
" Bu , apa ibu tidak salah ? " Nilam sedikit tidak percaya dengan apa yang ibu martini ucapkan
" tidak cah ayu , memangnya kenapa ? cah ayu udah menikah toh ? "
" sudah Bu !! " Nilam menundukkan kepalanya , dirinya sudah tak ingin makan lagi .
" lalu , apa yang membuatmu sedih nak ? " ucapan pak Cahya seperti mengetahui yang ada di raut wajah Nilam .
Nilam memandang kedua orang yang sudah rentan di depannya , ingin sekali rasanya Nilam menangis bercerita . air mata Nilam jatuh dengan cepat membuat kedua pasangan suami istri ini terlihat cemas .
" ada apa cah ayu , kemari peluk ibu !! " Nilam langsung meraih tubuh Bu martini dan menangis di pelukannya sementara pak Cahya mengelus punggung Nilam dengan lembut ,
" Napa ndok ? jangan terlalu banyak pikiran nanti bayimu ikut - ikutan rewel , dimana rumahmu biar ibu dan bapak yang mengantar mu " tawaran Bu martini membuat Nilam nyaman
" benarkah ibu dan bapak mau mengantar Nilam ? "
" benar , kami akan mengantarmu sampai bertemu keluargamu . iya kan pak ? "
" iya benar " sahutan dari suami Bu martini .
" nama saya Nilam Bu " ucap Nilam memperkenalkan dirinya .
" nama cantik , panggil saja saya ibu martini dan ini suami saya pak Cahya namanya "
" terima kasih Bu , sudah berbaik hati pada Nilam "
" sama - sama sayang cah ayu !!! "
Bu martini dan pak Cahya mengemas baju yang hendak mereka bawa , perjalanan lumayan jauh dari desa mereka .
pak Cahya membungkus sedikit bekal , takut Nilam merasa kelaparan di jalan nanti mengingat Nilam sedang mengandung jadi perhatian kedua suami istri tersebut sangatlah bahagia .
**
" aku mau mami , aku mau mami " gilbran menangis dengan sangat keras karena tak melihat adanya Nilam begitu pula denny
Maria bingung kalau sudah menenangkan gilbran , berkali - kali Maria menghubungi Nilam tetapi ponselnya mati , hal terakhir adalah Rara juga cristhy .
akhirnya Rara dan cristhy datang , hal pertama yang mereka cari adalah gilbran mereka sudah mendengar tentang kabar Nilam yang pergi dari rumah tanpa orang rumah tahu , begitu pun mertuanya yang sudah membagi beberapa bodyguard untuk mencari menantu nya tersebut .
segala upaya di kerahkan , Denny juga membagi beberapa prajurit nya untuk mencari keberadaan Nilam . hasilnya nihil mereka tidak menemukan Nilam dimana - mana .
" aunty , aku mau mami " gilbran terisak - Isak berbicara pada Rara
" hey kapten , mami dan Daddy hanya pergi sebentar tidak lama . sarapan sama aunty cristhy dan aku ya " ajak Rara membujuk keponakannya agar mau .
gilbran hanya menggeleng kepala nya , gilbran hanya menginginkan Nilam saat ini . entah perasaan apa yang membuat Rara juga ikut menangis melihat gilbran yang sedih .
" jangan menangis Ra , aku jadi bingung " ucap cristhy .
" aku khawatir pada Nilam cris , bagaimana kalau terjadi apa - apa dengannya ? " Rara semakin memeluk erat gilbran ,
" aku mengenal Nilam , aku percaya dirinya akan baik baik saja percayalah " cristhy berusaha menenangkan Rara dengan sebisanya
" dimanapun dirimu , cepatlah memberi kabar Nilam , jangan pernah seperti ini banyak yang terlalu sayang padamu "
Maria hanya memandang moment yang sangat penuh airmata , Maria berharap dimanapun Nilam berada semoga selalu dalam lindungan yang di atas .
denny yang sudah sampai di markas , langsung menemui Radit yang sudah menunggunya di dalam ruangan .
__ADS_1
siap tidak siap denny harus memberitahu semua nya pada Radit , bahkan memberitahu bahwa Nilam pergi dari rumah entah kemana .
" selamat siang jendral Radit " sapa denny ,
" tumben sopan , hahahaha kenapa menelponku ? apa ada yang bisa ku bantu ? bagaimana keadaan Nilam ? "
" Nilam baik , ada yang ingin ku beritahukan kepadamu , dan ini harus padamu langsung "
" apa ? "
" waktu anda menyuruh dokter untuk memeriksakan darahmu dan Nilam , apa kau mengambil surat keterangannya ? " tanya denny
" aku mengambilnya tapi sampai sekarang belum aku buka , tapi kenapa ? "
" apa kau cocok sebagai saudara ? "
" maksudnya ? "
" bukankah kecocokan gen pada darah hanya di peruntukan untuk orang tua dan anak ? bukan sesama sepupu atau saudara ? "
Radit terdiam menatap denny , Radit berfikir denny ada benarnya juga . seketika pandangannya langsung ke arah yoga dan memberikan kode seperti anggukan kepala .
yang menyatakan yoga harus pergi ke dalam mobil untuk mengambil surat yang di tinggalkannya di laci mobil .
tak butuh waktu lama , hanya selang 5 menit yoga pun kembali dengan amplop yang ada di tangannya dan langsung memberikan kepada Radit .
" cobalah buka , hubungan apa antara kau dan Nilam " ucap denny mempersilahkan Radit ,
dengan ragu Radit membuka amplop rumah sakit tersebut , seketika dirinya tak percaya di kertas tersebut tertulis dengan sangat jelas .
" kecocokan tn.radit dan nn.nilam adalah 99% ayah dan anak "
" sudah kau ingat ? hah rasanya aku ingin menghajarmu tapi kau ayah mertuaku !! lucu bukan ? umur kita sama tapi kau mempunyai anak gadis yang aku nikahi " ucap denny ,
" ni .. Nilam a..anak ku ? bagaimana ini ? darimana kau tahu ? "
" aku dan saga pergi ke tempat supir mu dulu , ku pikir dia tetangga ibu mertuaku ternyata mantan supir pribadi keluargamu !! "
" pak Harto ?? "
" aku tak bertanya nama , tapi dia menceritakan semuanya padaku "
denny menceritakan semua yang dirinya dapat dari mantan supir pribadi keluarga Radit , Radit terlihat seperti tak percaya mendengarnya . merasa bersalah iya benar sangat merasa bersalah
Radit tak mengetahui bahwa Margaretha hamil saat di tinggal oleh nya untuk bersekolah militer , karena Radit tak mendapat berita apapun dari keluarga besar nya , bahkan kakaknya sendiri pun tak memberitahu nya .
setelah apa yang dirinya tahu dari denny , Radit seakan merasa bersalah pada dirinya karena yang dia tahu Margaretha telah mengkhianati dirinya dengan menikah bersama kakaknya .
" apa aku seorang pria brengsek ? " tanya Radit pada denny ,
" tidak , kau hanya tak tahu mungkin jika kau tahu pasti dirimu akan melindungi ibu mertuaku . tapi aku ingin meminta maaf untuk kesalahanku " denny menelan ludah nya sebelum berkata lagi ,
" atas kesalahan apa ? " tanya Radit dengan bingung ,
" maafkan aku telah menyakit anak gadismu , aku merusak kehidupannya , maaf tapi itu juga di bawah alam sadar kami berdua dan kami di jebak "
" maksudnya ? "
denny kembali bercerita tentang dirinya bersama Nilam , bagaimana Nilam menjalani kehidupannya , bagaimana bisa Nilam bersama dirinya saat di jebak dengan wanita bersaudara .
__ADS_1
Radit merasa geram mendengarnya , tapi entah perasaan tenang apa Radit rasa Nilam tidak salah menikah dengan denny .
" aku mengerti , tidak usah meminta maaf padaku minta maaflah pada Nilam "
" kau benar , tapi sekarang Nilam sedang marah padaku "
" bersabarlah untuk putriku , aneh rasanya mengetahui bahwa Nilam putriku , bahkan umur kami terpaut dekat !! hahahaha "
denny tak berbicara kalau Nilam tidak berada di rumahnya , rencananya kalau Nilam tidak pulang dalam waktu 3 hari baru denny akan memberi tahu kan pada Radit .
" menginapkan disini bersamaku , perjalanan mu sangat jauh " ucap denny
" aku ada rencana ingin menginap di rumah mu bersama anak gadisku !! hahaha "
" dia sudah tidak gadis , dia sudah mempunyai anak , dan walaupun Nilam anakmu bukan berarti kalian bisa tidur bersama ketika itu kau tawarkan nanti , aku orang pertama yang menghajarmu "
yoga dan saga tertawa mendengarnya , saga membantu yoga mempersiapkan kamar untuk Radit , menurut yoga mungkin ini adalah mimpi besar yang di tunggu oleh Radit selama puluhan tahun .
tapi tak sekedar mimpi , bahkan apa yang Radit rasakan menjadi kenyataan . yoga merasakan Radit akan menjadi baik ketika nanti bertemu dengan Nilam , mungkin tidurnya tak akan pernah terganggu lagi .
iya selama ini radit selalu tidur tidak enak , seperti di hantui rasa bersalahnya pada Margaretha , ternyata inilah jawaban mimpi yang sering di sampaikan Margaretha padanya .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
terus dukung author ya 🥰🥰🥰
__ADS_1