
pagi itu mata Nilam terasa sedikit terbuka , tangannya bergerak seperti ingin meminta tolong . tangan sebelahnya pun berat seperti ada seseorang yang tertidur di sana .
Nilam melihat suaminya masih tertidur pulas di sampingnya , perlahan dirinya mengelus kepala suaminya rasa bersalah menghampiri hatinya . entah apa yang terjadi setelah dirinya tak sadarkan diri .
ketika Nilam ingin bergerak , perut nya terasa sakit di bagian tengah di rabanya masih ada bekas perban di sana . Nilam terkejut dengan apa yang di lihatnya , apakah dirinya habis menjalankan operasi ? .
" mas , bangunlah "
denny perlahan membuka matanya , dan melihat bahwa istri yang di cintai nya telah sadar dari komanya .
" kau bangun sayang ? aku merindukanmu " denny memeluk Nilam rasanya tak ingin pisah dari istrinya .
" mas aku kenapa ? ini apa ? "
denny terdiam , apa mungkin Nilam tak tahu dirinya sudah melahirkan ? atau mungkin dia lupa ?
" kau tidak ingat ? "
" apa ? apa aku melupakan sesuatu ? "
" tidak kau hanya sakit perut biasa , dan itu operasi kecil usus buntu mu "
" apa perutku separah itu ? "
" sebentar aku panggilkan dokter "
denny menekan tombol bantuan , tak lama datanglah dokter dan beberapa perawat beserta Radit dan juga yoga .
dokter memeriksa denyut nadi , jantung yang sudah mulai normal dan pernafasan Nilam yang sudah sedikit teratur .
" baik , ini sangat cepat sekali terjadi . apa nyonya ada keluhan lain ? pusing ? mual atau lainnya ? "
" tidak dok , terima kasih "
" bagaimana dokter ? " denny langsung menghampiri dokter tersebut ,
" sangat baik , ini sangat jarang terjadi ternyata tubuh nyonya lebih kuat dari yang kami bayangkan "
" apa tidak ada masalah lagi ? "
" tidak , tidak ada . semua dalam kondisi baik dan normal , saya permisi jendral !! " pamit dokter kepada denny seraya menepuk - nepuk bahu denny .
Radit memandang Nilam matanya berkaca - kaca ingin sekali dirinya memeluk Nilam dan berkata , kau adalah anak dari kekasihku . tapi denny melarangnya !!!
" jendral Radit ? Anda di sini ? " tanya Nilam yang heran
" iya nona Nilam , apa anda sudah membaik ? "
" sudah , sini duduk jangan berdiri . mengapa wajah anda pucat ? apa anda sakit ? "
" sayang , jendral Radit mendonorkan darahnya untuk mu "
" apa ? terima kasih jendral Radit maaf aku merepotkan dirimu "
" tidak apa nona Nilam , bukan anda yang merepotkan diriku tapi suamimu yang terlalu panik sampai hampir membunuhku " Radit menatap ke arah denny .
Radit merasa ini bukan waktu yang tepat , mungkin ada lain hari membahasnya yang penting Radit sudah menemukan orang yang di carinya selama bertahun - tahun lama nya .
akhirnya Radit mengalah dan memutuskan untuk pulang ke negara Z , walau masih ingin berbicara lama tapi Nilam baru saja tersadar dari koma nya .
denny berpamitan kepada Nilam untuk mengantar denny ke depan untuk memastikan Radit baik - baik saja .
" aku titip keponakanku "
" belum tentu "
__ADS_1
" itu sudah pasti , jangan menyakitinya maka kau berhadapan denganku . aku tak memandang kita sahabat saat itu terjadi "
" kau mengancam ku jendral Radit ? "
" bukan mengancam tapi mengingatkanmu !!! "
Radit menaiki mobilnya dan pergi bersama yoga ,selama di perjalanan dirinya merasa lemas tak berdaya . yoga hanya bisa menatap dengan rasa iba kepada jendralnya .
" cari bukti dengan cara apapun dan tunjukkan pada jendral denny kalau Nilam adalah orang ku cari selama ini " radit mengerang menahan amarahnya pada denny ,
" baik jendral laksanakan "
**
" aunty mami telpon mami " gilbran menangis tak henti merindukan Nilam dan juga denny ,
" sebentar aunty akan menghubungi Daddy mu " sahut Rara , cristhy yang memangku gilbran berusaha memeluk keponakannya yang begitu sedih .
ttuuuttt ... ttuuuttt
" *kenapa de ? "
" kak , gilbran merindukan kalian "
" mana dia* ? "
Nilam memberikan ponselnya kepada gilbran dan berbicara video call bersama mami dan Daddy nya .
" *Daddy , mami ? apa kalian liburan tidak mengajak ku ? " gilbran menangis dengan sangat kuat ,
" sayang mami merindukan mu nak , sebentar ya mami lagi kurang sehat " Nilam merebut ponselnya dari tangan denny
" mami , hidung mami ada selang !! " gilbran terkejut melihat Nilam yang terlihat lemas dan masih terpasang alat .
denny tahu Nilam pasti sangat merindukan anaknya , bahkan gilbran pun terlihat begitu merindukan Nilam berada di sisi nya .
" *gilbran dengarkan Daddy , jangan menangis kau anak laki - laki paham !! "
" iya Daddy , cepat pulang "
" segera mungkin Daddy akan pulang nak , bersikap baiklah bersama aunty mu . bye bye*"
denny mematikan ponselnya lalu menatap ke arah Nilam , begitu banyak pertanyaan yang ingin dia tanyakan pada Nilam tapi ini seperti nya bukan waktu yang tepat .
" mau makan apa sayang ? "
" aku masih kenyang mas , aku tidak lapar hanya ingin minum "
" makan dulu , kalau daritadi minum nanti tenaganya gak ada "
" mas , aku ingin tidur memelukmu "
mendengar perkataan itu denny langsung membenarkan posisinya dan tidur bersama dengan nilam di atas kasur .
harum rambut istrinya masih saja terasa segara di hidungnya , aroma yang belum mandi beberapa hari masih membuat istrinya tetap wangi di matanya .
Nilam menenggelamkan wajahnya di dada suaminya , entah mengapa dirinya merasa sangat merindukan denny saat terbangun tadi .
" mas , apa jendral Radit baik - baik saja ? "
" kenapa ? dia kuat sayang "
" berilah dia sesuatu sebagai tanda terima kasihku mas , walau tak bisa ternilai yang dia berikan kepadaku "
" baik sayang , nanti ku utus saga yang akan mengirimnya "
__ADS_1
" jangan !!! " Nilam berusaha menolak
" kenapa ? " mas menatap heran ke arah wajah istrinya ,
" aku istri mu atau istri saga ? " tanya Nilam
" istriku dong , masa istri saga " denny makin memeluk erat istrinya ,
" lalu kenapa bukan dirimu yang mengirimnya , kenapa harus saga ? " ucap Nilam ,
" iya ... iya nyonya besar "
Nilam hanya tertawa melihat suaminya yang pasrah , begitu dirinya sangat mencintai denny tak kenal se dingin apa dulu denny kepada nya tapi inilah wujud cinta denny pada Nilam .
ya !!! tidak banyak yang di ketahui Nilam tentang denny , tapi dirinya pun begitu sudah lama tak merasakan kasih sayang seseorang bahkan sekarang seperti tenggelam bersama cinta suaminya .
ketika dirinya bersama denny Nilam merasakan jantungnya yang sangat berdebar , entah sejak kapan rasa cinta ini tumbuh untuk denny .
" mas apa besok aku bisa pulang ? aku ingin ke toko aku merindukan oven ku "
" aku akan bertanya pada dokter , tidak !! kau tidak boleh ke toko dulu . jahitanmu belum sembuh jangan bandel "
" mas aku bosan , besok mereka akan gajian "
" saga yang akan mengurusnya sayang , nanti aku minta tolong padanya "
" berjanjilah setelah aku sembuh kau tidak akan melarang ku ke toko lagi "
" baik - baik , kau hanya bisa memaksa , dan menyuruhku selalu berjanji itu sangat menyebalkan " denny protes pada istrinya .
begitulah suami istri ini yang selalu bertengkar dengan hal - hal yang berujung mengalah nya denny pada Nilam .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
hy hy ☺️ happy reading 💘
__ADS_1