
" pulangnya siang ndok ? "
" iya Bu , habis jemput gilbran langsung pulang bapak mana Bu ? "
" oh bapak lagi bersihin taman , katanya kalau diam sakit pinggang "
" Bu , bapak Cahya sama Bu martini udah Nilam anggap orang tua Nilam sendiri "
" yowes Ndak papa toh ndok , berarti bapakmu lagi benerin taman anaknya "
Nilam begitu menyayangi pak Cahya dan Bu martini bukan hanya karena mereka menyelamatkan Nilam , tapi semenjak adanya mereka Nilam merasa selama kehamilan ini dirinya seperti di perhatikan oleh banyak orang .
belum lagi orang tua denny yang begitu sering mengunjungi dirinya semenjak tau Nilam hamil anak kedua mereka .
" loh suamimu mana nak ? " pak Cahya yang baru saja datang dari taman belakang rumah ,
" oh sedang banyak tugas pak di markas , jadi tidak pulang malam ini "
" wadahlah kasian emen ya ndok "
" tidak apa pak , mas sudah biasa seperti ini dari dulu jauh sebelum kami menikah "
" eyang Kakung , sama eyang uti masak apa ? " gilbran menghampiri Bu martini yang sedang menyiapkan makan siang ,
" Oalah cucu eyang ini yang paling guuaaannteng , mau makan apa cah Bagus ? "
" gilbran eyang bukan bagus "
" loh cah Bagus itu kalo di Jawa kaya anak cakep , anak pintar , anak baik "
" kalau gitu panggil gilbran Abang bagus aja "
" yah Ndak bisa gitu toh bang , kan cah Bagus itu hanya tambahan kata saja dari eyang , lah jadi bahas nama sudah - sudah ayok kita makan !! mana Maria ? "
" disini Bu "
semua tertawa melihat Maria yang baru saja menjawab Bu martini , semenjak ada pak Cahya dan Bu martini Nilam tak pernah merasa kesepian apalagi memikirkan hal - hal di luar sana .
hanya saja hari ini ada perasaan tak nyaman pada dirinya , tapi entah apa itu Nilam hanya menganggapnya angin lalu saja .
**
malam pun tiba , Denny beranjak hendak pergi dari sisi tidur Nathalie dirinya hanya ingin merebahkan badannya yang sangat lelah . tiba- tiba tangannya di tarik oleh Nathalie yang sudah terbangun .
" kau sudah bangun ? berdirilah dan pulang jangan merepotkan banyak orang karena dramamu lagi "
" den , kalau kau membenciku jangan menolongku biarkan aku mati " ucap Nathalie lemah ,
" bukan aku yang menolongmu tapi para prajuritku , jangan berpikir aku akan membantumu "
" BIARKAN AKU MATI , UNTUK APA AKU HIDUP KALAU TIDAK MEMILIKI DIRIMU LAGI !!! " Nathalie berteriak histeris ,
denny menatap Nathalie dengan perasaan yang dia sendiripun tak mengerti , perempuan yang ada di hadapannya rela bunuh diri hanya demi dirinya .
" jangan bicara lagi , tidurlah aku akan menemanimu disini "
" peluk aku , aku ingin di peluk olehmu "
" baiklah , tidurlah dulu aku akan memeluk dirimu "
senyum yang sempurna mendarat di wajah Nathalie , tak menyangka kesempatan ini datang bersama dirinya .
tak perduli Denny sudah mempunyai istri atau tidak yang penting malam ini denny menemaninya di ruang kesehatan .
__ADS_1
**
Nilam berusaha menelpon ponsel Denny berkali - kali tapi pada akhirnya panggilan tak terjawab satu pun , Nilam berfikir mungkin perkerjaannya sangat mendesak sampai tak sempat mengangkat telpon .
" jangan lupa makan ya mas , aku rindu dirimu "
Nilam berusaha memejamkan matanya , tapi entah mengapa di saat ingin masuk di tahap lelapnya tidur , datang sosok wanita menghampiri denny dan berciuman dengan suaminya di hadapannya .
sontak terbangun karena terkejut , Nilam meminum air yang ada di samping meja kamarnya , di atur nafasnya berkali - kali .
pada akhirnya ponselnya tertuju kepada saga , pada panggilan kedua tidak ada jawaban bahkan ketiga pun tak ada jawaban , akhirnya panggilan ke empat baru terangkat oleh saga .
" *saga , apa Denny sudah tidur ? "
" nyonya ? iya jendral , ah belum jendral sedang berada di ruang kesehatan bersama prajurit yang lain "
" apa mas sakit ? "
" tidak nyonya , hanya pemeriksaan rutin sebelum bertugas ."
" baik kalau sudah selesai sampaikan padanya aku menelponnya daritadi "
" ba..baik nyonya* "
saga mematikan ponselnya , bagaimana bisa dia juga ikut bersekutu bersama jendralnya menyembunyikan semuanya dari Nilam .
saat hendak memasuk ruangan kesehatan saga terkejut melihat denny sedang memeluk Nathalie yang tertidur pulas .
" apa ini ? bagaimana bisa jendral dengan nona Nathalie !! sementara nyonya sedang hamil " saga berkata dalam hatinya .
perlahan saga membangunkan denny yang terlelap di pelukan Nathalie , ragu tapi saga tak ingin jendral nya lupa akan statusnya sekarang .
" jendral , sstt jendral bangun "
" jendral mari pindah , tidak enak takut ada yang lihat "
" baiklah , hmm saga jaga rahasia ini jangan sampai Nilam mengetahuinya "
" baik jendral laksanakan "
saga dan denny meninggalkan Nathalie di ruang perawatan dan berjalan menuju ke rumah dinas mereka .
**
" ah sepinya tanpamu mas di sini , aku ingin memelukmu saat tidur " ucap Nilam ,
semenjak hamil Nilam susah sekali untuk memejamkan matanya apalagi jika denny tak berada di sampingnya , seperti tak ada nyawa yang sedang bersama dirinya .
perlahan dirinya memeluk gilbran yang sedang tertidur pulas di sampingnya , dan saat itulah mata Nilam mulai lelah dari pikirannya yang merindukan suaminya .
malam ini terasa panjang bagi Nilam karena suaminya tak berada di samping nya , kehamilannya membuat dirinya semakin mudah menangis akhir - akhir ini apalagi ketika denny harus bertugas seperti sekarang .
**
" maaf jendral , jangan terulang kembali , maaf kalau saya lancang . saya ingin jendral tak melakukan kesalahan kembali "
" ku pikir akan mudah , saga aku tak ingin terjebak seperti ini "
" tinggalkan nona Nathalie , apa yang jendral cari sudah di temukan istri , anak ? bahkan jendral tidak kekurangan apapun "
" kau benar , tapi bagaimana cara menghindari Nathalie seperti sekarang ? dirinya akan terus - menerus mengancam untuk membunuh dirinya ? "
" nanti kita pikirkan kembali , jendral pergilah beristirahat semoga besok kita sudah menemukan jalannya "
__ADS_1
" baiklah , kau juga pergilah beristirahat "
saga meninggalkan denny di depan pintu rumah dan kembali untuk bergabung dengan prajurit yang berjaga malam .
sesaat dirinya melamun memikirkan ketakutannya ketika Nilam tahu bahwa suaminya masih bimbang terhadap hatinya sendiri , bagaimana mungkin jendral menyakiti hati Nilam kembali .
haruskah saga memberitahu ? kalau saga diam nanti Nilam menganggap saga telah berkomplot untuk membohongi dirinya .
" kenapa sersan ? " salah satu prajurit menghampiri saga yang sedang melamun ,
" ah tidak apa , sedikit merindukan keluarga "
" kapan sersan akan cuti ? "
" mungkin tidak untuk saat ini "
" sersan , apakah yang sedang di rawat adalah kekasih jendral ? "
" memang nya kenapa ? "
" tadi pas kami membantu wanita itu , dia sempat berucap sesuatu "
" apa yang dia katakan ? "
" katanya , kalau dia tidak dapat jendral maka tidak ada gunanya hidup gitu "
" oh , biarkan wanita putus cinta "
" tapi cantik "
" hahahaha , mana ada wanita jelek ? " jawab saga yang sebenarnya malas untuk membahas nathalie .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.