
waktu menunjukan sore hari , hampir menjelang malam denny siap - siap bergegas untuk membereskan barang - barangnya di dalam kamar hotel , saga yang melihat jendralnya langsung membantunya untuk membereskan barang - barang denny
" apa tidak sebaiknya besok pagi kita pulang jendral ? " tanya saga seraya memasukan baju denny ke dalam koper .
" kelamaan , kalau besok malas pamit dengan yang lainnya . lebih baik sekarang saja " ucap denny tanpa menoleh ke arah saga.
" mari saya bantu jendral untuk di angkat ke dalam mobil !!! " saga mengangkat koper denny yang telah di bereskannya .
" saga " panggil denny ,
" ya siap jendral " ucap saga dengan hormatnya ,
" biasa saja , kau sedang tidak dinas . hmm APA aku terlihat seperti sangat mencintai Nilam ? jujur saja kepadaku " tanya denny dan terduduk di atas kasurnya .
" apa yang jendral rasakan sekarang ? " tanya saga
" hhmm entahlah , tapi ada perasaan yang membuatku nyaman sekali dengannya " sahut denny sedikit melamun membayangkan wajah Nilam .
" tapi saya melihat , sepertinya jendral memang sudah memiliki perasaan kepada nyonya . bagaimana kalau kita membeli bunga ? " saga memberikan ide kepada denny .
" apa dia akan bahagia ? apa nanti dia senang ? " tanya denny menatap saga ,
" bahagia tidak bahagianya nyonya tergantung cara jendral memberikannya !! " saga tersenyum
menatap wajah jendralnya yang sangat polos .
" hhmm baiklah , mari kita pulang " denny berjalan terlebih dahulu .
saga mengikuti langkah denny dari belakang menuju ke arah parkiran hotel , tak lupa mereka berpamitan kepada jendral Radit dan sersan pendamping Radit .
\
" gilbran , nak ayok bangun ini sudah sore apa kau tidak mau mandi ?" Nilam membangunkan gilbran dengan kesabarannya .
" mami , apa ini sudah pagi ? " tanya gilbran seraya mengucek matanya dan menggeliat kan badannya .
" sore sayang bukan pagi , kau tidak ingin mandi ? " Nilam mengelus kepala anak nya dengan lembut ,
" mau mami , mami gilbran mau makan noodle lagi !!! " ucapnya sambil memeluk pinggang Nilam .
" mandilah , nanti baju nya mami siapkan lalu turun ke bawah agar mami masak noodle untukmu ," sahut Nilam .
" siap kapten " gilbran berlari menuju kamar mandi ,
sementara Nilam menyiapkan baju tidur malam gilbran di sisi kasur , dan Nilam segera berjalan ke arah dapur untuk memasak yang di inginkan gilbran .
" Maria ? sedang apa dirimu ? " tanya Nilam yang memperhatikan Maria dari jauh .
" eh nyonya , hehehehe menyiapkan masker untuk wajah malam ini " jawab Maria sambil tersenyum .
" kau maskeran ?? " Nilam memandang Maria ,
" I..iiya nyonya , nanti wajahku semakin keriput dan sersan saga akan menjauhiku " keluh Maria menepuk - nepuk pipinya .
" jika saga mencintaimu , maka dia akan menerimamu apa adanya " jelas Nilam .
" iya nyonya benar , tapi ngomong - ngomong nyonya ada apa turun ke bawah ? saya sudah selesai masak bentar lagi akan saya siapkan di meja makan " ucap Maria .
" oh iya makasih Maria , gilbran meminta noodle seperti tadi pagi . oh iya nanti aku tidak makan , bagikan saja sama yang berada di luar sama yang sedang berjaga . karena Rara dan cristhy tidak kemari tapi pulang ke rumah ibu mertuaku .
"ujar Nilam karena tadi Rara mengirim pesan padanya ,
" baik nyonya " jawab Maria
Nilam berjalan ke arah kompor dapur , dirinya menyiapkan noodle yang akan segera dirinya buat . kali ini Nilam membuatnya sedikit agak banyak supaya kalau gilbran minta lagi tinggal di panaskan di micrawafe pemanas .
senyumannya yang selalu ikhlas ketika sedang melakukan sesuatu , membuat dirinya terlihat seperti wanita dengan penuh pesona .
\
" berapa lama lagi perjalanan kita saga ?" tanya Denny yang berkali - kali menatap jam di tangannya .
" kemungkinan sekitar jam 12 malam jendral , karena ini baru mau keluar dari kota " jelas saga melirik ke arah denny .
" santai saja , agar bisa selamat dengan tenang " ujar denny merebahkan tubuhnya di bangku penumpang .
" apa jendral ingin tidur ? " tanya saga memandang sekilas melalui spion tengah ,
" tidak , aku akan menemanimu menyetir . kalau lelah bilang lah kita akan bergantian menyetirnya " ucap denny ,
" ah tidak jendral , saya hanya ingin membicarakan perkembangan data nyonya " seru saga kembali .
" hah , bagaimana perkembangannya ? " tanya denny penasaran .
__ADS_1
" menurut dari data yang di infokan pada saya , nyonya adalah anak kedua dari dua bersaudara dan nyonya mempunyai kakak laki - laki mungkin seumuran dengan jendral sepertinya " jelas saga ,
" lalu ? " denny memajukan duduknya ,
" sepertinya nyonya Nilam terpisah dari keluarganya dan di asuh oleh kedua orang tua sahabatnya yaitu bernama natashya dan kemudian berpacaran dengan tuan Rangga lalu di khianati oleh natashya " jelas saga kembali .
" aduh !!! kepala ku mau pecah saga mendengar penjelasanmu , yang ku tanyakan dimana keberadaan kakak laki - laki dari Nilam itu ? " Denny memijat - mijat dahinya ,
" terakhir dengar kabar kakaknya nyonya adalah seorang prajurit tentara dari kota A dan sekarang tinggal di kota B " tutur saga ,
" pastikan kembali saga , ketika sudah pasti lapor lagi kepadaku . dan natashya sepertinya tidak asing di kuping ku , seperti selalu terdengar " ucap denny memikirkan nya ..
" tuan , dengar - dengar nona Nathalie " saga berhenti sejenak dan melirik ke arah denny tetapi tetap fokus menyetir ,
" saga , kau tahu aku sudah menikahi Nilam dan jangan pernah ucapkan nama pengkhianat di depan diriku " sahut denny .
" baik jendral " saga langsung terdiam dan tak lagi berbicara .
denny melamun dan memikirkan mengapa dirinya sangat membenci Nathalie padahal dia adalah perempuan yang hampir menjadi istri tercinta nya , tapi nyatanya ini hanya tinggal kenangan .
kembali dirinya menghadap ke arah jalan , di pandangnya setiap pohon yang dirinya lalui bersama saga . tapi bukan bayangan Nathalie kali ini yang ada dipikirannya tetapi Nilam , dada nya terasa rindu saat sedang memikirkan Nilam .
" aku sangat merindukanmu " batinnya dalam hati .
**
" mami ini sangat enak , dimana aunty Rara dan juga aunty cristhy ? " tanya gilbran mencari dua orang yang selalu berisik .
" di rumah nenek dan kakek , apa kau mau ke sana ? " tanya Nilam .
" tunggu Daddy ya mami , aku ingin ke sana ketika Daddy pulang " ucap gilbran ketika menghabiskan makanannya kembali .
" baiklah , habis itu kita ngapain ? " tanya Nilam yang merasa bosan .
" bagaimana kita ke kamar lalu bermain ular tangga yang di belikan oleh aunty cristhy kemarin ? " sahut gilbran .
" boleh , tapi kali ini memakai bedak untuk yang kalah , apa kau siap ? " ucap Nilam menggelitik kan pinggang gilbran .
" ah mami stop , ini sangat geli ha ha ha ha " gilbran berlari ke arah kamar ..
" tunggulah mami akan membereskan ini dulu , kau duluan saja " teriak Nilam , gilbran hanya menjawab dengan tangan yang membulat menandakan bahwa dirinya setuju dengan yang di ucap Nilam .
" apapun yang terjadi , aku dan denny hanya menikah kontrak tidak lebih dan tidak boleh berharap " lirihnya .
" ada apa nyonya ? kenapa berbicara sendiri ? " tanya maria yang muncul tiba - tiba dari belakang .
" aahh Maria !!! huuftt aku kaget , kau ini lihatlah wajahmu seperti mayat putih sekali " teriak Nilam yang terkejut dan mengelus dada nya ,
" ah nyonya maaf , ini masker baru di pakai jadi belum kering " ucap Maria yang tersenyum melihat wajah Nilam yang kaget .
" baiklah , kupikir kau sudah tidur aku akan menyusul gilbran ke kamar ." ujar Nilam
" baik nyonya , biar saya saja ok !! " Maria langsung mengambil tugas yang ada di tangan Nilam .
nilam berjalan mendekati kamarnya dan mengintip sedikit aktifitas yang di lakukan anaknya , ternyata gilbran sudah menyiapkan bedak dan permainannya di atas kasur . tak lama dirinya membuka pintu kamar dan langsung menuju ke arah gilbran .
" mami cepatlah , aku sudah tidak sabar " teriak gilbran yang begitu antusias .
" baik - baik , apa kau sudah siap kalah dari mami nak ?" tanya Nilam dan mencubit pipi gilbran dengan pelan .
" tidak akan , aku yang akan menang " gilbran begitu semangat untuk mengalahkan mami nya .
permainan pun terus berputar , tak terasa wajah mereka berdua sudah penuh dengan bedak hingga menyerupai masker Maria tadi .
waktu sudah menunjukkan pukul setegah 12 malam , tanpa sadar Nilam dan gilbran tertidur dengan wajah yang belum di bersihkan dan permainan yang masih berantakan di atas kasur .
" jendral , jendral kita sudah sampai " panggil saga yang membangunkan denny dari tidurnya
denny melirik ke arah luar jendela mobil dan melihat mobil mereka sudah terpakir di halaman markas .
" besok saja turunkan barangnya , istirahatlah dan besok kau cuti 3 hari " ucap denny pada saga .
" terima kasih jendral " sahut saga .
denny pun turun dan berjalan dengan pelan , dirinya pun berpapasan dengan Maria yang sedang mengambil minum di dapur dengan wajah yang masih tertutup masker .
" si ... si .. siapa di sana ? " tanya hoseok mengarahkan pistolnya .
" sa... saya jendral Maria " ucap Maria mengangkat kedua tangannya .
__ADS_1
" ahh kau memakai apa di wajahmu ? ya tuhan bersihkan itu " ujar denny dan berlalu pergi ke kamarnya .
" kalau sampai tadi di tembak , kasian pasti sersan saga belum menikah tapi sudah jadi duda karena aku tiada " lirih Maria .
denny berjalan perlahan ke arah kamarnya dan melihat lampu yang masih menyala dari luar , pelan - pelan dirinya membuka pintu kamar tersebut dan berjalan ke arah ranjang nya .
" apa yang habis mereka lakukan ? ya ampun ini wajah mengapa jadi seperti Maria ?" ucap denny dengan pelan .
" nilam , hey sayang bangun " panggil denny dengan pelan .
Nilam tidak bergerak sama sekali , denny semakin tersenyum menatap wajah istrinya yang sangat lucu dengan bedak yang terlalu banyak .
" sayang aku lapar , apa kau sangat lelah ?" renggek denny pada Nilam
perlahan Nilam membuka matanya dan sesekali menutupnya kembali lalu membuka kembali matanya. betapa terkejut dan bahagia dirinya melihat suaminya yang baru saja pulang dari dinas nya ..
" apa ini dirimu ? aku sangat merindukanmu !! " ucap Nilam dan langsung memeluk hoseok ,
" benarkah ? bersihkan wajahmu aku lapar " ujar denny memegang perutnya .
" tunggulah di bawah , aku akan membersihkan wajahku terlebih dahulu " sahut Nilam dan berjalan ke arah kamar mandi .
" aku menunggu saja , mari turun bersama " teriak denny .
Nilam pun langsung membersihkan wajahnya tak lama kembali ke ruangan dan melihat denny sedang sibuk dengan ponselnya .
" apa kau jadi makan ? " tanya Nilam ,
" jadi sayang , sebentar aku buatkan laporan dulu karena kembali duluan dari jadwal dinas " Denny mengetik dengan kecepatan jarinya .
" kau lelah , besok bisa untuk laporan " Nilam mengambil ponsel suaminya lalu duduk di depan denny .
" iya , iya baiklah " denny menurut .
mereka berjalan ke arah dapur , Nilam teringat akan noodle yang di buatnya sangat banyak . segera dirinya ke arah kulkas dan menghangatkan noodle buatannya yang tadi .
tiba - tiba punggungnya terasa hangat , seseorang memeluknya dari arah belakang saat Nilam sedang memanaskan noodle nya .
" kau kenapa ? " tanya Nilam pada denny yang sedang memeluknya ,
" aku ingin kita memulai semuanya dari awal , aku sangat merindukan mu sangat " ucap denny semakin menenggelamkan wajahnya di pundak Nilam .
" ini sudah selesai , biar ku temani kau makan lalu kita tidur bersama " ajak Nilam .
" baiklah , suapi aku " ujar denny.
" apa kau seorang jendral ? " tanya Nilam menyipitkan matanya ke arah denny .
" jelas , memang kenapa ? " denny merasa heran dari pertanyaan Nilam ,
" lalu mengapa setelah pulang dinas kau bertingkah seperti gilbran ? minta di suapi . ayolah apa kau tidak kesurupan di tengah jalan ?
" tanya Nilam memegang jidat suami nya .
" aku bermanja dengan istriku apa salah ? " jawab denny dengan kesal .
" okay baiklah , mari ku suapi duduklah yang tenang " Nilam menarik tangan denny dan berjalan ke arah meja makan .
Nilam tersenyum saat menyuapi suaminya yang lahap dengan makanan yang di buatnya , sepanjang Nilam menyuapi Denny , sepanjang itu pula denny memandangi Nilam dengan senyumannya .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
jangan lupa vote , coment dan like
__ADS_1