THE SECRET WIFE

THE SECRET WIFE
RESMI


__ADS_3

pagi yang indah untuk suasana hati yang sedang berbunga - bunga , itulah yang sedang di gambarkan oleh seorang nilam .


" bangun sayang , tante akan memandikanmu " ucap nilam mengelus kepala gilbran


"hoam !!! " apa tante akan ikut ke sekolah mengantalku ?? " tanya gilbran ,


" ikut tapi mungkin hanya mengantar saja , tante ada urusan dengan daddy mu " jelas rara


gilbran hanya mengangguk menandakan bahwa dirinya mengerti apa yang dimaksud oleh nilam kepadanya , semua perlengkapan sekolah gilbran sudah di siapkan oleh maria di kamar nilam dari malam .


karena gilbran ingin mandi sendiri jadi nilam beranjak dari kamar nya dan berjalan ke arah dapur , untuk membantu maria mempersiapkan sarapan .


"pagi maria ?? " sapa nilam


" pagi non , sudah bangun non ? tuan kecil bagaimana ? " tanya maria


"hmm maria tinggalkan saja dapurnya , bisakah kau membantuku memakaikan pakaian seragam untuk gilbran ? dia sedang mandi " ucap nilam


" baik laksanakan non " ucap maria dan berlalu pergi .


akhirnya nilam melanjutkan perkerjaan maria menyiapkan sarapan untuk gilbran dan juga denny , tak lama terdengar suara langkah kaki dan berhenti tepat di belakang nilam .


"dimana maria ?" tanya denny


" sedang membantu gilbran berpakaian tuan !!" jawab nilam tanpa menoleh ke arah denny


akibat sifat cerobohnya tadi malam nilam tidak berani menatap hoseok , karena setiap nilam menoleh ke arah denny maka dirinya akan terbayang dengan prilaku bodohnya .


denny pun duduk di meja makan , dan memandang nilam dengan baju dapurnya ( epron ) . denny merasa tidak salah memilih nilam menjadi pendampingnya .


"aku tidak mau , aku maunya sama tante nilam " teriakan gilbran terdengar sampai ke dapur


" ada apa dengan anak itu ?" hoseok kebingungan dengan gilbran yang berteriak pagi - pagi ,


"akan saya lihat dulu tuan , permisi " nilam berlari ke arah kamar tanpa melepas epronnya .


tiba di kamar nilam pun melihat gilbran yang masih terduduk dengan handuk kecilnya yang melingkar di atas pinggul kecilnya , gilbran yang belum memakai seragam nya hanya duduk dan melipat kedua tangannya di dada nya tersebut .


" ada apa maria ?" tanya nilam menghampiri maria dan juga gilbran


"ini non , tuan kecil tidak mau di pakaikan seragam dengan saya maunya sama non nilam saja katanya " jawab maria memberikan seragam gilbran kepada nilam .


" baik berikan kepadaku , dan siapkan sarapannya di atas meja . jendral sudah ada di sana !!! " sahut nilam ,


"baik non , saya permisi " seru maria


" hmm maria maafkan aku yang dari tadi menyuruh mu ini itu " nilam yang tidak enak kepada maria menjadi merasa bersalah .


"tidak apa non , sudah menjadi tugas saya " maria berlalu pergi setelah menjawab nilam .


" kalau aku tidak ada , bagaimana kau memakai baju sendiri ?" tanya nilam dan perlahan berjalan ke arah gilbran .


"belsama daddy , tapi sekalang maunya denganmu !! " ucap gilbran .


nilam hanya tersenyum mendengar jawaban dari gilbran , dengan sabar nilam memakaikan seragam sekolah nya , setelah terlihat rapi nilam mengajak gilbran untuk sarapan bersama daddy nya .


" ada apa maria ? " tanya hoseok yang melihat maria berjalan ke arah dapur .

__ADS_1


"itu jendral , tuan kecil ingin memakai seragam tapi maunya sama non nilam saja " jawab maria yang berjalan dan menaruh kopi di depan denny


" ada apa dengan anak itu ? " mengapa jadi sangat manja sekali !!! " seru denny yang meminum kopinya dan membaca berita paginya .


"tidak tau tuan , tadi pas keluar dari kamar mandi langsung maencari non nilam " jelas maria


" yasudah biarkan saja !! " sahut denny


akhirnya nilam pun datang bersama gilbran yang sudah rapih dengan sergam sekolahnya , nilam menarik satu bangku lalu membantu gilbran untuk duduk dan menyiapkan sarapan gilbran dan juga denny


"apa kau sudah puas bermanja - manja dengan nya ?" hoseok menatap sinis ke arah gilbran


" aku hanya ingin tante nilam " gilbran yang paham arti tatapan denny hanya bisa menunduk menahan airmatanya,


"sudah tidak apa , dia hanya anak - anak " sahut nilam menenangkan situasi antara ayah dan  anak .


" cepat habiskan sarapanmu , daddy dan nilam ada urusan . kami akan mengantarmu ke sekolah terlebih dahulu " ujar denny berusaha berdamai dengan anaknya dan menyantap sarapannya .


"asik daddy dan tante mengantal " gilbran merasa sangat bahagia .


" cepat habiskan sarapanmu okay !! " sahut nilam yang mengelus rambut gilbran .


denny memperhatikan nilam yang sangat ke ibuan saat mengurus gilbran dengan sabar , sampai denny tak sadar diri bahwa dirinya terus saja memperhatikan nilam .


"mari tuan kita jalan !!" ajak nilam kepada denny ,


    "ah ... maaf apa katamu ? " tanya denny yang kikuk saat nilam mengajaknya


"antal aku ke sekolah daddy " sahut gilbran


    "okay kita berangkat " mengendong gilbran ke arah mobil , sementara nilam mengikuti nya dari belakang dan membawa tas gilbran .


selama di perjalanan yang di dengar hanya suara nyanyian dari gilbran dan tepuk tangan nilam yang mengiringi gilbran bernyanyi , tak cukup waktu lama sampailah mereka di area sekolah gilbran . nilam yang turun bersama gilbran sudah di sambut oleh sang guru , akhirnya gilbran pun berpamitan untuk masuk ke dalam kelas nya .


"mau kemana kita tuan ?" tanya nilam , tapi tak ada jawaban dari denny


"tuan kita mau kemana ? saya sedang berbicara kepada anda !! ucap nilam


tapi denny tetap diam dengan seribu bahasanya , karena kesal nilam memajukan bibirnya dan memandang ke arah luar jendela mobil . pikirannya pun melayang tak tentu arah , nilam hanya bingung pada dirinya sendiri mengapa dirinya bisa terjebak bersama denny dalam situasi seperti ini .


" kita sudah sampai , ayo turun !! " ucap denny


" tadi diam , ku pikir dia sedang puasa berbicara " bisik nilam .


" bicaralah yang besar , agar aku bisa mendengarnya " sahut hoseok, padahal hoseok mendengar sangat jelas bisikan nilam yang sedang mengerutu kan dirinya .


" ah .. tidak tuan !! " nilam langsung menutup mulutnya menggunakan satu tangannya .


nilam sangat terkejut saat dirinya tau kalau hoseok membawanya ke kantor pengadilan sipil pernikahan . mereka berdua akhirnya masuk ke dalam kantor tersebut dan mendaftarkan pernikahan mereka . denny lalu memberikan materai dua kepada si petugas tersebut , lalu nilam dan denny di suruh menuju ke ruang foto untuk mempotret diri mereka sebagai foto buku nikah mereka .


" tunggulah sebentar nyonya dan tuan , prosesnya hanya 15 menit saja " ucap si pegawai sipil tersebut


" baik , terima kasih " sahut denny dan pergi berlalu menghampiri nilam yang sedang menunggu di kursi tunggu yang telah di siapkan .


" aku tidak akan menuntut apa - apa darimu , tapi bersifatlah seperti istri dari seorang jendral seperti diriku . lalu nanti kita akan pergi ke rumah mu dan tokomu untuk mengambil barang - barang mu " ujar denny yang baru saja duduk di samping nilam .


" apa setelah menikah nanti saya masih di perbolehkan untuk mengurus toko cake saya ?" nilam bertanya dengan rasa gugup .

__ADS_1


" aku tidak akan melarangmu untuk mengurus yang sudah kau bangun susah payah , asal kau dapat mengatur antara di rumah dan di toko . " jelas denny


" baik tuan " jawab nilam dengan singkat


" berhentilah memanggilku dengan sebutan tuan mulai dari sekarang , aku menikahi mu bukan mendaftarkanmu sebagai pelayanku " hoseok yang kesal dengan nilam yang terus - menerus memanggilnya dengan sebutan tuan .


" dari tadi marah - marah mulu !! " gerutu nilam


denny hanya terdiam , tiba - tiba pegawai sipil tersebut menghampiri mereka berdua . dan memberikan mereka dua buku nikah satu laki - laki dan satu lagi perempuan .


mereka berdua pun beranjak dari gedung tersebut , denny melajukan kembali mobilnya dan mengantar nilam ke arah kontrakan yang berada depan toko nilam . setibanya di sana denny hanya menunggu nilam dari dalam mobil nya tanpa turun ke luar , nilam berniat berpamitan sementara waktu kepada serly dan bergegas mengambil barang - barang nya di kontrakannya .


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


..


.


.


.


.


.


.


.


.


.


 hay hay maaf author baru update kembali , terima kasih telah setia menunggu author ...


selamat membaca ..

__ADS_1


 


 


__ADS_2