "
" apa Daddy tidak datang karena nenek ? " tanya nya kembali , Radit hanya mengangguk .
" apa nenek kesakitan grandpa ? "
" tidak , nenek sedang tersenyum melihat Abang gil dan adek nanti "
" iya grandpa benar " gilbran tersenyum memandang Radit ,
" lihat anak kalian saja lebih dewasa daripada kalian berdua " lirih Radit .
Nilam merasakan seperti sedang berada di genangan air yang sangat banyak , lengket terlalu basah dan membuat tidurnya tidak nyaman .
__ADS_1
berkali - kali dirinya berusaha untuk tidur tapi tak kunjung terpejam juga , Radit yang melihat putrinya gelisah segera menghampir Nilam .
" ada apa sayang ? " tanya Radit , tapi Nilam hanya menggelengkan kepala nya .
Nilam mencoba kembali menutup matanya , tapi dirinya merasakan sesuatu yang mengalir di bawah sana .
" pah " panggil Nilam ,
" iya sayang ada apa ? " tanya Radit ,
" pah tolong , ada apa di bawah kaki Nilam kenapa basah sekali seperti air tumpah "
" sebelah mana ? " tanya Radit lembut ,
" di sana pah " Nilam menunjuk selimutnya ,
Radit membuka selimut yang membalut kaki anaknya , seketika matanya membesar terkejut melihat apa yang terjadi .
" DARAH ? YOGAAAAAAA " teriak Radit ,
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
. jangan lupa like , vote dan coment ..
main game yuukkk ,
pertanyaannya adalah : DENGAN SIAPAKAH SAGA MENARUH HATI ?
A)) MARIA
B )) SHERLY
C)) CRISTHY
__ADS_1
coment dan vote lalu sertakan nomor ponsel mu bersama coment author akan membagikan pulsa sebesar 20ribu
terima kasih , khusus di episode ini yahhh 😘😘