
Setelah selesai meeting dengan direktur.Om Wawan pulang ke Apartemen dengan keadaan lesu.
"Papa...... "Seru Ryan dan memeluk Om Wawan.
"Hai Bro..."Balas Om Wawan sambil memeluk anak tirinya itu.
Ryan adalah anak tiri dari istri ke 2 nya Om Wawan yang ber usia 25 tahun.Istri pertamanya Om Wawan sudah lama meninggal setelah di diagnosa memiliki penyakit kanker rahim.
2 tahun setelah meninggalnya istri pertama Om Wawan dia menikahi Mia,ibu kandung Ryan.Kala itu Ryan masih ber usia 2 tahun.Om Wawan menikahi Mia dengan menikah siri.
"Kemana mami Mia??"Tanya Om Wawan sambil berjalan menuju ke ruang tamu dengan diikuti oleh Ryan anak tirinya.
"Papah.... Muah.. "Ucap Mia sambil mencium pipi suaminya itu.
"Bagi duitnya dong."Ucap Mia yang baru datang dari arah kamar nya sembari tangan menadah minta uang.
"Kamu itu kebiasaan coba kalau suami baru datang disambut kek di buatkan minum dulu.Atau apalah.."Gerutu Om Wawan yang sembari mengibaskan tangan istrinya itu.
"Seperti saya enggak memberi kamu uang saja."Gerutu Om wawan dan berlalu meninggalkan Mia istrinya di ruang tamu beserta Ryan.
"Loh.. Pa.. Papa.. ****.. "
"Di otak mama itu duit.. Duit.. Melulu.. "Kata Ryan.
"Hadech Ryan... Bagaimana bukan duit?Papa yang dulu dan sekarang itu berbeda!"
"Sekarang kita enggak bisa leluasa menguasai keuangannya dia.Mama sudah curiga lama kalau papa tiri kamu itu sudah punya perempuan lain."
"Mama tau dari mana?Kalau papa punya selingkuhan?"Tanya Ryan penasaran.
"1 bulan yang lalu sebelum mama mengajakmu jalan-jalan kesini,diam-diam mama datang kesini tanpa sepengetahuan papa.Dan bener feling mama kalau papa selingkuh dengan perempuan yang kurang lebih usianya 19 atau 20 an.Mama jambak rambut perempuan itu di restourant setelah dia kencan dengan papa."Cerita mama Mia.
"Sedikit kita perlu memberi peringatan sepertinya kepada dia."Kata Ryan sembari merangkul ibunya.
"Kita pikirkan nanti itu Ryan.Ya sudah mama mau nyusul papa dulu dikamar.Semoga dia enggak marah beneran sama mama."Ucap mama Mia dan melangkahkan kakinya menuju kamar.
Ceklek...
Mama Mia membuka pintu kamarnya.Di lihatnya di kamar dia tidak mendapati Om Wawan suaminya.Diapun berjalan menuju meja nakas dan mendengar gemericik air shower yang menyala.
"Papa seperti nya sedang mandi.Hpnya ditinggal disitu lagi."
Sembari melirik sana sini,mama Mia pun memberanikan diri untuk menge-cek handphone milik suaminya itu.
Aksi mama Mia pun dipergoki oleh Om Wawan.
"Mia....!"Seru Om Wawan dari belakang punggung mama Mia.
__ADS_1
Mama Miapun terkejut dan membalikkan badannya sambil menunduk memegangi handphone Om Wawan.
"Lancang sekali kamu ya.. "Ucap Om Wawan sambil menghampiri istrinya dan merebut ponselnya.
"Aku peringatkan kamu ya!Jangan asal mengambil barang yang bukan menjadi milikmu.Apa lagi itu handphone ku."
"M-maaf Pah.."Sesal mama Mia.
"Kalau kedatangan kamu kesini hanya bikin onar disini lebih baik kamu dan Ryan pulang!"Kata Om Wawan yang geram dengan kelakuan mama Miam.
"Pergi dari sini.Saya mau istirahat."Om Wawan pun mengusir mama Mia dari kamarnya.
Setelah mendengar ucapan dari Om Wawan,mama Mia pun melangkah kan kakinya menuju ke arah pintu keluar dengan perasaan kesalnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu dikediamannya Indah,
Sore hari Indah dengan setia duduk didepan terasnya.Dia menunggui suaminya sembari meminum tehnya.
15 Menit kemudian Nicko sudah datang.Dia menaikan motor maticnya dan memarkirkannya ke teras depan.
"Assalamualaikum..."Sapa Nicko sang suami yang menghampiri Indah istrinya.
"Waalaikum salam..."Jawab Indah dengan senyumannya dan memeluk suaminya.
Nicko mengecup kening istrinya.
"Sebentar mas.. "Kata Indah dan melepas peluk kan suaminya.
Indahpun menutup mulutnya yang terasa mual dan berlalu menuju wastafel.Nicko yang melihat keadaan sang istri langsung mengekor di belakang Indah.
"Hoek.. Hoek.. Hoek.."
"Sayang.. Kamu kenapa?"Tanya Nicko sambil memijit tengkuk leher sang istri."
Sebelum menjawab pertanyaan sang suami,Indah membasuh mulutnya dengan air lalu dia menyandarkan punggungnya di dinding.
"Sayang....?"Kata Nicko yang sambil tersenyum.
"Apa.. Kamu hamil?"Tanya Nicko dengan raut wajah bahagianya.
"Hamil mas?"Ulang Indah.
"Of course,bagaimana kalau kita cek mandiri?"Kata Nicko.
"Bentar ya.. Mas belikan alat itu.Kamu tunggu disini."Kata Nicko sembari melangkahkan kakinya.
__ADS_1
"T-tapi mas..."Kata Indah ke pada Nicko yang sudah berlalu pergi meninggalkannya.
15 Menit kemudian Nicko datang dengan membawa 3 alat testpack dengan merek dan bentuk yang berbeda-beda.
"Ini.. Mas belikan 3 alat testpack yang berbeda-beda.Mas tunggu disini kamu masuk kedalam sambil cek ya.Mas sudah enggak sabar dengan hasilnya."Kata Nicko sembari memegang kedua pundak istrinya untuk masuk ke ruang kamar mandi.
"Ih... Mas.. Sabar dong.."Kata Indah.
"He.. He... Iya maaf!Mas sudah enggak sabar mau lihat hasilnya."Jawab Nicko sambil mengecup kening istrinya sebelum keluar dari kamar mandi.
5 menit... 10 menit... 15 menit.Karena tidak sabar dengan hasilnya Nicko pun mencoba mengetuk pintu kamar mandi.
"Sabar dong mas..."Seru Indah dari seberang bilik kamar mandinya.
"Iya.. Iya sayang."
Jantung Nicko berdegup dag dig dug.Di dalam hatinya sebenarnya dia sangatlah menantikan kehadiran seorang anak yang dirindukannya dengan Indah.
Dia sangat menyesali tentang apa yang terjadi kepada istri dan anaknya.
Ceklek...
Indahpun membuka pintu kamar mandinya disambut dengan sang suami yang sudah senyum sumringahnya.
"Bagaimana sayang??"Tanya Nicko yang sudah tidak sabar mendengar jawabannya Indah.
Indahpun memberikan ke tiga testpack itu dan melangkahkan kakinya menuju kamarnya.Nicko pun tidak mengerti tentang maksud istrinya itu.
Setelah melihat ketiga hasil testpack itu,Nicko melangkahkan kaki menghampiri istrinya dikamar.
Nicko membuka pintu kamarnya dan dilihatnya Indah sedang duduk dipinggiran ranjang yang sedang sedih menangis terisak-isak.
"Jangan sedih ya... "Kata Nicko sembari duduk dan mengusap air mata istrinya.
"Nanti kita coba lagi."Hibur Nicko dan memeluk istrinya.
"Iya mas.. Mungkin Indah belum pantas diberikan titipan untuk menjaga seorang anak.Karena dulu Indah sudah pernah menyia-nyiakannya."Ucap Indah sesenggukan.
"Hsttttttt... Jangan bicara seperti itu sayang... Mas yakin suatu hari nanti akan ada anak dirumah kita ini.Maafin mas ya.. Mas pernah khilaf menyia-nyiakan kalian."Kata Nicko dan mengecup kening Indah.
"Ya sudah mas.. Kita hanya bisa berusaha dan berdoa."Jawab Indah sambil mendongakkan kepalanya keatas menatap wajah suami yang memeluknya.
"Kalau begitu yuukk kita bercocok tanam."Ajak Nicko dengan mengedipkan salah satu mata nakalnya.
"Maksudnya?"Tanya Indah penasaran.
"Bikin baby..."Bisik Nicko dan merebahkan tubuh Indah diranjang.
__ADS_1