
Rara dan cristhy bernyanyi di ruang tamu bersama gilbran juga Maria , ketika gilbran bangun untung saja Rara sudah berada di ujung tangga untuk menariknya .
takut - takut kalau nanti gilbran membuka pintu kamar kakaknya dan melihat adegan yang terjadi antara kakaknya dan Nilam .
suasana di rumah dinas denny sangat berisik ketika dua racun membuat keributan , Maria yang sangat menikmati sampai berjoget dengan sangat santai tak sadar Nilam dan denny sedang memandang dirinya .
" Daddy , mami " gilbran berlari ke arah Nilam dan denny ,
" sedang apa ini ? mengapa rumah dinasku menjadi tempat karaoke ? ada yang bisa jelaskan ? "
" Jung tidak apa - apa , ini sangat menyenangkan " Nilam ikut berbaur .
denny menggeleng - geleng kepalanya melihat kelakuan istrinya yang hampir sama dengan kelakuan kedua adiknya .
" lapor jendral , di depan ada jendral Radit " sersan saga menghampiri denny
" kak Radit ? " Rara begitu antusias mendengar nama Radit di sebut - sebut
" suruh masuk , biar bergabung dengan orang gila yang ada di rumah dinasku " Denny berjalan ke arah dapur yang berada tepat di samping ruang keluarga .
Nilam tertawa dengan sangat riang , sesekali matanya beradu pandang dengan suaminya . denny merasa lucu dengan tingkah istrinya tersebut .
" selamat siang jendral denny " Radit menyapa denny dan sedikit melirik ke arah Rara ,
" kau ? kenapa kau datang ? perasaanku tidak enak "
" kau selalu seperti itu , berprasangka buruk terhadapku " radit menarik kursi dan duduk berhadapan dengan denny .
Maria datang dan memberikan kopi kepada Radit , sesekali melirik ke arah Radit dengan tatapan genit .
" mariaaaa " teriak Rara dari ruang keluarga
" datang non "
Radit hanya tersenyum melihat kelakuan Rara yang tak pernah berubah , tapi mata Radit terfokus pada satu orang yang menurutnya wajah itu tidak asing .
" apa yang membuatmu datang kemari ? "
" aku mau menyerahkan laporan hasil kita kemarin "
" aku belum buat , nanti saja biar saga yang menyerahkan ke pusat "
**
" Maria , apa ada makanan ? aku lapar " Nilam memegang perutnya yang kelaparan
" gak ada nyonya habis sama non Rara dan non cristhy "
" yasudah , tapi bahan masih ada di dapur kan ? "
" ada nyonya , mau sama buatkan ? "
" tidak perlu , saya akan memasak sendiri "
" mami mau noodle !! " teriak gilbran
" baik sayang , sebentar mami ke dapur dulu ya .
Nilam berjalan melewati denny dan juga Radit yang sedang mengobrol serius di meja makan , Nilam tahu suaminya belum makan sejak pagi .
perlahan dirinya berjalan ke arah kulkas dan juga menyediakan bahan - bahan , Nilam sadar ada mata yang sedang memperhatikan dirinya .
" dimana istrimu ? "
" yang tadi lewat " Denny menjawab santai ,
" yang mana ? yang ngasih kopi tadi ? "
" ppuufftt " denny membuang minuman yang ada di mulutnya .
__ADS_1
" kenapa ? "
" bukan , itu pelayan . yang itu yang sedang masak "
" hah ? " Radit melirik ke arah Nilam yang sedang memasak ,
rambut yang terurai sedikit bergelombang , dalam keadaan masih sedikit basah . Radit tersenyum memandang Nilam sepertinya Radit paham arti dari rambut Nilam yang basah .
" ku pikir kau menikahi Nathalie ? " Radit berkali kali melirik ke arah Nilam , dirinya memastikan bahwa dia tak salah melihat .
" Nathalie ? pengkhianat itu ? " sinis Denny saat mendengar nama Nathalie di sebut ,
Radit menatap denny , sepertinya denny telah melupakan Nathalie . dari matanya sudah menunjukkan kebencian tak ada lagi cinta antara kedua matanya saat membahas Nathalie
Nilam mencicipi masakannya sebelum di sajikan di meja penyajian , dirinya hanya membuat pasta noodle ala Perancis untuk semua penghuni rumah .
ketika di rasa sudah cukup Nilam pun membagikannya kepada semua orang yang ada di ruang keluarga , cristhy dan Rara yang sudah makan pun akan tetap lapar ketika Nilam sudah memasak ..
ketika Nilam merasa semua yang di ruang keluarga sudah dapat , Nilam menyuruh Maria mengantarkannya kepada saga . Nilam selalu seperti itu kepada saga .
" mas ini noodle mu , ini untuk jendral Radit " Nilam menaruh dua pasta noodle di meja makan ,
" ah merepotkan Anda saja , terima kasih " ucap Radit berbasa - basi .
" makanlah , masakan istriku enak . duduk di sini sayang " denny menarik kursi yang berada di sampingnya ,
denny memperhatikan Radit yang daritadi memperhatikan Nilam dengan tatapan aneh , ingin sekali rasanya memukul Radit karena memandang Nilam seperti itu .
tapi denny tak ingin terlihat seperti pria yang posesif terhadap pasangannya , denny semakin cemburu memandang arti dari mata Radit menatap Nilam .
" sayang suapi aku " Nilam menatap ke arah denny dengan tatapan bingung
" ah biasanya makan sendiri , jangan manja gilbran saja makan sendiri bersama aunty nya "
" sayang cepet aku lapar , suapi aku " denny membuka mulutnya menandakan makanan akan ada yang mendarat di lidahnya .
" yoookkk bro , kau seorang pemimpin kah ? " Radit tertawa menatap denny yang sedang di suapi Nilam
Radit tahu denny tidak akan suka terhadap nya , karena denny tahu sifat Radit yang selalu mengonta - ganti pasangan setiap bulannya .
tapi ada rasa tak asing ketika Radit menatap ke arah Nilam , seperti mirip seseorang yang pernah dia kenal sebelumnya .
**
" sersan ini dari nyonya " ucap Maria membawakan pasta noodle untuk saga
" hah ? untukku ? "
" kaya tidak pernah saja , ini ambillah "
" bilang nyonya terima kasih "
saga tersenyum memandang pasta noodle buatan Nilam , dia tahu rasa masakan Nilam tidak pernah mengecewakan dirinya dan lidahnya .
" ini sangat nikmat "
" sersan saga , apa kau bahagia melihat nyonya dan jendral menikah ? " Maria tiba - tiba bertanya ,
" bahagia !!! memang nya kau tidak ? "
" tentu aku akan bahagia , tapi aku takut nanti nona Nathalie akan muncul di hadapan jendral "
" itu sudah terjadi , waktu kalian pergi ke pantai sebulan yang lalu " saga menutup mulutnya karena kelepasan berbicara .
" benarkah ? "
" tidak .. tidak , sudah aku mau lanjut lagi ke markas prajurit "
Maria menatap saga yang pergi meninggalkan dirinya , manusia berencana tapi tuhan yang berkehendak begitulah doa maria saat ini .
__ADS_1
gilbran berjalan menuju denny juga Nilam memberikan piring kotornya menandakan dirinya sudah cukup dengan masakan Nilam .
" mami sudah , hallo paman Radit "
" wow , kau sudah bisa bilang R ? kemarilah kapten aku sudah lama tak memeluk dirimu " Radit memeluk gilbran yang membuka tangannya yang siap akan memeluk denny kembali .
" paman kemana saja ? semua karena mami !! "
" eh mami ? karena dirimu yang mau belajar sayang " sahut Nilam
Radit pun tertawa dengan keluarga kecil ini , tapi sesekali matanya tertarik dengan Rara yang sibuk dengan cristhy di ruang keluarga .
" baiklah , ini laporan ku dan aku pamit "
" cepat sekali , main caturlah dulu aku merindukan masa - masa kuliah kita dulu "
" tidak , ada sesuatu yang ingin aku selesaikan "
" baiklah , prajurit ku akan mengawal perjalananmu menuju kota Z bagaimana ? "
" terserah kau saja tukang paksa "
Radit dan denny pun berjalan ke arah luar rumah , denny memerintahkan saga untuk menyuruh beberapa parajurit untuk mengikuti kendaraan Radit dari belakang .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
ada apa dengan jendral Radit ? mengapa dirinya sangat penasaran dengan Nilam ?
Hay .. Hay .. author up lagi nih dalam 1 hari ada 2 kali up
up yang pagi mengantikan episode yang harusnya tanggal 1 Oktober keluar .
nah up yang ini untuk tanggal sekarang , bagaimana para reader sudah bisa menebak kemana arah cerita ini ?
yuk bentar lagi author mau bikin permainan nih , jangan lupa ya buat bergabung d group author biar gak ketinggalan Hadiah - hadiah dari author .
__ADS_1
sekali lagi author ingetin jangan lupa dukung author dengan cara vote sebanyak - banyak nya dan like sebanyak - banyaknya agar author dapat memenangkan kontes " you a writer season 4"
dukungan kalian author tunggu ya , happy reading sayang sayang author ❤️❣️❣️