
Beberapa hari setelah kecelakaan itu,Indah lebih banyak mendiamkan diri dikamar.Dia masih belum diperbolehkan untuk beraktifitas.
Sementara Nicko juga duduk disamping istrinya yang menyenderkan punggungnya disandaran ranjang.
"Makan ya?Mas suapin."Kata Nicko yang menawari Indah makan namun Indah hanya diam.
Tak berapa lama kemudian Andra pulang dari kantor.Dia melihat pintu kamar bulleknya yang terbuka lalu dia melangkahkan kakinya untuk menuju ke kamarnya.
"Assalamualaikum.. "Sapa Andra ,Indah dan Nicko menoleh ke arah pintu.
"Andra.. Tolongin bullek,bullek bosan dikamar bullek mau duduk di ruang tamu."Ucap Indah ke Andra dan mengabaikan Nicko.
"Indah kan ada aku suami kamu."Sela Nicko ke Indah.
"Suami di atas kertas mas.. Selebihnya kita hidup masing-masing selama ini."Sahut Indah yang tak mau kalah.
"Andra tolongin bullek.. Bullek sedikit susah berjalan."Kata Indah sembari menurunkan kakinya dari ranjang.
Andrapun mencoba membantu bulleknya dengan memapahnya dan berjalan pelan-pelan ke arah pintu keluar kamar.
"Bullek mau duduk dimana?"Tanya Andra.
"Diteras depan ya.. "Jawab Indah.
Lalu Andra membawa Indah duduk diteras rumah sembari menyandarkan punggungnya dengan bantal dengan kaki selonjor diatas kursi.
"Bullek mau makan apa?"Tanya Andra sembari mensejajarkan posisinya dengan Indah.
"Bullek kenyang Andra,"Jawab Indah.
__ADS_1
"Jangan gitu dong bullek,bullek harus minum obat biar cepat sembuh ya.."Bujuk Andra dan tak berapa lama Andra melihat Indah yang tak sengaja mulai menitikan air matanya.
"Hiks.. Hiks.."Isak Indah yang mulai sendu.
"Loh.. Bullek kok nangis.?"Kata Andra.
..."Bullek kangen sama anak bullek Andra.Seandainya waktu boleh diputar,bullek ingin menggantikan nya.."Tangis Indah yang haru....
Andra pun memeluk bulleknya...
"Sabar bullek jangan sedih begitu,"Andra yang mencoba menenangkan Indah.
Nicko hanya bisa melihat dari balik pintu tentang kesedihan yang Indah alami.Dia juga merasa bersalah karena dia faktor utama penyebab Indah kecelakaan dan penyebab meninggal anaknya.
...****************...
1 Minggu setelah kecelakaan itu..
Mencuci piring,memasak mencuci baju dan sebagainya..
Setelah mengerjakan pekerjaan rumah,Nicko mandi dan siap-siap kerja.Sebelum dia pergi,dia menyiapkan sarapan untuk istrinya dimeja makan.
"Aku pamit kerja,jangan lupa sarapannya...."
Nicko yang menulis sebuah ucapan sarapan paginya yang diletakkan di atas meja.
Sudah 1 bulan ini Nicko ada perubahan lebih baik dari sebelumnya.Kini dia memutuskan untuk menjadi seorang pengemudi ojek online untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.Dia juga melarang Indah untuk bekerja.
Ada notification orderan yang masuk di layar handphone Nicko.Kemudian Nicko beranjak menuju titik orderan tersebut.
__ADS_1
Sampainya di pelataran restorant...
Nicko terkejut melihat Erika sedang berkelahi dengan Ibu-ibu paruh baya sambil jambak menjambak rambut.
"Hei.. Hei... Stop.. Stop..!"Teriak Nicko yang memisahkan keduanya.
"Haduhhh... Enggak ada malunya ya kalian berkelahi di tempat umum!"Lerai Nicko.
"Dia itu pelakor!Murahan...."Caci ibu paruh baya itu.
"Heh.. Dasar lo nya aja enggak bisa memberikan kepuasan sama suami lo.Udah tua ke....
Plak..
"Itu pembelajaran buat sampah seperti kamu!"Kata ibu paruh baya itu dan melenggang pergi.
Nickopun hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Erika dan berlalu pergi meninggalkannya.
Nicko masuk ke restaurant dan mengambil orderan itu.Diapun berjalan menuju pintu luar dan...
Brughhh...
Nicko yang tak sengaja menabrak orang.Nicko berisaha bangkit dari tempatnya.Dan dia dikejutkan dengan Mochi yang telah di tabraknya.
"Sorry!Kata Nicko ketus dan melangkahkan kakinya.
"Tunggu!"Ucap Mochi dan Nicko berhenti.
Mochi berjalan menuju arah punggung Nicko.
__ADS_1
"Jangan loe sia-siain Indah."Kata Mochi yang berbisik di telinga Nicko lalu berlalu pergi.
Nicko hanya bisa menahan emosinya sembari mengepalkan tangannya.