THE SECRET WIFE

THE SECRET WIFE
SEPI


__ADS_3

" pulangnya siang ndok ? "


" iya Bu , habis jemput gilbran langsung pulang bapak mana Bu ? "


" oh bapak lagi bersihin taman , katanya kalau diam sakit pinggang "


" Bu , bapak Cahya sama Bu martini udah Nilam anggap orang tua Nilam sendiri "


" yowes Ndak papa toh ndok , berarti bapakmu lagi benerin taman anaknya "


Nilam begitu menyayangi pak Cahya dan Bu martini bukan hanya karena mereka menyelamatkan Nilam , tapi semenjak adanya mereka Nilam merasa selama kehamilan ini dirinya seperti di perhatikan oleh banyak orang .


belum lagi orang tua denny yang begitu sering mengunjungi dirinya semenjak tau Nilam hamil anak kedua mereka .


" loh suamimu mana nak ? " pak Cahya yang baru saja datang dari taman belakang rumah ,


" oh sedang banyak tugas pak di markas , jadi tidak pulang malam ini "


" wadahlah kasian emen ya ndok "


" tidak apa pak , mas sudah biasa seperti ini dari dulu jauh sebelum kami menikah "


" eyang Kakung , sama eyang uti masak apa ? " gilbran menghampiri Bu martini yang sedang menyiapkan makan siang ,


" Oalah cucu eyang ini yang paling guuaaannteng , mau makan apa cah Bagus ? "


" gilbran eyang bukan bagus "


" loh cah Bagus itu kalo di Jawa kaya anak cakep , anak pintar , anak baik "


" kalau gitu panggil gilbran Abang bagus aja "


" yah Ndak bisa gitu toh bang , kan cah Bagus itu hanya tambahan kata saja dari eyang , lah jadi bahas nama sudah - sudah ayok kita makan !! mana Maria ? "


" disini Bu "


semua tertawa melihat Maria yang baru saja menjawab Bu martini , semenjak ada pak Cahya dan Bu martini Nilam tak pernah merasa kesepian apalagi memikirkan hal - hal di luar sana .


hanya saja hari ini ada perasaan tak nyaman pada dirinya , tapi entah apa itu Nilam hanya menganggapnya angin lalu saja .


**


malam pun tiba , Denny beranjak hendak pergi dari sisi tidur Nathalie dirinya hanya ingin merebahkan badannya yang sangat lelah . tiba- tiba tangannya di tarik oleh Nathalie yang sudah terbangun .


" kau sudah bangun ? berdirilah dan pulang jangan merepotkan banyak orang karena dramamu lagi "


" den , kalau kau membenciku jangan menolongku biarkan aku mati " ucap Nathalie lemah ,


" bukan aku yang menolongmu tapi para prajuritku , jangan berpikir aku akan membantumu "


" BIARKAN AKU MATI , UNTUK APA AKU HIDUP KALAU TIDAK MEMILIKI DIRIMU LAGI !!! " Nathalie berteriak histeris ,


denny menatap Nathalie dengan perasaan yang dia sendiripun tak mengerti , perempuan yang ada di hadapannya rela bunuh diri hanya demi dirinya .


" jangan bicara lagi , tidurlah aku akan menemanimu disini "


" peluk aku , aku ingin di peluk olehmu "


" baiklah , tidurlah dulu aku akan memeluk dirimu "


senyum yang sempurna mendarat di wajah Nathalie , tak menyangka kesempatan ini datang bersama dirinya .


tak perduli Denny sudah mempunyai istri atau tidak yang penting malam ini denny menemaninya di ruang kesehatan .

__ADS_1


**


Nilam berusaha menelpon ponsel Denny berkali - kali tapi pada akhirnya panggilan tak terjawab satu pun , Nilam berfikir mungkin perkerjaannya sangat mendesak sampai tak sempat mengangkat telpon .


" jangan lupa makan ya mas , aku rindu dirimu "


Nilam berusaha memejamkan matanya , tapi entah mengapa di saat ingin masuk di tahap lelapnya tidur , datang sosok wanita menghampiri denny dan berciuman dengan suaminya di hadapannya .


sontak terbangun karena terkejut , Nilam meminum air yang ada di samping meja kamarnya , di atur nafasnya berkali - kali .


pada akhirnya ponselnya tertuju kepada saga , pada panggilan kedua tidak ada jawaban bahkan ketiga pun tak ada jawaban , akhirnya panggilan ke empat baru terangkat oleh saga .


" *saga , apa Denny sudah tidur ? "


" nyonya ? iya jendral , ah belum jendral sedang berada di ruang kesehatan bersama prajurit yang lain "


" apa mas sakit ? "


" tidak nyonya , hanya pemeriksaan rutin sebelum bertugas ."


" baik kalau sudah selesai sampaikan padanya aku menelponnya daritadi "


" ba..baik nyonya* "


saga mematikan ponselnya , bagaimana bisa dia juga ikut bersekutu bersama jendralnya menyembunyikan semuanya dari Nilam .


saat hendak memasuk ruangan kesehatan saga terkejut melihat denny sedang memeluk Nathalie yang tertidur pulas .


" apa ini ? bagaimana bisa jendral dengan nona Nathalie !! sementara nyonya sedang hamil " saga berkata dalam hatinya .


perlahan saga membangunkan denny yang terlelap di pelukan Nathalie , ragu tapi saga tak ingin jendral nya lupa akan statusnya sekarang .


" jendral , sstt jendral bangun "


" jendral mari pindah , tidak enak takut ada yang lihat "


" baiklah , hmm saga jaga rahasia ini jangan sampai Nilam mengetahuinya "


" baik jendral laksanakan "


saga dan denny meninggalkan Nathalie di ruang perawatan dan berjalan menuju ke rumah dinas mereka .


**


" ah sepinya tanpamu mas di sini , aku ingin memelukmu saat tidur " ucap Nilam ,


semenjak hamil Nilam susah sekali untuk memejamkan matanya apalagi jika denny tak berada di sampingnya , seperti tak ada nyawa yang sedang bersama dirinya .


perlahan dirinya memeluk gilbran yang sedang tertidur pulas di sampingnya , dan saat itulah mata Nilam mulai lelah dari pikirannya yang merindukan suaminya .


malam ini terasa panjang bagi Nilam karena suaminya tak berada di samping nya , kehamilannya membuat dirinya semakin mudah menangis akhir - akhir ini apalagi ketika denny harus bertugas seperti sekarang .


**


" maaf jendral , jangan terulang kembali , maaf kalau saya lancang . saya ingin jendral tak melakukan kesalahan kembali "


" ku pikir akan mudah , saga aku tak ingin terjebak seperti ini "


" tinggalkan nona Nathalie , apa yang jendral cari sudah di temukan istri , anak ? bahkan jendral tidak kekurangan apapun "


" kau benar , tapi bagaimana cara menghindari Nathalie seperti sekarang ? dirinya akan terus - menerus mengancam untuk membunuh dirinya ? "


" nanti kita pikirkan kembali , jendral pergilah beristirahat semoga besok kita sudah menemukan jalannya "

__ADS_1


" baiklah , kau juga pergilah beristirahat "


saga meninggalkan denny di depan pintu rumah dan kembali untuk bergabung dengan prajurit yang berjaga malam .


sesaat dirinya melamun memikirkan ketakutannya ketika Nilam tahu bahwa suaminya masih bimbang terhadap hatinya sendiri , bagaimana mungkin jendral menyakiti hati Nilam kembali .


haruskah saga memberitahu ? kalau saga diam nanti Nilam menganggap saga telah berkomplot untuk membohongi dirinya .


" kenapa sersan ? " salah satu prajurit menghampiri saga yang sedang melamun ,


" ah tidak apa , sedikit merindukan keluarga "


" kapan sersan akan cuti ? "


" mungkin tidak untuk saat ini "


" sersan , apakah yang sedang di rawat adalah kekasih jendral ? "


" memang nya kenapa ? "


" tadi pas kami membantu wanita itu , dia sempat berucap sesuatu "


" apa yang dia katakan ? "


" katanya , kalau dia tidak dapat jendral maka tidak ada gunanya hidup gitu "


" oh , biarkan wanita putus cinta "


" tapi cantik "


" hahahaha , mana ada wanita jelek ? " jawab saga yang sebenarnya malas untuk membahas nathalie .


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2