
setelah kepulangan Nilam 2 hari lalu dari rumah sakit , semua sibuk membantu persiapan kuliah Rara juga cristhy mungkin akan sepi ketika mereka akan melanjutkan kuliahnya di luar negri .
Nilam yang masih lemah karena hampir tiap pagi dirinya akan merasakan mual yang sangat tidak enak , apalagi mencium parfum dari suaminya .
" yang mengantar mereka biar aku saja , sekalian berangkat ke markas "
" tapi aku ingin ikut mas "
" sayang , kandunganmu belum kuat nanti kau kelelahan , aku juga mau mengantar gilbran dulu sekolah "
" tapi aku mau ikut mas " Nilam tetap mendesak denny untuk mengikutkan dirinya mengantar Rara juga cristhy .
mas menarik nafas nya dalam - dalam , baru 2 hari dirinya bersama Nilam dalam keadaan hamil tapi rasanya sudah begitu jengkel kalau Nilam keras kepala , bagaimana kalau sudah membesar ?
" baik kau ikut , tapi diam di markas bersamaku setuju ? "
Nilam hanya mengangguk dengan cepat , orang tua mas juga sudah menunggu mereka di bawah untuk berangkat bersama - sama .
Maria sibuk dengan gilbran di kamar , pak Cahya menyiapkan mobil dan Bu martini memasak . ya pak Cahya dan Bu martini bekerja di rumah Nilam membantu Maria mengurus segala hal rumah , walau terkadang Nilam dan mas marah tapi mereka merasa tidak enak kalau tidak bekerja .
hari ini begitu banyak pekerjaan di markas yang harus di siapkan mas menjelang pemilihan presiden , mau tidak mau dia akan membawa Nilam bersamanya .
dua hari ini Nilam sangat manja karena kehamilan dirinya , tidak bisa lepas dengan mas juga gilbran . selalu menciumi gilbran yang wangi dengan baby , sampai - sampai menyuruh mas untuk merubah parfumnya menjadi parfum bayi gilbran .
selama di perjalanan menuju bandara Nilam satu mobil dengan orang tua mas , betapa bahagianya mereka telah mengetahui cerita Nilam dari denny . apalagi sekarang Nilam sedang mengandung cucu kedua mereka .
" cewek apa cowok ya sekarang " ibu denny mengelus - elus perut Nilam ,
" kau ini , cewek - cowok sama saja kalau di dengar anakmu nanti dia tak mengijinkanmu melihat cucu kita lagi " ucap ayah denny
" hahaha aku lupa , yang penting sehat ya yah !! "
" ayah sama ibu kapan mau pergi buka perusahaan terbaru ? aku dengar dari Jung akan buka cabang lagi ? "
" nanti nak , setelah kau dan denny merayakan pesta pernikahan kalian ."
" bukankah akan lama , karena kami menunggu anak ini lahir dulu yah "
" tidak masalah , suamimu sangat keras kepala dia tak mau membantuku mengurus perusahaan dirinya lebih suka dengan pekerjaan yang mengantarkan nyawa "
Nilam hanya tersenyum melihat ayah denny yang mengeluh karena sifat suaminya .
**
" mami , gendong " semenjak Nilam hamil gilbran sangat manja padanya , bahkan sedikit - dikit akan menangis ketika Nilam sedikit menjauh .
" sini sama Daddy , mami kan lagi bawa Dede bayi di perut , Abang harus pintar sekarang "
" mau sama mami aja Daddy "
" good boy jangan cengeng nak , sama Daddy ya , mami di samping Abang "
gilbran terpaksa mengangguk walau hatinya sedikit sedih , karena semenjak Nilam mengandung gilbran merasa ada jarak antara dirinya dan gilbran . begitupun Nilam yang sangat ingin bersama anaknya tetapi takut gilbran tiba - tiba tanpa sadar berlari ke perut .
akhirnya salam perpisahan terakhir adalah hal yang paling menyedihkan dari segalanya , cristhy dan Rara akan jauh dari Nilam bahkan ponsel yang akan menjadi pelepas rindu mereka .
Nilam sangat khawatir pada Rara dan cristhy tapi selama ini untuk study mereka Nilam akan selalu mendukungnya .
" hiks hiks hiks , Nilam aku akan merindukan dirimu " ucap Rara yang memeluknya ,
" jangan bersedih , sering - sering berkabar padaku dan pulang lah saat aku melahirkan " sahut Nilam ,
__ADS_1
" kakak " Rara memeluk Denny yang sedang mengendong gilbran ,
" kau harus pintar menjaga diri , pintar - pintarlah mencari teman jangan mengajarkan cristhy yang aneh - aneh , dengar kataku " ucap denny
" iya kak , iya " sahut Rara
" kami pamit ya " ucap cristhy dan memeluk semua anggota keluarga .
lambaian tangan mereka membuat tangis Nilam pecah , sadar istrinya menangis denny langsung memeluk Nilam kedalam dadanya .
" jangan menangis mereka hanya belajar , mari pulang " Nilam mengangguk dengan cepat ,
" ayah , ibu aku titip gilbran ke sekolah nanti aku dan Nilam yang jemput . Nilam akan ku bawa ke markas "
" iya nak , sini cucu nenek "
saga membersihkan tempat yang sudah di pesankan oleh denny , karena hari ini denny menyetir sendiri jadi saga pergi menggunakan motornya ke markas .
ddrrttt ... ddrrtt
" *ya sher ? ada apa ? "
" perempuan yang kau ceritakan padaku datang mencari nona Nilam , lalu mengacak - acak toko "
" siapa ? Nathalie apa nathasya ? "
" entahlah aku tak tahu , aku tak mengenal mereka berdua . tapi mungkin salah satu dari mereka , cepat datang "
" aku akan kesana , melapor kepada jendral dulu "
" baik , aku tunggu* "
saga mematikan ponselnya , mengapa dua orang perempuan ini tidak ada habisnya membuat masalah pada Nilam .
" kau yang tidak mau jauh dariku "
" siapa ? aku ? hah ? anakmu !! " ketua Nilam ,
" selalu saja membawa - bawa anak yang tidak bersalah "
" kau ?_ "
" jendral , maaf menganggu " saga memotong pembicaraan Nilam ,
" ada apa ? "
" hmm itu jendral , tadi Sherly menelpon kalau ada perempuan datang ke toko untuk mencari nyonya lalu mengacak toko dengan tak pantas "
" siapa ? " tanya Nilam ,
" apa kau punya musuh ? " tanya denny dengan heran ,
" musuh ? ada banyak "
" eh banyak ? siapa ? "
" ya banyak , semenjak menikah denganmu musuhku satu - satunya adalah mantanmu "
saga dan denny lalu beradu pandang dengan cepat , dan segera saga menyalakan mesin mobilnya kembali di ikuti denny juga Nilam yang ikut .
selama di perjalanan denny memutar otaknya untuk mengetahui apa niat nathali menghancurkan toko Nilam ,
__ADS_1
saga hanya diam , dirinya memikirkan Sherly yang menelponnya sesaat suaranya terdengar seperti orang ketakutan . khawatirnya saga pada Sherly membuat nya tak konsen untuk menyetir dan beberapa kali hampir kelewatan mentaati lampu merah .
" pelan - pelan saja saga , istriku sedang hamil "
" ma..maaf jendral saya sangat panik "
" harusnya aku , dan Nilam mengapa jadi dirimu ? "
" ah , saya takut nanti toko nyonya akan menjadi tak terkontrol karena tadi Sherly seperti sangat ketakutan "
" benarkah ? " teriak Nilam terkejut ,
" iya nyonya "
" kalau gitu percepat menyetirnya saga " Nilam mendukung saga setelah mendengar ucapannya
" kalian jangan gila , kau sedang hamil sayang guncangan ini tidak baik "
" aku suka yang ekstrem "
" JANGAN " teriak denny , Nilam dan saga hanya tertawa melihat tingkah denny yang panik .
" kenapa ? sudah puas kalian mengerjai ku hah ? kau juga saga sebenarnya kau anak buahku apa istriku ? "
" ma..maaf jendral "
" menyetir yang benar , kalau tidak kau akan ku pindah tugaskan ke Palestina biar kena bom sekalian "
Nilam tertawa kekeh mendengar ucapan denny yang mengancam saga , seperti anak kecil tapi memang di akui Nilam suami nya tak mempunyai jiwa humoris entah menurun dari siapa karena mertua Nilam sangat suka bercanda .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
selamat malam pembaca , maaf novel nya kaya rasa cepat gtu alurnya , biar gak lama lama gtu maksud author ..
tapi makasih yang udah setia , yuk gabung d group author hari ini siapa yang paling banyak vote akan dapat pulsa dari author
__ADS_1
terima kasih 🙏🙏🙏