THE SECRET WIFE

THE SECRET WIFE
KAU MENJADI MILIKKU


__ADS_3

malam semakin larut , denny dan Nilam berjalan ke arah kamar bersama dan berbicara tentang hal - hal menyenangkan .


 


" aku akan memindahkan gilbran ke kamarnya , dia harus belajar tidur mandiri sekarang " ucap denny menghampiri gilbran yang sedang tertidur .


" biarkan saja mas , malam ini dia tidur dengan kita " sahut Nilam dan memandang suaminya .


" kasur ini sempit kalau kita bertiga , lihatlah anakmu sudah mulai dewasa . dia kan sudah berhari - hari bersama denganmu " denny yang tidak mau mengalah dengan ucapan Nilam .


" terserah kau saja " Nilam yang pasrah akan ucapan suaminya .


Denny pun berjalan ke arah kamar yang tepat berada di samping kamarnya , kamar yang di dekor memang khusus untuk gilbran dengan ranjang bergaya mobil tank tentara .


setelah sesaat merebahkan gilbran , denny mencium anak nya berkali - kali . dirinya tak menyangka ada saat dimana dirinya merindukan gilbran dengan tingkah gemas nya , lalu denny kembali untuk menemui Nilam di kamar .


" sudah kau antar ? bagaimana kalau nanti dia terbangun tengah malam mas ? " tanya Nilam yang agak khawatir pada gilbran .


" dia sudah besar , biarkan dia belajar mandiri " denny merebahkan dirinya tepat di samping Nilam ,


" baiklah , akan ku matikan lampu sebentar ya " ucap Nilam dan menekan tombol lampu kamar yang berada tepat di samping ranjang mereka .


" Nilam , hhmmm " denny mengurungkan niatnya berbicara lalu menghadap ke arah kanan dan membelakangi Nilam .


" mas ada apa ? jangan seperti ini " Nilam mengusap punggu suami nya yang teramat kekar tersebut ,


" tidak apa - apa tidur lah , anggap saja aku tidak berbicara " denny masih dengan posisi yang sama tanpa menoleh ke arah Nilam ,


tiba - tiba badan denny terasa kaku , Nilam memeluknya dengan sangat kuat . denny merasakan ada airmata yang keluar dari wajah istrinya .


" hey Nilam , kenapa kau menangis ? " sahut denny dan buru - buru membalikan wajahnya ,


" apa kau membenciku ? apa kau sudah tak mau melihat ku ? " tanya Nilam yang menangis seperti anak kecil .


" tidak , aku tidak apa - apa !!! kenapa kau berbicara seperti itu ? " seru denny dan memeluk Nilam ke dalam dada nya yang bidang .


" lalu mengapa kau menghadap ke arah sana , lalu tidak jadi berbicara ?" Nilam semakin menenggelamkan wajahnya di dada suaminya .


" aku saja malu mau mengatakannya , bagaimana aku mau melanjutkannya ?" ucap denny yang merasa wajahnya sekarang berubah menjadi kepiting rebus .


 


ya memang dari awal mereka menikah sampai detik ini , denny belum pernah menyentuh Nilam apa lagi untuk berhubungan . denny hanya berani mencium kening Nilam dan itu juga jika ada kesempatan saja .


 


" mas apa yang kau katakan ? aku tidak mengerti " Nilam melihat ke arah denny .


denny yang tidak tahan melihat wajah istrinya langsung menyerang Nilam dengan ciuman di bibirnya , perlahan tangan denny berjalan ke dalam tubuh Nilam dan melepas pakaian dalam Nilam .


" mas " panggil Nilam yang sedikit mendesah dengan sentuhan hoseok .


denny tidak perduli , dirinya masih dengan ganas mencumbui istrinya .


" mas , dengarkan aku dulu " teriak Nilam dan sedikit mendorong denny .


" ada apa ? " denny seketika berhenti dari kegiatannya dan memandang ke arah Nilam ,


" mas ada yang belum aku bicarakan padamu !! dan kau harus tau itu ," ucap Nilam dan perlahan menarik selimut untuk menutupi dadanya .


" apa aku tidak boleh meminta hak ku sebagai suamimu ? di saat aku ingin kita memulainya dari awal tapi kau malah seperti tak ingin !! " ujar denny dan merebahkan dirinya kembali di samping Nilam .


" mas , dengarkan aku dulu " Nilam memeluk tangan suaminya agar dapat berbicara dengan nyaman ,


" lepaskan , aku lelah ingin tidur kalau kau ingin berbicara . bicaralah besok saja tidak usah sekarang " sahut denny lalu membalikan badannya tanpa melihat ke arah Nilam .


" mas jangan marah , sebelum kau melakukannya denganku kau harus tau mas . aku sudah tidak suci lagi , kesucian ku telah di ambil oleh orang yang tidak bertanggung jawab 6 tahun lalu , bagaimana aku melayani dirimu dengan keadaan seperti ini mas . mas dengarkan aku , aku tak ingin di saat kau ingin menikmati diriku kau berfikir tentang kesucian diriku " ucap Nilam .


tanpa menoleh , denny mendengarkan ucapan Nilam dan membiarkannya bercerita sepanjang malam , perlahan denny tertidur karena terlalu lelah di tambah keinginannya yang sudah memuncak tapi tak dapat tersalurkan .


" mas apa kau sudah tidur ? " Nilam melihat ke wajah denny , dirinya melihat suami nya sudah terlelap sekali tidur .


Nilam berkali - kali minta maaf dengan memeluk Denny , dan akhirnya dirinya tertidur di belakang punggung denny dengan airmata mengalir terus .



waktu menunjukkan pukul setegah 5 pagi , Nilam terbangun dari tidurnya dan tidak mendapati denny di kasur nya .


" kemana perginya dia ? " tanya Nilam dalam hatinya ,


Nilam berjalan ke arah kamar gilbran tapi tidak dapat menemui denny , lalu dirinya kembali ke kamarnya terdengar suara seseorang sedang mandi di dalam sana .


" mas , apa kau di dalam ? " Nilam mengetuk pintunya berkali - kali .


 


tiba - tiba denny membuka pintu kamar mandinya dan menarik Nilam ke dalam untuk masuk .


 


" mas " panggil Nilam dan mengeluarkan airmata kembali .

__ADS_1


" kenapa kau membuatku sangat gila ? hanya karena kau tidak suci lalu bagaimana denganku Nilam ? yang mengajakmu menikah tapi sudah memiliki gilbran , apa aku juga bisa di katakan seperti itu ? " Denny membentak ke arah Nilam ,


" mas bukan itu maksud ku , aku tak ingin kau kecewa " ucap Nilam menutup matanya karena tak tahan dengan tangisannya .


" jangan menangis kau membuatku merasakan rasa bersalah terus menerus " denny memeluk istrinya , " jangan katakan seperti itu lagi , kau sudah menjadi istriku apapun kekuranganmu aku akan menerimanya !! " ucap denny ,


" terima kasih mas , maafkan aku . aku akan keluar kau mandilah " sahut Nilam yang hendak ingin keluar ,


tiba - tiba denny menarik tangan Nilam dan menempelkannya kembali di dinding , menggapai bibir istrinya dan menciumnya berkali - kali . Nilam yang menikmatinya hanya bisa diam dan tak lagi menolak , hanya ada suara air keluar dan suara rintihan dari mereka berdua di ruangan itu .


denny menggendong istrinya untuk kembali ke ranjang , dan menidurkan Nilam di atas ranjang mereka . perlahan tangan denny membuka baju Nilam dengan lembut , Nilam yang tersipu malu terhadap suami nya hanya bisa membuang wajahnya kesembarang arah .


" kau tidak boleh membuang wajahmu seperti itu , tataplah aku " ucap denny dan kembali mencium bibir Nilam .


tangan denny mulai menjalar dan perlahan berhasil melepas semua pakaian Nilam , pelan - pelan dirinya bersiap menyakiti Nilam di bawah sana .


" mas terima kasih " ucap Nilam lirih dengan sedikit desahan , dirinya tau ada rasa perih di bawah sana tapi Nilam sangat menikmatinya .


mereka bergulat di atas ranjang sampai matahari muncul menyinari kamar mereka berdua , denny dan Nilam yang sudah tak berdaya hanya tidur di balut oleh selimut .


 


tok ... tok .. ( suara ketukan pintu )


 


" pagi nyonya , sarapan sudah siap " teriak Maria dari luar .


" makasih Maria , nanti aku akan ke bawah " sahut Nilam dan bergegas untuk mandi .


" mau kemana ? " tiba - tiba tangan denny menariknya kembali untuk berada di pelukan suaminya .


" mas ini sudah pagi , aku ingin mandi dan menyiapkan sarapan untuk mu dan gilbran " sahut Nilam .


" mari mandi bersama " seru denny ,


" tidak kau pasti akan melakukannya lagi , ini udah 2 kali mas dan masih terasa sakit " jawab Nilam .


" apa aku terlalu menyakiti dirimu ? " tanya denny yang langsung terbangun dari tidurnya ,


" tidak , ah sudahlah aku mandi sendiri saja !! " sahut Nilam yang sedang berwajah merah .


" yasudah kau mandi duluan , nanti aku menyusul " ucap denny dan sedikit mencium tangan istrinya .


 


Nilam berjalan dengan selimut yang berada di badannya , dan hilang di balik pintu kamar mandi .


 


" kau sudah menjadi milikku selamanya " ucap denny dalam hatinya dan kembali merebahkan dirinya membayangkan yang terjadi antara dirinya dan Nilam saat pagi tadi .


 



" pagi cantik ? " seru saga mengoda Maria yang sibuk menyiapkan sarapan .


" ahh sersan kau sudah pulang ? " Maria yang terkejut melihat saga membawa koper dan sebuket bunga cantik .


" sudah tadi malam , kau tidak bertemu jendral tadi malam ?" tanya saga yang bingung .


" bertemu , tapi aku hampir di tembak jendral karena sedang menggunakan masker . sersan saga aku tidak mau bunga , aku mau nya cincin nikah " sahut Nilam yang melirik ke arah bunga yang di bawa oleh saga .


" siapa yang ingin memberimu ? ini punya jendral dan akan di beri ke nyonya pagi ini " jawab saga .


" eh , hehehe aku pikir untuk diriku " Maria langsung menutupi wajahnya karena malu pada saga.


" kemana nyonya dan jendral ? " tanya saga kembali yang belum melihat kedua orang itu .


" mungkin masih melepas rindu yang sangat ke uwuan kalo kata anak muda mah " sahut Maria .


" kau ini , terlalu banyak bergabung dengan tentara yang muda - muda jadi bahasamu sangat aneh " ucap saga dan menaruh bunga di sisi meja makan .


\


" mas apa kau tidak ingin mandi ? " tanya Nilam yang baru saja selesai dari mandinya .


" mandi sayang , sebentar lagi aku ingin menikmati lekuk tubuhmu yang indah saat berganti pakaian " Denny mengoda kembali istrinya tersebut .


 


" mas jangan mengoda ku itu sangat memalukan sekali , cepatlah Jung nanti keburu gilbran bangun " sahut Nilam .


" iya , iya kau ini cerewet sekali . aku mandi dulu okay !! " seru denny berjalan ke arah kamar mandi dan kembali berlari ke arah Nilam dan menciumnya kembali ...


Nilam hanya tersenyum menatap suami nya yang baru dia sadari betapa manjanya dirinya .


tok ... tok .. ( suara ketukan pintu )


 

__ADS_1


" nilammmm ... niillaammm " teriak Rara yang berada di luar kamar .


" sebentar aku sedang berpakaian , tunggulah di bawah nanti aku menyusul " sahut Nilam dari dalam,


 


suara Rara hilang dari arah balik pintu dan Nilam bergegas memakai pakaiannya kembali . Rara berjalan menuju ke meja makan yang sudah ada cristhy di bawah menunggu dirinya .


" kau tahu Nilam mengunci pintunya , aku kesal padahal dia tidur bersama gilbran bukan kakak " kesal Rara dan mengamuk di depan cristhy ,


" jendral sudah pulang non , tadi malam jam 12 lewat " sahut Maria yang memberikan minum kepada dua biang berisik ini .


" hah ? ada jendral ? " teriak cristhy yang terkejut ,


" kakak pulang ? cepat sekali ? biasanya kalau dinas bisa sampai 3 atau 5 hari , memang penuh misteri " pikir Rara seperti detektif .


" silahkan non cristhy " ucap Maria memberikannya susu dan juga roti berbalut selai coklat .


" terima kasih Maria ." jawab cristhy ,


" pagi " ucap Nilam yang baru saja turun untuk bergabung sarapan dengan kedua sahabatnya ,


" pagi nyonya ," sahut Maria .


" kalian , apa tidak ke kampus hari ini ? " tanya Nilam dan bergabung duduk bersama Rara juga cristhy ,


" iya nanti jam 10 ini masih terlalu pagi Nilam , kami bukan mahasiswi rajin dan cerdas " sahut Rara ,


" apa kau ingin bodoh ? " teriak denny yang turun dari tangga dan mulai bergabung .


" kakak " Rara berlari dan memeluk kakak nya dengan sangat manja ,


" apakah adikku ini habis memakan sesuatu ? bisa tidak kalau berbicara pelankan suaramu !! " ucap denny mengelus kepala Rara .


Rara dan denny berjalan ke arah meja makan , denny duduk di sebelah Nilam dan menatap istrinya yang cantik dengan rambut basah terurai .


" mana gilbran ? " tanya cristhy memecahkan lamunan denny .


" nanti kalau sudah bangun akan ke bawah sendiri , tadi malam dia tidur terpisah " jawab Nilam .


cristhy dan Rara saling beradu pandang dan menatap Nilam secara bersamaan .


" kenapa ? " tanya Nilam yang merasa di lihat oleh Rara juga cristhy ,


" nyonya ini bunganya dari sersan saga " seru Maria dan memberi bucket bunga ,


" ah bunga ? saga memberikannya untukku ? " tanya Nilam memandang ke arah Maria .


" bukan saga , tapi aku " sahut denny meminum teh nya .


 


Nilam memandang ke arah suaminya , dengan tatapan malu dan bahagia dirinya menciumi bunga tersebut . Rara dan cristhy hanya memandang dua insan yang sedang di mabuk asmara tersebut .


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


jangan lupa vote , like and coment ya author pasti sangat terbantu..


 

__ADS_1


 


__ADS_2