
" makanlah , yang banyak biar otot - otot jendralku kembali lagi "
" kau juga makan , biar anak kita sehat di dalam sini " Denny mengelus perut Nilam ,
" aku buatkan kue kesukaanmu , tunggu aku ambilkan "
" jangan , biar aku saja beritahu aku dimana kau letakkan kue nya !! "
" di sana , samping kulkas " Nilam tersenyum memandang denny .
punggung yang dulu pertama Nilam kenal sangat kekar hingga membentuk bahu yang sangat sempurna , kini bahu itu tak lagi sempurna karna luka yang Nilam beri pada suaminya .
dua bulan membuat denny kacau , bagaimana kalau Nilam tak kembali untuk berbulan - bulan lamanya ? akan kah lebih parah daripada ini ?
" sayang ini " Denny memberikan kue nya pada Nilam ,
" aaaaaaaaa " ucap nya seraya membuka mulut ,
" pelan - pelan , kau harus sehat kembali !! "
" aku sudah sehat , semenjak kau kembali aku sangat merindukanmu 🥺 " lirih Denny yang sedari tadi memegang tangan Nilam .
" aku juga merindukan dirimu , habiskan kue nya akan ku bantu oleskan obat untuk luka mu "
" tidak sakit , ini sudah cukup tidak sakit " Denny tersenyum memandang istri nya .
tersirat penyesalan di wajah keduanya , entah bagaimana harus membangun kepercayaan Nilam kembali itulah yang di pikirkan oleh denny .
**
" selamat siang om " Radit menyapa ayah denny yang sedang duduk memandang wajah istri nya ,
" oh Radit , ayok masuk - masuk !! " ayah denny menyambut Radit .
" ada yang ingin bertemu , rindu katanya "
" siapa ? " ayah denny mengerutkan dahinya seketika .
" kakek , Abang gil kangen " ucap gilbran yang baru saja muncul bersama yoga ,
" ahh cucuku , cup cup cup " ciuman ayah denny mendarat di wajah gilbran .
" mana mamimu ? "
" enggak tahu , kata kakek Radit bertemu Daddy "
" yoga ini belikan jajanan untuk cucuku , maaf jendral Radit aku menyuruh yoga "
" tidak apa - apa om , pergilah yoga temani gilbran dulu "
" siap jendral "
yoga pergi bersama gilbran untuk menemaninya membeli beberapa cemilan , tentu saja dengan maksud lain pasti ada hal serius antara jendral Radit juga ayahnya jendral denny .
" duduk lah , ada yang ingin ku bicarakan !! "
" baik om , mari "
" jangan om , aku sudah mendengar semuanya dari saga kita ini harusnya besan kan ? hahaha besan ku ternyata masih muda bahkan seumuran dengan anakku "
" haha gimana ya om , ini sudah terbiasa jangan menyuruh saya merubahnya "
" ini sudah larut , menginap saja "
" tadi sebelum kesini , saya juga yoga sudah memesan hotel dekat sini untuk bermalam bersama gilbran "
" Nilam ? "
" bersama Denny di markas "
" kenapa kau kirim anak gadismu ke sana ? anak laki yang tidak bertanggung jawab "
Radit terkejut mendengar ucapan yang keluar dari ayah denny , mungkin ayah denny sangat marah karena ulahnya ibunya sampai masuk rumah sakit .
__ADS_1
" mereka sudah dewasa om , biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri "
" kau benar , tapi masalahnya Denny harus merasakan pelajaran terlebih dahulu "
" jangan , sepertinya dengan kemarin Nilam pergi itu sudah membuatnya menjadi kacau "
" aahh anak itu , aku yang sebagai ayahnya saja tidak bisa menebak sifatnya "
Radit tersenyum atas jawabang ayah denny , terasa nyaman saat membicarakan anak - anak mereka walau usia terpaut jauh tapi Radit merasa obrolan di antara kedua orang tua juga penting .
**
Nilam membereskan semua sisa - sisa makanan dan di bantu Denny di sampingnya , saling beradu pandang .
denny menjatuhkan kepalanya di bahu istrinya dan menciumi setiap jengkal pundak Nilam , Nilam paham yang di inginkan Denny tapi kandungannya masihlah muda .
" mas , dengarkan aku " Nilam membalikan tubuhnya menghadap Denny ,
" kenapa sayang ? "
" mas , besok kita ke dokter ya sudah boleh atau belum melakukannya karena kan aku baru ini hamil dalam keadaan sadar "
" apa selama di rumah jendral Radit kau tidak kontrol ? "
" siapa bilang ? papah memberikanku dokter kandungan terbaik dan di bawa ke markasnya "
" ah dia ayahmu , aku lupa "
" dengarkan aku , besok kita akan ke rumah sakit untuk mengontrol bayi dan bertanya apa boleh Kita berhubungan saat keadaan seperti ini , lalu menjenguk ibu "
" jadi aku puasa lagi 🥺 ?? ibu ? entahlah mereka mau Nerima ku atau tidak ? "
" kenapa mas ? "
" semenjak kau pergi ayah dan ibu marah besar padaku , lalu tak pernah berbicara padaku bahkan melihat ibu saja aku tak di ijinkan ayahku "
" mas , maafkan aku ya " ucap Nilam memeluk Denny .
Nilam memeluk tubuh suaminya merasakan penderitaan yang di terima Denny selama dirinya pergi , bahkan harus bermusuhan pada orang tuanya hanya karena dirinya ..
denny mengajak Nilam untuk beristirahat dikamar , perasaan bahagia yang hanya Denny yanh tahu bagaimana rasanya istri yang di cintai nya berada di sisi nya saat ini .
" ah aku lupa " Nilam memukul keningnya ,
" kenapa ? "
" aku harus menelpon papah mas , bertanya tidur dimana ? "
" yasudah telpon , apa Radit bersama gilbran ? "
" papah mas , papahku mertuamu "
" ah astaga , iya .. iya sayang "
*dddrrrttt ( suara telpon )
" *pah "
" iya nak , kenapa sayang ? " Radit menjawab panggilan anaknya ,
" tidur dimana pah ? maaf Nilam lupa , apa gilbran sudah makan ? "
" ini sudah di hotel dekat rumah sakit , tidak apa anakmu sudah makan , kapan kau akan berencana ke rumah sakit ? "
" besok pah , sekalian memeriksakan kandungan Nilam "
" baiklah papah tunggu di sini ya , tidurlah dan ingat jaga kandunganmu "
" iya pah* "
Nilam memutuskan pembicaraannya dengan denny , perasaan lega mendengar apa yang ingin di ketahuinya setidaknya papahnya dan gilbran sudah dapat tempat nyaman .
di tempat tidur Denny merebahkan kepalanya di paha Nilam seraya berbicara Dengan bayi yang ada di kandungan Nilam .
__ADS_1
" hey kau perempuan atau laki - laki ? " Nilam tertawa mendengar pertanyaan Denny ,
" kalau kau nanti lahir perempuan , kau pasti cantik seperti mami !! tapi kalau kau laki - laki pasti akan tampan seperti Abang gil "
" sudah - sudah ayok tidur sayang "
" baiklah , mami mu sudah lelah sayang , selamat malam !! cup " Denny mencium perut Nilam .
Nilam merebahkan tubuhnya di samping tubuh denny , menenggelamkan wajahnya di bawah ketiak suaminya .
ya aroma tubuh denny selama dua bulan ini sangat di rindukan Nilam , bahkan selama tinggal di rumah Radit !! gilbran yang selalu menjadi pelampiasannya .
entah apa yang akan terjadi kedepannya nanti Nilam berharap semoga ini adalah duka terakhir untuknya , dan berharap keluarga kecil nya selalu bahagia .
" sayang " panggil denny ,
" kau belum tidur mas ? "
" aku ingin berbicara sesuatu "
" apa mas ? sepertinya serius sekali "
" apa menurutmu diriku mundur menjadi jendral ? "
Nilam memposisikan kembali tubuhnya menjadi duduk , dan memandang heran ke arah Denny .
" kenapa mas ? kok mas berfikir seperti itu ? "
" aaahhh aku merasa sepertinya kewajibanku sebagai suami dengan menjadi jendral terbengkalai , lebih baik aku membantu ayah untuk mengurus perusahaan nya "
" mas , aku tahu mungkin kau sedang banyak fikiran tapi apa yang kau capai di titik ini bukan bantu tangan orang lain , kau mencapainya dengan caramu sendiri "
denny terdiam lalu memandang ke arah istrinya , Denny berfikir mungkin Nilam setuju dengan apa yang dia inginkan .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
jangan lupa tinggalkan jejak ❤️❤️❤️
__ADS_1