
setelah melalui 6 jam perjalanan Nilam segera menuju ke rumahnya untuk bertemu Maria , menitipkan Margaretha juga gilbran pada nya .
Nilam memarkirkan mobil pada halaman rumahnya , natahlie menatap kagum pada bentuk bangunan tersebut saat masuk ke dalam Nathalie menatap heran pada setiap foto yang di pajang .
tidak ada foto pernikahan Nilam juga denny yang menggunakan baju pernikahan , hanya ada foto terpisah dan foto pertumbuhan gilbran saja di rumah ini .
" nyonya " teriak Maria , ibu martini juga pak Cahya berlari ke arah Nilam .
"ndok , wes balik toh ? Gusti NU agung sehat ndok ? " Bu martini mengusap kepala Nilam dengan lembut bagai seorang ibu yang lama tidak berjumpa dengan anaknya ,
" Bu , pak apa kabar ? maria kau sehat ? "
" Baik , kami bertiga sehat nyonya " jawab Maria mewakili kedua paruh baya tersebut .
" uti , akung , bibi Maria " gilbran memanggil nama tiga orang yang sangat dia rindukan ,
" ah tuan kecil , bibi kangen " Maria memeluk gilbran dengan sangat antusias .
" Bu , pak aku titip anak - anak ya ? ada yang harus aku selesaikan "
" boleh nak , tapi apa tidak mau istirahat dulu ? bayi ini ? Bu martini menunjuk ke arah Margaretha yang sedang tertidur pulas di pelukan Sherly ,
" tidak usah Bu , ini Margaretha Bu anak kedua ku dan mas Denny "
" kemari , kemari cucu itu !! cantiknya ya cucu uti sama akung "
" iya Bu e sama seperti mami nya " sahut pak Cahya ,
Nilam berpamitan kepada ibu martini juga pak Cahya , Nilam tak memberitahukan kunjungannya bahkan tak ada yang bertanya mengapa Nilam tak datang bersama Radit juga Denny .
selama di perjalanan menuju tempat denny juga Radit Nathalie sesekali menatap ke arah Nilam yang sedang sibuk bermain dengan jemarinya , sementara Sherly menatap sendu cuaca yang berada di luar mobil .
jalan yang di tuju mereka kali ini tak seperti jalan pada umumnya , tak ada bangunan hanya pepohonan dan suara deruan ombak laut yang terpapar pantulan matahari yang sebenarnya akan pamit untuk pergi .
mereka memasuki kawasan mititer rahasia !! terdapat larangan keras memasuki kawasan tersebut , sementara Nathalie menunjukkan identitas milik sersan agung dan mendapatkan pintu dengan mudah .
" siapkan hatimu " Nilam dan Sherly saling menatap dengan raut wajah bingung ,
Nathalie memakirkan mobilnya pada parkiran depan bangunan tua , bangunan yang memang sudah tua tapi seperti masih layak di huni apalagi yang membuatnya merasa lebih tua karena tak pernah ada suara kendaraan berlalu lalang .
Nilam dan Sherly mengikuti Nathalie dari arah belakang , sampailah mereka pada satu kamar saat Nathalie membuka pintunya . tangan Nathalie seperti tertahan oleh tangan seseorang , ya tangan Nilam yang sedang bergetar hebat .
" ada apa ? "
" a.. a .. apa mereka baik - baik saja ? " suara Nilam mulai bergetar ,
" kau akan melihatnya sendiri !!! " Nathalie melanjutkan mendorong pintu kamar nya .
Nilam membuka matanya perlahan - lahan sudah terdengar suara isakan Sherly dari belakang , Nilam menatap ke arah Sherly lalu berpindah pandangan nya ke arah dua tempat tidur besar yang sedang di singgahi 2 orang pria yang dia kenal .
dengan langkah perlahan , Nilam berjalan menuju tempat tidur yang sedang di singgahi kedua orang yang telah di tunggu kepulangannya oleh Nilam juga anaknya .
" ke .. kenapa ? kenapa kalian tidak pulang ? hah ? kenapa lebih memilih berbaring di tempat ini daripada bertemu denganku ? jawab !!! " Nilam menangis , memegang dada nya yang terasa sesak setiap kalimatnya bercampur tangis sakit sekali rasanya .
" non " Sherly berusaha menghampiri dan menangkan Nilam ,
" lihat mereka terlihat kompak saat tidur ? padahal selama ini tidak pernah akur , bangun !!! cepat bangun , aku .. ak .. aku merindukan kalian "
Sherly terduduk dan membantu menyeka air ata Nilam , berusaha menenangkan Nilam menepuk bahunya . suara pintu kamar terbuka ternyata sersan agung datang dan menghampiri Nathalie yang sedang memandang Nilam menangis .
" bagaimana ? sudah ada perkembangan ? " tanya Nathalie kepada agung ,
" jendral Radit harus di bawa kerumah sakit negara B , karena peralatan medis di sana lebih lengkap dari pada di sini !! demi kesembuhannya , lebih baik bukan ? "
" lalu Denny ? "
" dia hanya terkena tusukan , jahitannya akan segera sembuh "
__ADS_1
" baiklah aku akan berbicara kepada Nilam , dimana sersan saga ? "
" dia di tepi laut , kenapa ? "
" yang bersama Nilam itu tunangannya " sersan agung terlihat terkejut mendengarnya lalu tersenyum .
Nathalie menghampiri Sherly untuk memberitahukan keberadaan saga yang sedang berada di tepi laut , Sherly pergi meninggalkan Nilam dan berlari ke arah luar untuk menemui tunangannya .
" selamat datang di markas ku nona Nilam , markas yang di ciptakan oleh jendral denny untuk melatih para mata - mata kami menjadi pasukan kuat "
" si .. si siapa kau ? " Nilam menatap aneh kepada agung ,
" kenalkan saya sersan agung dulu menjadi pendamping dari jendral denny , sekarang menjadi tunangan Nathalie " agung mengedipkan sebelah matanya ke arah Nathalie .
" Nilam , aku dan agung akan segera menikah , dan ini akan menjadi tempat tinggal kami . karena Denny membangun ini untuk agung pada saat agung di asingkan dengan mengkhianati nya , tapi Denny tetap membela agung "
" ba .. bagaimana kau bertemu dengan mereka ? "
" akan saya ceritakan , tapi malam ini jendral Radit harus segera di terbangkan ke negara B "
" untuk apa ? "
" pengobatan , agar kesembuhannya lebih cepat "
" lalu mas Denny ? bagaimana dengan Denny ? apa luka nya tidak parah ? "
" jendral denny hanya mengalami tusukan di bagian bahu belakang , jahitannya akan segera membaik "
" la .. lalu papahku ? "
" siapa ? aku tidak menemukan pria tua di sana " ucap sersan agung yang tak mengetahui bahwa Nilam adalah anak dari jendral Radit ,
" Gung , Nilam ini adalah putri satu - satunya jendral Radit "
" hah ? "
" baik begini , jendral Radit mendapat pukulan dan beberapa tembakan di tubuhnya jadi beliau harus segera mendapatkan penanganan terbaik "
" berapa hari mereka disini ? ma .. maksudku sudah berapa hari mereka dengan ke adaan seperti ini ? "
" 4 hari , nanti akan ku ceritakan !! aku akan mengurus helikopter militer terlebih dahulu " agung lalu pergi meninggalkan kedua perempuan itu di kamar ,
Nilam berjalan menghampiri menghampiri Radit Yang sEdang tertidur entah karena takut karena Nilam datang , atau memang karena keadaan papah nya sedang lemah . Nilam menarik nafas dengan kuat , lalu menghembuskannya agar dapat menahan emosi dan airmatanya .
" pah , apa kabar ? papah hebat ya sudah memenuhi janji pada Nilam untuk kembali , papah harus sehat kembali seperti dulu !! papah masih punya hutang cerita kepada Nilam " Nilam mengusap mengusap wajah Radit yang di penuhi luka dan memar dimana - mana .
" Nilam , agung baru saja memberitahukan kalau jendral Radit segera di bawa supaya tidak terlalu malam untuk penerbangan "
" Nathalie "
" iya , ada apa ? "
" pastikan papahku kembali seperti dulu "
" tenanglah , agung tahu apa yang terbaik untuk jendral Radit "
beberapa prajurit tentara masuk membawa tandu untuk mengangkat Radit ke dalam helikopter , Nilam hanya menyaksikan lepergian papahnya kembali !! rasanya sesak yang Nilam rasakan begitu menyakitkan .
" Nilam , aku dan agung akan ikut bersama jendral Radit ke negara B "
" lalu aku ? "
" kau disini , suamimu membutuhkanmu untuk kesembuhannya !! aku dan agung akan memantau kesembuhan jendral Radit lalu memberi kabar padamu , jangan lupa nanti makan malam bersama Sherly juga saga "
" terima kasih banyak Nathalie , sampaikan pada sersan agung rasa terima kasihku yang teramat besar "
Nathalie meninggalkan Nilam bersama Denny di dalam kamar tersebut , perlahan dirinya menutup pintu dengan rapat . dirinya tahu dulu dia sempat terobsesi pada denny karena orang tua angkatnya , tapi sekarang Nathalie merasakan Nilam lebih layak bersama Denny di banding dirinya .
__ADS_1
" mas , aku bawakan kue untukmu " tak ada sahutan dari Denny ,
" mas , hari ini Abang gil membacakan puisi untuk Daddy nya !! mas mau dengar tidak ? "
Nilam memutar video saat tadi pagi dirinya hadir di acara kelulusan gilbran , video yang menampilkan anak laki - laki gagah dan tampan sedang bersiap membacakan puisi untuk ayah tercinta nya .
...Daddy...
...Daddy adalah sosok yang membesarkan ku...
...sosok seorang pelindung dalam keluarga...
...sosok yang menjadi panutan untuk anaknya...
...Daddy...
...tak pernah kau mengeluh pada setiap lelahmu...
...jalan berliku kau hadapi , roda kehidupan yang berat kau lalui demi keluarga dan buah hatimu...
...terima kasih...
...terima kasih karena kau telah hadir menjadi...
...ayahku , ayah yang kuat dan tak pernah kenal lelah . I love you so much daddy and I miss you so much...
Nilam kembali meneteskan airmatanya saat menunjukkan video gilbran yang di putar olehnya , padahal saat di sekolah dirinya pun juga menangis . airmata denny juga ikut mengalir dari sela mata terpejam nya , Nilam yakin Denny dapat mendengar dan merasakannya .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.......
......terima kasih kepada para pembaca yang sudah mendoakan ibu author yang sakit , alhmdllhh sekarang beliau sudah keluar dari rumah sakit dan author bisa melanjutkan kisah nilam juga denny ......
...❤️❤️❤️❤️❤️...
...jangan lupa vote , like , coment...
__ADS_1