
malam semakin larut , denny dan Nilam berjalan ke arah kamar bersama dan berbicara tentang hal - hal menyenangkan .
" aku akan memindahkan gilbran ke kamarnya , dia harus belajar tidur mandiri sekarang " ucap denny menghampiri gilbran yang sedang tertidur .
" biarkan saja mas , malam ini dia tidur dengan kita " sahut Nilam dan memandang suaminya .
" kasur ini sempit kalau kita bertiga , lihatlah anakmu sudah mulai dewasa . dia kan sudah berhari - hari bersama denganmu " denny yang tidak mau mengalah dengan ucapan Nilam .
" terserah kau saja " Nilam yang pasrah akan ucapan suaminya .
Denny pun berjalan ke arah kamar yang tepat berada di samping kamarnya , kamar yang di dekor memang khusus untuk gilbran dengan ranjang bergaya mobil tank tentara .
setelah sesaat merebahkan gilbran , denny mencium anak nya berkali - kali . dirinya tak menyangka ada saat dimana dirinya merindukan gilbran dengan tingkah gemas nya , lalu denny kembali untuk menemui Nilam di kamar .
" sudah kau antar ? bagaimana kalau nanti dia terbangun tengah malam mas ? " tanya Nilam yang agak khawatir pada gilbran .
" dia sudah besar , biarkan dia belajar mandiri " denny merebahkan dirinya tepat di samping Nilam ,
" baiklah , akan ku matikan lampu sebentar ya " ucap Nilam dan menekan tombol lampu kamar yang berada tepat di samping ranjang mereka .
" Nilam , hhmmm " denny mengurungkan niatnya berbicara lalu menghadap ke arah kanan dan membelakangi Nilam .
" mas ada apa ? jangan seperti ini " Nilam mengusap punggu suami nya yang teramat kekar tersebut ,
" tidak apa - apa tidur lah , anggap saja aku tidak berbicara " denny masih dengan posisi yang sama tanpa menoleh ke arah Nilam ,
tiba - tiba badan denny terasa kaku , Nilam memeluknya dengan sangat kuat . denny merasakan ada airmata yang keluar dari wajah istrinya .
" hey Nilam , kenapa kau menangis ? " sahut denny dan buru - buru membalikan wajahnya ,
" apa kau membenciku ? apa kau sudah tak mau melihat ku ? " tanya Nilam yang menangis seperti anak kecil .
" tidak , aku tidak apa - apa !!! kenapa kau berbicara seperti itu ? " seru denny dan memeluk Nilam ke dalam dada nya yang bidang .
" lalu mengapa kau menghadap ke arah sana , lalu tidak jadi berbicara ?" Nilam semakin menenggelamkan wajahnya di dada suaminya .
" aku saja malu mau mengatakannya , bagaimana aku mau melanjutkannya ?" ucap denny yang merasa wajahnya sekarang berubah menjadi kepiting rebus .
ya memang dari awal mereka menikah sampai detik ini , denny belum pernah menyentuh Nilam apa lagi untuk berhubungan . denny hanya berani mencium kening Nilam dan itu juga jika ada kesempatan saja .
" mas apa yang kau katakan ? aku tidak mengerti " Nilam melihat ke arah denny .
denny yang tidak tahan melihat wajah istrinya langsung menyerang Nilam dengan ciuman di bibirnya , perlahan tangan denny berjalan ke dalam tubuh Nilam dan melepas pakaian dalam Nilam .
" mas " panggil Nilam yang sedikit mendesah dengan sentuhan hoseok .
denny tidak perduli , dirinya masih dengan ganas mencumbui istrinya .
" mas , dengarkan aku dulu " teriak Nilam dan sedikit mendorong denny .
" ada apa ? " denny seketika berhenti dari kegiatannya dan memandang ke arah Nilam ,
" mas ada yang belum aku bicarakan padamu !! dan kau harus tau itu ," ucap Nilam dan perlahan menarik selimut untuk menutupi dadanya .
" apa aku tidak boleh meminta hak ku sebagai suamimu ? di saat aku ingin kita memulainya dari awal tapi kau malah seperti tak ingin !! " ujar denny dan merebahkan dirinya kembali di samping Nilam .
" mas , dengarkan aku dulu " Nilam memeluk tangan suaminya agar dapat berbicara dengan nyaman ,
" lepaskan , aku lelah ingin tidur kalau kau ingin berbicara . bicaralah besok saja tidak usah sekarang " sahut denny lalu membalikan badannya tanpa melihat ke arah Nilam .
" mas jangan marah , sebelum kau melakukannya denganku kau harus tau mas . aku sudah tidak suci lagi , kesucian ku telah di ambil oleh orang yang tidak bertanggung jawab 6 tahun lalu , bagaimana aku melayani dirimu dengan keadaan seperti ini mas . mas dengarkan aku , aku tak ingin di saat kau ingin menikmati diriku kau berfikir tentang kesucian diriku " ucap Nilam .
tanpa menoleh , denny mendengarkan ucapan Nilam dan membiarkannya bercerita sepanjang malam , perlahan denny tertidur karena terlalu lelah di tambah keinginannya yang sudah memuncak tapi tak dapat tersalurkan .
" mas apa kau sudah tidur ? " Nilam melihat ke wajah denny , dirinya melihat suami nya sudah terlelap sekali tidur .
Nilam berkali - kali minta maaf dengan memeluk Denny , dan akhirnya dirinya tertidur di belakang punggung denny dengan airmata mengalir terus .
waktu menunjukkan pukul setegah 5 pagi , Nilam terbangun dari tidurnya dan tidak mendapati denny di kasur nya .
" kemana perginya dia ? " tanya Nilam dalam hatinya ,
Nilam berjalan ke arah kamar gilbran tapi tidak dapat menemui denny , lalu dirinya kembali ke kamarnya terdengar suara seseorang sedang mandi di dalam sana .
" mas , apa kau di dalam ? " Nilam mengetuk pintunya berkali - kali .
tiba - tiba denny membuka pintu kamar mandinya dan menarik Nilam ke dalam untuk masuk .
" mas " panggil Nilam dan mengeluarkan airmata kembali .
__ADS_1
" kenapa kau membuatku sangat gila ? hanya karena kau tidak suci lalu bagaimana denganku Nilam ? yang mengajakmu menikah tapi sudah memiliki gilbran , apa aku juga bisa di katakan seperti itu ? " Denny membentak ke arah Nilam ,
" mas bukan itu maksud ku , aku tak ingin kau kecewa " ucap Nilam menutup matanya karena tak tahan dengan tangisannya .
" jangan menangis kau membuatku merasakan rasa bersalah terus menerus " denny memeluk istrinya , " jangan katakan seperti itu lagi , kau sudah menjadi istriku apapun kekuranganmu aku akan menerimanya !! " ucap denny ,
" terima kasih mas , maafkan aku . aku akan keluar kau mandilah " sahut Nilam yang hendak ingin keluar ,
tiba - tiba denny menarik tangan Nilam dan menempelkannya kembali di dinding , menggapai bibir istrinya dan menciumnya berkali - kali . Nilam yang menikmatinya hanya bisa diam dan tak lagi menolak , hanya ada suara air keluar dan suara rintihan dari mereka berdua di ruangan itu .
denny menggendong istrinya untuk kembali ke ranjang , dan menidurkan Nilam di atas ranjang mereka . perlahan tangan denny membuka baju Nilam dengan lembut , Nilam yang tersipu malu terhadap suami nya hanya bisa membuang wajahnya kesembarang arah .
" kau tidak boleh membuang wajahmu seperti itu , tataplah aku " ucap denny dan kembali mencium bibir Nilam .
tangan denny mulai menjalar dan perlahan berhasil melepas semua pakaian Nilam , pelan - pelan dirinya bersiap menyakiti Nilam di bawah sana .
" mas terima kasih " ucap Nilam lirih dengan sedikit desahan , dirinya tau ada rasa perih di bawah sana tapi Nilam sangat menikmatinya .
mereka bergulat di atas ranjang sampai matahari muncul menyinari kamar mereka berdua , denny dan Nilam yang sudah tak berdaya hanya tidur di balut oleh selimut .
tok ... tok .. ( suara ketukan pintu )
" pagi nyonya , sarapan sudah siap " teriak Maria dari luar .
" makasih Maria , nanti aku akan ke bawah " sahut Nilam dan bergegas untuk mandi .
" mau kemana ? " tiba - tiba tangan denny menariknya kembali untuk berada di pelukan suaminya .
" mas ini sudah pagi , aku ingin mandi dan menyiapkan sarapan untuk mu dan gilbran " sahut Nilam .
" mari mandi bersama " seru denny ,
" tidak kau pasti akan melakukannya lagi , ini udah 2 kali mas dan masih terasa sakit " jawab Nilam .
" apa aku terlalu menyakiti dirimu ? " tanya denny yang langsung terbangun dari tidurnya ,
" tidak , ah sudahlah aku mandi sendiri saja !! " sahut Nilam yang sedang berwajah merah .
" yasudah kau mandi duluan , nanti aku menyusul " ucap denny dan sedikit mencium tangan istrinya .
Nilam berjalan dengan selimut yang berada di badannya , dan hilang di balik pintu kamar mandi .
" kau sudah menjadi milikku selamanya " ucap denny dalam hatinya dan kembali merebahkan dirinya membayangkan yang terjadi antara dirinya dan Nilam saat pagi tadi .
" pagi cantik ? " seru saga mengoda Maria yang sibuk menyiapkan sarapan .
" ahh sersan kau sudah pulang ? " Maria yang terkejut melihat saga membawa koper dan sebuket bunga cantik .
" sudah tadi malam , kau tidak bertemu jendral tadi malam ?" tanya saga yang bingung .
" bertemu , tapi aku hampir di tembak jendral karena sedang menggunakan masker . sersan saga aku tidak mau bunga , aku mau nya cincin nikah " sahut Nilam yang melirik ke arah bunga yang di bawa oleh saga .
" siapa yang ingin memberimu ? ini punya jendral dan akan di beri ke nyonya pagi ini " jawab saga .
" eh , hehehe aku pikir untuk diriku " Maria langsung menutupi wajahnya karena malu pada saga.
" kemana nyonya dan jendral ? " tanya saga kembali yang belum melihat kedua orang itu .
" mungkin masih melepas rindu yang sangat ke uwuan kalo kata anak muda mah " sahut Maria .
" kau ini , terlalu banyak bergabung dengan tentara yang muda - muda jadi bahasamu sangat aneh " ucap saga dan menaruh bunga di sisi meja makan .
\
" mas apa kau tidak ingin mandi ? " tanya Nilam yang baru saja selesai dari mandinya .
" mandi sayang , sebentar lagi aku ingin menikmati lekuk tubuhmu yang indah saat berganti pakaian " Denny mengoda kembali istrinya tersebut .
" mas jangan mengoda ku itu sangat memalukan sekali , cepatlah Jung nanti keburu gilbran bangun " sahut Nilam .
" iya , iya kau ini cerewet sekali . aku mandi dulu okay !! " seru denny berjalan ke arah kamar mandi dan kembali berlari ke arah Nilam dan menciumnya kembali ...
Nilam hanya tersenyum menatap suami nya yang baru dia sadari betapa manjanya dirinya .
tok ... tok .. ( suara ketukan pintu )
__ADS_1
" nilammmm ... niillaammm " teriak Rara yang berada di luar kamar .
" sebentar aku sedang berpakaian , tunggulah di bawah nanti aku menyusul " sahut Nilam dari dalam,
suara Rara hilang dari arah balik pintu dan Nilam bergegas memakai pakaiannya kembali . Rara berjalan menuju ke meja makan yang sudah ada cristhy di bawah menunggu dirinya .
" kau tahu Nilam mengunci pintunya , aku kesal padahal dia tidur bersama gilbran bukan kakak " kesal Rara dan mengamuk di depan cristhy ,
" jendral sudah pulang non , tadi malam jam 12 lewat " sahut Maria yang memberikan minum kepada dua biang berisik ini .
" hah ? ada jendral ? " teriak cristhy yang terkejut ,
" kakak pulang ? cepat sekali ? biasanya kalau dinas bisa sampai 3 atau 5 hari , memang penuh misteri " pikir Rara seperti detektif .
" silahkan non cristhy " ucap Maria memberikannya susu dan juga roti berbalut selai coklat .
" terima kasih Maria ." jawab cristhy ,
" pagi " ucap Nilam yang baru saja turun untuk bergabung sarapan dengan kedua sahabatnya ,
" pagi nyonya ," sahut Maria .
" kalian , apa tidak ke kampus hari ini ? " tanya Nilam dan bergabung duduk bersama Rara juga cristhy ,
" iya nanti jam 10 ini masih terlalu pagi Nilam , kami bukan mahasiswi rajin dan cerdas " sahut Rara ,
" apa kau ingin bodoh ? " teriak denny yang turun dari tangga dan mulai bergabung .
" kakak " Rara berlari dan memeluk kakak nya dengan sangat manja ,
" apakah adikku ini habis memakan sesuatu ? bisa tidak kalau berbicara pelankan suaramu !! " ucap denny mengelus kepala Rara .
Rara dan denny berjalan ke arah meja makan , denny duduk di sebelah Nilam dan menatap istrinya yang cantik dengan rambut basah terurai .
" mana gilbran ? " tanya cristhy memecahkan lamunan denny .
" nanti kalau sudah bangun akan ke bawah sendiri , tadi malam dia tidur terpisah " jawab Nilam .
cristhy dan Rara saling beradu pandang dan menatap Nilam secara bersamaan .
" kenapa ? " tanya Nilam yang merasa di lihat oleh Rara juga cristhy ,
" nyonya ini bunganya dari sersan saga " seru Maria dan memberi bucket bunga ,
" ah bunga ? saga memberikannya untukku ? " tanya Nilam memandang ke arah Maria .
" bukan saga , tapi aku " sahut denny meminum teh nya .
Nilam memandang ke arah suaminya , dengan tatapan malu dan bahagia dirinya menciumi bunga tersebut . Rara dan cristhy hanya memandang dua insan yang sedang di mabuk asmara tersebut .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
jangan lupa vote , like and coment ya author pasti sangat terbantu..
__ADS_1