THE SECRET WIFE

THE SECRET WIFE
KESEDIHAN


__ADS_3

semua tamu berpamitan pulang dari pemakaman , Denny masih terduduk diam memandang pemakaman ibunya .


" denny , pulanglah istrimu menunggu " ucap ayahnya .


tapi tak ada tanda - tanda Denny beranjak pergi dari pemakaman ibunya , Radit menghampiri denny dengan cepat dan menarik tangannya .


" kau pemimpin !! kau kakak !! kaku suami !! jaga sikap mu , kuatkan dirimu inilah kehidupan yang harus kau jalani " Denny hanya terdiam memandang Radit .


" aku titip Nilam malam ini , a.. aku akan menginap di rumah ayahku tolong jaga Nilam untukku "


" kau , bedebah ini kalau bukan di depan makam ibu mu sudah kuhabisi kau " Radit pergi dengan kesal ,


denny melanjutkan bersimpuh di makam ibunya , teriakan terdengar sampai di seluruh pemakaman . penyesalan dalam dirinya tidak bisa di hapus , hanya ada duka dan kesedihan yang Denny rasakan .


Rara dan cristhy membantu Maria membersihkan rumah , dengan lamunan dan airmata Rara membersihkan tempat tadi jenazah ibunya di baringkan .


" Maria " panggil Rara tetapi pandangannya fokus pada satu titik .


" iya non "


" bagaimana kalian tidak memberitahuku tentang ini ? apa semua sengaja menyembunyikannya ? " tanya Rara , cristhy menghampiri Rara yang sedang termenung ,


membelai sahabatnya dengan sayang , berharap Rara dapat melalui ini semua .


" cris , padahal baru tadi kita tertawa membayangkan wajah ibu yang sehat "


" Ra , dengarkan aku !! aku pernah berada di posisimu bahkan kecelakaan kedua orang tuaku di depan mataku sendiri , kau harus kuat , kau perempuan yang di andalkan disini untuk menguatkan kedua pria di sisimu "


Rara menangis merengkuk kakinya , pelukan cristhy membuat Rara semakin menenggelamkan wajahnya ke dada cristhy .


" menangis lah Ra , ku harap esok kau sudah kembali seperti Rara yang ku kenal "


denny dan ayahnya datang secara bersamaan masuk kedalam rumah lalu menghampiri Rara yang sedang terduduk memeluk cristhy .


" de " panggil denny lirih , Rara berlari menghampiri denny dan memeluknya .


" ma .. maafkan kakak de " denny memeluk erat adiknya ,


" ka , kakak jangan sedih ya Rara tahu dari ayah dan Rara pasti kakak yang paling hancur "


" kita semua merasakan kesedihan , tidak ada pengecualian !! istirahatlah bersama cristhy "


" Nilam mana kak ? "


" Nilam , tubuh Nilam tidak bisa menerima sedikit kesedihan nanti akan berpengaruh ke anaknya "


" aku ingin ada Nilam , aku mau di peluk Nilam "


" besok kita akan menemui Nilam , kau harus istirahat hari ini "


denny memberikan kode anggukan kepala pada cristhy untuk membawa Rara ke kamar mereka , ayah denny menghampiri denny dari arah belakang .


" pulanglah , istrimu butuh dirimu "


" aku masih ingin disini yah "


" jangan egois , jangan sampai apa yang ku alami sekarang !! kau juga merasakan " ucap ayah denny berlalu ,


tidak ada ucapan apapun dari denny , hanya berjalan ke taman belakang tempat dimana dirinya dan ibunya sering bersenda gurau bersama ..


membicarakan pekerjaan , membicarakan pernikahannya dulu dengan nathali , membicarakan tumbuh kembang gilbran bersama .


" Daddy kakak Gil " panggil melati anak dari pekerja orangtua Denny .


" kemarilah melati , kau mencari kakak gilbran mu ? " melati mengangguk dengan cepat ,


" kakak Gil sedang bersama mami dan kakeknya , sekarang gadis kecil harus menemani Daddy Gil di sini " melati mengangguk kembali ,


" Daddy , apa nenek sudah di surga ? kata ibu tadi nenek sudah di surga " Denny hanya mengangguk tersenyum mendengar ucapan melati .


**

__ADS_1


" nyonya , makanlah dulu " Nilam hanya mengangguk lemah ,


" ada apa ini ? " tanya Radit yang baru saja datang dari pemakaman ,


" pah , apa ibu sudah di makamkan ? " Radit mengangguk dan memeluk putrinya ,


" mana mas Denny pah ? "


" suamimu masih di rumah orang tuanya , kau di sini dulu sama papah sama gilbran ya " Nilam terdiam ,


" apa mas Denny membenciku ? " tanya Nilam kemudian ,


" tidak sayang , jangan berfikir seperti itu suamimu hanya butuh waktu untuk kesedihannya "


" iya , mas Denny pasti marah pah sama nilam pasti " Nilam mengigit kukunya menandakan dirinya sedang berada di fase frustasi .


" jangan seperti itu , hilangkan pikiran yang seperti itu ingat kau sedang hamil "


Nilam terdiam dan terduduk di atas sofa , memandang ke arah gilbran lalu menangis kembali .


" saga , pulanglah !! denny membutuhkan dirimu "


" siap jendral " saga meninggalkan kamar hotel setelah di perintah oleh Radit .


" pah , ini salah Nilam , salah Nilam " Isak nya dalam tangis ,


" mami " panggil gilbran ,


" ahh cucu grandpa , sudah makan Abang gil ? "


" sudah , tapi mami tidak mau makan , daritadi memanggil Daddy terus "


denny memandang ke arah Nilam dengan tatapan nanar pada putrinya , di keluarkan nya ponsel lalu mengetik sesuatu pada ponselnya .


datanglah kemari kalau kau merasa mempunyai keluarga !! bukan hanya kau yang bersedih , bahkan semua yang mengenal ibumu bersedih . istri dan anakmu masih membutuhkanmu , jangan sampai aku yang menyeretmu untuk datang kemari


Radit mengirim pesan pada denny , di balas atau tidak !! setidaknya Radit sudah menunjukkan nada ancaman pada denny .


" kalau kau tidak mau makan , minumlah susu nya habis itu tidur ya " bujuk Radit pada anaknya , tetapi Nilam tetap mengerakkan kepala nya ke kanan dan ke kiri .


Nilam berjalan ke arah ranjang tidur dan merebahkan tubuhnya di atas sana , Radit hanya menghela nafas pasrah dengan anaknya .


gilbran mengenggam erat tangan kakeknya , gilbran takut akan terjadi sesuatu pada Nilam dan adiknya di dalam perut .


" grandpa " panggil gilbran pada Radit ,


" ah iya benar grandpa , jangan kakek ya bang " ucap Radit berusaha mencairkan suasana pada gilbran ,


" grandpa , sepertinya Abang gil sudah lama tidak sekolah " gilbran mengingatkan Radit tentang dirinya yang harus bersekolah ,


" nanti setelah masa nenek sudah habis "


" masa ? maksud grandpa ? "


" abang gil , nenek baru saja pergi ke surga sudah di jemput tadi siang "


" jadi Abang gil gak punya nenek lagi ? " ucap gilbran menunduk ,


" iya sayang , tapi Abang gil harus kuat karena Abang gil harus menjadi adik dan mami "


" apa Daddy tidak datang karena nenek ? " tanya nya kembali , Radit hanya mengangguk .


" apa nenek kesakitan grandpa ? "


" tidak , nenek sedang tersenyum melihat Abang gil dan adek nanti "


" iya grandpa benar " gilbran tersenyum memandang Radit ,


" lihat anak kalian saja lebih dewasa daripada kalian berdua " lirih Radit .


Nilam merasakan seperti sedang berada di genangan air yang sangat banyak , lengket terlalu basah dan membuat tidurnya tidak nyaman .

__ADS_1


berkali - kali dirinya berusaha untuk tidur tapi tak kunjung terpejam juga , Radit yang melihat putrinya gelisah segera menghampir Nilam .


" ada apa sayang ? " tanya Radit , tapi Nilam hanya menggelengkan kepala nya .


Nilam mencoba kembali menutup matanya , tapi dirinya merasakan sesuatu yang mengalir di bawah sana .


" pah " panggil Nilam ,


" iya sayang ada apa ? " tanya Radit ,


" pah tolong , ada apa di bawah kaki Nilam kenapa basah sekali seperti air tumpah "


" sebelah mana ? " tanya Radit lembut ,


" di sana pah " Nilam menunjuk selimutnya ,


Radit membuka selimut yang membalut kaki anaknya , seketika matanya membesar terkejut melihat apa yang terjadi .


" DARAH ? YOGAAAAAAA " teriak Radit ,


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


. jangan lupa like , vote dan coment ..


main game yuukkk ,


pertanyaannya adalah : DENGAN SIAPAKAH SAGA MENARUH HATI ?


A)) MARIA


B )) SHERLY


C)) CRISTHY

__ADS_1


coment dan vote lalu sertakan nomor ponsel mu bersama coment author akan membagikan pulsa sebesar 20ribu


terima kasih , khusus di episode ini yahhh 😘😘


__ADS_2