
tubuh Nathalie menegang saat denny mengguncang tubuh nya dengan sangat kuat , seakan nyawanya sudah akan berakhir saat itu .
" bayi mu sekarang sudah tumbuh besar bersama dengan dirimu !! " ucap Nathalie menangis ,
" apa maksudnya ? jelaskan !! "
" ANAK YANG SEKARANG TINGGAL BERSAMAMU ADALAH ANAK YANG DI KANDUNG OLEH NILAM , IYA KALIAN KELUARGA YANG SUDAH DI TAKDIRKAN DAN AKU , AKU ADALAH ORANG YANG MEMISAHKAN KALIAN "
" apa maksudmu ? "
" hah ? maksudku !! kalau bukan karena si bodoh nathasya yang berpura - pura menculik Nilam dan membuangnya ke hutan dimana kau perang , mungkin saat itu akulah yang berada di posisi Nilam , hahaha lucu bukan ? aku menyuruh satu - satunya orang kepercayaanmu untuk membiusmu dengan obat rangsangan , HARUSNYA AKU BUKAN WANITA PENGGODA ITU "
" jaga ucapanmu Nathalie " Rangga sedikit menaiki suaranya dan menunjuk Nathalie ,
" kenapa ? emang benar kan ? kalau bukan nathasya bodoh ini merusak rencana ku , aku dan hoseok sudah menikah sejak lama dan mengandung anaknya bersamaku . tapi karena kelalaian istrimu yang bodoh itu akhirnya aku harus menyaksikan sendiri orang yang ku cintai meniduri perempuan lain "
" jadi maksudmu gilbran adalah anakku dan Nilam ? " tanya denny menarik dagu Nathalie .
" IYA !!! bukankah aku baik ? membuang anakmu di saat hari ulang tahunmu ? itulah hadiahku , tadinya aku ingin membuat skenario baru dan mengakui akulah ibu gilbran , tapi ternyata takdir lebih memihak kepada wanita rubah itu "
" dia bukan wanita rubah , jaga ucapan mu atau kau akan mengetahui akibatnya "
" apa ? tidak cukupkah kau menyiksa hatiku dengan tak bisa hidup bersamamu ? haruskah aku merasakan di ambang kehancuran lagi ? Nilam sudah pergi harusnya kau bersamaku !! " Nathalie memeluk Denny dengan kuat .
" saga !! "
" siap jendral "
" ayok pergi , jendral Radit akan segera tiba apa mungkin dirinya sudah menungguku !! "
" siap jendral "
saga dan denny meninggalkan Nathalie , nathasya juga Rangga . denny ingin memberitahu Radit kalau Nilam adalah anak kandungnya bukan keponakan nya .
sementara Rangga menatap dua wanita yang ada di hadapannya dengan tatapan jijik , kotor , dan tak layak di sebut sebagai manusia .
entah apa yang Rangga pikirkan , sekarang dirinya hanya ingin menyendiri lalu meninggalkan kedua wanita tersebut , rangga tak menghiraukan panggilan dan teriakan nathasya saat itu .
**
Nilam bangun masih dengan posisi tidur di atas makam ibu nya . kepalanya terasa pusing , perutnya seperti di kocok ingin muntah .
Nilam berjalan mencari warung yang terdekat , dan membeli sedikit roti dan juga minuman botol untuk menghilangkan rasa mualnya , tapi rasanya sudah tak bisa di tahan .
pada akhirnya semua yang di makan keluar semua , ibu warung tersebut mendekati Nilam dengan rasa khawatir mencoba membantu memijat pundak Nilam .
" Hoek .. Hoek .. hoekk , ah pusing sekali "
" kenapa cah ayu ? pusing ya ? " ucap Bu martini pemilik warung ,
" iya Bu , maaf ya Bu merepotkan "
" tak apa cah ayu , tapi maaf cah ayu ini darimana ya ? kok saya belum pernah liat ? "
" saya dari kota D Bu , saya ke pemakaman ibu saya "
__ADS_1
" Oalah jauh cah ayu , 3 jam dari sini " ucap Bu martini menyodorkan teh hangat berharap mual Nilam berkurang .
" terima kasih Bu , bentar lagi saya pulang Bu nunggu taksi lewat sini "
" apa tak sebaiknya nanti saja , itu wajahmu pucat sekali nak "
" tidak apa Bu , saya harus pulang anak saya menunggu . mungkin ini hanya maag biasa "
" sek sek , tak anterin yok sampe simpang jalan " Bu martini sangat khawatir pada Nilam ,
" tidak usah Bu merepotka_.." belum selesai berbicara Nilam sudah pingsan terlebih dahulu .
Bu martini sibuk memanggil penjaga pemakaman yang tak lain adalah suami nya , dengan inisiatif Bu martini dirinya memanggil mantri ( sebutan untuk dokter kampung , maaf kalau author salah ya ) .
tak lama mantri tersebut sampai dirumah pak Cahya dan Bu martini , mantri mengecek keadaan Nilam sebelumnya sudah di beritahu bu martini bahwa Nilam bilang dia sakit maag ..
setelah memeriksa keadaan Nilam , mantri tersebut mengajak pasangan suami istri ini berbicara di depan rumah mereka .
" kenapa cah ayu pak mantri ? " tanya Bu martini yang sedikit gelisah , padahal dirinya baru bertemu Nilam hari ini .
" siapa namanya Bu ? "
" Ndak tahu ya pak , karena datang langsung dari arah pemakaman "
" Oalah gimana ini Bu ? "
" edalah , kenapa pak mantri ? " tanya pak Cahya yang ikut merasakan khawatir .
" sepertinya nona itu sedang hamil sudah 2 Minggu "
" ya Allah Gusti , sing bener pak mantri !! "
" hamil pak !! gimana ini pak ? " tanya Bu martini kepada suaminya ,
" ya sudah nanti saja kita tanyakan saat bangun nanti " ucap pak Cahya ..
pak mantri akhirnya berpamitan untuk pulang , sementara Bu martini dan pak Cahya sedang di rundung kegalauan yang mendalam ,
bagaimana kalau suaminya khawatir kepada anak ini ? atau bahkan ini anak yang kabur karena sudah di perkosa seseorang .
" astagfirullah , ya Allah gusti " bu martini berucap seperti kaget dengan pikirannya sendiri ,
" kenapa bu ? " tanya pak Cahya yang bingung terhadap istrinya .
" pak gimana ini ? ibu siapkan dulu ya makanan untuk cah ayu !! "
" iya Bu , yang sehat Bu biar bayinya juga sehat "
" iya pak "
pak Cahya dan Bu martini adalah pasangan suami istri yang belum juga di karuniai anak setelah 30 tahun pernikahan mereka , kehadiran Nilam seperti hadiah yang tak bisa di bayangkan oleh suami istri ini .
sesekali pak Cahya mengecek keadaan Nilam di dalam kamarnya , takut - takut kalau Nilam bangun . benar saja baru saja melihat ketiga kalinya Nilam sudah terduduk memandang ke arah luar .
" sudah bangun cah ayu ? " ucap pak Cahya kepada Nilam yang masih menikmati pemandangan sawah .
__ADS_1
" sudah pak , dimana ibu penjaga warung di sana ? "
" oh istri saya ? sedang memasak non "
" ah iya pak terima kasih "
tak lama Bu martini hadir dengan membawa tempe , tahu , dan lalapannya . Nilam mengeluarkan air liurnya tanpa sadar , dirinya sadar saat keluar rumah pada malam itu belum memakan sesuatu .
Nilam berjalan menuju meja makan dan di pandangi oleh suami istri separuh baya ini , akhirnya Nilam makan dengan lahap bersama pak Cahya dan juga Bu martini .
seperti tak makan beberapa bulan , Nilam makan dengan sangat kalap semua di masukan ke dalam mulutnya .
" maaf ya Bu aku lapar " Nilam tersenyum merasa segan .
" enggak apa - apa cah ayu , yang penting dirimu dan si bayi sehat " ucap Bu martini ,
" bayi ? bayi siapa Bu ? "
" bayimu nak " sahut pak Cahya
" bayiku ? " Nilam memandang suami istri itu dengan tatapan bingun .
" iya cah ayu , kamu sedang hamil toh ? sudah 2 Minggu "
Nilam terkejut mendengar ucapan Bu martini , dirinya hamil ? anak denny ? anak dari orang yang di benci olehnya untuk sekarang .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
para readerrrrrrrrr
saranghae 💜💜💜💜💜💜💜