
Pagi hari sudah tiba.Seperti aktivitas ibu-ibu biasanya dia selalu menyiapkan sarapan paginya di meja makan.
Andrapun datang dan langsung duduk di meja makan.
"Sudah bangun??"Tanya Indah ke Andra yang sambil menyendokkan nasi di piring Andra.Andrapun mengangguk tersenyum.
"Kemarin pulang jam berapa?Bulek kok enggak lihat?"Tanya Indah lagi.
"Jam 10 malam.Bulek sudah tidur."Jawab Andra sambil menyendokan nasi.
Tak berapa lama kemudian Nicko keluar dari kamar dan ikut bergabung sarapan dengan Indah dan Andra.
Indahpun mengambilkan sarapan pagi untuk Nicko.
"Bagaimana kerjaan kamu Andra?"Tanya Nicko sambil menyendokkan nasi.
"Baik."Jawab Andra ketus.
"Bullek,Andra pamit berangkat kerja."Pamit Andra ke Indah sembari berdiri berlalu tanpa pamitan dengan Nicko.
Indah yang melihat raut wajah Nicko yang berubah ketika Andra melewati Nicko yang berlalu pergi.
"Andra.. Andra.."Panggil Indah yang menyusul Andra didepan pintu.
"Ada apa bullek..."Gerutu Andra yang membalikkan badannya menghadap Indah.
"Andra... Kenapa sikap Andra seperti itu dengan mas Nicko."Tanya Indah dengan suara rendah.
"Jangan diulangi lagi ya.. Andra harus menghormati mas Nicko sebagai kepala keluarga disini dan orang yang lebih tua ya."Kata Indah yang menasehati ponakannya dengan tutur lemah lembut.
"Andra mau berangkat kerja bullek.. Assalamualaikum."Pamit Andra sembari mencium punggung tangan Indah.
"Andra.. Bullek be..."
"Enggak apa-apa sayang..."Sahut Nicko dari belakang punggung Indah dan Indahpun menoleh.
"Mas...???"
"Biarkan aja Andra begitu.Dia mungkin masih marah sama mas."Ucap Nicko.
"Tapi kan enggak boleh dibiarkan berlarut-larut mas.Dia harus diberi pengertian."Jelas Indah dan Nicko hanya tersenyum sambil menyibak anakan rambut Indah.
"Mas pamit kerja ya.Doa kan mas hari ini semoga banyak rezeki ya."Pamit Nicko sembari mengecup dahi Indah.
"Iya mas.. Hati-hati."Kata Indah sambil mencium punggung tangan suaminya sebelum berlalu pergi.
Ichida Company...
Sebelum Andra memasuki ruang purchasing,dia berhenti di tempat receptionnya Sisil..
"Bagaimana Andra keadaan Indah hari ini?"Tanya Sisil yang duduk diruang tunggu reception disamping Andra.
"Alhamdulillah sehat kak."Jawab Andra.
"Ishhh.. Panggil Sisil aja Andra.."Kata Sisil.
"He.. He..He.."Andra sembari menggaruk-garukkan kepala.
"Terus bagaimana hubungan Indah sama suaminya.?"Tanya Sisil lagi.
__ADS_1
"Sepertinya mereka sudah baikan deh."
"Tau dari mana kamu?"Tanya Sisil.
"Ya.. Kelihatan dari facenya bullek yang nampak bahagia."
"Sebenarnya aku masih jengkel dengan kelakuan suaminya itu.Aku masih enggak terima dengan apa yang dia lakukan kepada bullekku."
"Kamu yang sabar Andra.Mungkin suaminya Indah sudah menyesal atas perbuatannya yang selama ini dia perbuat."
"Masih kupantau ini,awas aja kalau sampai berulah lagi.Yakin seyakin-yakinnya ku pastikan kubawa lari bullek pergi."Kata Andra sembari mengepalkan tangannya.
"Hmmmm.. Jadi kasian sama pak Mochi."Ucap Sisil.
"Yach.. Mau bagaimana lagi?"Tambah Andra.
"Hmmmm... Andra,,"Panggil Sisil dengan nada manjanya.
"Iya kak!.. Eh..."Jawab Andra sambil menutup mulutnya dengan tangan kanannya.
"Ih... Kok kakak terus sih.."Kata Sisil sembari memanyunkan bibirnya dan meremas tangannya.
"Heee.. Sorry.. Sorry kak.. Eh.. Nyeplos lagi."
"Au ah.. Muyak.."Kata Sisil ketus sembari melipat kedua tangannya di dada.Dan membelakangi Andra.
"Cantiknya ilang..."Kata Andra yang menggoda Sisil sembari bola matanya melirik Sisil.
Mendengar apa yang diucapkan Andra membuat Sisil tersenyum membelakangi Andra.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Nicko memarkirkan motornya di tempat parkiran.
"Temani aku mas.."Kata Indah sembari melepas helmnya.
"Kalau mas menemani kamu,nanti Mochi malah enggak mau ngomong."Jawab Nicko yang duduk diatas motor sembari memegangi helm istrinya.
"Ya sudah.. Mas tunggu sebentar ya."Kata Indah dan Nicko mengangguk.
Indah mulai berlalu meninggalkan tempat parkir,melangkahkan kakinya menuju cafe.
Dari jauh Mochi sudah melambaikan tangannya.
Indahpun melangkahkan kakinya menuju kearah Mochi.
:"Indah..."Kata Mochi yang berdiri dari tempat duduknya ketika melihat Indah menghampirinya.
Indahpun duduk ditempat yang sudah Mochi siapkan.
"Hmmmm Indah.."
"Maaf pak!To the point.Ada apa bapak meminta saya untuk datang kesini?"Potong Indah.
"Ah.. Iya,ma... af Indah."Kata Mochi yang gugup.
"Haish.. Kenapa aku jadi gugup begini?"Batin Mochi sambil menggerak-gerakkan kakinya.
"Pak...??Bapak baik-baik saja kan?"Tanya Indah sambil melambaikan tangannya.
__ADS_1
"Oh.. Iya Indah.I'm so fine."
"Indah..."Kata Mochi yang menggenggam tangan Indah.
"Maaf pak!"Kata Indah dan melepas tangan Mochi yang menggenggamnya.
"Oops Sorry!"
"Pak maaf boleh tidak pada intinya?"Interupsi Indah dan Mochi menganggukkan kepalanya.
"Saya mau pamit Indah!"Kata Mochi dengan wajah yang serius.
"Saya mau pindah"
"Pindah?"Ulang Indah dengan raut wajah yang berubah.
"Iya!Saya mau pindah ke luar negeri dan mungkin tidak akan kembali lagi."Jelas Mochi.
"Bukannya bapak pindah di luar provinsi?"Kata Indah sedikit terkejut.
"Kenapa Indah?Kamu kok terkejut?Apa itu artinya kamu takut dan khawatir dengan saya?"
"Ma..af pak!Bukan seperti itu maksud saya."Kata Indah yang salah tingkah dan Mochipun menatap tajam mata Indah.
"Tatapan mata itu..."Batin Indah dan memejamkan kedua matanya.
"Sayang... "Kata Nicko tiba-tiba dan Indah membuka matanya.
"Mas...??"
"Sudah selesai?"Tanya Nicko dan Indah mengarahkan pandangannya ke Mochi.
"Sudah Nicko."Jawab Mochi sembari beranjak berdiri.
"Ok.Kalau begitu ayo Indah kita pulang."Kata Nicko dan meraih tangan Indah yang duduk untuk berdiri.
"Tunggu Nicko."Kata Mochi yang berjalan menghampiri Indah dan Nicko.
"Boleh aku memeluk Indah untuk pertama dan terakhir kalinya?"Tanya Mochi dan Nicko mengarahkan pandangannya ke Indah.
"Maaf pak.Saya enggak bisa!"Jawab Indah sembari melangkahkan kaki berlalu menuju pintu keluar meninggalkan Nicko dan Mochi.
"Indah.. Indah.."Panggil Nicko dan Indah tak menghiraukannya.
Mochi menarik tangan Nicko yang akan berlalu.
"Kita sama-sama mencintai perempuan yang sama.Tapi takdir memberikan keberuntungan buat mu.Jangan pernah menyakiti dirinya lagi seujung kukupun.Jika itu terjadi,bisa ku pastikan kurebut Indah dari mu."Pesan Mochi dan mengibaskan tangan Nicko.
Nicko diam sejenak saat Mochi memberikan wejangan berupa petuah untuknya.Nickopun senyum dan menepuk pundak Mochi sebelum berlalu pergi menyusul istrinya Indah.
Nicko menghampiri Indah yang sudah berada didekat motor matic milik suaminya.
"Mas kok lama betul sih."Gerutu Indah kepada Nicko yang baru datang.
"Iya.. Maaf ya.Ayoook pulang,mau hujan."Kata Nicko sambil men starter motornya.
Indah pun masih terdiam.
"Sayang... "Kata Nicko yang membuyarkan lamunannya.
__ADS_1
"Iya mas.."Jawab Indah dan naik motor yang dibonceng Nicko.