THE SECRET WIFE

THE SECRET WIFE
BANDARA


__ADS_3

setelah kepulangan Nilam 2 hari lalu dari rumah sakit , semua sibuk membantu persiapan kuliah Rara juga cristhy mungkin akan sepi ketika mereka akan melanjutkan kuliahnya di luar negri .


Nilam yang masih lemah karena hampir tiap pagi dirinya akan merasakan mual yang sangat tidak enak , apalagi mencium parfum dari suaminya .


" yang mengantar mereka biar aku saja , sekalian berangkat ke markas "


" tapi aku ingin ikut mas "


" sayang , kandunganmu belum kuat nanti kau kelelahan , aku juga mau mengantar gilbran dulu sekolah "


" tapi aku mau ikut mas " Nilam tetap mendesak denny untuk mengikutkan dirinya mengantar Rara juga cristhy .


mas menarik nafas nya dalam - dalam , baru 2 hari dirinya bersama Nilam dalam keadaan hamil tapi rasanya sudah begitu jengkel kalau Nilam keras kepala , bagaimana kalau sudah membesar ?


" baik kau ikut , tapi diam di markas bersamaku setuju ? "


Nilam hanya mengangguk dengan cepat , orang tua mas juga sudah menunggu mereka di bawah untuk berangkat bersama - sama .


Maria sibuk dengan gilbran di kamar , pak Cahya menyiapkan mobil dan Bu martini memasak . ya pak Cahya dan Bu martini bekerja di rumah Nilam membantu Maria mengurus segala hal rumah , walau terkadang Nilam dan mas marah tapi mereka merasa tidak enak kalau tidak bekerja .


hari ini begitu banyak pekerjaan di markas yang harus di siapkan mas menjelang pemilihan presiden , mau tidak mau dia akan membawa Nilam bersamanya .


dua hari ini Nilam sangat manja karena kehamilan dirinya , tidak bisa lepas dengan mas juga gilbran . selalu menciumi gilbran yang wangi dengan baby , sampai - sampai menyuruh mas untuk merubah parfumnya menjadi parfum bayi gilbran .


selama di perjalanan menuju bandara Nilam satu mobil dengan orang tua mas , betapa bahagianya mereka telah mengetahui cerita Nilam dari denny . apalagi sekarang Nilam sedang mengandung cucu kedua mereka .


" cewek apa cowok ya sekarang " ibu denny mengelus - elus perut Nilam ,


" kau ini , cewek - cowok sama saja kalau di dengar anakmu nanti dia tak mengijinkanmu melihat cucu kita lagi " ucap ayah denny


" hahaha aku lupa , yang penting sehat ya yah !! "


" ayah sama ibu kapan mau pergi buka perusahaan terbaru ? aku dengar dari Jung akan buka cabang lagi ? "


" nanti nak , setelah kau dan denny merayakan pesta pernikahan kalian ."


" bukankah akan lama , karena kami menunggu anak ini lahir dulu yah "


" tidak masalah , suamimu sangat keras kepala dia tak mau membantuku mengurus perusahaan dirinya lebih suka dengan pekerjaan yang mengantarkan nyawa "


Nilam hanya tersenyum melihat ayah denny yang mengeluh karena sifat suaminya .


**


" mami , gendong " semenjak Nilam hamil gilbran sangat manja padanya , bahkan sedikit - dikit akan menangis ketika Nilam sedikit menjauh .


" sini sama Daddy , mami kan lagi bawa Dede bayi di perut , Abang harus pintar sekarang "


" mau sama mami aja Daddy "


" good boy jangan cengeng nak , sama Daddy ya , mami di samping Abang "


gilbran terpaksa mengangguk walau hatinya sedikit sedih , karena semenjak Nilam mengandung gilbran merasa ada jarak antara dirinya dan gilbran . begitupun Nilam yang sangat ingin bersama anaknya tetapi takut gilbran tiba - tiba tanpa sadar berlari ke perut .


akhirnya salam perpisahan terakhir adalah hal yang paling menyedihkan dari segalanya , cristhy dan Rara akan jauh dari Nilam bahkan ponsel yang akan menjadi pelepas rindu mereka .


Nilam sangat khawatir pada Rara dan cristhy tapi selama ini untuk study mereka Nilam akan selalu mendukungnya .


" hiks hiks hiks , Nilam aku akan merindukan dirimu " ucap Rara yang memeluknya ,


" jangan bersedih , sering - sering berkabar padaku dan pulang lah saat aku melahirkan " sahut Nilam ,

__ADS_1


" kakak " Rara memeluk Denny yang sedang mengendong gilbran ,


" kau harus pintar menjaga diri , pintar - pintarlah mencari teman jangan mengajarkan cristhy yang aneh - aneh , dengar kataku " ucap denny


" iya kak , iya " sahut Rara


" kami pamit ya " ucap cristhy dan memeluk semua anggota keluarga .


lambaian tangan mereka membuat tangis Nilam pecah , sadar istrinya menangis denny langsung memeluk Nilam kedalam dadanya .


" jangan menangis mereka hanya belajar , mari pulang " Nilam mengangguk dengan cepat ,


" ayah , ibu aku titip gilbran ke sekolah nanti aku dan Nilam yang jemput . Nilam akan ku bawa ke markas "


" iya nak , sini cucu nenek "


saga membersihkan tempat yang sudah di pesankan oleh denny , karena hari ini denny menyetir sendiri jadi saga pergi menggunakan motornya ke markas .


ddrrttt ... ddrrtt


" *ya sher ? ada apa ? "


" perempuan yang kau ceritakan padaku datang mencari nona Nilam , lalu mengacak - acak toko "


" siapa ? Nathalie apa nathasya ? "


" entahlah aku tak tahu , aku tak mengenal mereka berdua . tapi mungkin salah satu dari mereka , cepat datang "


" aku akan kesana , melapor kepada jendral dulu "


" baik , aku tunggu* "


saga mematikan ponselnya , mengapa dua orang perempuan ini tidak ada habisnya membuat masalah pada Nilam .


" kau yang tidak mau jauh dariku "


" siapa ? aku ? hah ? anakmu !! " ketua Nilam ,


" selalu saja membawa - bawa anak yang tidak bersalah "


" kau ?_ "


" jendral , maaf menganggu " saga memotong pembicaraan Nilam ,


" ada apa ? "


" hmm itu jendral , tadi Sherly menelpon kalau ada perempuan datang ke toko untuk mencari nyonya lalu mengacak toko dengan tak pantas "


" siapa ? " tanya Nilam ,


" apa kau punya musuh ? " tanya denny dengan heran ,


" musuh ? ada banyak "


" eh banyak ? siapa ? "


" ya banyak , semenjak menikah denganmu musuhku satu - satunya adalah mantanmu "


saga dan denny lalu beradu pandang dengan cepat , dan segera saga menyalakan mesin mobilnya kembali di ikuti denny juga Nilam yang ikut .


selama di perjalanan denny memutar otaknya untuk mengetahui apa niat nathali menghancurkan toko Nilam ,

__ADS_1


saga hanya diam , dirinya memikirkan Sherly yang menelponnya sesaat suaranya terdengar seperti orang ketakutan . khawatirnya saga pada Sherly membuat nya tak konsen untuk menyetir dan beberapa kali hampir kelewatan mentaati lampu merah .


" pelan - pelan saja saga , istriku sedang hamil "


" ma..maaf jendral saya sangat panik "


" harusnya aku , dan Nilam mengapa jadi dirimu ? "


" ah , saya takut nanti toko nyonya akan menjadi tak terkontrol karena tadi Sherly seperti sangat ketakutan "


" benarkah ? " teriak Nilam terkejut ,


" iya nyonya "


" kalau gitu percepat menyetirnya saga " Nilam mendukung saga setelah mendengar ucapannya


" kalian jangan gila , kau sedang hamil sayang guncangan ini tidak baik "


" aku suka yang ekstrem "


" JANGAN " teriak denny , Nilam dan saga hanya tertawa melihat tingkah denny yang panik .


" kenapa ? sudah puas kalian mengerjai ku hah ? kau juga saga sebenarnya kau anak buahku apa istriku ? "


" ma..maaf jendral "


" menyetir yang benar , kalau tidak kau akan ku pindah tugaskan ke Palestina biar kena bom sekalian "


Nilam tertawa kekeh mendengar ucapan denny yang mengancam saga , seperti anak kecil tapi memang di akui Nilam suami nya tak mempunyai jiwa humoris entah menurun dari siapa karena mertua Nilam sangat suka bercanda .


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


selamat malam pembaca , maaf novel nya kaya rasa cepat gtu alurnya , biar gak lama lama gtu maksud author ..


tapi makasih yang udah setia , yuk gabung d group author hari ini siapa yang paling banyak vote akan dapat pulsa dari author

__ADS_1


terima kasih 🙏🙏🙏


__ADS_2