
Denny melamun memikirkan semua tanda - tanda yang di berikan oleh Maria , sebuah tanda hutan ? bangunan yang hanya bisa di lihat jika dari atas dan hanya ada satu bangunan , jauh dari jalan raya .
kata - kata Maria terus terngiang di kepala denny , sampai akhirnya denny memutuskan meminta ijin kepada pusat militer untuk berkunjung ke markas nya dulu dengan alibi ada barang yang tertinggal .
" ada apa ? mengapa kau menghubungi markas ? " tanya Radit
" sepertinya aku tahu dimana tempat yang di maksud Maria "
" tempat apa jendral ? " agung menghampiri denny
" kau ingat bangunan tua yang kita buat waktu perang beberapa tahun lalu , yang mengakibatkan ku bertemu dengan Nilam "
" iya ingat "
" sepertinya bangunan itu yang di jadikan tempat Sandra Maria juga Etha "
" jika benar begitu , mari kita pergi tapi membawa Nilam "
" tapi aku lupa , aku harus mengamati gambar peta di markas dulu makannya tadi aku menghubungi kolonel pusat !! lalu kenapa dengan Nilam ? mengapa dia harus di bawa ? "
" Denny dengarkan aku , yang menculik Nilam adalah mantan kekasihnya berarti dia akan mendengarkan Nilam daripada kita !! sebelum Etha dan Maria terjadi sesuatu lebih baik kita berjaga - jaga "
" jendral Radit benar kak " ucap saga
" saga , kau tidak apa - apa ? maaf kan keluargaku merusak hari pernikahanmu "
" tidak masalah , yang penting kami sudah menikah dan itu berkat anda "
Denny merasa tak enak hati kepada saga namun kejadian ini di luar dugaannya , entah bagaimana keadaan istrinya Denny pun bingung memikirkan ini semua .
" agung tolong kau jemput Nilam , aku dan saga akan pergi ke markas "
" siap jendral " agung meninggalkan rumah Denny menuju rumah peninggalan orang tua denny ,
" lalu aku ? "
" kenapa ? "..
" apa yang harus aku lakukan ? "
" bagaimana lukamu ? apa kau sudah benar - benar sembuh ? " Denny sebenarnya begitu enggan melibatkan Radit , tapi karena Radit yang memaksa ingin ikut maka mau tidak mau denny mengajaknya .
" begini saja , aku ke markas dengan saga dan tugasmu mengumpulkan pasukan untuk siap berangkat ? "
" deal !!! begini juga kan Etha cucuku " ucap Radit
" iya .. iya kakek "
" cepat lah pergi jangan mengejek ku lagi " Radit mengangkat tangannya dan ingin memukul Denny tapi tak sempat keburu Denny menghindar .
Denny dan saga pergi ke markas untuk melihat peta yang tersimpan di ruang kerja nya dulu , walau Denny sudah keluar dari ke anggotaan militer tetapi dirinya masih tetap mempunyai wewenang akses keluar - masuk markas .
tanpa ijin pun sebenarnya denny dapat melakukannya tapi tetap saja jiwa tidak enak hati Denny datang begitu saja , Denny memang terkenal sangat rendah diri di kalangan militer lainnya itulah yang menyebabkannya menjadi jendral populer dimana - mana .
**
Nathalie merebahkan dirinya di kursi dan duduk di sebelah Sherly yang masih menggunakan gaun pengantin , sekilas Nathalie memandang wajah Sherly yang sepertinya memendam kekesalan di raut wajahnya .
__ADS_1
karena merasa dirinya di perhatikan Sherly menjadi risih dan menghampiri Rara juga cristhy yang sibuk menunggu Nilam sadar , Nathalie hanya tersenyum melihat Sherly yang begitu ketus kepadanya .
" ahh , ini dimana ? " Nilam tersadar dari pingsan nya yang cukup lama ,
" kau sudah sadar ? ahh Nilam kau baik - baik saja ? "
" mana Maria ? mana Etha apa sudah ketemu 🥺 ? " Nilam langsung tersadar tak menemukan anaknya .
" sabar ya , kakak lagi berusaha mencari Etha juga Maria "
" kau tahu Etha masih kecil , bagaimana kalau dia kedinginan ? bagaiman kalau Etha haus ? bagaimana kalau tubuh mungilnya merasa kaku 😭😭 ? " Nilam menangis membayangkan anak perempuannya tak mendapatkan kehangatan di luar sana .
" Nilam dengarkan aku !! " cristhy berteriak dan memegang kedua bahu temannya ,
" dengarkan aku , Etha akan baik - baik saja kau dengar !! apalagi dia sudah bersama Maria , Maria tidak mungkin membiarkannya terluka . ingatlah kau masih punya putramu yang butuh perhatianmu juga , karena gilbran tidak di culik bukan berarti dia di hiraukan " Nilam makin menangis mendengar ucapan cristhy .
" ma .. mana Abang gil ? "
Rara pergi menjemput gilbran yang sedang sibuk bersama melati , gilbran terduduk dan termenung melihat melati dirinya membayangkan adik kecil nya di luar sana yang belum mengenal dunia luar .
" Abang gil " panggil Rara ,
" aunty ? aunty apa mami sudah sadar ? " tanya nya langsung kepada Rara ,
" sudah sayang , dan sekarang sedang mencari Abang gil "
" melati aku menghampiri mami dulu ya , kau di sini dulu bersama ibumu "
" iya kak "
" makasih bi " gilbran mengikuti langkah Rara dari arah belakang
saat keluar dari ruangan tersebut gilbran memandang Nilam yang dengan rambut berantakan , baju yang sudah sedikit terlepas .
airmatanya jatuh , gilbran merasa hancur melihat mami nya seperti ini sesegera mungkin gilbran menghapus airmatanya agar tak terlihat oleh Nilam , perlahan dirinya melangkah maju menghampiri Nilam .
" mami ?? "
" Abang gil ? " Nilam menarik tangan gilbran dan melabuhkan buah hatinya ke dalam pelukannya .
gilbran merasakan pelukan Nilam semakin membuat nya sesak , tapi dia tak ingin memberitahu Nilam agar Nilam tak merasa kecewa . gilbran rela menjadi pelampiasan mami nya , gilbran hanya ingin maminya kembali seperti dulu .
" anakmu , jangan peluk terlalu kuat !!! " teriak cristhy sontak membuat Nilam terkejut dan makin menangis
" mami , Abang gak papa kok "
" Abang , adek 🥺 "
" Etha sama bibi Maria baik - baik aja mih "
Agung datang dan yang di cari pertama adalah istrinya saat sudah bertemu Nathalie dan buah hatinya yang masih di kandungan , agung langsung mengajak Nilam untuk ikut bersama nya .
agung menjelaskan semua yang di rencanakan oleh denny juga Radit , dan kemudian Nilam setuju dengan perkataan agung dan mengikutinya . Nilam menitipkan gilbran kepada Rara juga cristhy .
" dimana mas Denny sekarang ? "
" jendral sedang berada di markas , jendral mencari peta dimana Maria dan anak kalian di Sandra "
__ADS_1
" apa yang harus ku lakukan ? "
" entahlah , mungkin nanti jendral akan menjelaskannya " Nilam terdiam , gugup penuh pertanyaan yang menerka - nerka hal ini .
dengan kecepatan penuh agung telah sampai di rumah Nilam juga denny , karena jarak rumah orang tua dan denny tidak terlalu jauh maka hanya sekitar 10 menitan saja .
Nilam turun dan berjalan masuk ke dalam dan ternyata hanya ada Radit yang masih diam memandang hutan yang di maksud Denny dengan ucapan Maria .
" pah "
" halo sayang ❤️ "
" pah , mas Denny dimana ? "
" kita berangkat sekarang , Denny menunggu kita di markasnya "
agung dan Radit membawa Nilam , sementara denny dan saga menunggu di markas militer tempat dimana dulu Denny menjabat . selama di perjalanan Radit menjelaskan semua rencana mereka kepada Nilam .
" siapa yang menculik Etha dan Maria ? " Nilam memang belum mengetahui orang yang menculik anaknya ,
" mantan mu "
" hah ? Rangga ? "
" ya , sepertinya Denny menyebut nama itu di gedung tadi "
" apa yang dia mau sekarang ? " Nilam merasa pusing dengan tingkah Rangga yang tak pernah ada habisnya
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1