
Indahpun menahan buliran air bening air matanya.Dia tidak menyangka kalau Nicko bisa menilai dirinya rendah seperti itu.
Indahpun terduduk dikursi meja makan warung.Sambil mengusap air matanya dia mengambil handphone jadulnya di dalam tas slempangnya.
Andra calling......📞
"Hallo...??Bulek..."
"Iya.. Andra ada apa?"
"Bullek.. Si mbah kakung sakit,bullek ada uang enggak?Andra sama ibu mau membawa mbah ke rumah sakit!"
"Astagfirullah.. Sakit apa Andra bapak?"
"Sakit paru-paru bullek ini sudah dirumah sakit..."
"Ya sudah,Andra bullek ke Atm dulu..."
Kata Indah sembari mematikan telponnya.
Indah yang mendengar kabar Ayahnya yang sakitpun bergegas keluar warung dan menuju ke Atm.
Diapun menuju ke Atm dengan langkah kaki yang terburu-buru.Sampainya di gerai Atm,Indah kecewa karena mesin Atmnya sedang dalam perbaikan.
Indahpun keluar dari Atm dengan raut wajah kebingungan di pinggir jalan.Diapun menunggui angkot di halte Bis.
"Indah...??"Kata Nicko yang melihat Indah sedang duduk di halte bis.
"Kenapa dia?Panik sekali.."Gumam Nicko yang sedang mengisi bensin eceran di kios.
Setelah mengisi bensin,Nickopun bergegas menghampiri Indah.Namun dia kalah cepat dengan mobil merah sport yang menghampirinya.Dia melihat lelaki turun dari mobil itu dan nyamperin Indah.
"Indah kamu kenapa?"Tanya Mochi bos Indah yang menghampirinya di halte bis.
"Indah sedang nunggu angkot pak mau ke Atm,Atm ini sedang rusak.Ayah Indah sedang sakit dia butuh uang untuk kerumah sakit.Hiks... Hiks.."Kata Indah sesenggukan.
Mochipun langsung mengusap air mata Indah,dan Nicko juga melihatnya.Ada rasa kecewa di hati Nicko,melihat gadis yang dicintainya sedang menangis dipelukan pria lain.
"Ayok.. Aku antar ke Atm."Kata Mochi yang membukakan pintu mobil untuk Indah.
Sebelum masuk mobil Indah menoleh ke arah warung kios bensin.Dan dia melihat Nicko yang sedang melihatinya.
"Semoga dia enggak salah paham lagi..."Batin Indah.
Indahpun mau menghampiri Nicko,apalah daya Nicko sudah menarik gas motornya ketika Indah mau mendekat ke arahnya.
"Indah... Ayok."Panggil Mochi dan Indahpun menghentikan langkahnya yang mau menghampiri Nicko.
Indahpun masuk mobil Mochi.Mochipun menyalakan mesin mobilnya.
Sementara Nicko membuntuti Indah dan Mochi.
Mobil Mochi pun berhenti disalah satu gerai Atm.Dan Indah langsung turun dari mobil dan bertransaksi.
__ADS_1
Indahpun menghampiri Mochi yang berada didalam mobil.
Tok... Tok...
Mochi membuka jendela mobilnya.
"Loh.. Ayok masuk.Saya antar kamu pulang."Kata Mochi.
"Terimakasih ya pak.. Maaf Indah sedang ada keperluan lain."Kata Indah yang berada diluar mobil Mochi.
"T-tapi..."
"Enggak apa-apa pak."Jawab Indah dan Mochipun mengangguk kan kepalanya.
Setelah mendengar ucapan Indah,Mochipun menyalakan mesin mobilnya.Dia berlalu meninggalkan Indah digerai Atm.
Indahpun duduk sejenak dipinggiran gerai Atm.
Diapun menyandarkan punggungnya sambil memijit ujung pelipisnya.Tak lama kemudian Nicko menghampirinya dan duduk disamping Indah.
"Ada apa lagi kamu kesini?"Tanya Indah yang melirik Nicko.
"Aku minta maaf sama kamu.."Jelas Nicko.
Indah yang mendengar ucapan permintaan maaf Nickopun langsung berdiri dan mau pergi.
"Indah..."Panggil Nicko.
"Aku pusing Nicko!Bisa tidak kamu tidak berfikir buruk tentang aku!"Bentak Indah ke Nicko.
Nickopun menarik tangan Indah dan memeluk Indah yang sedang menangis.
"Aku minta maaf.. Aku minta maaf."Sesal Nicko.
Indahpun masih menangis didalam pelukan Nicko.Nicko pun mengajak Indah untuk duduk di pinggiran gerai atm.
"Kamu kenapa?"Tanya Nicko.
Indahpun menjelaskan semua perihal yang membuat beban pikirannya.Termasuk hubungannya dengan Mochi bosnya.
"Kamu sabar ya.. Semoga Ayah kamu segera sembuh..Dan aku minta maaf ya.. Tidak seharusnya aku percaya dengan Erika."Sesal Nicko dan Indahpun tersenyum.
"Sudah malam.. Aku antar kamu pulang ya."Kata Nicko yang mengajak Indah untuk pulang.
Indahpun diantar pulang ke warung Erika.Sedangkan Nicko kembali lagi menuju mess kantornya.
Belum sampai Indah masuk kedalam warung,Indah sudah ditunggui oleh Erika,Siti dan Didi dengan raut tatapan wajah yang kesal.
"Assalamualaikum..."Sapa Indah.
"Kamu dari mana malam-malam begini baru pulang?"Tanya Siti yang memarahi Indah.
"Tadi Indah habis dari Atm Ringroad kak,Atm yang dekat warung dalam perbaikan."Jelas Indah sambil tertunduk.
__ADS_1
"Sini.. Setoran untuk sewa kamu makan tempat tinggal dan lainnya selama kamu disini."Kata Didi yang menagih sambil tangan kanannya yang menadah ke Indah.
"M-Maaf kak Kak Didi kalau untuk saat ini Indah tidak memiliki uang."Jawab Indah dan Didipun membelalakkan matanya.
"Bohong itu kak!"Seru Erika sebagai kompor meledug.
"Enggak Erika,aku enggak bohong.Ayah aku sakit dirumah sakit barusan mereka minta transferkan uang untuk biaya pengobatan.Jadi uang gaji aku sebulan aku kirim kan kemereka."Indahpun menjelaskan dengan bulir-buliran air mata terjatuh.
"B-bisa enggak Indah membayarnya. bulan depan sekalian Indah dobel."Kata Indah yang menego.
"Enggak bisa!Yang ada kamu nanti malah enggak membayarnya."Tambah Siti.
"Sekarang kemasi barang-barang kamu dan cari tempat lain.Pergi dari sini."Kata Didi yang mengusir Indah.
"Kak Didi saya mohon.Tolong izinkan saya tinggal sementara."Kata Indah berlutut dihadapan Didi yang memohon.
Erikapun menarik tangan Indah dan membawa ke dalam kamarnya serta menyuruh Indah untuk mengemasin barang-barang Indah.
Indahpun pasrah apa adanya.Dia menerima takdir yang Tuhan berikan untuknya.Hujan dimalam hari turun begitu derasnya,seperti air mata Indah yang jatuh tiada henti.
Kilatnya petir sebagai saksi,betapa jahatnya dirinya di zdalimi.Sanak saudara tiada.Dikedinginan malam dia berjalan.
"Indah... "Panggil Nicko.
Nickopun berjalan menghampiri Indah yang hujan-hujanan basah kuyup lontang-lantung tanpa arah tujuan.
"Kamu mau kemana?"Teriak Nicko yang melihat Indah membawa barang-barangnya.
Indahpun tak kuasa untuk bercerita.Dia masih menangis dan menangis.
Nicko yang tak kuasa melihatnya,akhirnya membawa Indah untuk berteduh di rumahnya peninggalan mendiang kakeknya.
Kebetulan tempat tinggal Nicko jarang ditempati karena dia lebih memilih tinggal di mes.
"Sini.. Duduk di luar sini."Kata Nicko sembari mendudukan Indah di kursi rotan yang berada diteras.
Nickopun mengambil handuk dari dalam kontrakannya dan memberikannya kepada Indah.
Indahpun segera mengeringkan badannya dari basahan air hujan dan menyeduh teh hangat dari Nicko.
"Kamu kenapa?Kok bisa hujan-hujanan seperti ini dan membawa baju-baju kamu."Tanya Nicko kepada Indah.
"Mereka mengusir aku.Hiks.."Jawab Indah sesenggukan.
"Mengusir?Karena apa?"Tanya Nicko lagi.
"Karena aku enggak bisa membayar uang sewa tinggal."Jawab Indah lagi.
Nickopun langsung memeluk Indah yang menangis tiada henti.
"Ya.. Sudah,kamu sementara tinggal disini ya.Ini rumah aku,ya.. tapi begini keadaannya sepi jauh dari keramaian."Kata Nicko.
"Enggak apa-apa Nicko.Sementara waktu aku tinggal disini."Kata Indah.
__ADS_1
"Ya sudah.Kamu istirahat ya.. Aku mau kembali ke mess.Kebetulan hujan sudah reda."Kata Nicko dan pamitan sama Indah.