
Nilam yang berkutat dengan laptopnya karena terlalu lama dirinya menelantarkan toko , walau terkadang ada saga yang selalu membantunya tapi Nilam tak enak hati pada saga .
tiba - tiba ada seulas kenangan memori disana tertulis " kenanganmu " Nilam menekan tombol enter untuk membukanya , matanya sendu menatap foto - fotonya bersama Rangga saat saling mencintai ralat mungkin hanya Nilam yang mencintai nya .
ketika Nilam hendak menghapusnya denny sedang berada tepat di belakangnya memperhatikan dirinya yang sedang menatap nilam memandang foto istri nya yang sedang sibuk mencoba beberapa pakaian pengantin
bagai bak di sambar petir ternyata istrinya masih menyimpan kenangan dirinya bersama mantan kekasihnya dulu , denny yang hampir murka hanya bisa menarik nafas dan mencoba untuk mengajak Nilam berbicara .
" Daddy " panggil gilbran hingga membuat Nilam terkejut dan langsung mencari sosok yang di panggil gilbran .
kaget bukan kepalang Nilam menemukan denny tepat di belakangnya , Nilam mengigit bibir bawahnya dan sedikit menunduk karena takut denny akan kecewa pada dirinya .
" gilbran makan malam , duduk di pangkuan mami . Daddy akan mendorong kalian " denny berusaha tenang ,
" yeahhh " gilbran menuju kursi roda Nilam otomatis Nilam menurunkan laptopnya ,
perasaan Nilam campur aduk , dirinya takut kalau denny akan membencinya dan mengangap dirinya cewek yang tidak tahu malu .
di meja makan denny hanya menikmati makanannya dan tak banyak berbicara seperti biasanya , dirinya hanya terfokus pada gilbran menatap anaknya yang kian hari makin bertumbuh besar .
" Maria bawa gilbran tidur ke kamarnya setelah makan , dan sebelum itu bereskan dulu kamar bawah untukku dan Nilam selama Nilam menggunakan kursi roda "
denny berjalan meninggalkan meja makan dan pergi ke arah perpustakaannya untuk menenangkan pikirannya .
Nilam hanya mengaduk - aduk makanannya yang berada di depannya , haruskah dia mengajak denny berbicara ? kepala nya pusing jika sudah memikirkan sesuatu .
" nyonya kamarnya sudah selesai " Maria membantu Nilam untuk pergi ke kamarnya dan di ikuti gilbran dari belakang .
Nilam berjalan perlahan ke atas kasurnya dan merebahkan dirinya , dia tak sengaja membuat hati suaminya terluka Nilam berniat menghapus tapi dirinya sejenak memandang terlebih dahulu bahwa dirinya pernah hampir merasa bahagia , bukan hampir menjadi wanita paling bahagia sebelum terjadinya hari itu .
air mata jatuh membasahi pipi lalu turun ke bantal yang ditidurinya , perasaan berkecamuk dalam dada Nilam . bagaimana dirinya menghadapi suami nya yang sedang kesal akan dirinya .
tiba - tiba pintu kamar terbuka Nilam berusaha memejamkan matanya , dirinya berusaha tak berbicara dulu agar emosi denny sedikit mereda .
ada tangan yang menempel pada pinggangnya , perlahan semakin erat sampai Nilam merasa jahitannya seperti sedikit sakit .
" Jung sakit , jahitanku "
tangan itu terlepas dan merebahkan dirinya dengan tangan keduanya terlipat di atas kepala , Nilam memutar tubuh ya dan melihat suaminya yang sedang memandang ke atas langit - langit kamar .
" mari kita berfoto menggunakan baju pengantin , dan di pajang di kamar ini bersama gilbran "
" mas " Nilam mencapai dada suaminya ,
" nanti kita rayakan pernikahan kita ketika pemilihan presiden selesai , aku tak ingin engkau menjadi secret wife ku . biarkan aku menjadi suami terbaikmu " nilam semakin memeluk hoseok dengan erat ,
" mas " panggilnya sekali lagi ,
" nanti aku cuci fotonya lalu kau akan selalu memandang fotonya , kau mau kan Nilam ? "
denny terus berbicara tanpa memperhatikan Nilam yang sudah sesak mendengar kata - kata suaminya , Nilam paham hati seorang denny jendral kuat namun rapuh ketika masalah percintaan .
" mas , dengarkan aku " nilam merengek pada lengan suami nya
__ADS_1
" bagaimana kalau kita liburan ? biar banyak memori foto keluarga kecil ki_ "
ucapan denny terhenti ketika Nilam menjatuhkan bibirnya di bibir denny yang tipis dan sexy , denny baru tersadar kalau wajah istrinya sudah di penuhi airmata .
denny melepaskan ciumannya , menaruh Nilam di sampingnya dan menarik selimut untuk istri nya . bukan maksud hati menolak ciuman istrinya dia hanya takut teman yang berada di bawah perutnya tak bisa di ajak kerja sama .
" tidurlah , aku akan tidur memeluk dirimu " denny memejam kan matanya supaya Nilam percaya bahwa dirinya sudah tertidur ,
" maafkan aku mas , aku niat menghapusnya tapi kau sudah berada disana , maafkan aku !!! " Nilam tak henti - hentinya meminta maaf pada suaminya .
sudah berapa lama Nilam menangis diri nya pun tak tahu , tapi di dalam hatinya masih ada rasa bersalah yang besar terhadap suaminya saat ini .
**
siang itu Nilam sibuk mengurus tokonya yang sudah lama tidak ia kunjungi , di temani anak nya yang sibuk bermain bersama Maria
ya sudah seminggu dari pindahan rumah baru inilah Nilam datang mengunjungi toko dan melepas rindu bersama Sherly
sudah 3 hari semenjak permasalahan foto di laptop denny tidak pulang , bukan karena marah tapi karena denny sedang sibuk berada di rumah dinas .
" mami , lagi cake nya " gilbran berlari ke arah Nilam yang berada di tengah kerubunan pelanggan yang begitu ramai .
" baik sayang , tunggu di situ ya " sahut Nilam dan berjalan ke arah rak cake yang ada di dekat ruang kantornya .
Nilam berjalan ke arah luar untuk sedikit merenganggkan otot - otot lengannya , ingin sekali menelpon suaminya yang sedang sibuk tapi dirinya belum siap .
iya benar semenjak tragedi seminggu yang lalu dimana denny melihat dirinya bersama dengan foto - foto kenangannya bersama Rangga , suaminya lebih banyak menjadi pendiam .
" hai " sapa seorang lelaki bertubuh tinggi ,
" apa kabarmu ? "
" baik , pergilah aku tak ingin ribut dengan istrimu " Nilam meninggikan suaranya
" Nilam , bagaimana tinggal bersama orang yang sudah kau incar ? "
" maksudnya ? jangan pernah membalikan fakta Rangga , kau harus tau batas - batasmu padaku saat kau bicara " Nilam sedikit mengancam ,
" apa kau tidak mau tahu kejadian mengapa pernikahan kita batal begitu saja ? " Rangga menyipitkan mata nya menandakan iya ingin fokus melihat raut wajah Nilam
" tidak "
" apa kau tahu kau pernah melahirkan seorang bayi ? kau tahu bahwa sebenarnya jahitan yang ada di perutmu itu adalah bekas operasi pembersihan janin ? " Rangga melanjutkan kembali kata - katanya
" jangan terlalu ikut campur , urus saja sendiri kehidupanmu itu "
" baiklah , jika kau butuh sesuatu untuk infonya jangan lupa hubungi diriku . nomor ponselku masih yang lama kau pasti ingatkan ? "
" jangan lupa kalau kau dan nathasya adalah dalang semuanya "
" ssttt Nilam , jangan seperti itu ketika kau mengetahui yang sebenarnya kau akan berterima kasih padaku "
Rangga pergi dengan meninggalkan tubuh Nilam yang sedikit gemetar akan yang di ucapkan Rangga padanya .
__ADS_1
apa yang dimaksud Rangga , ada apa ini ? Nilam mencoba mencerna apa yang dikatakan Rangga sampai semua menjadi gelap dan terjatuh .
beberapa jam kemudian Nilam tersadar dari pingsannya , hanya ada gilbran yang sedang menangis dan Maria yang sibuk dengan ponselnya menghubungi seseorang .
" Maria , jangan beritahu jendral "
" tapi nyonya , baiklah mari kita pulang "
Sherly membantu Nilam menuju mobil pribadinya , gilbran yang sibuk menangis karena mami nya tak berdaya semakin geram kepada Rangga .
selama perjalanan pulang Nilam terus saja berkata pada Maria jangan memberitahu denny tentang kejadian hari ini , Nilam memijat - mijat kepalanya berharap tenaganya kembali seperti semula
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
. hai hai puas gak hari ini author up 3 kali , 3 kali loh , masih belum bosan kan ? sama jalan cerita author ?
yuk dukung terus dan perhatikan ceritanya , nanti ada kuis yang author kasih dan pulsa sebesar 30rbu untuk pemenangnya
hanya 2 orang pemenang ya , caranya follow author lalu masuk kedalam group author dan kirim jawabannya melalui group tersebut
__ADS_1
jangan lupa vote , like dan coment terima kasih ..
borahae 💜💜💜💜