
" 150 juta ? untuk apa mas ? " Nilam terkejut mendengar nominal yang di sebut oleh denny ,
" entahlah tapi sepertinya dia membutuhkan uang itu "
" ini cake mu sudah matang , aku akan mengantar ini untuk papah sebentar "
Nilam berjalan memasuki ruangan Radit , dan memberikan cake untuk papahnya . aroma cake yang tercium dari hidung Radit seperti mengembalikannya pada masa Margaretha .
cake yang selalu di buatkan Margaretha untuknya di saat pulang sekolah dulu , sosok perempuan lembut yang penyayang bak bidadari dan ibu peri .
" cake red valvet di padukan dengan sedikit sentuhan bubuk kayu manis dan rahasia cinta di dalamnya " ucap Radit mencicipi cake buatan Nilam ,
Nilam tersenyum mendengar ucapan Radit yang sama persis di dalam resep buku kue ibunya , ibunya Nilam meninggalkan begitu banyak buku resep di dalam kamar Nilam dan tertera kata kata yang di ucapkan oleh Radit .
" jangan lupa pah dengan kata - kata mamah yang lain "
" cinta yang di satukan perpaduan bahan akan menjadi cita rasa yang luar bias " Radit dan Nilam begitu kompak mengucapkan alunan Margaretha ,
" darimana kau tahu ? bukankah mamah sempat pergi setelah kau lahir "
" buku , saat aku berumur 6 tahun orang tua angkatku memberikan semua peninggalan mamah kepadaku "
" pergilah ke depan , habiskan waktu bersama suamimu "
" baik pah , sersan yoga di makan juga ya cake nya "
" terima kasih nona Nilam "
" jangan sungkan βΊοΈ " Nilam meninggalkan ruangan kerja Radit ,
Radit tersenyum memandang putri nya tumbuh dengan sangat baik , walau Radit mengetahui begitu banyak cerita di balik kehidupan Nilam dari denny tapi dirinya bersyukur Nilam tumbuh seperti ibunya yang begitu anggun .
" jendral , apa tidak memberitahu nona Nilam ? "
" nanti saja ketika sudah dekat , aku ingin keluargaku berkumpul "
" tapi tugas perpindahan jendral 1 Minggu lagi akan turun "
" akan ku atur saat makan malam , kau pergilah aku ingin istirahat "
" siap jendral " yoga keluar dari ruangan Radit ,
Radit menjatuhkan tubuhnya di atas kursi kerjanya , fikirannya melayang kepada kisahnya bersama Margaretha yang begitu indah .
airmatanya jatuh tak kala mengingat betapa dirinya membenci Margaretha saat mengetahui kekasihnya menikahi kakak nya sendiri , padahal Radit tidak tahu kalau pernikahan itu hanya menutupi malu yang di rasakan Margaretha .
demi bertahan untuk Nilam , Margaretha membawa Nilam yang masih di dalam perut untuk mencari Radit sampai pada akhirnya bekerja sebagai pembantu .
ahh maafkan aku sayang , aku juga menjadi Playboy karena sakit hati terhadapmu tapi ternyata kau terluka karena diriku π₯Ίπ₯Ί
Nilam menghampiri denny yang masih menjilati sendok cakenya yang telah habis , seperti anak kecil pada umumnya ketika makanannya sudah habis pasti akan menikmati sisa terakhirnya .
" sayang kotor "
" hehehe sangat enak , apa papahmu sibuk ? "
" masih bersama sersan yoga , kenapa mas ? "
" tidak , sayang kamar yuk !!! "
Nilam paham yang dimaksud oleh denny , wajar saja sudah berapa lama mereka tak saling berhubungan .
lagian dokter kandungan juga menyarankan Nilam untuk sering - sering berhubungan agar cepat mendapat rangsangan lahir , hitungan Minggu kelahiran tinggal di depan mata .
__ADS_1
Nilam merasa aman karena banyak laki - laki yang sayang kepadanya sedang mengelilingi dirinya .
sesampainya di kamar Denny sudah tak bisa menahan dirinya untuk menyerang istrinya , dengan perlahan denny membawa Nilam ke atas kasur membuka perlahan demi perlahan tiap baju Nilam .
ciuman yang penuh cinta mendarat di setiap tubuh Nilam dan berakhir di mulut munggil Nilam yang berwarna merah muda .
" I miss you "
" Miss you to "
suara desahan dan denyutan ranjang membuat ruangan menjadi semakin romantis , tidak perduli berapa kuping yang mendengar mereka sedang bercinta .
lepas sudah hasrat Denny kepada istrinya , terpendam , tertahan , bahkan harus mengeluarkannya sendiri di kala sangat ingin menyetubuhi istrinya .
**
Radit berjalan menghampiri saga juga gilbran yang sedang sibuk merakit mainan yang di belikan Denny untuknya .
" grandpa kenapa ? "
" tidak , hanya ingin bergabung saja !! apa tidak boleh grandpa disini ? "
" boleh !! grandpa marah Daddy kesini ? "
" kenapa grandpa harus marah ? kan kita ini keluarga " saga tersenyum mendengar ucapan dari Radit ,
" iya keluarga , grandpa cake mami enakkan ? "
" kau juga makan ? dimana piringnya ? "
" tidak , aku dan paman saga belum memakannya tapi dari wanginya mami pasti sedang membuat cake "
" iya kau sudah hafal ? cake mami mu persis buatan grandma mu "
" grandma ? apa yang tidur di bawah tanah ? "
" iya kata mami grandma adalah orang baik , cantik , juga pintar "
" iya , mami mu benar !! "
Radit menatap gilbran , dia ingin menatap cucu nya lebih lama sebelum surat perpindahannya turun secara mendadak .
saga memperhatikan raut wajah denny yang begitu aneh , seperti orang yang sedang berfikir keras akan sesuatu .
" apa ada yang di pikirkan jendral Radit ? "
" ah , tidak ada "
" kenapa ? apa karena saya bukan keluarga jadi jendral Radit enggan bercerita ? maaf kalau saya lancang "
" kau pasti sudah tahu tentang sudah pindah tugas ku , rasanya berat meninggalkan Nilam dan gilbran kembali "
" ke negara X ? "
" iya , di sana sedang perang aku haru membuat perdamaian di antara negara X dengan negara A "
" jendral radit bisa percaya kepadaku , saya akan menjaga amanah dari jendral "
" saga " panggil Radit ,
" iya jendral "
" ketika nanti perang berlangsung , aku ingin sekali Nilam tahu bahwa aku menyesal telah meninggalkannya dan juga ibunya "
__ADS_1
" jendral , jangan seperti itu anda harus kembali ke sisi nona Nilam dan bertemu cucu kedua anda "
Radit terdiam dan mengusap kepala gilbran yang berada di depannya , lalu berdiri menghadap lapangan militernya .
" kau lihat , yoga yang begitu setia kepadaku sama seperti dirimu " saga tersenyum ,
" di balik setianya dia menyimpan luka , saat perang berlangsung orang tuanya meninggal dan dia tak sempat menemuinya . itulah hal yang paling terluka di kehidupan yoga "
" bukankah kita seorang militer sudah berjanji tugas , mana sempat untuk bersedih ketika negara sedang membutuhkan "
" ya begitulah yang ku maksud , egois peraturan membuat kita kehilang orang - orang yang kita sayangi "
" Anda harus berbicara kepada nona Nilam , dari hati ke hati . seperti ayah dan anak pada umumnya "
" ah kau benar saga , terkadang airmataku menjadi titik lemahku saat ini "
" percayalah untuk kembali lagi , jangan berfikir untuk pergi meninggalkan nona Nilam kembali "
" kau benar "
Radit merangkul saga dan berterima kasih telah menemaninya bercerita , mau tidak mau saga dan yoga benar .
perpindahan tugas Radit harus di beritahukan kepada Nilam anaknya , bahkan jika Radit tidak kembali Radit sudah membuat surat wasiat bersama yoga untuk di wariskan harta bendanya kepada Nilam anak semata wayangnya .
Radit ingin ketika dirinya sudah tidak kembali , dia ingin di makamkan di samping mendiang kekasih tercintanya tidak perlu ada upacara militer hanya sederhana .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
jangan lupa vote like dan coment ..
hy para readers author jangan lupa terus dukung author ya. kamshamida πππ