
Radit membaca tentang artikel kehamilan , mulai dari masa morning sickness Sampai masa mengidam atau menginginkan sesuatu secara tiba - tiba .
Hela an nafas Radit yang berat kini berubah menjadi ringan ketika mengetahui keinginan dari anaknya yang sedang hamil , mungkin setelah ini Radit akan menelan ludah nya kembali .
" permisi jendral , ini ada berkas yang harus di tanda tanganin " yoga memberikan selembaran kertas ,
Radit terdiam dan membaca tiap bait tulisan yang terdapat di lembaran tersebut , yoga memandang Radit yang penuh tanya tapi memilih untuk diam .
" yoga " panggil Radit ,
" siap jendral "
" apa aku harus mengalah demi anakku ? untuk menelpon Denny datang ke sini "
" maksud jendral ? saya tidak mengerti !! " yoga memulai aktingnya karena Nilam sudah memulainya sejak tadi .
" ahh Nilam menginginkan Denny , ah bukan anak yang di dalam perut Nilam menginginkan Denny padahal aku tak ingin anakku bertemu dengan pria seperti Denny "
" maaf jendral kalau saya lancang , tapi ada baiknya keinginan ibu hamil di turuti daripada nanti nona nilam akan susah saat lahir "
" menjilat ludah sendiri ? seorang Radit ? " ucap Radit mengutuk dirinya , yoga hanya terdiam menatap Radit .
" panggilah Nilam di kamarnya , suruh makan ini sudah malam "
" siap jendral "
yoga berjalan ke arah kamar Nilam dan mengetuk pintunya beberapa kali , terlihat gilbran membuka pintu kamar dengan mata yang kelihatannya sedikit bengkak .
" tuan muda " sapa yoga ,
" paman yoga , ada apa ? mami masih tertidur "
" jendral menyuruh saya untuk membangunkan nona dan tuan muda makan malam , jendral sudah menunggu "
" biar aku aja paman , mami biar disini "
gilbran menutup kembali pintu kamarnya dan berjalan menghampiri Radit yang sudah menunggunya di meja makan .
" mana mami mu ? " tanya Radit yang tak melihat Nilam dari arah belakang ,
" di kamar sedang tidur grandpa " jawab gilbran singkat ,
seorang pelayan mengambilkan makanan yang berada di meja dan di letakkan di depan Radit juga gilbran , selama makan Radit hanya diam dan sesekali menatap ke arah cucu nya .
" grandpa " panggil gilbran ,
" ada apa sayang ? " Radit berhenti sejenak saat gilbran memanggilnya ,
" tadi mami menangis , merindukan Daddy !! kata Daddy mami tidak boleh menangis , itu akan membuat Dede sedih dan mami menjadi sakit " ucapan gilbran membuat Radit merasakan makanan sedang tersangkut di tenggorokannya ,
" menurut gilbran ? "
" kalau grandpa marah pada Daddy , tapi tolong jangan lampiaskan ke Abang gil juga ke dedek yang tidak tahu masalah orang dewasa " gilbran pergi dengan makanan yang tersisa di piringnya ,
Radit menatap punggung kecil yang meninggalkannya di meja makan , gilbran sudah besar umurnya sudah cukup memahami keadaan sekarang .
memang seharusnya Radit menyadari posisi ya sejak awal , siapa dia ? dia hanya orang yang baru saja masuk dan bergabung dalam kehidupan Nilam juga gilbran .
kebahagian gilbran adalah ketika mami dan Daddy nya berada di dekatnya , selalu mendampingi dirinya hingga dewasa .
__ADS_1
" jendral " panggil yoga ,
" ambil ponselku di ruang kerja sekarang " perintah Radit kepada yoga ,
yoga berjalan ke arah ruang kerja Radit , dan mengambil ponsel yang terletak di meja kerja nya . foto manis Margaretha yang terpajang di meja kerja Radit menghiasi setiap ruangan , sekarang ruang kerja Radit sudah banyak terisi foto Nilam juga gilbran di dalam sana .
yoga kembali dengan genggaman ponsel di tangannya , lalu memberikannya pada Radit . Radit menekan ponselnya lalu mencari nama yang ingin di hubungi nya !!
* tttuuuutttt ... tttuuuttt
" *selamat siang jendral Radit "
" tidak perlu menyapaku , datanglah ke kotaku "
" haha mertuaku , siap laksanakan jendral* "
Radit mematikan ponselnya tanpa banyak bicara pada denny , denny menarik kedua sudut bibirnya dan tersenyum pada saga .
" bagaimana jendral ? "
" besok kita berangkat , hari ini kita belanja perlengkapan bayi dan membeli mainan untuk abang gil "
" laksanakan jendral , saya siapkan mobil segera " saga berjalan ke arah luar ruangan , dirinya berharap semoga kali ini rencana yang di buat oleh yoga dan dirinya berhasil .
selama di perjalanan denny tak henti - henti nya tersenyum memikirkan anak dan istrinya , berkali - kali perasaan nya tak bisa di sembunyikan .
dua pria ini pergi ke salah satu mall ternama di kota D , semua mata tertuju pada mereka yang masih menggunakan baju dinas militer mereka .
denny berjalan ke arah toko bayi melihat - lihat baju munggil , dulu waktu gilbran bayi ibu Denny dan ayah denny lah yang sibuk memilih untuk cucunya .
perasaan sedih itu muncul kembali tak kala Denny memegang baju munggil untuk anak keduanya .
" jendral " panggil saga memecahkan lamunan denny ,
" itu , hmm cewek apa cowok ? "
" tidak tahu " Denny menggaruk kepala nya yang terasa tidak gatal ,
" hmm beli saja sepasang , tidak masalah "
" siap jendral " saga memberikan perintah kepada pelayan tersebut untuk menyiapkan perlengkapan bayi sepasang .
" saga " teriak denny ,
" siap jendral "
" kau disini , gunakan kartu ini aku akan pergi melihat - lihat mainan di toko depan sana " Denny menunjuk ke arah toko mainan anak ,
" baik jendral , laksanakan "
semua mata wanita menuju pada denny yang berjalan sangat gagah , memasukkan tangannya di salah satu sisi saku celana dan memainkan ponselnya seraya tersenyum .
denny memberikan kabar kepada Nilam bahwa besok dirinya akan datang , dan memberitahu kalau dirinya sedang berbelanja untuk anak mereka .
" denny !! " panggil seorang wanita , Denny terdiam mendengar namanya di panggil
denny segera memalingkan wajahnya ketika mengetahui wanita yang memanggilnya adalah nathalie , wanita yang menyebabkan awal kehancuran hidup nya dan membuat denny kehilangan ibu juga orang - orang terkasihnya .
" untuk apa kau muncul ? "
__ADS_1
" aku tidak ingin sebenarnya , hanya saja mataku melihatmu berada di sini sendirian "
" apa urusannya denganmu ? "
" aku bisa menemanimu kalau kau mau "
" tidak perlu "
" jangan begitu , tidak baik menolak "
" aku tidak butuh wanita seperti mu , yang bisanya hadir untuk merusak kehidupan orang lain lalu pergi dengan seenaknya "
Nathalie terdiam dan menatap kepergian Denny , dari arah sebrang toko saga melihat Nathalie yang sedang sibuk mengejar Denny sampai ke dalam toko .
" gawat , kalau nona Nathalie hadir lagi bisa - bisa rencana ini akan gagal kembali " saga mempercepat pembayarannya lalu berjalan menyusul Denny ke dalam toko .
denny memilih beberapa mainan untuk gilbran , tidak lupa beberapa mainan senjata juga di belikan Denny . gilbran sangat senang sekali jika ada mainan yang beraroma senjata , entahlah Denny merasa anaknya akan tumbuh seperti dirinya .
" jendral " panggil saga yang sedang membawa 3 kantong belanjaan dari toko perlengkapan bayi ,
" hai saga " tegur nathalie ,
" hai nona Nathalie , sedang apa di sini "
" oh , aku bertemu Denny dan menemaninya berbelanja "
" aku tidak mengajakmu , kau yang mengikutiku " sahut denny kesal ,
" maaf nona , jika tidak ada keperluan dengan jendral silahkan tinggalkan kami disini "
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
. janga. lupa VOTE , LIKE , COMENT ❤️❤️❤️❤️