
Di hotel,
Pukul 02 Malam Erika tidak bisa tidur,tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya.Setelahnya dibuka,
"Sayang... "Kata Erika yang memeluk kedatangan Okta di tengah-tengah pintu.
Oktapun hanya diam dan tidak membalas pelukan Erika.
"Kamu kenapa sih sayang?Kaku banget sama aku."Kata Erika yang merayu Okta dengan menggandeng dan di dudukannya diranjang.
"Aku kangen loh sama kamu sayang..."Kata Okta.
"Kenapa kamu enggak bisa dihubungin.!"Tanya Okta.
"Iya maaf.. Aku tuh lagi sebal sama kakaku.. Makanya aku pergi dari rumah dan sementara malam ini aku tidur disini dulu."Kata Erika sambil menyenderkan kepalanya di bahu Okta.
Padahal Okta tau kalau Erika sedang bersenang-senang dengan sugar dadynya.
"Hmmmm..... Kamu kira aku enggak tahu apa yang kamu perbuat dibelakangku.Murahan... Enggak apa-apa lah yang penting aku bisa mendapatkan uang dari kamu."Batin Okta.
"Hmmm... Erika,ada kh uangnya?"Tanya Okta dan Erikapun mengangkat kepalanya yang bersandar di bahu Okta.
"Bentar aku ambil dulu."Kata Erika yang berdiri mengambil tas nya di meja nakas.
Okta adalah laki-laki yang pandai dalam menaklukkan hati perempuan seperti Erika.Entah apa yang terjadi dengan Erika yang bucinnya terhadap Okta tidak ketulungan.
"Ini.."Kata Erika dan memberikan uang Okta sejumlah 200 ribu.
"200 ribu?Itu kurang sayang.."Kata Okta berdiri dan melipatkan ke dua tangannya di dada.
"Astaga... Aku cuman ada 200 ribu.Dari mana lagi aku mencari!"Kata Erika.
"Minta Om Wawan.!"Pekik Okta sambil mengambil uang yang di genggam Erika.
Plak.. Plak.. plak..
Erika yang gemes dengan mulut Okta akhirnya menampar pipi kanan kiri Okta.Okta yang geram pun akhirnya membuang uang 200 ribu itu ke muka Erika dan beranjak pergi keluar.Namun di cegah oleh Erika.
"Sayang... Maafin aku yah.. "Kata Erika yang menarik tangan Okta agar tidak membuka handle pintu.
"Sayang.. Aku minta maaf,"Kata Erika dan memeluk Okta.
Oktapun hanya diam bersandiwara melihat Erika yang terus-terusan merengek.
Lalu Erika menggandeng lagi Okta dan dituntunnya untuk kembali duduk diranjang.
Erikapun memunguti uang yang berserakan dilantai kemudian dia mengambil dompet di tasnya dan memberikan Okta uang 500 ribu.
Uang yang hasil dari meminta sugar dadynya.Seketika Okta tanpa apa-apa langsung meraih uang itu dan mengantonginya.
__ADS_1
"Terimakasih ya..."Kata Okta dan mengecup keningnya.
"Aku pergi dulu ya.."Kata Okta beranjak pergi namun di cegah lagi oleh Erika.
"Kenapa sih kamu buru-buru pergi setelah dapat uang?"Kata Erika kesal.
"Kamu pasti capek kan ini udah malam juga,kamu istirahat ya.."Ucap Okta yang mengecup kening Erika dan beranjak berdiri.
Lalu Erika menarik tangan Okta dan membuat tubuh Okta terjatuh diranjang.Erika pun menindih tubuh Okta sembari membelai pipi Okta.
Erikapun membuka kancing kemeja Okta satu persatu.
"Aduhchh... Makjlebb,mulai dia menyerang aku.Tapi dia tadi sudah ho a ho e.. Sama Om Wawan Masak dia enggak ada capek.."Batin Okta sambil menelan salivanya.
Erika tersenyum sambil membuka kancing baju Okta.Diapun juga menyentuh sentuhan sensitif milik Okta yang berada dibawah sana.
Okta yang tadinya diam kini mulai sadar bahwa yang di bawah sana mulai menegang.
"Aduh.. Tidak bisa dipungkiri kalau dibawah sana sudah berhasil berdiri."Batin Okta lagi.
Oktapun langsung membalikkan tubuh Erika yang sudah berhasil membuka resleting celananya.
Pagi-pagi buta memang luar biasa bisa menyalurkan hasratnya.Erika memang jago dalam membuat Okta melayang layang.
"Sudah puas??"Kata Okta yang menindih tubuh Erika dengan nafas tersengal-sengal dan keringat yang membasahi keningnya.
"Nikmat mana?Aku apa Om Wawan.."Tanya Okta sembari mendudukkan tubuhnya.
Erikapun tersenyum dan mendudukkan tubuhnya dipangkuan Okta sembari memegangi kepala ranjang.
"Aku tidak pernah ragu dengan keperkasaan kamu."Bisik Erika ditelinga Okta.
Mendengar bisikan Erika yang manja membuat Okta bahagia.Diapun ingin melanjutkan part ke 2 nya dengan Erika sampai pagi.
...****************...
Sementara itu pagi-pagi sekali Indah sudah dibangunkan oleh alarm waktu menunjukan pukul 05 pagi.Dia bergegas melanjutkan aktivitas seperti biasa.
"Hoooaaaammm"Sambil mengusap muka kasar.
"Rasanya masih ngantuk.Tidur baru jam terasa betul waktu bergulir menjelma pagi."Gerutu Indah.
Setelah selesai masak dan segala macam,Indah sudah siap untuk pergi ke kantor.
"Sudah selesai Indah masaknya?"Tanya Siti yang berpas-pasan baru datang.
"Sudah selesai semua kak.Indah pergi kerja dulum.Assalamualaikum."Kata Indah yang berpamitan.
"Waalaikum salam."Jawab Siti.
__ADS_1
Indahpun berjalan ke tempat biasa sarapan dia sama Nicko.Nicko tak kunjung datang setelah 15 menit Indah menunggu.Indahpun membuka handphonenya yang sebelumnya terdengar notifikasi pesan.
π² 1Mesage from Nicko
Pagi... Maaf aku harus ke luar kota untuk 2 minggu ini.Jaga diri baik-baik ya..π.
π±Indah Replay
Iya enggak apa-apa hati-hati ya.π
Setelah membalas pesan dari Nicko,Indah melanjutkan langkah kakinya berjalan ke kantor.
Sampai di meja kerjanya,Indah melihat kearah jam dinding yang menunjukan pukul 08.00 pagi.
"Tumben si bos belum datang."Kata Indah sambil menyalakan komputernya.
Setelah memeriksa arsip-arsipnya Indah bergegas menuju ke arah pantry untuk membuat kopi.
Setelah membuat kopi Indah pergi kembali ke ruangan kerjanya.
"Dari mana kamu."Tanya Mochi yang tiba-tiba nongol didepan Indah yang sedang nyruput kopi.
"Uhuk.. Uhuk.."
Mochipun tertawa melihat Indah yang sedang tersedak minum kopi.
"Astaga... Bapak ini ya.Bikin saya jantungan saja."Kata Indah dan berjalan menuju ke arah meja kerja sambil menaruh kopinya.
Mochi yang bersandar di depan pintu,melipat kedua tangannya di dada hanya terdiam saat Indah berlalu melewatinya.
"Hari ini bapak ada meeting jam 09 pagi bersama karyawan devisi ke uangan yang membahas pemasukan akhir tahun."Kata Indah yang sudah mengatur schedule Mochi.
"Hmmm... Terus apa lagi?"Tanya Mochi yang masih melipat kedua tangannya.
"Untuk saat ini itu saja sih pak."Jawab Indah tegas.
"Kok itu aja?Harusnya ada lagi."Tambah Mochi sambil berjalan ke arah Indah.
"Memang mau ditambah apa lagi pak?"Tanya Indah balik.
"Hmmmm... Atur jadwal makan siang dengan kamu."Kata Mochi dan Indahpun terkejut.
"Loh,kok gitu pak?"Tanya Indah penasaran.
"Ok!!Setelah meeting aku ajak maka siang kamu."Jawab Mochi yang mengedipkan salah satu mata dan beranjak berlalu pergi meninggalkan ruang kerja Indah.
Indahpun menggeleng-gelengkan kepalanya.Dia terduduk di kursi kerja sambil menyenderkan punggungnya sambil membuka pesan dari handphone jadulnya.
"
__ADS_1