Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)

Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)
Episode 12# TM3


__ADS_3

Setelah selesai makan siang,Mochi dan Indahpun kembali lagi ke kantor.Tak luput Erika yang ikut nebeng pulang di mobil Mochi.


"Indah,kamu duduk di belakang gih."Kata Erika yang tiba-tiba menarik lengan Indah ketika Indah mau membuka handle pintu mobil Mobil.


"Hey.. Maksud kamu apa ya.. Kamu yang numpang disini harusnya kamu duduk dibelakang."Pekik Mochi.


Indahpun hanya diam melihat Erika di bentak Mochi.


"Kamu stop disitu!Jangan pernah masuk ke dalam mobil ku."Mochi yang menginterupsi Erika sembari menunjuk.


Erikapun membelalakkan kedua matanya ketika Mochi melarangnya untuk masuk ke dalam mobilnya.Seketika Erika memberikan kode mata ke Indah agar Mochi membolehkan Erika bebarengan pulang.


"Hmm.. Pak biarlah sepupu saya ikut ya.Kasian dia.."Kata Indah yang membujuknya.


"No Indah!"Kata Mochi sarkas.


"Ayok!Kembali ke kantor,masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan dari pada membuang-buang waktu disini."


Mochipun memaksa Indah untuk masuk kedalam mobilnya sedangkan Erika ditinggal ditempat parkir sendirian.


"Awas ya kamu Indah!!!"Kata Erika yang geram.


Sementara itu didalam mobil..


Mochi melirik Indah yang terdiam seribu bahasa setelah kejadian di tempat parkir tadi.


"Kamu kenapa diam?Kamu marah?Saya berbuat seperti itu ke sepupu kamu?"Tanya Mochi lagi sembari fokus mengemudikan mobilnya.


"Enggak kok pak."Jawab nya.


"Lalu?"Tanya Mochi lagi.


"Hedewww.. Lagi bingung aja pak!Setelah ini Erika mau berbuat apa dengan saya.!"Batin Indah.


Indah hanya terdiam tidak membalas pertanyaan dari Mochi.Diamnya Indah mengunduh argument Mochi.


"Kamu marah kah sama saya?"Tanya Mochi yang menghentikan mobilnya di tempat parkir mobil kantornya.


Dan Mochi melihat Indah hanya menggelengkan kepalanya.Indahpun membuka safety beltnya dan beranjak membuka pintu mobil.


"Indah..."Kata Mochi yang meraih tangan Indah dan menoleh ke arah Mochi.


"Maaf pak!Saya buru-buru soalnya ada file dari client tadi yang harus segera diperiksa."Kata Indah yang melepas genggaman tangan Mochi.


Indahpun berlalu pergi meninggalkan Mochi ditempat parkir.


Indahpun menuju keruangan kerjanya.


"Hufft...."Indah yang menghela nafas panjangnya yang menyandarkan punggungnya dibalik daun pintu ruang kerjanya.


"Aduhh.. Kenapa jadi seperti ini sih?Nanti kalau Erika macam-macam denganku bagaimana?"Gumam Indah yang gundah bingung kesana kesini seperti gosokan.


Tidak lama kemudian...

__ADS_1


Nicko Calling.... 📞


👨"*Hallo... Bagaimana keadaan kamu Indah?"


👧"Aku b-baik Nicko.Kapan kamu pulang?


👨"Ya kalau sudah selesai mengantar barangnya aku pulang.Ya.. Sudah jaga diri kamu baik-baik.


👧"Iya.. Hati-hati ya.. Bye..😚😚😚


👨"😚😚😚😚*


Setelah mendengar suara Nicko dan kabarnya membuat hati Indah sudah berasa nyaman.


Jam pulang kantor sudah tiba,Indah bergegas membereskan meja kerjanya.Ketika Indah membuka pintu keluar,sudah ada Mochi yang berdiri ditengah-tengah pintu.


"Bapak..?"Kata Indh yang terkejut melihat Mochi.


"Hmmm.. Saya antar pulang yuk."Kata Mochi.


"Enggak usah pak,rumahnya dekat saja kok."


Jawab Indah sambil menuju ke tangga dan diikuti oleh Mochi.


"Besok weekend,ada meeting jam 3 sore,jangan lupa siapkan semua berkas-berkasnya."Kata Mochi dan Indah memberhentikan langkahnya.


"Iya pak.Saya pamit pulang.."Jawab Indah dan bergegas buru-buru menuruni anakkan tangga.


...****************...


"Sini kamu..."Kata Erika yang menggeret tangan Indah kasar ke dalam warung.


"Erika,ada apa sih?"Tanya Indah yang terkejut atas tindakannya Erika.


"Jangan sok kecantikan dan kecentilan ya kamu sama laki-laki."Kata Erika yang kasar.


"Makaud kamu apa Erika?"Tanya Indah.


"Kamu ninggalin aku tadi maksudnya apa?Kamu ingin berdua an gitu sama Mochi?"Bentak Erika.


"Astagfirullah.. Erika kamu tadi lihat sendiri sikap Mochi bagaimana?"Jelas Indah.


"Seharusnya kamu berusahalah.. Agar dia enggak ninggalin aku tadi ka.."


"Ada apa sih ini ribut-ribut?Berisik!Orang yang niatnya mau makan disini jadi enggak jadi.!"Kata Siti yang melerai.


"Itu.. Tuh,si Indah bukannya kerja malah ke hotel sama bosnya!"Kilah Erika yang fitnah Indah.


Sitipun menatap tajam ke Indah.


"Astagfirullah.. Itu enggak bener!"Indah yang membela diri.


"Saya peringatkan kamu Indah!Kamu disini itu sudah kami tolong,sudah menumpang disini tolong jaga nama baik keluarga kami mengerti.!"Kata Siti dengan tatapan tajamnya.

__ADS_1


"Iya.. Indah minta maaf!Indah salah,Indah permisi mau ganti baju dulu."Jawab Indah sembari menunduk menahan buliran bening yang hendak turun membasahinya.


Sampainya dikamar,,


Indah langsung merebahkan dirinya.Diapun meraih guling untuk dipeluknya.


"Hiks.. Hiks.. Hik.."Indah yang sesenggukan.


"Kejam sekali mereka menuduhku seperti itu.Apa salahku?Apa mereka belum puas sudah menyakiti ku."Batin Indah yang pilu.


"Indah... Indah.. Cepetan ganti bajunya."Teriak Erika dari balik horden.


"Iya..."Jawab Indah mendudukkan tubuhnya dan mengusap kasar air matanya dengan lengannya.


Setelah selesai ganti baju,Indahpun langsung melayani pembeli nasi goreng..


"Indah bikinkan 3 porsi nasi goreng yang dibungkus ya.. "Intruksi Erika sambil meracik bahannya.


"I-iya..."Jawab Indah.


"Mas.. Tolong ya besok-besok hutang nya dibayar dulu.Kalau sudah dibayar baru mas boleh ambil nasi lagi disini."Kata Erika yang ketus dan Indahpun hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Iya mbak.. Boleh kah saya hutang dulu 1 bungkus nasi gorengnya."Kata tukang itu.


"Enggak bisa!"Jawab Erika ketus dan pergi meninggalkan etalase nasi gorengnya.


Kemudian Indahpun dengan cepat membungkuskan nasi goreng untuk tukang itu.


"Ini buat bapak ya!Saya mohon maaf kan sepupu saya ya."Kata Indah.


"Alhamdulillah,barakallah makasih banyak ya mbak.Terimakasih orang baik."Ucap tukang itu dan pergi.


"Maaf pak saya hanya bisa membantu seadanya semoga bapak dimudahkan rezekinya.. Aamiin"Batin Indah sambil mendoakan si bapak tersebut.


Setelah selesai memasak pesanan nasi goreng Indah duduk bersandar sembari menunggu pembeli.


Diapun memperhatikan Erika yang berada diluar warung yang duduk bermesraan dengan Okta.


Tidak lama kemudian ada mobil berhenti di depan warung.Setelah dibuka pintu mobilnya ternyata lelaki paruh baya.


"Om Wawan "Batin Erika ketika Om Wawan turun dari mobil melihat Erika dan Okta duduk berdua.


Om Wawanpun masuk kedalam warung tanpa memperdulikan Erika dan Okta.


"Mbak.. Saya pesan nasi goreng satu."Kata Om Wawan ke Indah sembari mencari tempat untuk duduk.


"Baik,pak..."Jawab Indah.


Tak berselang lama Kak Siti pun datang dan ikut ngobrol ramah-tamah dengan Om Wawan.


"Haduhhh Siti.. Ku kira adikmu itu sudah putus sama benalu."Ucap Om Wawan.


"Om Wawan ini kayak enggak tau Erika saja!Saya saja udah e-neg melihat benalu itu."Kata Siti yang menyindir Okta.

__ADS_1


"Ini pak.. Nasi gorengnya"Kata Indah yang meletakkan di meja.


Om Wawanpun menatap Indah dengan tatapan genit.Indahpun bergegas meninggalkan Siti dan Om Wawan.


__ADS_2